Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 43. Pria Idiot


__ADS_3

"Selamat pagi non Gisel, wah pagi pagi dah sampai sini." celetuk bik Sam.


"Iya, tuan Landolfo meminta saya datang pagi pagi " sahutnya. Gisel memandang pergerakan Chalondra secara intens. Dalam hatinya sebenarnya kasian melihat nasib Chalondra yang harus menikah dengan pria cacat. Tapi sepertinya Chalondra fine fine aja ngejalani hidup bersama Weslay.


"Cha," panggil Gisel


"Eehh iya mbak, ada apa. Mbak Gisel mau sesuatu biar saya buatkan." tawar Chalondra.


"Tidak, hanya mau menanyakan bagaimana kabar mu?" sahutnya, seraya menyunggingkan senyumnya.


"baik mbak, saya baik baik saja." ucapnya. yang langsung di balas senyum oleh Gisel


"Oohh ada tamu?" celetuk Varia, Varia yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi nyonya." ucap Gisel ramah.


"Pagi, kamu temennya Chalondra?" tanyanya


"emm... Saya karyawan tuan Landolfo." balasnya


"Oh, pagi pagi begini ada apa?" tanyanya


"Saya tidak tau, sepertinya tuan akan memberi saya pekerjaan penting ." jawabnya


"Oohh," sahut nya


"Hai Gis, sudah datang." tiba tiba Landolfo sudah bergabung di dapur.


"Iya tuan, selamat pagi." ucap nya


"Pagi, langsung keruangan saya saja." sahut nya. yang di angguki oleh Gisel


"Cha, tolong buatkan saya kopi hitam ya, antar keruangan saya." titah Landolfo.


"Mbak Gisel, juga mau kopi?" tanyaChalondra


"Ya, sekalian biarkan untuk Gisel, karena mungkin kami akan lama." ujar Landolfo


"Baik Tuan." jawabnya.


"Apa tadi, Tuan... Saya nggak salah dengar?" tanya Landolfo, Chalondra mendadak gugup saat mertuanya itu memperjelas panggilannya. Chalondra menunduk begitu dalam. Gisel hanya menanggapi dengan senyum melihat ketidak nyamanan Chalondra.


"Saya ini papinya Weslay, dan kau adalah istrinya putraku. mulai sekarang kau harus memanggil papi atau papa, jangan tuan ahh, saya nggak nyaman ketika karyawan saya mendengar panggilanmu untuk saya seperti itu." terang Landolfo.


Chalondra hanya mengangguk saja, karena nyatanya lidahnya belum terbiasa untuk memanggil papi atau papa untuk mertuanya.


Landolfo segera berjalan meninggalkan dapur, yang di ikuti oleh Gisel.


"Tuh kan, yang di bilang tuan itu benar Cha, kau ganti panggilannya." sahut bik Sam


"Hehe iya bik " balas Chalondra kikuk

__ADS_1


"Biasanya tuan pakai gulanya seberapa, bik?" tanya Chalondra


"Satu sendok teh aja. Kopinya seujung sdt juga." jawab bik Sam.


Chalondra segera membuatkan kopi untuk mertuanya. Setelah dirasa pas, Chalondra segera menyajikan pada mertuanya. Chalondra berjalan melewati tangga yang menghubungkan antara lantai atas dan bawah. Chalondra melirik keatas tepat pintu kamar tuan suaminya.


"Tuan, ini kopinya." ucap Chalondra seraya mengangsurkan secangkir kopi dan biskuit.


"Terima kasih." jawabnya


Gisel tengah mengamati laporan yang ada di kertas yang tengah di baca


"Tuan, sepertinya ini ada unsur kesengajaan."ucap Gisel yang berhasil membuat Chalondra tertarik. namun tidak berani ikut campur.


"Saya ingin kau menyelidikinya, kalau bisa hari ini sudah ada laporannya." Landolfo kembali memerintahkan Gisel.


"Akan saya usahakan siang nanti sudah dapat info tuan." ucapnya


"Ya, sebelum saya kembali ke beijing saya sudah harus tau kebenarannya." sambungnya


"Chalondra, apa sarapannya sudah siap?" tanya Landolfo,


"Sudah tuan," jawabnya, setelah itu Chalondra segera keluar dari ruang kerjanya Landolfo.


Di depan Chalondra melihat Nathan berjalan setengah berlari sembari bersiul.


Chalondra kembali berjalan menghampiri kamar tuan suami.


"Tapi sayang, cantik cantik hanya menikah dengan pria idiot seperti adik tiriku." ejeknya


"Itu lebih baik, daripada harus menikah dengan pria jahat sepertimu." balas Chalondra


"Oohh ya, jadi menurutmu aku jahat hmmm?" tanyanya seraya langkahnya semakin ia dekat kan pada Chalondra


"Berhenti Nath, apa yang ingin kau lakukan?" desak Chalondra


"Ingin membuktikan kejahatan ku." ujar Nathan yang sudah berhasil mengunci tubuh Chalondra pada dinding.


"Lepaskan Nath, kau benar benar jahat.." geramnya. Nathan pun mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Chalondra, sebelum ahirnya Nathan segera melepas Chalondra saat mendengar suara pintu di buka.


Chalondra segera berlari meninggalkan Nathan yang mulai gila itu. "Dasar Sinting." ejek Chalondra saat menoleh pada Nathan yang masih berdiri di tempat.


Ceklekk... Chalondra membuka pintunya, dan melihat tuan suami masih berada di bawah selimut. Chalondra mengambil nafas sebentar untuk menghilangkan rasa gugup dan takutnya, jantungnya belum kembali normal seperti tadi.


"dasar Nathan sinting." batinnya.


"Tuan, bangun tuan. Ini sudah siang." ucap Chalondra seraya menggerak gerakkan tubuh Weslay.


"Tuan, bang...." ucapannya terpotong ketika Weslay menarik pergelangan tangannya.


"Astaga.." pekiknya,

__ADS_1


"Tuan, lepaskan tuan. Ini sudah siang ayo bangun." ucap Chalondra lagi.


"Tidak mau, saya tidak mau bangun." ucapnya.


"Tuan harus bangun, Tuan harus melanjutkan rutinitas tuan seperti biasanya." ucap Chalondra seraya berusaha melepas dekapan tuan suami.


"Tidak mau," teriaknya seperti anak kecil.


Chalondra bergidik ketika mendengar rengekan manja tuan suaminya. Disinilah terkadang Chalondra tidak bisa terima dengan ikhlas mendapat suami seperti ini. Sekali bermanja pasti seperti anak kecil.


"Iihh tuan, bangun...Londra tidak suka tuan bermanja seperti itu, kalau tuan seperti ini terus, kapan tuan akan menjadi pria yang Londra idamkan." gerutu Chalondra yang terdengar mulai kesal dan kecewa


"kamu menginginkan saya seperti apa?' tanya Weslay


"Saya menginginkan suami yang pekerja keras, bisa melindungi saya, bisa membahagiakan saya, memilki attitude yang baik, Skil yang bisa di andalkan kelak. Tidak melulu soal cinta. Kalau hanya cinta orang gila pun bisa memiliki cinta." omel Chalondra.


"Kamu menyesal menikah dengan saya," tanya Weslay dengan wajah yang terlihat muram.


"Tuan sebelum kita membahas apakah saya menyesal menikah dengan tuan. Tuan harus paham apa itu pernikahan, tujuan pernikahan itu adalah menyatukan dua jiwa antara lelaki dan wanita dalam ikatan suci, yaitu menjadi pasangan suami istri. yang akan berperan menjadi penguat dalam membangun Keluarga yang diselimuti dengan ketentraman, kecintaan, serta rasa kasih sayang. Menjadi keinginan dari banyak setiap pasangan untuk bisa memiliki buah hati serta mendidik generasi barunya, maka sebelum kita memilki yang terahir itu, Tuan harus menyiapkan segalanya, termasuk pendidikan dan jiwa yang kuat agar bisa mendidik nya kelak." terang Chalondra. Weslay terdiam masih mencerna semua yang di katakan Chalondra.


"Sekarang tuan harus bangun, dan mandi. Tuan harus melanjutkan apa yang ingin tuan cita citakan. Kalau soal harta, mungkin tuan tidak perlu takut akan hal itu. Tapi tuan harus menyiapkan segalanya bagaimana tuan bisa mengelola harta itu untuk anak anak tuan nanti." ucap Chalondra. Ungkapan Chalondra barusan benar, Weslay memang harus bisa mengelola harta yang di miliknya nanti.


"Tuan juga harus paham apa saja tugas suami," ucap Chalondra lagi. dari balik pintu ada yang masih menguping pembicaraan Chalondra bersama Weslay. Pria itu terkagum kagum atas apa yang Chalondra ungkapkan pada suami cacatnya.


"Tugas ?" ulangnya. "Saya punya tugas juga dirumah. kenapa miss Ajeng tidak bilang." protesnya


"Tugas suami dalam keluarga, bukan tugas dari miss Ajeng tuan." sangkal Chalondra yang terlihat mulai dongkol. dalam hati Weslay bersyukur, ternyata menikahi Chalondra tidak serta merta karena ingin. tapi karena Chalondra cukup dewasa dalam menyikapi sifat manjanya


"Tugas suami untuk keluarga?" ulangnya lagi.


"Iya, Tuan punya tugas berat di dalam rumah tangga ini. Tuan harus memberi nafkah pada keluarga, nafkah yang halal dan baik. Memberi pendidikan untuk istrinya. Menggauli istrinya dengan sangat lembut dan semestinya." ujar Chalondra. 'Duhh,, aku bicara gini dia paham nggak sihh.' batin Chalondra


"Sudah. Cepatlah tuan bangun. Tuan harus bisa menyelesaikan tugas seorang suami dengan baik dan benar, mulai saat ini." ucap Chalondra yang mulai menarik selimut agar tuan suami nya segera bangun.


"Tuan, Tuan sudah mandi?" pekik Chalondra yang melihat Weslay ternyata sudah berpenampilan rapi.


Weslay mengangguk. "Lalu kenapa tuan musti tidur lagi." serang Chalondra


"Saya ingin menggauli istri saya dengan lembut dan semestinya." ungkap Weslay. Mata Chalondra tiba tiba membulat, ketika mendengar ungkapan menggauli istrinya. 'apa dia paham apa yang aku katakan tadi?' batinnya.


begitu juga dengan pria yang masih menguping pembicaraan sepasang pengantin baru itu. Rasanya tidak percaya, jika Weslay bisa berkata seperti itu.


"Apakah yang dikatakan Varia itu benar? Putraku pura pura cacat?" batinnya.


"Lalu untuk apa dia harus berpura pura menjadi pria idiot yang memalukan?" batinnya lagi.


Landolfo kembali mengamati putranya, "dia memang terlahir normal, pasti ada yang tidak beres dengan keadaanya." gumamnya.


"Tuan, sudah cukup. Kita harus turun untuk sarapan bersama, hari ini tuan banyak tugas." ungkap Chalondra lagi.


"Iya, saya sudah tau." balasnya

__ADS_1


__ADS_2