Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 24. Apakah Dia juga menyukainya


__ADS_3

"Tuan, Tuan muda sudah menodai Chalondra. " ucap pak Budi yang tak berani melihat bosnya


"Apa maksud pak Budi? Ley sudah menodai Chalondra? Bagaimana bisa terjadi?" tanyanya memastikan dengan suara yang begitu berat, menahan agar tidak melupakan emosinya.


"Saya tidak tau tuan bagaimana asal muasalnya, tapi tadi Chalondra bercerita juga, sebenarnya enggan. Mungkin karena malu atau takut akan di singkirkan. Bahkan neneknya saja tadi sempat kaget saat Chalondra bercerita." balas pak Budi.


Rasanya tidak percaya jika Weslay sudah menodai pengasuhnya. namun jika mengingat usia Weslay yang sudah 23 tahun, itu bisa saja. Landolfo sadar jika Weslay bukanlah anak anak lagi, dan kini tau, Weslay memiliki hasrat dan gairah, untuk jika apa yang di tuduhkan Irena itu tidak benar.


Landolfo masih mencerna setiap perubahan Weslay, namun dirinya tidak menemukan kenangan indah bersama pertumbuhan Weslay. dan baru menyesal saat Weslay sudah menjadi pria dewasa tanpa pendampingan dan pengarahan.


"Ya tuhan.. Maafkan hambamu yang tidak bertanggung jawab atas amanah yang kau berikan." ucapnya dengan penuh penyesalan. "Tuan, apa tuan masih butuh sesuatu." tanya Pak Budi.


"Tidak, silahkan pak Budi temani bibik di rumah sakit. Saya mau istirahat sebentar." ucapnya. yang langsung di jawab iya oleh pak Budi


Landolfo segera berjalan memasuki kamarnya. Lalu segera menghubungi istrinya kembali, ingin menceritakan apa yang terjadi dengan Weslay bersama Chalondra.


Tuuttt... Tuuttt... Tuuttt..


Ponselnya berdering, namun belum di angkat.


"Ini mami ke mana sihh?" batinnya. "Sudah dari keberangkatanku tadi, tidak ada kabarnya." gumamnya yang mulai kesal.


Karena tidak ingin menunggu sang istri terlalu lama mengangkat panggilannya. Landolfo segera menelpon Nathan, mungkin saja Nathan sudah selesai dengan pekerjaannya.


Tuuttt.... Tuuttt.. Tuuttt... Hingga deringan tak lagi bersambung, Nathan belum juga mengangkat.


Akhirnya Landolfo memutuskan untuk segera mandi, biar tubuhnya juga semakin Fresh. Landolfo berendam sebentar dan merenungkan langkah selanjutnya untuk Weslay. Landolfo punya satu rencana, entah berhasil atau tidak, yang jelas Landolfo harus mencobanya. semua demi kebaikan mereka berdua.


...♡♡♡...


"Kenapa kamu tidak bercerita sama nenek, Cha," tanya nek Iroh dengan wajah yang terlihat kecewa.


"Maafkan Londra, nek. Londra tidak ingin nenek juga ikut sedih." ucapnya


Nek Iroh hawatir jika apa yang di lakukan majikannya itu meninggalkan jejak. Sehingga keluarganya menjadi gunjingan tetangga dan berakhir pengusiran. Maklum disini memang selalu bertindak semau dan sesuka mereka. Takut jika kampungnya kena adzab karena ada pezina. walaupun di jelaskan seperti apapun, mereka tidak mau mendengar dan tetap akan mengusir si korban.


"Nenek takut, nenek takut jika itu sampai terjadi." lirihnya. Chalondra tau apa yang di takutkan sang nenek. Jika memang yang mereka takutkan terjadi, Chalondra sudah siap pergi dari sini, sebelum warga menyadari hal itu.

__ADS_1


"Jangan sampai, kejadian itu di ketahui tetangga, Cha." ucap sang nenek mewanti wanti


"Nenek tenang saja, setelah ini Chalondra akan pergi ke kota lagi untuk bekerja." ucapnya


"Bagaimana jika kau menuntut tanggung jawab pada majikanmu saja, Cha." usul nek Iroh


"Tidak nek, aku tidak mau menikah dengan pria itu. Dia itu gila nek." ucapnya


"Jangan begitu, dia itu masih bisa di sembuhkan. Arnetta yang cerita sama nenek." sahutnya


"Kalau memang masih bisa di sembuhkan, mana buktinya, bahkan sampai sekarangpun dia tetap seperti itu." bantah Chalondra lagi. Kalau di pikir pikir majikannya itu membingungkan saja.


"Itulah kesalahan mereka, seharusnya mereka membawa majikanmu itu untuk berobat kepada dokter yang ahli. Selama Arnetta mengasuh dia, sepertinya tidak ada dari niat kedua orangtuanya untuk mengarah kesana." ujar sang nenek seraya menatap lurus ke halaman rumah yang mulai gelap.


"Londra, sebaiknya kau istirahat saja. Nenek juga mau istirahat." ucapnya. "Pusing nenek jika harus terlibat dengan masalah majikan kalian."


"Iya nek." balas Chalondra. Chalondra segera berdiri lalu berjalan kearah kamar Kenzo. Chalondra segera masuk lalu memandang adiknya yang sudah terlelap.


Chalondra mengelus pipi Kenzo, wajah Kenzo sangat mirip dengan ayahnya, Chalondra jadi merindukan sosok pria yang sudah membuatnya ada di dunia ini. " Ayah, Londra kangen." lirihnya


"Kakak kenapa? Apa ada masalah?" tanyanya mulai hawatir.


"Kakak rindu ayah." lirihnya. Kenzo segera memeluk sang kakak. Walaupun usia mereka selisih 4 tahun. Tapi perawakan Kenzo lebih besar dari Chalondra.


"Kenzo juga rindu kak." ucapnya.


"Seandainya ibu dan ayah masih hidup. Mungkin hidupku tidak setragis ini. Namun semua memang sudah menjadi jalan yang harus ku lalui. Semoga tuhan memberi yang terbaik untuk setiap langkah yang ku ambil." ucap Chalondra dalam hati.


...♡♡♡...


Pagi sudah menampakkan cahayanya, Weslay sudah terbangun dari tidurnya. Penglihatannya masih sama mencari sosok wanita yang sudah membuatnya jadi tau banyak hal.


"Londra, Chalondra kau di mana?" seru Weslay. Weslay segera turun dari tempatnya berbaring lalu melihat ada pak Budi dan juga bik Sami.


"Londra.. Chalondra.." teriaknya lagi


"Den Lay,, den Ley sudah bangun." ucap bik Sami

__ADS_1


"Londra di mana?" tanyanya yang sudah turun dari brangkar dan melepas semua alat medis yang menempel.


"Pak, bangun pak, aden sudah bangun." seru bik Sami membangunkan sang suami


"Iya buk, ada apa?"


"Cepet telpon tuan. Den Ley sudah bangun." ucapnya


Pak Budi pun segera mengambil ponselnya yang ada di meja sofa. Lalu segera menelpon Landolfo. Namun panggilannya sedang sibuk.


Pak Budi segera mengirim pesan ke nomer tuannya.


Saat mau kembali menelpon, Landolfo sudah datang. Dan langsung masuk menghampiri putranya.


"Kau sudah bangun Ley." ucapnya


Landolfo diliputi rasa gelisah, pasalnya dari kemarin menelpon Irena tidak ada jawaban. Nathan ada, cuma tidak tau keberadaan mamanya. Karena sejak kemarin belum pulang. Padahal Landolfo hanya ingin meminta pendapat pada Irena. Namun ternyata sang istri sangat sulit di hubungi.


"Pak Budi, bik Sami. Tinggalkan kami berdua." titah Landolfo


"Katakan, apa yang sudah kau lakukan pada pengasuhmu itu Ley?" tanya Landolfo ketika pak Budi dan bik Sami sudah pergi.


Wesley hanya menggelengkan kepalanya. Tidak tau apa yang di maksud sang papi. Yang Weslai pahami jika dirinya sangat menginginkan pengasuhnya itu.


"Kau sudah apakan Chalondra, Weslay?" tanyanya lagi


"Apa kau menyukainya.?" tanya Landolfo


Weslay hanya geleng gelengkan kepalanya. Belum paham apa itu suka, suka yang bagaimana pun Weslay tidak paham. Yang di rasakan ketika bersama Chalondra hanya ada jantung yang bergetar dan rasa yang nyaman saja.


"Saya , saya tidak tau papi. Saya tidak tau" jawabnya


Landolfo mengeluarkan ponsel miliknya dari saku celananya. Dan saat ingin memperlihatkan foto Chalondra, Gisel masuk dengan membawa totebag yang berisi makanan.


"Gisel, silahkan masuk." titah Landolfo. Melihat kehadiran Gisel wajah Weslay biasa saja. Namun ada rasa tidak nyaman, sehingga dirinya harus memalingkan wajahnya dari wanita asing yang baru masuk.


"Ley, kau lihat siapa yang ada di foto ini?" tanya Landolfo, Weslay masih enggan untuk melihat nya. yang ia inginkan adalah kehadiran Chalondra disini.

__ADS_1


__ADS_2