Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 75. Jantung Dokter sedang senam?


__ADS_3

"Kenapa mereka pergi saat ku datang?" tanya yang seolah dirinya merasa tidak di inginkan oleh kedua anaknya.


"Mungkin karena mereka sudah cukup senang membuat papanya lebih memperhatikan pertumbuhan mereka " jawab Chalondra.


"Oohh ya, apa Emily mengganggunya?" tanya Weslay


"Emily, tidak.. Bahkan seharian ini aku tidak melihatnya " balas Chalondra.


Weslay mengerutkan keningnya, " apa dia pergi?" tanyanya


"Aku tidak tau, sejak pagi tadi aku tidak melihatnya." jawab nya.


"Ayo," ajak Weslay


"Kemana?"


"kita tetap harus memperhatikan bayi mereka. aku khawatir mereka kenapa napa" imbuh Weslay.


Chalondra pun segera berdiri mengikuti langkah suaminya.


"Bik Sam, dari mana?" tanya Weslay ketika berpapasan dengan bik Sam.


"Dari kamarnya non Emily tuan." Jawabnya


"Ada apa? Apa dia sakit?" tanya Chalondra


"Tidak, saya baru saja menyelesaikan beres beres kamar nya." jawa nya


"Emang dia nggak bisa beresin sendiri bik?" tanya Weslay yang tidak suka dengan sikap manja wanita satu itu.


"bukan, non Emily tadi sudah keluar dari rumah ini." sahutnya


"Keluar, apa maksud bibik?" tanya Chalondra


"Orang tuanya sudah menjemputnya tuan, atas permintaan tuan Ando." sahutnya


"Papi. Tumben sekali papi ikut mengurusi hal sepele seperti ini." gumam Weslay


"Itu, itu karena tuan Ando... Tuan Ando memergoki non Emily sedang meng.... Duuhh gimana yaa saya menceritakannya." gumamnya


"Ceritakan saja bik, " desak Weslay


"Eemm.. Itu kemarin kan non Chalondra dengan tuan muda sedang..."


"Nggak usah di ceritakan bik. Bikin malu saja, kalian... Kalau di dalam kamar jangan lupa kunci pintunya." tegur papi Ando. Chalondra yang paham akan hal itu hanya menunduk kan wajahnya. Sedangkan Weslay.. Weslay hanya garuk garuk kepala yang tidak gatal.


"Ley, papi ingin bicara sama kamu." ucapnya.

__ADS_1


"Hmmm.." Lay mengangkat alisnya, ketika sang papi ingin berbicara serius dengan nya.


"Ayolah." ajak papi Landolfo. Lay pin segera berjalan mengikuti papinya menuju ruang kerjanya


"Ada apa pi?" tanyanya setelah berada di dalam ruangan.


"Bagaimana menurutmu, jika papi menikah dengan Gisel. Apakah kau setuju?" tanyanya


Weslay memandang papinya dengan heran. "papi akan menikah lagi, dengan Gisel?" Batinnya.


"Bagaimana Ley, papi rasa papi butuh seseorang yang bisa mengurus segala kebutuhan papi, dan papi melihat Gisel adalah wanita yang baik penuh tanggung jawab." imbuhnya.


"Yaa papi memang butuh sosok orang yang bisa mengurusnya. Karena segala kebutuhan tidak semua haris di serahkan pada bik Sam. Tapi ada kebutuhan yang harus papi salurkan pada istrinya." batin Weslay.


"Ley, kau tidak setuju." ujar papinya.


"pi, jika itu membuat papi bahagia, Ley setuju kok pi." Jawabnya.


"Benarkah..?" sahutnya


"Terima kasih nak, setelah menikah dengannya, papi akan bawa ke beijing. Kami akan hidup bersama disana. Papi lebih tenang meninggalkan kamu disini bersama istri dan anak mu." ucap Papi Landolfo.


"Terserah papi, yang penting papa tetap bahagia." ucapnya. Landolfo segera menghampiri Weslay lalu saling memeluk.


"Jaga istrimu baik baik ya, jangan pernah melukainya. Karena sebaik baik lelaki adalah lelaki yang berlaku baik pada istrinya. Papi sangat sangat menginginkan kamu menjadi lelaki seperti itu." ucap Landolfo


Evellin tengah duduk di teras kontrakannya dengan buku pelajaran yang ia baca.


Sudah 2 hari ini, Cilla tidak di antar ke kontrakan, karena dokter Ronald tidak ingin mengganggu Evellin yang tengah mempersiap ujian.


"Hai.." sapa dokter Ronald. Padahal baru saja Evellin memikirkan pria itu.


"Eehhh.. Dokter.." pekiknya, lalu celingak celinguk mencari sosok mungil yang sudah beberapa bulan ini mengisi kesepiannya.


"Cilla tidak ikit, dia sedang bermain dengan kakeknya." ucap Ronald yang tau pikiran Evellin.


"Kalau ada Cilla kan enak." ucap Evellin


"Tidak enak aahh.. Dia selalu mengganggumu belajar." sahut Ronald.


"Nihh, aku bawain lumpia kesukaan kamu." ucap dokter Ronald seraya mengangsurkan papebag di tangannya.


"Duuhh dokter. Terima kasih.. Kebetulan saya juga sedang sangat lapar." Jawabnya.


Padahal tadi siang, Evelin mampir kerumah kakaknya setelah pulang sekolah. Disana Evellin sempat tidur dan mandi disana. Sebelum kembali ke kontrakan, Evellin sudah makan bersama Chalondra. Sebenarnya tidak begitu lapar. Hanya ingin membuat senang dokter Ronald yang sudah membawakan makanan untuk teman belajar.


"Kau selalu begitu." ucap dokter Ronald. Entah kenapa. Sehari tidak melihat Evellin, dokter Ronald seperti 1 minggu tidak melihatnya. Ada rindu yang ingin segera di obati dengan pertemuan. Paling hanya menyapa dan bertamu sebentar, sudah cukup sebenarnya. Tapi terkadang karena sibuk Ronald tidak sempat mengobati rindunya.

__ADS_1


"Makan Ev, mumpung masih hangat." ucap Ronald. Evellin mengangguk, lalu segera membuka pembungkus makanan. Evellin mulai menyuap lumpia kedalam mulutnya.


"Enak Ev?" tanya nya.


Evelin mengangguk. "Ooh iya, dokter mau?" tanya nya.


"Tidak makanlah.." Jawabnya


"Ayo dokter buka mulutnya, biar saya suapin." ucap Evellin


"Tidak usah Ev. Makanlah.. Aku sudah kenyang." imbuhnya.


"Dokter..." geram Evelin. Akhirnya Ronald pun membuka mulutnya. Entah kenapa. Ronald tidak bisa menolak keinginan Evellin. Selalu menyesal setelah mengecewakan Evelin.


"iihh dokter, makan segitu aja sampai belepotan." omel Evellin. Lalu segera membersihkan bibir dokter Ronald dengan ibu jarinya.


Ronald begitu terpesona dengan wajah Evellin jika dilihat dari jarak dekat. Jantung Ronald seperti tengah melakulan senam di dalam. Kenapa ada getaran yang berbeda saat melihat wajah Evellin yang terlihat manis. Walau tudak terlalu putih seperti kulit Chalondra, tapi Evellin memilki kulit yang sangat manis. Dan tidak membosankan.


"Dokter, apakah dokter habis berlari?" tanya Evellin tiba tiba.


"Lari... Ti..tidak" jawabnya gugup.


"Tapi jantung dokter itu terdebar seperti habis berlari." ucap Evellin yang berhasil membuat dokter Ronald salah tingkah


"Tidak taukah kamu Ev. Jika jantung ini senam karena perlakuanmu padaku yang sedekat itu." ucap dokter Ronald dalam hati.


"karena kamu ini Ev." balas Ronald.


"Kok karena saya." tanya Evellin tidak terima.


"Iya, karena kamu jantungku jadi bekerja lebih cepat dari biasanya." balas dokter Ronald.


Evellin yang tau apa yang di maksud dokter Ronald, mendadak gugup. Evellin langsung mengalihkan obrolannya.


"Ev," Ronald menyebut nama Evellin dengan suara tertahan.


"Boleh aku jujur padamu?" tanya kemudian


"A..pa dokter?" tanyanya


"Cilla, Cilla dan papa.. Menginginkan.."


"Ya ampun dokter.. Sebentar sampai lupa tidak nawarin kopi. Tadi kak Ocha bawain kue buatannya. Sebentar Evel ambilkan." ucap Evelin yang berhasil memotong ungkapan yang akan Ronald sampaikan.


"Ya ampun Ev, padahal aku ingin ungkapan perasaan. Tapi kau malah mengga-" lagi lagi dokter Ronald menahan ucapannya. Karena Evellin kembali keluar.


"Dokter, dokter mau minum apa?" tanyanya

__ADS_1


__ADS_2