Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 18. Penghinaan


__ADS_3

"Papi tidak pernah melakukan ini pada mami, tapi ini.. kenapa papi langsung tampar mamj?" tambah Irena dengan bibir gemetar. air matanya sudah mengalir membasahi pipi mulusnya


"Mami keterlaluan, mami bicara seperti itu di depan papi. Pada anak papi, itu sangat menghina papi, mi." ucap Landolfo yang tidak menyangka jika istrinya akan berkata seperti itu tentang putranya


"Padahal papi sangat menginginkan Weslay hidup normal, memilki keturunan dan bisa meneruskan bisnis temurun keluarga papi. Tapi mami malah mengatakan hal semacam itu, kecewa papi sama mami." ucapnya lagi, setelah itu, Landolfo segera pergi meninggalkan Irena yang masih sesenggukan di ruang kerja suaminya.


Irena berani bicara seperti itu, karena Irena yakin. Jika Weslay tidak bisa memberikan keturuana dan bahkan gai*ah pada se* pun kemungkinan tidak punya. mengingat bertahun tahun obat yang di konsumsi dari pemberian dokter Irena itu akan merusak syaraf, termasuk syaraf pada alat fit*al Weslay.


"Kita buktikan saja pi, jika apa yang mami katakan itu adalah benar." gumamnya.


Landolfo duduk di taman belakang, lalu tangan kanannya di angkat. Landolfo memandang tangan kanannya, "Maafkan papi, mi. Papi refleks melakulan itu. Jujur papi menyesal sudah memukul mami." gumamnya.


Landolfo memang tidak pernah bermain kasar, apalagi dengan Tangan jika sedang emosi, namun entah kenapa tiba tiba saja ada sakit yang amat, ketika Irena menghina putranya. Seperti ada dorongan dari dalam untuk melakukan itu.


"Sharon, kau tau kan. Jika aku bukanlah pria pengecut, aku adalah pria yang sangat menghormati wanita. Tapi aku sakit, ketika ada yang menghina putra kita." dalam hati Landolfo mengungkapkan segala keluh kesahnya


"Sharon , maafin aku. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk menjaga Ley, putra kita. Tapi aku akan memberikan hak yang harus Ley terima."


"Sayang, maafin mami... Bukan maksud mami menghina Weslay, ataupun papi. maafkan mami." tiba tiba Irena datang dan langsung memeluk tubuh suaminya dari belakang.


Landolfo masih diam, masih sangat kecewa sebenarnya. Tapi jika melihat ketulusan Irena dengan mengucapkan kata maaf membuat hati Landolfo mulai lunak. Landolfo segera menggenggam tangan istrinya. "Tolong mi, berkatalah yang baik, terutama pada anak anak kita, karena perkataan yang baik itu akan kembali ke kita juga" ucap Landolfo


"Iya pi, maafin mami. Mami sudah salah berkata buruk tentang Weslay. Mami janji tidak akan berkata buruk lagi pada Weslay." balas Irena


"Papi juga minta maaf mi, sudah menampar mami. Apa masih sakit?" tanya Landolfo.


"Yang sakit ini pi," ucapnya seraya menunjuk dadanya.


"Maafin papi," ucapnya. Lalu segera mengecup kening Irena, Irenapun segera mengangguk.


"Kita berci*ta" goda Landolfo.


"Gendong." Irena membalas dengan merajuk


Landolfo pun segera menggendong Irena membawa kekamar mereka berdua.


...♡♡♡...

__ADS_1


Chalondra baru sempat pergi ke gudang, setelah Nathan tidak ada. Pagi tadi Nathan sudah pergi, katanya mau mengurus bisnisnya.


Dan Weslay juga sedang berada di gudang bersama Chalondra dan juga bik Sam.


"Ini yang ada di dalam, foto nyonya Sharoon, bibik yang beresin dulu." ucap nya.


"Emang meninggalnya nyonya karena apa bik" tanya Chalondra


"Melahirkan den Ley, karena terjatuh sebelum melahirkan, Hingga pendarahan. ahirnya, nyonya tak bisa tertolong." ujar bik Sam.


"Tuan, Mami tuan ternyata sangat cantik. Dan sangat mirip dengan tuan lagi." ucap Chalondra seraya menampakkan gigi putihnya.


Weslay terdiam, masih mengawasi foto pernikahan orang tuanya. Weslay mengelus foto maminya. Lalu mengecup nya begitu dalam. "Ley kangen Mami." ucap Weslay lirih.


Chalondra yang berada di sampingnya pun segera menoleh ketika mendengar suara menyedihkan itu. Baru kali ini, Chalondra Mendengar tuan mudanya menyebut namanya sendiri, biasanya menyebut saya.


"Tuan bisa menyebut namanya sendiri?" tanya Chalondra


Wesley mendongakkan wajahnya, lalu memandang Chalondra yang tengah menatap dirinya. "Karena saya tau nama saya." balasnya. Namun Chalondra masih belum percaya sepenuhnya jika tuan mudanya ini benar benar berkebutuhan khusus.


" Londra juga kangen sama ibu Londra." balas Chalondra.


"Saya kangen Mami, apa mami tidak kembali lagi pada saya.?" tanya Weslay kemudian


Chalondra terdiam, lambat laun Chalondra mulai curiga dengan tuan mudanya. Terkadang sikapnya seperti pria dewasa tanpa ada kecacatan, namun kadang juga seperti anak kecil yang butuh perhatian dan seolah memang memilki kekurangan.


"Londra, apa mami tidak akan kembali lagi?" ulang Weslay


"Tuan, orang sudah pergi atau meninggalkan dunia itu tidak akan kembali lagi...." Chalondra pun menjelaskan secara panjang lebar.


"Bibik Sami, kenapa mami dulu meninggal? Apa benar karena melahirkan Weslay?" kali ini pertanyaannya di tujukan pada bik Sam.


"emmm, sebenarnya tidak tuan. justru karena mami tuan meninggal dan Den Lay haris segera di keluarkan." terang bil Sami


"Apa maksud bibik? jadi waktu nyonya meninggal tuan Weslay belum lahir?" tanya Chalondra memastikan


"Iya, karena jatuh itulah, ketubannya pecah.dan den Ley masih berusia 8bulan 2 minggu. den Ley haris keluar karena den Lay masih ada denyut jantungnya." terang bik Sami

__ADS_1


"Yaa Tuhan, jadi itu ceritanya bik." gumam Chalondra. bik Sam pun menanggapi dengan anggukan. sedangkan Weslay terdiam seperti memikirkan sesuatu.


Chalondra mengambil beberapa amplop yang masih tersimpan dengan rapi, Memang setelah Landolfo menikah lagi, Landolfo sudah tidak pernah membuka barang barang milik Sharoon. Jadi Landolfo tidak tau menahu soal penyebab meninggalnya sang istri. yang Landolfo tau seperti yang bik Sami tau.


"Bik. Ini.. Ini kan hasil cek kesehatan milik nyonya Sharoon." ujar Chalondra


Chalondra segera mengeluarkan isi amplop nya yang masih tersegel. ternyata isinya hanya beberapa foto yang mungkin orang tidak akan tau apa maksud dari foto itu.


Chalondra mengamati foto itu, lalu melihat di samping nyonya Sharoon ada wanita paruh baya, "Bik, ini siapa?" tanya Chalondra


"Dia itu ibunya nyonya Irena, dulu kan ibunya nyonya Irena orang kepercayaan nyonya besar." ucapnya


"Oh" jawabnya. Chalondra kembali melihat lihat foto itu. Lalu menemukan hasil lap dari rumah sakit.


Chalondra mengernyit kan alisnya. Kala melihat hasil lap yang sangat janggal. Chalondra pernah belajar kimia dan sedikit tau kandungan kandungan yang tertera di hasil lab itu.


"Bibik tau, sudah berapa lama ibu nyonya Irena bekerja dengan tuan Landolfo.?" tanya nya lagi.


"Dulu kan Ibunya nyonya Irena, kerja dengan nyonya mami. Tapi karena nyonya mami sudah meninggal dan tuan Landolfo kasian. Ahirnya di minta untuk menjaga nyonya Sharoon." ucapnya.


Kini Chalondra bisa menerka, jika kematian nyonya Sharoon sangat tidak wajar. Di lihat dari foto yang Chalondra temukan, ibunya Irena seperti tidak menyukai nyonya Sharoon. Dan menurut yang di ceritakan oleh bik Sam, jika nyonya meninggal karena pendarahan.


"Tuan sudah ngantuk?" celetuk bik Sam. Ketika melihat Weslay mulai mengucek kedua matanya.


"Saya mau bawa foto mami." ucapnya, lalu segera beringsut dari tempat duduknya.


"Londra, saya sudah ngantuk." ucapnya.


Setelah itu, Chalondra segera memasukkan kembali foto foto yang sudah ia bongkar, lalu mengambil amplop pernyataan dari dokter yang masih utuh dan rapi itu keluar.


Sedangkan bibik Sami sudah kebelakang karena juga sudah sangat lelah.


Weslay segera membersihkan diri sebelum tidur. Sedangkan Chalondra masih menunggu Weslay dengan tangannya masih sibuk dengan benda pipih. Chalondra tengah membrowsing sesuatu di sana.


"Masak iya, nyonya Irena dan ibu nya bersengkongkol untuk menyingkirkan nyonya Sharoon." gumamnya sangat lirih.


Namun Weslay masih bisa mendengarnya. tiba tiba saja hasrat untuk memilki Chalondra seutuhnya muncul di kepalanya.

__ADS_1


Weslay mengelus punggung Chalondra, hingga sang empu terjengkit karena kaget.


"Tu.. tuan.." pekiknya


__ADS_2