
Landolfo menoleh, begitu juga dengan Weslay. "Apa perlu kita berhenti dulu kak." usul Tian
"Jangan.. Jangan berhenti." tolak Weslay
Landolfo tersenyum menanggapi penolakan yang spontanitas dari Weslay putranya. "Kita lanjut saja pak Budi, Weslay sudah tidak sabar." goda Landolfo.
Sedangkan Tian semakin panik, pasalnya Galih mengatakan jika pengasuh yang akan di nikahi oleh Weslay tidak mau di mak'up, dan bahkan dari tadi belum beranjak dari tempat duduknya. Padahal ini sudah hampir jam 8, tapi gadis itu sungguh membuat Tian semakin murka.
"Jangan gusar, papi pastikan dia akan jadi istrimu." ucap Landolfo menghibur.
Hingga tak berapa lama. Mereka sudah sampai di depan rumah Chalondra. Weslay semakin panik ketika melihat rumah Chalondra begitu sepi.
"Ini, ini kenapa rumahnya sepi?" tanya Landolfo
"mungkin saja mereka pergi karena sebenarnya menolak pernikahan ini kak." ucap Tian mengompori
"Itu tidak mungkin Tian." sahut Landolfo
Weslay diam saja, mencari cara untuk menyampaikan jika saat ini keluarga Chalondra di bawa ke kantor desa.
"Kak saya yakin. Mereka malu memilki suami seperti Weslay." ungkap Tian
"Tian, kau bisa diam." gertak Landolfo. Seketika Tian pun langsung terdiam.
Tiba tiba ada seorang pria dengan kendaraannya menghampiri Weslay. Siapa lagi kalau bukan anak buahnya. Pria yang pernah menemuinya di rumah sakit beberapa hari yang lalu. Weslay memberi kodeuntuk menghadap kepapinya saja. dan pria itupun menghampiri Landolfo
"Tuan, tuan mencari penghuni rumah ini?" tanya Pria itu.
"Iya kemana mereka?" tanya Landolfo.
"Keluarga ini di bawa ke kantor desa tuan, semalam ada seorang pria yang menjebak gadis yang tinggal dirumah ini. Kemungkinan mereka akan segera di nikahkan." ucap Pria itu yang sering di panggil William oleh Weslay.
"Apa mereka sudah menikah?" tanya Tian antusias
"Sepertinya gadis itu menolak, karena dia tidak merasa melakukan apa yang di tuduhkan." sahut pria yang bernama William.
"Ayo Tian, kita segera ke kantor desa." desak Landolfo.
Sedangkan Weslay masih di kuasai rasa was was yang sangat kentara, hanya tak berani berkata, marah iya, tapi belum tau ingin marah pada siapa, untuk saat ini yang di dalam otaknya adalah melepas Chalondra dari orang orang pembohong.
"Apa? ... Itu tidak mungkin." geram Tian yang terdengat sangat kecewa dengan situasi seperti ini.
"Apa maksudmu Tian? Tidak mungkin bagaimana?" tanya Landolfo
"hmm itu kak, tidak mungkin gadis itu memasukkan pria, dan sekarang di paksa untuk menikah." ucap Tian, berusaha agar tidak terlalu terlihat rasa kecewanya pada anak buahnya.
Mereka segera berjalan menuju mobil dan segera masuk. Sedangkan anak buah Weslay yang mengikuti nya sudah lebih dulu. Karena harus menyelesaikan tugas dari bosnya.
__ADS_1
Di kantor Desa
Anak buah Weslay melakukan kerusuhan dan menyerang Doni, karena Doni sebenarnya memang bukan pria baik baik.
"katakan di mana kau sembunyikan barang barang itu," tekan anak buah Weslay.
"Barang apa? Aku tidak tau." balasnya
Bugh.. Bughh. " kau masih belum mengatakannya." geram anak buah Weslay
"Hentikan...! Tolong hentikan..! Jangan hajar putraku." teriak bu lurah.
"Anda tau bu? Putra terlibat pasar gelap." ujar anak buah Weslay yang bertato
"Itu tidak mungkin, putraku tidak seperti itu. Dia anak baik baik." timpal bu lurah yang berusaha menghalau kebrutalan para berandal yang tiba tiba datang.
Chalondra langsung di tarik oleh anak buah Galih dan segera di amankan. "Mau di bawa ke mana dia?" tanya anak buah Weslay yang bernama William
"Kau. Bukankah ikut dengan kami?" tanya Pria yang merupakan anak buah Galih
"iya, tadi. Tapi sekarang tidak, karena bos kalian miskin." ucapnya
"Dasar penghianat, hajar Dia." titah Galih.
Namum sebelum mereka berhasil menyentuh William, anak buah Weslay sudah berhasil menghajar pria yang tengah memegang William
BUGHHH..
Tak berapa lama, rombongan Weslay sudah sampai di kantor desa. Landolfo segera berjalan menuju kerumunan warga. Di sana Landolfo melihat Chalondra tengah duduk dengan di tenangkan oleh nek Iroh dan juga Arnetta.
"Bik, Londra tidak pernah membawa laki laki kerumah. Laki laki itu tiba tiba saja muncul dari kamar Chalondra., " isak Chalondra seraya menutup wajahnya kedua tangannya.
"Ibu, Arnetta. Apa yang terjadi?" tiba tiba Landolfo sudah menghampiri keluarga itu.
"Tuan, percayalah saya tidak pernah membawa laki laki itu kerumah." ucap Chalondra
"Ini sebenarnya ada apa bu? Kenapa Chalondra bisa ada disini" tanyanya lagi. Sedangkan Weslay tetap berperan sebagai pria cacat yang tidak berguna. Weslay hanya memandang wajah calon istrinya dengan begitu pedih.
Untuk sementara biarlah terlihat pria bodoh yang tidak punya perasaan apapun.
Chalondra pun bercerita asal muasal masalah ini. Lalu bercerita kalau tadi malam Weslay juga sudah berkunjung di rumah.
Weslay hanya mengangguk dan membenarkan apa yang Chalondra ceritakan. "Kau ini kenapa sih Ley, tidak sabaran sekali menunggu hari esok." tanya Landolfo seraya geleng gelengkan kepala.
"Dasar bocah labil," gumamnya.
"mumpung semua ada di kantor desa, kita suruh mereka menyaksikan akad nikah Chalondra bersama Weslay, bagaimana menurut ibu?" tanya Landolfo pada Nek Iroh.
__ADS_1
"Saya setuju saja, biarkan disaksikan sekalian oleh pak Lurah juga, jarang jarang loh menikah di hadiri oleh lurah setempat." ejek nek Iroh. yang membuat senyum mereka dari para warga yang hadir.
Landolfo segera memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memerankan jamuan yang paling enak. Karena disini termasuk kampung yang lumayan jauh dari kota.
Setelah ada rapat, ahirnya pernikahan ini akan di laksanakan malam nanti, Landolfo menginginkan pernikahan ini begitu meriah, mengingat ini adalah pernikahan putra satu satunya.
Sedangkan Tian, Tian menepi dan berusaha menghubungi Irena sang kakak. Keadaan sudah genting seperti ini, masih saja kakaknya itu mengabaikan panggilan telpon yang masuk.
Kegusaran dan dendam kian menguasai dadanya saat melihat sekelebat anak Galih. " kalian keterlaluan, aku sudah meminta kalian untuk berjaga agar tidak ada yang menggagalkan. Tapi kalian ke mana?" Bughh. Pria itu Doni, Doni sudah sangat murka karena kebodohan anak buah papanya
"Bos, mereka juga ternyata membawa orang orangnya, dan Bos mereka bukan orang sembarangan." jawabnya
"Apa maksudmu?"
"Sepertinya mereka orang konglomerat bos, lihatlah berapa banyak orang orang bekerja dengannya." ucap salah seorang anak buah yang sudah banyak belur.
Doni segera menoleh, dan memang benar. Ora ng orang suruhan Landolfo berdatangan untuk menyiapkan acara resepsi pernikahan putranya.
"Tapi bos, sepertinya anak nya itu cacat. Kita bisa mempengaruhi pikiran polos itu bos." usul seorang pria yang bertato di lehernya.
"Gini Bos, bos kan pernah itu mengantar gadis itu. Dan Bos sempat berfoto. Jadikan saja foto itu bukti, jika bos memang pacarnya." ucapnya lagi.
Doni mulai mengangguk dan mencerna semua ucapan anak buah papanya. " Kalau aku lanjut rencana ku, pasti yang 2 m itu akan berhasil papa dapat. Dan setelah itu aku akan menjual Chalondra pada mami Gita." gumamnya.
"Ok, cepat perbesar foto itu. Dan buat semua orang percaya bahwa dia adalah pacarku." titahnya.
Tian yang mendengar itu tersenyum puas. Ahirnya, kemenangan itu akan segera kita dapat kak. Weslay akan semakin gila karena kekasihnya ternyata wanita nggak benar.
"Ok kak Iren, selamat bersenang senang dengan Oscar kekasihmu." gumam Tian.
Tian segera masuk dan ikut bergabung duduk bersama kedua keluarga yang tengah bercengkrama.
Chalondra di bawa kekamar pengantin lainnya. Sedangkan Weslay di bawa kekamar yang tadi di pakai untuk merias Chalondra.
...♡♡♡...
Malam pun sudah tiba, Acara resepsi pernikahan benar benar di gelar sangat mewah. Banyak warga kampung yang hadir untuk menikmati jamuan dan menyaksikan pernikahan konglomerat dari kota.
Setelah ucapan ijab qabul yang sempat membuat Orang tua Weslay panik. Karena hawatir Weslay tidak bisa menirukan ahirnya selesai dengan sangat lega.
Landolfo begitu ternganga ketila Weslay berhasil mengucap dengan sempurna. Padahal Landolfo sangat hawatir. Jika pengucapannya akan gagal.
Weslay dan Chalondra digiring pada panggung singgasana untuk kedua mempelai yang sudah dirias. Weslay hanya menunduk dengan tangan gemetar dan keringat dingin.
Dalam hati Chalondra bersyukur, setidaknya menikah dengan pria cacat lebih baik. Daripada menikah dengan pria pembohong seperti Doni.
Di luar terdengar ada keributan. Antara orang yang ingin berusaha masuk dan orang yang menghalau agar tidak berhasil masuk. Mereka sudah membawa foto Chalondra bersama Doni yang sudah di edit.
__ADS_1
✍"Tuan, ada orang yang berusaha masuk untuk menggagalkan pernikahan ini." ucap William pada Weslay lewat ponsel.
Weslay mengerutkan keningnya ✍ "Kira kira dia mau ngapain?" tanya Weslay.