Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 69. Alam terbuka


__ADS_3

"O...oomm" lirihnya. Chalondra menatap pria di depan nya. Chalondra terbengong ketika melihat wajah itu benar benar sangat mirip dengan ayahnya.


"Dek cari siapa?" tanyanya lagi, walau perasaanya mulai ada rasa yang seperti dekat, dan seperti pernah bertemu serta rasa kasian atau ingin memeluknya.


"Om, ini saya Ocha om. Putrinya ayah Bahran." jelasnya.


"Chalondra, kau benar Chalondra ponakanku?" tanyanya dengan wajah binar, bahagia sungguh sangat bahagia bisa bertemu dengan keponakan tercintanya. walau belum percaya seutuhnya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Iya om," jawabnya seraya mengangguk meyakinkan.


"Lalu di mana kak Bahran, dan ibu kamu mana Cha? Kenapa kau kesini sendiri?" tanya nya sambil pandangan matanya mencari sosok yang ia sebut.


"Ayah sudah... Ayah sudah meninggal lama om," jawabnya dengan wajah tertunduk begitu dalam.


"Ya tuhan..." gumamnya, ada rasa sesal yang begitu amat. seandainya dulu dirinya melarang kakaknya untuk pergi, mungkin Tama masih bisa mengenali keponakannya, dan pasti saat mendengar berita duka ini tidak begitu menyakitkan.


" Cha, ayok masuk." ucap om Tama seraya merangkul bahu Chalondra dengan lembut. Chalondra adalah keponakan satu satunya Tama, karena saudara Tama cuma ayah Chalondra. Kalau dengan Evellin. Tama tidak begitu mengenali, karena waktu berkunjung di sini, Evellin belum lahir. masih di dalam perut ibu nya Chalondra.


Kenapa mereka bisa tidak saling komunikasi?


Dulu, Chalondra dan ibunya serta ayah nya pernah tinggal di desa ini, namun karena tidak ingin menyia nyiakan ijazah pendidikan terakhirnya, ayah Bahran kembali melamar pekerjaan di kota besar, akhirnya ayah Bahran pindah ke kota bersama istri dan anaknya. Waktu itu ibunya Chalondra belum bekerja, karena penghasilan suaminya sudah lebih dari cukup untuk membiayai hidup keluarganya. Tak berapa lama, ibu Chalondra hamil yang kedua, yaitu Evelin. Namun Saat usia kandungan 6 bulan, ayah Bahran dapat kabar jika ibunya meninggal dunia.


Dengan kondisi perut besar, pak Bahran membawa serta istrinya pulang kampung. Ahirnya merekapun segera berkunjung di desa ayahnya selama 1 minggu. Setelah itu mereka kembali ke kota karena harus kembali bekerja.


Awalnya Tama melarang, karena disini Tama hidup sendiri dengan mengelola sawah, hanya di temani istrinya. Namun karena Bahran berkata akan sering berkunjung, akhirnya Tama melepas kepergian kakak nya.


3 bulan mereka masih berkomunikasi dengan lancar, sampai Evellin lahir, Tama sempat melihat lewat video call nya, komunikasi tetap lancar sampai 1 th kemudian. Dan Ibu Chalondra di nyatakan positif hamil lagi, padahal waktu itu Evelin baru berusia 1 tahun.


Dan saat usia kandungan bayi yang ketiga, pak Bahran jatuh sakit, saat itu ibunya Chalondra bingung harus membiayai pakai apa? Akhirnya dengan keadaan hamil, Ibu Chalondra melamar kerja sebagai asisten rumah tangga.


Komunikasi masih lancar, dan waktu itu, pak Bahran menelpon Tama untuk menjualkan bagian warisannya. Namun entah kenapa sejak saat itu, nomer Tama sulit di hubungi. Karena yang ia andalkan adalah hasil menjual warisan, pak Bahran meminta pada istrinya untuk berkunjung kerumah Tama, mungkin ponsel Tama rusak, sehingga sulit di hubungi


Sang istri pun tidak mau menuruti keinginan suami nya. Karena memang waktu itu, benar benar sulit keuangan, untuk biaya sehari hari saja harus bekerja masa iya sang istri harus membuang buang duit untuk ongkos, dan karena mendengar cerita dari suami nya, sang istri semakin menolak, malu kalau hanya datang untuk meminjam duit. Sehingga Istrinya pasrah dengan keadaan suaminya yang semakin hari semakin parah.


Hingga sampai saat ini mereka kehilangan saudaranya.


"Bagaimana keadaan ibu kamu?" tanya om Tama


"Ibu juga sudah tidak ada om, meninggal sudah sekitar 1 tahun lebih." jawabnya


Lagi lagi Tama hanya bisa merasakan sesal di dadanya. Menyesal kenapa dulu ponselnya harus ikut mandi di kolam renang, kenapa dulu dia tidak menyalin nomer kakaknya.


"Maafkan om, jika saja dulu ponsel om tidak rusak, mungkin ayah bisa di selamatkan." ucap om Tama lirih.

__ADS_1


Om Tama pun mulai menceritakan selama 1 th. Mencari keberadaan kakaknya di kota. Hanya bermodalkan alamat yang pernah di berikan waktu itu, Tama nekad mencari kakaknya. Namun hasilnya nol, Tama tidak bisa menemukan itu semua.


"Eva, ini Chalondra ponakanku, ponakan kita akhirnya tuhan memberi kesempatan untuk mempertemukan kita." ucap Tama. Eva memandang wajah Chalondra dengan perasaan bersalah,


"Cha, maafkan tante yaa." ucapnya.


"Kenapa tante minta maaf? Tante kan nggak pernah menyalahi Ocha " balas Chalondra seraya membalas pelukan tantenya


Tama hanya diam menyaksikan ketulusan ucapan permintaan maaf yang di lakukan istrinya. Tama sudah tau jika Evalah yang sudah menghapus semua kontak yang berkaitan dengan Bahran, dan Evalah yang sengaja memasukkan ponsel Tama ke kolam renang, agar ketika Tama ganti ponsel baru, Tama sudah tidak menemukan nomer Bahran.


Saat itu Tama sangat marah pada Eva, karena sudah menjauhkan kakaknya dari dirinya. Dan Tama memaafkan asal Eva tidak lagi ikut campur urusan Tama bersama kakaknya. Sejak saat itu, Eva tidak lagi berani ikut campur urusan suaminya. Kecuali jika sang suami yang melibatkan.


"Eva, kau siapkan kamar untuk Chalondra, dia butuh istirahat." perintah Tama yang langsung di angguki oleh Eva.


"Tapi tolong juga kau siapkan makanan untuk keponakanku dan baju ganti nya." imbuh Tama. Lagi lagi Eva hanya mengangguk. Bagaimana pun penyebab dirinya belum punya anak juga karena sifat tamak nya.


"Cha, kau sedang hamil?" tanya Eva yang membuat Tama juga ikut memperhatikan perut Ocha.


Tama juga memandang Ocha dengan rasa penasaran.


"Iya tante, om. Tapi Ocha punya suami kok." jawabnya


"Kau makan dulu, dan istirahat nanti kita bicarakan ini jika kau sudah lebih baik." ucap Tama.


Sungguh Tama juga merasakan sakit, ketika mendengar ponakannya ini hamil yang punya suami, namun pergi sendiri ketempat sejauh ini . Tama mulai berasumsi jika suaminya adalah pria yang keras, sehingg Chalondra tidak betah tinggal bersamanya.


Tama segera mengambil ponselnya, dan segera menghubungi seseorang.


"Temui aku di kantor." ucapnya


Tama segera pergi meninggalkan rumah besarnya, lalu segera mengendarai mobil Rabiccon yang selalu ia bawa. Tama walaupun tidak menjadi seorang camat, tapi Tama tetap kaya, karena dia seorang petani yang sukses.


Chalondra segera di bawa kekamar mandi oleh Eva, setelah itu Eva segera mencarikan pakaian untuk Chalondra yang bersih.


"Cha, pakaian gantinya tante taruh di atas tempat tidur ya, setelah itu segera susul tante kedapur." seru Eva yang langsung di jawab oleh Chalondra.


Berbeda dengan pria satu ini.


Sejak semalam sudah uring uringan karena pencariannya tidak membuahkan hasil. Di tambah lagi dengan luka lebam di wajahnya akibat ulah Ronald.


Ceklekk.. Pintu kamarnya dibuka dari luar. Dan nampaklah wanita yang sudah tinggal disini selama beberapa bulan ini.


"Ya ampun Ley, kau kenapa?" tanya Emily yang sudah berani masuk ke kamar pribadi Weslay.

__ADS_1


"Pergilah, aku tidak apa apa, ini juga sudah di obati." balasnya


"Tapi ini.. Luka nya sangat parah Ley " ucap Emily sok peduli.


"Singkirkan tanganmu dari wajahku, semua ini juga karena ulah suamimu." geram Weslay


"Apa maksudmu? Apa Nathan yang sudah membuatmu babak belur seperti ini." tanya nya yang seolah sangat hawatir.


"Sekali lagi ku peringatkan padamu, pergi dari kamarku. Atau mau aku usir kamu dari rumahku ini." ancam Weslay. Emily pun langsung menciut, Emily langsung pergi meninggalkan kamar Weslay.


Weslay segera mengambil ponselnya ketika ada panggilan masuk.


"Bagaimana Wil? Apa kau menemukan dia?" tanya nya. William pun memberi berita yang semakin membuat Weslay kecewa.


"Tapi tuan, saya sudah membawa Galih bersama orang orang nya ke sebuah hutan." ucapnya


"Bagus, tunggu aku. Aku segera datang." jawabnya. Weslay segera mengambil jaket kulitnya dan kontak kendaraan kesayangannya. Kenapa menjadi kendaraan kesayangan, karena kendaraan ini ada jejak pantat sang istri. Dan hanya ada jejak pantat istrinya. Karena Weslay tidak pernah membawa siapapun untuk duduk di jog belakangnya


"Ley, kau di tanyakan Papi." seru Nathan yang ternyata sedang duduk di ruang makan bersama Emily.


"Hmmm." jawabnya


Wesley menatap jog belakang kendaraannya, setelah sampai di garasi. Membayangkan saat Chalondra kesulitan untuk naik. Dan Weslay yang langsung menggendong dengan sempurna.


Weslay tersenyum ketika mengingat kejadian itu. Waktu itu ternyata sangat begitu singkat. batinnya


...♡♡♡...


Chalondra sudah terbangun dari istirahatnya, setelah mandi lalu mengisi perut nya. Menjadikan tidur Chalondra begitu nyenyak. Chalondra melihat jam dinding nya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 2 siang.


Chalondra segera masuk kekamar mandi untuk membasuh mukanya. Setelah itu Chalondra segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur, sepertinya kedua anaknya sudah kelaparan lagi.


"Cha, tante masakin sop kesukaan om kamu, katanya dulu kau juga sangat menyukainya." ucap Eva yang ternyata sudah berada di dapur tengah memasak untuk suaminya.


"Tante, Ocha ngerepotin ya?" tanya basa basi


"Tidak sayang, kalau kau lapar tante ambilin. Ini tante mau bawa makan siang om kesawah. Om sangat menyukai makan siangnya di alam terbuka" jawabnya


"Ocha mau tante, Ocha boleh ikut?" tanya nya


"Boleh dong, ayuk bantu tante bawain ini." ucap Eva seraya menunjukkan tas khas desa yang selalu di bawa saat kesawah.


Chalondra segera membawa tas itu setelah memasukkan ponselnya kedalam saku dasternya

__ADS_1



"Tuan, nomer anda sudah kembali aktif. Dan ini berada sangat jauh dari kota."


__ADS_2