Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 38. Melangkah lebih cepat


__ADS_3

"Tuan.. cuhh..kuuphh..." tolaknya.


Namun gairah Weslay sudah di ubun ubun, jadi tak di hiraukan penolakan istrinya. Toh Weslay memang harus melakukan ini, agar pernikahan nya langgeng. Weslay ingin mengikat pernikahan ini dengan hadirnya buah hati diantara mereka.


"Tuanhh... Shhh" desisnya.


Rasanya percuma menolak dan berteriak, pasti akan ditertawakan oleh penghuni rumah ini. Mengingat dirinya sudah resmi menjadi istri dari tuan mudanya.


Weslay kembali menyerang istrinya dengan lembut, karena dirasa sudah tidak segarang tadi, Weslay pun melepas semua pakaian yang masih menempel di tubuhnya. Chalondra dibuat tertegun oleh body suami cacatnya, pria ini benar benar tidak seperti pria cacat.


Chalondra segera mengalungkan kedua tangannya pada leher Weslay. Weslay menyambut dengan senyum lebarnya ketika mendapat balasan dari istrinya. Lalu kembali membungkuk untuk membuat istrinya semakin mencintainya dan tidak menolak lagi.


Percintaan malam ini membuat Weslay semakin bahagia. Ingin segera menampakkan jati dirinya yang sebenarnya. Weslay hanya menunggu waktu, sampai Chalondra benar benar mencintainya tanpa syarat.


Weslay merebahkan tubuhnya di samping Chalondra setelah pelepasan air cintanya yang lumayan banyak menurut Weslay.


"Terima kasih. " ucap Weslay seraya memeluk Chalondra yang masih dibawah selimut.


"Tuan, kita harus mandi, sebelum papi tuan mencari." ucap Chalondra seraya menggeser tubuhnya dari sisi Weslay.


"Mau kemana?" tanya Weslay seraya menarik pinggang Chalondra yang masih polos


"Saya harus keluar tuan, saya tidak ingin tidur sekamar dengan anda " jawabnya


"Kenapa? Apa kau jijik dengan saya?" tanya Weslay


"Bukan begitu Tuan, saya tidak ingin melanggar perjanjian yang sudah saya buat sendiri." jawabnya


"Boleh saya lihat surat perjanjian itu?" tanyanya


"Ada di kamar saya." jawabnya


"Kalau begitu saya mau mandi air hangat." ungkap Weslay.


"Saya siapkan dulu tuan." sahut Chalondrapun segera bangun dengan selimut untuk membelit tubuhnya.


Weslay malah menarik selimutnya sehingga Chalondra hilang keseimbangan dan ahirnya jatuh tepat diatas Weslay.


"Tuaaannn." gumamnya lirih.


Weslay malah hanya menanggapi dengan senyum jahil, Weslay mendengar detak jantung Chalondra yang terdengar seperti telah melakulan olah raga lari yang sangat jauh. lalu kembali memeluk Chalondra dengan posesif.


"Apa jantungmu sama seperti jantung saya?" tanya Weslay yang berterus terang.

__ADS_1


"Tuan, jangan mengejek saya, saya malu." lirihnya lalu segera menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Weslay.


"Jangan pergi dari saya, saya suka kamu." bisiknya


"Kita lihat saja tuan. Kita hanya menjalani jalan yang sudah Tuhan tulis." balasnya yang masih menyembunyikan wajahnya


Weslay segera membingkai pipi Chalondra, lalu mengangkat nya, Weslay mengecup kening Chalondra.


"Siap kan air hangat untuk saya." ucapnya. Chalondra segera mengangguk. Dengan berat hati Weslay pun melepas Chalondra dari pelukannya


Chalondra segera meraih handuk yang ada di gantungan, lalu segera pergi kekamar mandi dan menyiapkan air hangat.


Ponsel Weslay berdering, Weslay pun segera bangun dan mengambil ponselnya yang di taruh di atas nakas


"Hallo bagaimana?" tanya Weslay


"Tuan , pengirim makanan sudah di ketahui."


"Siapa dia, cepat katakan." desaknya


"Lurah itu, tuan . Dia yang sudah meracuni nenek istri tuan." jawabnya.


"Cari tau, siapa yang yang ada di belakangnya." Weslay kembali memberi perintahnya pada orang orangnya. Setelah mengatakan itu, Weslay segera keluar dari kamar dengan bathroop yang sudah di pakai.


"Tuan, airnya sudah siap." ucap Chalondra,


"Tuan, Tuan.. Tuan dimana?" seru Chalondra.


Diluar Weslay berjalan menuju kamar Chalondra dan melihat bik Sam tangan menata menu makan malam di meja makan.


"Bibik," panggil Weslay


"Iya tuan, ada apa? Tanya nya


"Ikut saya." balasnya, Bik Sam pun segera mengikuti langkah tuan mudanya yang berjalan menuju kamar Chalondra.


"Bawa tas ini kekamar." titah Weslay pada bik Sam


"Maksud tuan, tas milik Chalondra ini di bawa kekamar, tuan.?" tanya bik Sam. Tak ingin mengulang lagi kalimatnya. Weslay segera berjalan keluar kamar, seraya mengangguk.


Landolfo tersenyum ketika melihat putranya bergerak lebih cepat dari rencananya. "Bagus nak, pertahankan rumah tanggamu. Papi dukung seratus persen." gumamnya lirih.


Bik Sam pun segera berjalan menuju kamar tuan mudanya

__ADS_1


"Ley." panggil Landolfo dari depan ruang kerjanya. Weslay yang hendak melanjutkan langkah nya kekamar pun ia urungkan. Lalu berjalan berbalik menuju ruangan papinya.


"Masuk." titah Landolfo, Weslay segera masuk sesuai perintah papinya.


"Selamat ya atas pernikahan kalian." ucapnya. Weslay hanya mengangguk seraya jemarinya ia mainkan pada ujung bathroop nya.


"Papi tau kau sangat mencintai Chalondra, papi senang jika kau mau berusaha agar pernikahan kalian langgeng sampai tua. Dan memilki anak dan dilanjut cucu, langkahmu sudah tepat nak, perjuangkan cintamu." ucap Landolfo


"Chalondra bilang, jika pernikahan ini ada perjanjiannya." ujar Weslay.


Landolfo terdiam beberapa saat, mencerna semua kalimat yang keluar dari mulut Weslay begitu sempurna.


"Iya, papi yang menyimpan surat perjanjian itu. Kau bisa melihatnya." ucap Landolfo lalu segera membuka laci yang ada di bawah mejanya.


"Ini dia, surat perjanjian ada di papi." jawabnya, lalu segera mengangsurkan surat perjanjian itu pada Weslay.


Weslay segera membuka dan membacanya, Weslay baca satu persatu. Dan nyatanya di surat itu tidak ada larangan untuk tidak menggauli istrinya. Chalondra hanya menuliskan tidak tidur sekamar. Itu artinya boleh melakukan hubungan suami istri. Weslay tersenyum ketika mengingat Chalondra teguh dengan perjanjian yang ia buat.


"Kau mau bawa kemana, Ley. Biar papi yang menyimpan." ucap Landolfo seraya mengulurkan tangannya untuk mengambil map yang ada di tangan Weslay.


"Ley saja yang menyimpan." ucapnya kemudian.


Weslay segera pamit pada papinya. karena harus mandi.


Seperginya Weslay, Landolfo teringat surat keterangan dari rumaj sakit jiwa atas nama Weslay Wardhana. "Sebaiknya aku selidiki sendiri mengenai keadaan Ley. siapa tau itu hanya surat keterangan palsu." gumamnya.


Didalam kamar Weslay.


Ceklekk ..


Chalondra langsung terperanjat ketika pintu kamar tuannya di buka.


"Bik Sam, apa yang bibik lakukan disini?" tanya Chalondra


Bik Sam hanya tersenyum pada Chalondra. Lalu segera menaruh tas pakaian milik Chalondra.


"Ini, ini apa apaan bik? Kenapa tas saya di bawa kesini." tanya Chalondra


"Tuan Ley yang meminta." jawab nya seraya melebarkan bibirnya


"Bibik, bibik jangan meledek Londra." ucapnya seraya memeluk bik Sam dari belakang.


"Bibik tidak meledek. Bibik senang sekali ahirnya tuan muda memilki teman seiya sekata sekarang. Jadi tidak menutup diri lagi." ucapnya seraya mengelus punggung pergelangan tangan Chalondra.

__ADS_1


__ADS_2