Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 45. Tidak Autis


__ADS_3

"Papi tidak membeli barang itu, Nath. Kau mimpi kali." ucap Landolfo.


"Papi nggak percaya, nanti Nathan tunjukkan pada papi." ujar Nathan.


"Kau itu pasti mimpi, atau kau menginginkan kendaraan itu?" tanya Landolfo yang kini sudah duduk diruang makan di temani Nathan.


"Aahh papi ngak percayaan sama Nathan." omel Nathan.


"Sudah ayo makan. Kau hari ini mau kemana?" tanya Landolfo


"Nathan mau lanjut meeting pi." sahutnya.


"Ok, kau harus fokus Nath. Karena membangun bisnis itu lebih sulit, butuh kesabaran dan ketekunan. Kapan kapan papi mau lihat sampai sejauh mana bisnis kamu.' ucap Landolfo yang mampu membuat Nathan tersedak. Pasalnya Nathan belum sepenuhnya berbisnis, uang yang kemarin Landolfo berikan untuk bisnis. Malah buat foya foya bersama Emily.


"Emm.. Nanti saja jika sudah ada hasilnya," sahut Nathan


"Ya terserah kamu saja, papi cuma berharap kesuksesan untuk anak anak papi." lanjutnya. Merekapun kembali melanjutkan sarapannya.


...♡♡♡...


"Tuan, tuan kenapa sih cemberut?" tanya Chalondra yang dari tadi melihat tuan suami yang terlihat sedang kesal.


"Apa papi lebih sayang Nathan?" tanya nya tiba tiba


'oh ternyata tuan suami sedang cemburu pada Nathan yang sangat dekat dengan papinya.' batinnya.


"Tuan, kasih sayang orang tua keanak itu, tidak akan tergantikan." ujar Chalondra


"Tapi papi tiba tiba lupa sama saya, setelah ada mami." sahut nya


"Bukan lupa tuan. Mungkin karena sibuk." balas Chalondra. Wesley pun menaruh kepalanya di lengan kanan Chalondra.


"Saya berharap, kamu juga sama. Tidak berubah terhadap saya." ungkap Weslay.


"Saya tidak akan berubah." sahutnya.


"Sekarang sudah sampai di area sekolah." ucap pak Budi


"siap pak Budi." sahut Chalondra.


"Den, non, sepertinya saya harus pulang dulu, karena mau mengantar nyonya Varia." pamit pak Budi.


"Siap pak. Nanti jangan lupa kita akan lanjut ke arjuna fitnes ya." ucap Chalondra mengingatkan.


"Siap non." jawab nya.


Chalondra dan juga Weslay segera berjalan memasuki ruang kelas. Disana miss Ajeng sudah datang lebih dulu.


Usia miss Ajeng sekitar 25 tahun, dan belum menikah. makanya Weslay tidak begitu menyukainya karena sikap miss Ajeng yang seolah ingin selalu ada di dekat Weslay.


Pernah suatu ketika miss Ajeng memegang tangan Weslay dan mengarahkan pada dada kenyal milik miss Ajeng. Namun waktu itu Weslay lansung menariknya. jika saja sedang tidak berpura pura autisme, sudah pasti Weslay akan membuat miss Ajeng kehilangan pekerjaannya. mengingat keluarga Weslay adalah keluarga terpandang dan sangat berpengaruh di tempat Weslay terapis.

__ADS_1


"Tuan, miss Ajeng ternyata sudah menunggu lebih dulu." ucap Chalondra


"Saya maunya di temani kamu " sahut Weslay


"Tidak bisa tuan." balas Chalondra


"Kamu kan istri saya, dan papi bilang istri itu harus selalu menuruti kata suami." ucapnya lagi.


"Kan sudah ada miss Ajeng. Nggak enak saya " balas Chalondra


"Saya tidak suka dia." rajuknya.


Chalondra memandang miss Ajeng yang tengah berdiri menunggu Weslay, seraya bibirnya menyunggingkan senyum merekah nya. Terlihat sekali jika ada kebinaran di matanya. 'Sepertinya miss Ajeng menyukai tuan suami deh.' batinnya


Chalondra beralih memandang Weslay dengan menoleh dan sedikit mendongak. Namun ternyata yang dilihatnya tengah melihat hamparan tanaman bunga yang ada di taman.


"Hai Weslay, bagaimana kabar mu?" sambut miss Ajeng yang sudah mendekati Weslay.


Chalondra sedikit tidak menyukai sikap miss Ajeng yang berlebihan ini.


"Tanya saja sama istri saya." sahut Weslay tanpa melihat orang yang di ajak bicara.


"Is... Istri?" ulangnya


"Iya, saya istri tuan suami." ingin rasanya Chalondra menjawab itu. Namun Chalondra menunggu tuan suami yang mengatakannya sendiri. Rasanya tidak sabar melihat reaksi miss Ajeng saat mengetahui dirinya adalah istri Weslay


"Weslay, kau mulai bethalu lagi? Kamu itu belum saatnya memikirkan istri." sahut miss Ajeng yang sudah memegang pergelangan tangan Weslay dan menariknya untuk segera masuk ke kelas.


"Kenapa? bukankah kamu ingin di temani miss Ajeng?" tanya miss Ajeng


"Maaf mas. Sepertinya tuan Weslay mulai tidak nyaman dengan kehadiran miss. Dia mungkin sudah mulai dewasa untuk menjaga perasaan istrinya." sahut Chalondra


"Istri?' tanya nya lagi.


"Maksudnya dia sedang belajar menjaga perasaan istrinya nanti." terang Chalondra.


Setelah terjadi sedikit ketegangan antara Weslay, Chalondra dan juga Ajeng. Ahirnya seorang guru datang dan membawa Weslay masuk kelas, karena mata pelajaran yang pertama sudah di mulai.


Tak berapa lama, Chalondra melihat tuan papi datang ke sekolah Weslay, dan langsung menuju ruang guru kepala sekolah.


Chalondra jadi penasaran apa yang akan mereka bahas di jam sibuk tuan papi. Miss Ajeng sudah berjalan mengikuti guru kelas dan juga Weslay. Sedangkan Chalondra lebih memilih duduk di depan kelas.


...♡♡♡♡...


"Bagaimana dengan perkembangan anak saya Weslay?" tanya Landolfo pada guru wali kelas yang mengajar di kelas Weslay.


"Selama belajar dengan saya, anak itu cukup pintar. Mungkin diagnosa dokter salah, jika Weslay mengalami autisme." ucap Wanita cantik yang bertag nama Kinan.


"Maksud bu Kinan apa?" tanya Landolfo


"Begini tuan Ando, sepertinya putra anda hanya mengalami ketidak percayaan diri saja. Mengingat sejak kecil sudah di asingkan oleh keluarganya." terang bu Kinan.

__ADS_1


pernyataan guru kelas Weslay dengan rumah sakit sangat berbeda. Tadi dokter rumah sakit mengatakan bahwa apa yang putranya alami memang sedikit parah, karena kegoncangan otak yang seringnya tudak bisa mengontrol emosinya. Sehingga Weslay memang pernah menjadi pasien RSJ Kertala dengan rawat jalan.


padahal setahu Landolfo, Irena tidak pernah bercerita jika Weslay pernah menjadi pasien RSJ.


"Jadi putra saya tidak mengalami autisme?" tanyanya untuk meyakinkan


"Benar tuan. Saya adalah lulusan psikologi, dan saya tau betul putra anda tidak mengalami autisme. Mungkin trauma berat iya pak. Dan merasa di asingkan itu yang membuat putra anda mudah emosi yang sulit di kontrol," sahutnya lagi.


¤ Aku harus tau penjelasan dari Irena, kenapa dia tidak berterus terang waktu itu. jika saja Irena bercerita, aku pasti akan membawa Weslay kedokter psikiater sendiri.¤ batinnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu bu Kinan. Terima kasih sudah memberitahu keadaan Weslay putra saya." ucapnya. Landolfo segera beranjak dari kursi guru, lalu segera berjalan kearah Chalondra yang tengah sibuk dengan buku di tangannya.


"Cha," panggilnya


"Eehh tuan papi, tuan papi kesini ada apa?" tanyanya.


"Saya cuma bilang, tolong nanti kamu ikut Gisel ya, setelah Weslay selesai belajarnya." ucap Landolfo


",Emmm.. Tapi tuan papi, hari ini tuan suami ada latihan fitnes." balas Chalondra.


Landolfo tersenyum geli mendengar panggilan mesranya Chalondra untuk Weslay. " Tuan suami." Mungkin Chalondra memang belum siap untuk memilki suami dalam usia muda seperti ini.


"Untuk latihan fitnes nya. Bisa besok atau lain kali yaa... Karena ini sangat penting." ucap Landolfo


"Siap tuan papi." jawabnya. Landolfo tersenyum lalu mengacak rambut Chalondra karena gemes. Mungkin saja jika Landolfo punya anak perempuan pasti sudah sebesar Chalondra. Batin Landolfo


Setelah Landolfo pergi. Chalondra kembali membaca buku yang beberapa hari ia beli di mall.


...●...


Siangnya selesai jam pelajaran, Weslay dan Chalondra segera masuk ke mobil kantor yang di kendarai oleh Gisel.


"Hai, kalian sudah siap?" tanya Gisel.


"Sudah mbak," jawab Chalondra.


"Kita mau kemana sih mbak?" tanya Chalondra


"Rahasia. Ntar juga tau." jawab nya.


"Iihh, pakai rahasia rahasia segala." omel Chalondra


"Kau itu, tenang saja Cha, kau tidak akan di culik." balas Gisel


"Iya mbak, di culik mbak Gisel juga nggak papa. Kan mbak Gisel pinter, jadi saya bisa ketularan pintar." candanya.


"Hahaha... Chalondra, Chalondra udah jadi istri masih saja suka bercanda " ucap Gisel.


"Sudah sampai." seru Gisel,


"Mbak, kami di bawa kesini. Untuk apa?" tanya Chalondra

__ADS_1


"Sudah, ayo masuklah." sahut Gisel


__ADS_2