
Weslay membuka matanya. Lalu melihat sekelilingnya. Weslay langsung bangun ketika melihat Chalondra duduk di sampingnya.
"Tuan, tuan tidak apa apa?" tanya Chalondra yang terlihat sangat hawatir. Landolfo tersenyum melihat Chalondra yang khawatir itu pada putranya. Landolfo tau, jika Weslay hanya pura pura pinsan. karena tadi Landolfo sempat memergoki kelopak mata Weslay bergerak seolah ingin membukanya.
"Cha, tidak apa apa." jawabnya.
Nathan segera pamit keluar, begitu juga dengan bik Sam. Chalondra segera mengambil teh yang di bawakan oleh bik Sam.
"Kau pura pura pinsan hmm?" tanya Landolfo berbisik. Weslay mengangguk dengan malu. ketika papinya mengetahuinya. Landolfo membalas dengan senyuman pada putranya.
"Ok. Papi tinggal dulu, bersenang senanglah." ucapnya yang di angguki oleh Weslay.
Landolfo segera berjalan menuju kamarnya. Lalu melihat pelayan wanita selesai membereskan ruang tengah dan kamar Landolfo yang berantakan. Banyak kertas kertas yang berserakan.
Setelah selesai mandi, Chalondra segera menyiapkan pakaian Weslay.
"Terimakasih, sudah menghawatirkan saya." bisik Weslay setelah Chalondra keluar dari kamar mandi.
"Tentu saya hawatir. Tuan kan udah nyelametin saya." ucapnya
"Papi bilang, kita harus menolong istri kita jika mengalami kesusahan." ujar Weslay.
"Tuan katakan pada saya, apa tuan benar benar cacat? Kenapa tiba tiba tuan bisa bicara lancar seperti saya." tanya Chalondra dengan pandangan yang dalam pada mata dengan bola mata yang hitam pekat milik suaminya.
"Saya juga tidak tau, kenapa setiap ada disisi kamu, semua yang saya katakan begitu lancar. apa kah saya benar benar menyukai kamu?" tanya Weslay
"itu tidak mungkin tuan. kalimat yang anda lontarkan seperti orang orang pada umumnya dalam waktu yang singkat." ucapnya
"Apa kamu tidak suka, jika saya bisa sembuh seperti Kenzo?" tanya nya lagi
"Tentu saya sangat suka. itu artinya kerja saya menghasilkan bukti yang nyata. tapi jika anda pura pura cacat....." gumamnya lirih.
"Apa kamu akan mengira saya pura pura cacat? Apa kamu akan membenci saya jika pura pura cacat?" tanya Weslay yang sudah berhasil mengunci tubuh Chalondra pada dinding.
"Tuan, saya sangat membenci kebohongan. jadi apapun alasannya kenapa harus berbohong. Saya tetap akan membencinya." ucap Chalondra dengan mantap.
Weslay tersenyum, lalu segera mendekatkan bibirnya pada ceruk leher Chalondra. Weslay pun meniup daun telinga Chalondra. " Suatu saat kamu akan mengerti, kenapa seseorang harus berbohong." bisiknya. Namun Chalondra tak bisa memahami apa yang di sampaikan Weslay. bagaimana bisa paham, jika Weslay membisikkan sesuatu dengan nafas hangat yang menerpa telinga Chalondra, yang menimbulkan bulu kuduk Chalondra harus bangun karena geli.
Weslay segera mengurai kungkungannya, lalu segera masuk kekamar mandi. saat berjalan, Weslay melihat seonggok pakaian yang masih diatas tas milik Chalondra
"Kenapa pakaian nya tidak dirapikan Cha," tanya Weslay
"Saya mau pindah kamar saja." balasnya
__ADS_1
'Kenapa sihh harus kata kata itu lagi yang keluar.' batin Weslay
"Papi bilang, seorang suami itu adalah kepala keluarga. Nahkoda yang akan membawa kapal rumah tangganya mau di bawa kemana. Jadi saya menginginkan rumah tangga saya yang bahagia, saya menginginkan kamu untuk membereskan pakaian nya di almari yang sudah di siapkan." ucap Weslay .
"Tidak boleh begitu dong tuan. Saya memiliki pilihan lain." sahut Chalondra
"Pilihan yang baik buat istri itu. Papi bilang adalah mengikuti kata suami." ucapnya
"Tuan Landolfo berkata begitu?" tanya Chalondra. Weslay hanya mengangguk. Lalu segera masuk kekamar mandi. setelah itu, Chalondra segera kekuar untuk membantu bik Sam yang ma dfih sibuk di dapur.
Weslay sekesai m membersihkan tibunua dan telah keluar dari kamar mandi. Weslay mencari keberadaan Chalondra, setelah tidak terlihat. Weslay segera mengangkat ponselnya berjalan kearah balkon.
"Hallo, bagaimana."
"Tuan, Galih tetap bungkam." sahutan dari balik layar benda pipihnya
"Apa maksudmu Wil?" tanya Weslay
"Tuan, Galih bilang dia hanya dengan karena sydah di permalukan oleh anda dan keluarga anda. Makanya dia ingin menghabisi anda dan Istri anda."
"Kurang ajar, kurung dia, tunggu aku akan memberi pelajaran pada nya." kata Weslay dengan geram
"Tuan, Tuan sudah ditunggu oleh papi dan keluarga untuk makan malam." seru Chalondra.
"Telpon siapa sih?" tanya Chalondra
"Tidak ada." jawabnya.
Weslay dan Chalondra sudah bergabung di meja makan bersama keluarga.
Nathan juga sama, Nathan duduk di samping papinya di bagian kanan beserta Varia.
Sedangkan Weslay di bagian kiri bersama Chalondra.
"Jika saja kau ada pria normal seperti Nathan, pasti sudah tante jodohkan dengan adik sahabat tante, Ley." celetuk Varia
Landolfo menghentikan suapannya ketika mendengar perkataan tidak guna dari Varia.
"Kau bisa nggak tak membahas keadaan Ley." tegur Landolfo.
"Bang, saya kasian melihat Weslay hanya menikah dengan pengasuh rendahan seperti Chalondra." protesnya. "Dan semua ini juga gara gara Arnetta pengasuh bodoh itu." omelnya
"Kau tak perlu memperjelas keadaan putraku Varia, dia akan sembuh saya pastikan dia akan sembuh."
__ADS_1
"Tapi di saat Weslay sembuh saya pastikan. Dia sudah hidup bahagia bersama anak dan istrinya. Jadi kau tidak perlu repot repot mencarikan istri buat Weslay." ucapnya
"Bang. Weslay berhak mendapat yang terbaik. Apalagi Weslay adalah pewaris keluarga kita. Jadi jangan asal mencari istri untuknya." bantah Varia
"Sebaiknya kau benahi hidupmu, Varia. Agar kaupun juga bisa secepatnya menyusul Weslay berumah tangga." sarkas Landolfo. Yang membuat Varia langsung terdiam.
"Sebaiknya kita makan dulu, tidak perlu meributkan hal hal yang di luar nalar kita, Pi. Apapun keputusan papi, saya yakin itulah pilihan terbaik buat papi. Dan apapun rencana tante Varia, itu juga keputusan yang baik buat tante Varia." ucap Nathan di tengah tengah keheningan makan malam
"Nah, saya setuju pada Nathan. Sebaiknya tante jodohin sama kamu saja ya, Nath."
"Tante, Saya ini hanya anak tiri tante. tidak perlu mencarikan jodoh buat saya, tan." sahutnya
"Apa kau sudah punya pacar atau calon istri?" tanya Varia
"Mana ada yang mau sama Nathan sih tan, Nathan kan miskin." jawabnya
"Tenang saja, nanti tante kenalkan sama anak teman tante." hiburnya.
Weslay juga Chalondra hanya diam, setia sebagai pendengar yang baik saja.
Setelah makan malam usai, Nathan segera kekamar. Nathan lupa jika dia harus melaporkan sesuatu pada maminya. Sedangkan Landolfo, Landolfo segera menuju ruang kerja.
Weslau dan Chalondra pergi ke taman belakang untuk melihat bintang yang berada di langit yang cerah.
"Mi, mami harus mengingatkan pada orang yang sudah memalsukan laporan Weslay pada RSJ Kertala." ucap Nathan setelah tersambung dengan nomer maminya
"📱Apa maksudmu? Sudahlah kau tidak perlu hawatir. Semuanya sudah beres" ucap nya
"Mi, papi sudah tau, jika ada yang memalsukan data Weslay mi. mami harus hati hati." Nathan kembali mengingatkan maminya
📱" Apa? kamu serius Nath." tanya sang mami mulai tidak tenang.
"Serius mi, ni.. Nathan bawa datanya yang tadi sempat dibawa papi dari kamar." sahut Nathan
📱"Waduh bisa bahaya, jika papimu sampai tau."
"Makanya itu, Nathan langsung telpon mami." sahutnya
📱" ok.. ok, mami segera telpon Tian, agar dia bisa cepat bergerak ke RSJ."
"Iya mi, lebih cepat lebih baik. sebelum papi menyuruh orangnya untuk menyelidiki langsung." ujar Nathan. setelah itu obrolan mereka segera di akhiri.
...♡♡♡♡...
__ADS_1
Landolfo baru ingat dengan data yang tadi ia temukan, ketika melihat ponselnya berdering, dan yang menelpon adalah kontak yang memilki nama Gisel.