
'Tapi kenapa saat dia memperkosaku, seperti pria dewasa yang normal. Aku ragu pada keadaanya, benarkah dia autisme, atau hanya untuk berpura pura. Lalu, berpura pura dari siapa?' batinnya. Chalondra tersentak, ketika Weslay tiba tiba memeluknya dan masih merajuk untuk meninggalkan tempat ini.
"Tuan, ayolah masuk," ucap Chalondra
"Saya tidak mau disini, saya mau di sana saja." rengeknya.
Ahirnya Chalondra mengalah, menemani tuan mudanya di dalam kelas. Begitu juga dengan Miss Ajeng. Miss Ajeng duduk di belakang Weslay sedangkan Chalondra dia duduk di samping Weslay
"Maaf ya Miss, seharusnya Miss Ajeng yang duduk disini." ucap Chalondra
"Tidak apa apa, saya hanya ingin memastikan Weslay nyaman saja. Karena anak yang memilki perhatian semacam itu, sulit untuk beradaptasi." jawabnya.
Padahal Miss Ajeng sudah sekitar 6 tahun menangani Weslay, namun Wesley belum bisa sedekat dan senyaman ini.
Di sepanjang pembelajaran, Weslay sebenarnya cukup pintar, membaca, menulis dan berhitung. Tapi untuk merangkai kata memang masih perlu bimbingan.
Pukul 10.00 jam belajar di sekolah baru udah usai, Miss ajeng berpamitan karena masih banyak tugas di tempat kerjanya. Sedangkan untuk Weslay, sekarang tidak harus setiap hari terapi.
Seperti biasa, Ajeng akan memberikan laporan pada Landolfo, selaku orang tua kandung Weslay.
"Kita langsung ke arjuna fitnes ya pak. Paling cuma 1 jam. Setelah itu kita pulang." ujar Chalondra.
"Siap Non." jawab Pak Budi. gedung GYM dengan sekolah tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 15 menit saja. Dan kini mereka sudah sampai di gedung fitnes.
Chalondra segera masuk terlebih dahulu. Dan mencari Alfredo pria yang berprofesi sebagai personal trainer fitnes.
"Tuan sudah siap berubah?" tanya Chalondra. Weslay hanya menjawab dengan mengangguk saja.
"Al, kau masih sibuk?" tanya Chalondra yang sudah menghampiri Alfredo tengah membimbing seorang wanita.
"Hai, kalian." balasnya.
"Sebentar lagi selesai, gantilah pakaian nya." ucap Alfredo
__ADS_1
"Di mana?" tanya Chalondra. Alfredo segera menunjuk pada pintu yang bertuliskan Ruang Loker.
...♡♡♡...
Sedangkan di tempat yang berbeda.
"Pi, coba deh dengerin mami, Pengasuh itu sudah membawa pengaruh buruk pada Ley," kejar Irena. sudah berkali kali Irena mengingatkan Suaminya untuk memecat Chalondra, karena menurut Irena, Chalondra sangat berbahaya untuk rencana yang sudah dia rencanakan.
Sedangkan menurut Landolfo, Chalondra justru malah lebih bisa di andalkan daripada Arnetta.
"Mami kenapa sihh.. Datang ke kantor papi hanya ingin mengatakan itu, kan nanti di rumah juga bisa." sahut Landolfo seraya tangannya fokus pada kertas kertas yang di atas mejanya.
"Pi, tadi Nathan cerita. Jika gadis itu sudah mempengaruhi Ley untuk melawan abangnya. Di depan bik Sam dan juga pak Budi." omel Irena
"Itu juga yang ingin papi tanyakan sama mami, kenapa Nathan ada di indonesia, bukankah dia seharusnya sedang fokus dan semangat semangat nya mengurus bisnis baru yang beberapa waktu itu dia minta modal.?" tanya Landolfo
"Kan Nathan sudah jelaskan ke papi, Nathan sedang mempromosikan bisnisnya pada rekan rekan papi di sana, siapa tau ada yang mau gabung." ujar Irena
"Tapi Nathan bilangnya akan berbisnis disini, mi. Mami harus terus mengawasi Nathan, bukan karena modal yang papi berikan, tapi kesungguhan Nathan dalam mengelola bisnisnya." sahut Landolfo.
"Terus mami maunya, Pengasuh Ley yang seperti apa? Seperti Arnetta gitu. Yang ada Ley semakin bodoh mi." balas Landolfo
"Ya nggak juga, biar mami yang cari gi mana?" tanya Irena
"Tidak usah mi, Ley itu sulit untuk menerima orang baru, kan mami lihat sendiri, 1 bulan kita disana, Ley baru mau sama Chalondra setelah 2 mingguan lebih. Sudah deh, mami nggak usah ikut urusan Ley, biar Chalondra dan papi saja." ucap Landolfo.
"Papi ini gi mana sih, mami kan juga ibunya. Masak iya nggak boleh ikut ngurusin, walau mami bukan ibu kandungnya, tapi mami sangat peduli dengan Ley, Pi." protesnya
"Ya sudah mi, ini papi sudah mau meeting, mami akan tetap disini atau pulang." ucap Landolfo
"iihh kok gitu, sihh pi" sungut Irena
"Pi, mami ingin kita liburan, bersama Nathan juga." ucap Irena.
__ADS_1
"Untuk masalah liburan, kita bicarakan nanti ya mi. Papi ada meeting nih." ucapnya seraya menunjukkan map yang sudah di bawa
"Ya sudah, mami tunggu di sini saja. Papi rapat." ujar Landolfo.
Irena pun mengangguk, jarang jarang dirinya pergi ke kantor suaminya. Biasanya Irena sibuk dengan shopping bersama teman temannya.q
Landolfo pun segera keluar dari ruangannya, dan membiarkan sang istri menunggu di dalam.
Sepeninggal Landolfo, Irena bermain ponsel dan ngobrol bersama teman temannya lewat aplikasi hijaunya.
Disana ada seorang teman yang mengunggah cincin baru, dengan di beri emot nangis. Irena pun membaca captionya.
"Lama nggak buka tas kerja suamiku, ternyata ada cincin baru. aku pikir itu untukku, namun ternyata salah, itu cincin hadiah untuk pacarnya 😭." Begitulah kira kira isi caption yang di unggah dari temannya
Irena terus mensecrol dan membaca semua pesan dari teman temannya. Namun yang membuat Irena mengerutkan keningnya, ada emot ketawa di pesan temannya yang sedang di timpa masalah.
"Tidak ada salahnya, aku juga harus cek tas kerja Landolfo, siapa tau dia juga mempunyai rahasia besar." gumamnya.
Irene segera berdiri, lalu berjalan kearah meja kerja suaminya. Irena membuka tas yang selalu di bawa suaminya ke kantor. Irena segera mengeluarkan semua barang yang ada di tas.
"Tidak ada yang mencurigakan, aku yakin Landolfo tidak seperti itu. Dia adalah pria yang setia." gumamnya
Plakk...
Irena segera menunduk ketika melihat ada buku jatuh, di sana ada buku diary.
"Ini, ini buku Diary, tapi milik siapa?" batinnya. Irena ingin sekali membuka dan tau isi nya. Selama menikah, Landolfo memang tidak pernah mengeluhkan tentang sikap Irena, mungkin saja Landolfo mengungkapkan nya di dalam buku ini.
Namun sayang, buku yang masih bagus warnanya, dan sepertinya selalu di rawat itu ada gemboknya. Irena mulai mencari kuncinya. di dalam laci, namun laci itu ternyata di kunci.
"kenapa di kunci? apa ada rahasia di dalamnya?" gumamnya. mendapati kejanggalan demi keganjilan, jiwa kepo Irena semakin meronta ronta. Irena segera mencari kunci laci di setiap sudut ruangan.
"Ke mana sih Landolfo menyimpan kunci lacinya." batinnya. Irena kembali mengobrak abrik tempat pensil, biasanya orang akan menyimpan kunci di situ. Irena mengeluarkan semua isi nya. Ahirnya Irena menemukan kunci diary nya. Irena segera membuka, namun yang tertera dalam halaman pertama adalah coretan tangan seorang wanita yang memilki nama Sharoon Wardhana Syahputra. Sharoon adalah ibu kandung Weslay, mendiang istri Landolfo.
__ADS_1
Plakk..