
"Siapa ken.." tanya Chalondra
"Tidak tau kak." jawabnya
"Tid...." Chalondra tak melanjutkan ucapannya, pandanganya terpaku pada penampilan pria yang ada di depannya. Kata kata yang sempat ingin ia lontarkan hilang, sangking terkejutnya pada Tuan mudanya yang terlihat begitu sempurna.
Weslay tersenyum seraya jemarinya memilin pucuk kemejanya. "Maaf Cha, tuan muda sudah tidak sabar menunggu besok." kata pak Budi yang tiba tiba masuk. baru pandangan Chalondra teralihkan
"Saya minta maaf." ucapnya seraya menundukkan kepalanya.
"Kak, jadi ini calon suami kakak? Ganteng sekali." bisik Evellin.
Husstt..."nggak Boleh memuji calon suami kakaknya." bisiknya.
"Iihh kakak cemburu?" goda Evelin.
"Tidak, pergilah." titahnya.
"Siap tuan putri." sahut Evelin.
"Kakak ipar, kakak ipar mau minum apa?" tanya Evelin
"Evel..." geram Chalondra. Evelin malah terkikik mendengar geraman kakaknya.
"Siap...." ucapan nek Iroh pun menggantung ketika melihat pemuda di depan pintu.
"Apa saya hanya boleh berdiri disini?" tanya Weslay.
"oh iya, silahkan masuk tuan." ucap Chalondra mempersilahkan tuan mudanya untuk masuk.
"Saya membuat kamu terkejut." ucapnya lagi
"Kenapa Tuan, maksud saya kenapa tiba tiba datang kesini." tanya Chalondra
"Saya, mau ketemu sama kamu." balasnya
"Besok kan kita akan ketemu." sahut Chalondra.
Entah kenapa tiba tiba saja Weslay mendadak gemetar, ucapannya tidak bisa semulus yang sudah ia rencanakan. pada awalnya dia ingin langsung memeluk Chalondra ketika sudah sampai. namun niat itu tiba tiba hilang.
Sedangkan Chalondra biasa saja kedatangan Ley, walaupun sempat terkejut dan terpukau karena penampilannya. namun di mata Chalondra, pria itu tetap seperti anak kecil.
"jadi ini, pemuda yang akan menikahimu, Cha?" tanya nek Iroh
"Iya nek." jawabnya.
"Tuan mau jalan jalan?" tanya Chalondra untuk menghilangkan ketakutan di tempat asing. dan dari gelagat sang nenek, neneknya tidak menyukai Weslay
Weslay mengangguk. "Setidaknya itu lebih baik." batinnya. Tidak punya nyali ketika mendapat tatapan tajam dari nenek Chalondra. Weslay bisa menebak jika neneknya Chalondra tau sesuatu tentang dirinya
"Nek, kami jalan jalan dulu ya." pamit Chalondra
...♡♡♡♡...
__ADS_1
Sebenarnya tidak jalan jalan terlalu jauh. Chalondra hanya mengajak Weslay duduk di depan rumahnya. Duduk di bawah pohon mangga yang tadi buat duduk berdua dengan Rania
"Londra, apa kabar,?" tanya nya
"Hmm.. Saya baik. Tuan sendiri, bagaimana?" tanyanya
"Saya sakit waktu Chalondra pergi." balasnya
"Ya saya tau." sahut Chalondra
"Kamu tidak kasian sama saya, kamu tidak ingin memeluk saya?" tanya Weslay.
Chalondra mengerutkan keningnya. "memeluk? Maksud tuan apa?" tanya Chalondra
"Papi saya memeluk saya karena kasian." jelas Weslay
"Itu kan papi tuan, saya ini bukan siapa siapa tuan." ujar Chalondra menjelaskan
"Tapi. Papi bilang Chalondra mau menikah sama saya." ucap Weslay.
Ingin sekali Chalondra menenggelamkan pria ini di lumpur, agar tidak menghilangkan kewarasan Chalondra.
"Tuan, kita belum menikah. Dan kita tidak boleh peluk peluk sebelum menikah." balas Chalondra
"Kalau begitu, sekarang kita menikah." ucap Weslay lagi.
Chalondra semakin kesal saja dengan tuan mudanya. belum menikah saja sudah hampir membuat gila. bagaimana jika sudah menikah.
"Membatalkan pernikahan itu bagaimana?" tanya Weslay
"Saya tidak jadi menikah dengan tuan. karena jika saya melanjutkan pernikahan ini, yang ada saya semakin gila oleh sikap sikap tuan." ucap Chalondra
"Jangan. jangan di batalkan." mohon Weslay
"Kalau tidak ingin di batalkan, tuan harus menurut pada saya." kata Chalondra
"Iya, saya menurut." jawabnya
"Sekarang tuan pulang. karena saya akan istirahat." ujar Chalondra
"Tidak, saya masih mau di temani kamu." tolak Weslay
"Kenzo..." seru Chalondra memanggil nama adiknya
"Ada apa kak?" tanya Kenzo yang segera datang.
"Duduk sini, ajak dia ngobrol." ujar Chalondra
Kenzo memandang Weslay yang terlihat gugup. "kenapa dia?" tanya Weslay
"Karena saya harus istirahat." ucapnya
"Ya, saya pulang." ucapnya kemudian
__ADS_1
Weslay segera pergi meninggalkan rumah sederhana miliki Chalondra. Puas rasanya membuat Chalondra kesal. Dalam hatinya, Weslay tertawa menertawakan kekonyolayang ia buat. "Suatu saat aku akan membuatmu wanita yang paling bahagia Londra. Itu janjiku." janji Weslay dalam hati.
Setelah Weslay pergi, Chalondra segera masuk kekamar. Duduk merenungi kehidupan yang akan jalani bersama Weslay. "Sebenarnya pria itu penurut, jika sudah nyaman pada seseorang." gumamnya. Teringat bulan bulan belakangan ini. Weslay selalu menuruti apa yang Chalondra perintahkan.
"Kak," panggil Kenzo yang sudah masuk di kamarnya.
"Hmm.. Ada apa?" tanya nya.
"Kakak yakin Dia itu cacat?" tanya Kenzo tiba tiba
"Aku tidak yakin kak, soalnya aku pernah melihat orang yang berkebutuhan khusus itu sangat berbeda." ungkap Kenzo
"Kamu meragukan kalau dia cacat mental?" tanya Chalondra
Kenzo mengangguk.
"Ya dia mungkin tidak terlihat seperti itu. Karena sebenarnya dia tidak terlahir dalam keadaan cacat. Tapi pernah kok kakak dengar cerita, orang autis bisa datang saat usia 2 th. Saudara temen kakak juga begitu, karena panas tinggi lalu di bawa ke tukang urut, tapi malah jadi cacat seperti Weslay gitu." ucap Chalondra
"Iyatapi pasti akan terlihat dari segi apanya gitu kak." ucap Kenzo lagi
"Tapi aku juga tidak melihat dia ada ciri dari orang cacat." tiba tiba Evelin juga ikut berkomentar tentang Weslay
"Kalau tidak cacat? untuk apa dia pura pura cacat? Apa agar dapat perhatian dari orang tuanya?" tanya Kenzo
"Menurut kakak tidak Ken, mungkin memang dia cacat, tapi di level 7. Jadi tidak begitu parah." sahut Chalondra
Mereka kembali terdiam.
Tok.. Tok.Tok ..
ketukan pintu depan berhasil membuyarkan keheningan di kamar Chalondra.
"Siapa lagi dia?" gumam Kenzo
"Nggak usah di buka. Palingan juga Weslay." Chalondra melarang kedua adiknya yang akan membuka pintu.
Tok.. Tok.. Tok
"Kenapa sih semenjak kakak di rumah banyak tamu yang datang?" gumam Evel
"Ya mana kakak tau," jawabnya.
lagi lagi pintunya kembali di ketuk. " intip Ken, kalau pria yang tadi nggak usah di buka." Chalondra ahirnya merintah Kenzo untuk membuka.
"Kak, kalau begitu kakak harus selidiki kecacatan Pria tampan tadi, beneran cacat nggak. Dan untuk menyelidikinya kakak memang harus menikah dengannya." usul Evelin
"Ev, tapi kakak takut, jika dia beneran cacat." lirihnya
Tak berapa mereka berdua mendengar suara yang begitu heboh di luar.
"Siapa sih yang bertamu malam malam begini." kesal Chalondra.
Ahirnya Chalondra keluar karena di luar begitu ramai.
__ADS_1