Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 62. Wajah Sendu


__ADS_3

"Ok, aku segera menyusul." sahutnya.


Setelah obrolan berakhir, Emily kembali fokus pada mertuanya, awalnya Emily ingin membantu Nathan untuk merebut harta milik keluarga Wardhana. Namun Saat dirinya menyadari, jika dirinya juga menjadi korban Nathan, Emily menjadi berubah fikiran. Emily lebih berpihak pada Landolfo dan juga Weslay.


Menurut Emily , mungkin dengan begitu. Weslay bisa melirik dirinya, apalagi mengingat jika Istri Weslay sudah meninggal. kemungkinan Weslay dengan sedikit di beri perhatian oleh Emily, hati Weslay menjadi lunak.


...♡♡♡...


Sedangkan Weslay. setelah obrolan usai, Weslay segera menutup ponselnya.


Weslay pun segera menyalakan mesin kuda besinya, dalam hatinya mulai bertanya tanya, ada apakah dengan sang papi, kenapa tiba tiba sakit.


Weslay menghentikan kendaraannya ketika tenggorokan nya merasa haus. Weslay segera masuk ke minimarket untuk membeli air mineral, saat sibuk dengan antrian di kasir, Pandangan Weslay tidak sengaja menangkap sosok wanita yang sangat ia rindukan selama beberapa bulan ini.


"Chalondra, benarkah itu Chalondra." gumamnya


Weslay segera meninggalkan kasir dan segera mengejar wanita yang mirip dengan Chalondra. Wanita itu memakai daster dengan rambut yang di ikat seperti yang selalu ia lakukan.


Namun ketika sudah sampai di luar, Weslay tidak menemukan sosok wanitanya. "Chaa..." Serunya.


Weslay celingak celinguk mencari keberadaan. Chalondra. Selama ini Weslay belum menemukan ponsel nya yang hilang, bahkan ponsel itu belum juga aktif. Menurut William, ponsel nya sudah ikut terbakar di dalam rumah.


Weslay segera menghubungi William untuk mengecek kembali makam Chalondra. Setelah melihat wajah yang mirip dengan Chalondra, Weslay mulai ragu jika istrinya sudah meninggal.


Sedangkan Chalondra,


Chalondra sudah berada di dalam mobil bersama Ronald. "Cha, bagaimana jika pernikahan Weslay itu hanya rekayasa saja, mungkin orang yang memfitnah kamu, juga memfitnah suamimu." ujar Ronald yang mulai membaca kejadian demi kejadian yang sudah menimpa rumah tangga Chalondra. Walau Ronald mulai ada perasan terhadap Chalondra, tapi Ronald tidak mungkin menghalangi kebersamaan Weslay bersama Chalondra jika suatu saat mereka akan kembali.


"Aku juga mulai memikirkan hal itu. Tapi bagaimanapun, aku sangat kecewa padanya. Bukannya percaya padaku dan mempertahankan rumah tangga kami, tapi dia malah ikut curiga dan kini dia malah sudah menikah dengan wanita lain." ucap Chalondra yang mulai sudah terbiasa menumpahkan segala keluh kesah pada Ronald.


Itu semua juga atas permintaan Ronald, agar tidak terlalu jauh dan canggung ketika sedang bersama. Ronald hanya ingin Chalondra menganggap dirinya teman yang di percaya dan juga sebagai kakak.


"Bagaimana jika kau kembali pada Weslay, dan mengabarkan jika kau tengah mengandung anaknya." usul Ronald


"Untuk apa? aku tidak mau yaa, di anggap wanita yang tidak tau malu. biarkan aku hidup seperti ini. asal dokter masih mau memberi saya pekerjaan, saya masih sanggup hidup seperti ini. Jikapun dokter sudah bosan menolong ku, aku akan tetap akan membesarkan mereka berdua dengan segenap kemampuan ku." sambungnya Ronald terdiam, keputusan Chalondra yang seperti inilah yang Ronald inginkan. walau hidup serba susah namun dia tetap akan mempertahankan kedua anaknya.


"Aku salut padamu Cha," ucapnya


"Ooh ya, kapan jadwal cek kandungan mu Cha? Mumpung aku masih disini." tanya Ronald.


"Sebenarnya ini sudah waktunya, tapi kan disini tidak ada layanan kesehatan seperti yang ada di kota." ucapnya.


"Iya sihh, di sini begitu jauh dari kota."

__ADS_1


"Kalau begitu, bagaimana kalau malam ini kita ke kota. Dan kau menginap di sana, Cilla sudah tidak sabar ingin bermain denganmu lagi." imbuh Ronald.


"Dokter tidak apa apa jika berkendara malam malam beginj?" tanyanya


"Tidak masalah, karena berkendara malam malam itu sudah menjadi kebiasaan ku." jawabnya


"Dokter. Kenapa Dokter tidak mencarikan ibu buat Cilla?" tanya Chalondra


hehhh... Ronald men*sah. "Pilihan Cilla itu cuma kamu Cha. Aku sering mengenalkan beberapa temanku. Tapi Cilla selalu menolak dan tidak mau berteman lagi dengan mereka." jawab nya.


Chalondra mulai tidak nyaman ketika Ronald mengucapkan sebuah pernyataan yang sangat sulit untuk dirinya tanggapi.


Ronald adalah pria yang baik. Chalondra mulai mempertimbangkan kembali. jika dirinya selalu bergantung pada Ronald, kemungkinan besar Chalondra tidak bisa menolak jika suatu saat Ronald kembali meminta dirinya untuk menjadi ibu buat Cilla.


"Maaf ya Cha, bukan maksudku membuatmu tidak nyaman. Tapi itu kenyataan yang aku alami." ucap Ronald.


"Ehh, tidak apa apa dokter. Saya yang minta maaf, tidak bisa mengabulkan permintaan Cilla." ucapnya


"Tidak apa apa." sahutnya.


Mobil yang mereka tumpangi mulai memasuki halaman raya, Ronald tidak sadar jika mobilnya ia arahkan ke kota. Padahal rencananya nanti malam saja melakukan perjalanan jarak jauh nya.


...♡♡♡...


pukul 10 malam, Weslay sudah sampai di rumah sakit. Weslay melihat Emily masih menunggu papinya, Sebenarnya tidak tega melihat wanita yang beberapa minggu menjadi kakak iparnya itu menunggu sendiri.


"L e y," Emily langsung berdiri ketika melihat kedatangan Weslay.


"Kenapa papi tiba tiba sakit?" tanya Weslay tanpa melihat sang lawan bicaranya.


"Sepertinya papi terkejut ketika melihat ini." balas Emily seraya menyerahkan lembaran foto yang menampakkan wajah Ibu tirinya dang selingkuhannya.


Hhhh.. Weslay menghela nafas kesal. Walaupun Weslay senang papinya bisa mengetahui pengkhianatan yang di lakukan oleh istri keduanya. Namun Weslay tetaplah bersedih jika akhirnya sang papi malah jatuh sakit.


"terus kemana wanita itu? Apa dia sudah tau jika papi sakit karena ulahnya." tanya Weslay


"belum, mami Irena dari tadi sore belum menghubungi papi." jawabnya. Baru saja di obrolkan, tiba tiba ponsel Landolfo berdering dan terlihat lah siapa orang yang sudah menelponnya.


"Angkat saja " titah Weslay. Emily segera mengangkat panggilan dari Irena.


"Papi, papi di mana? Kenapa malam malam beginj belum pulang?" tanya Irena tanpa jeda


"Mi, ini Em. papi sedang di rawat di rumah sakit." jawabnya

__ADS_1


"Apa? Kenapa kamu tidak nengabariku Em. kau keterlaluan ya jadi menantu." kesal Irena


"Maaf mi, papi yang melarang, karena papi hawatir akan mengganggu mami." ucapnya


"Duuhh papi, papi ini tidak berubah ya sama mami. Ya udah, kau ada di rumah sakit mana?" tanya nya


Emily segera membiarkan nama rumah sakit yang menangani mertuanya.


"Kenapa kau berbohong padanya?" tanya Weslay Setelah Emily menutup ponselnya.


"Tadi papi sempat sadar, dan papi meminta hal itu jika mami menelpon." jawabnya


"Ley, syukurlah kau sudah datang nak." ucap Landolfo begitu lirih.


"Papi kenapa tidak kuat melihat bukti bukti itu, padahal Ley sangat berharap, papi bisa memberi keputusan yang tegas untuk wanita itu." ucap Weslay seraya mengelus punggung tangan papinya


"jadi kamu sudah tau jika ibumu telah berkhianat pada papi?" tanya nya lagi dengan sangat pelan


"Awalnya Weslay yang akan memberitahukan ini pada papi, namun tidak tau kenapa, kita malah di kejutkan dengan foto foto yang tidak senonoh itu pada wajah Chalondra." jawabnya


Landolfo pun mulai membisikkan sesuatu pada Weslay. yang membuat wajah Weslay berubah menjadi sendu. "Papi jangan bicara seperti itu. Yang Ley harapkan papi tetap kuat dan bisa bahagia tanpa wanita itu.," ucap Weslay.


"Ceritakan kenapa kamu tega menyembunyikan semuanya dari papi." desak Landolfo. Weslay mulai menceritakan semuanya sejak usia Weslay memasuki sekolah dasar.


"Kenapa kau sembunyikan dari papi Ley?" tanya Landolfo yang terdengar menahan tangis


"Weslay takut, papi tidak akan percaya. dan waktu itu Chalondra mau membantu Ley untuk meyakinkan papi, namun malah keadaan nya yang terbalik." ucapnya


Weslay melihat kedua bola mata papinya sudah basah air mata. Weslay yakin papinya sangat menyesal atas keputusan dulu yang selalu menuruti kemauan Irena. Bahkan Landolfo pun mulai menyadari jika yang di lakukan Irena dulu hanya untuk menjauhkan dirinya dari putra semata wayangnya.


"Kalian keluarlah, biarkan wanita itu datang. Papi ingin melihat bagaimana reaksinya ketika melihat keadaan papi sekarang." ucap Landolfo.


Emily dan Weslay pun segera keluar, Weslay segera menepi karena harus memanggil pengacara untuk papinya. Sedangkan Emily masih menunggu di ruang tunggu.


Tak berapa lama, Irena datang dengan jalan setengah berlari. Wajahnya terlihat sangat panik. Pasalnya, Irena sudah tau jika suaminya sudah mengetahui perselingkuhannya dengan Oscar. Itu karena tadi Irena sempat masuk kamar dan melihat fotonya masih tercecer di meja riasnya.


"Bagaimana keadaan papi Em?" tanya Irena dengan suara yang terdengar sangat takut


"Papi masih kritis mi," jawabnya


Irena langsung masuk dan segera menghampiri brangkar yang di tempati oleh suaminya.


"Pi, maafin mami pi, mami udah khianatin papi, mami nyesel pii.. Maafin mami." raungnya. Seraya memeluk Tubuh suaminya.

__ADS_1


"Bangun dong pi, jangan hukum mami seperti ini. Papi boleh tampar mami. Tapi tolong papi bangun." raungnya lagi. Landolfo tetap diam, mencoba bertahan berada dalam dekapan istrinya.


"Jauhkan tanganmu dari tubuhku Irena,." ucap Landolfo yang terdengar datar.


__ADS_2