
"Mbak Gisel, ini sebenarnya mau cari apa? Ini kan tempat orang orang yang mencari pakaian kantor." tanya Chalondra masih penasaran.
"Ini tuan papi yang memerintahkan, tuan papi ingin mengenalkan tuan suami kamu sebagai penanggung jawab perusahaan fresh food." terang Gisel.
Wesley langsung menatap wanita yang menjadi kepercayaan papinya. Lalu beralih pada Chalondra yang sama sama tengah bingung dengan kalimat yang Gisel utarakan.
"Mbak Gisel yakin, tuan papi akan menjadikan tuan suami sebagai penanggung jawab perusahaan? Kan tuan suami belum ada pengalaman?" Chalondra masih belum percaya apa yang di rencanakan tuan papi mertuanya.
"Iya, Tuan papi kalau sudah mengambil keputusan memang begitu, tak bisa di ganggu lagi." ucap Gisel
"Sudah ayo buruan, nanti jam 12.00 akan ada rapat penting mengenai hal ini." ucap Gisel.
"Kamu juga akan menjadi sekretaris tuan suami. Jadi kamu juga harus memilih pakaian kantor, pilih beberapa potong, karena kamu akan selalu terlibat dalam urusan kantor." ucap Gisel
Chalondra masih ragu ragu untuk menerima tugas berat ini. Pasalnya dirinya dan tuan suami belum punya pengalaman.
"Tenang saja, kalian tidak akan di lepas sendiri, nanti akan ada orang yang membimbing kalian." ujar Gisel
"Siapa mbak?" tanyanya
"Pak Tian, pak Tian yang akan selalu membimbing kalian." ucapnya
Weslay langsung lemas ketika mendengar nama Tian yang akan membimbing dirinya. Padahal Weslay sangat berharap, jika orang yang akan membimbing dirinya adalah om Kenan.
Chalondra segera memilihkan kemeja serta jas yang akan menjadi pakaian bussinis formal, suaminya. pakaian untuk keseharian saat pergi ke kantor. begitu juga dengan Chalondra, sebagai sekertaris sang suami, Chalondra juga harus mempunyai outfit yang rapi dan enak ketika di pandang suaminya. Chalondra memilih beberapa midi dress yang akan di pakai ketika bertugas di samping suami.
Setelah mereka memilih beberapa pasang pakaian formal untuk Weslay dan juga midi dress untuk Chalondra, mereka segera keluar, namun sebelumnya Gisel sudah membayarkan lebih dulu.
Gisel juga meminta mereka untuk langsung memakainya, karena pertama kalii mereka memasuki perusahaan besar milik keluarga Wardhana.
...●...
Di kantor.
Weslay berjalan dengan langkah tegak yang terlihat begitu sangat gagah. semua karyawan yang ada di bawah memandang dengan pandangan terpesona pada penampilan Weslay.
__ADS_1
memang tidak ada yang mengenalnya, karena Weslay memang tidak pernah kesini. jikalaupun kesini, Weslay selalu memakai topi dan masker, hanya untuk menemui Kenan.
Mereka sudah sampai diruang meeting. Weslay berjalan dengan langkah percaya diri. berbeda dengan Chalondra, Chalondra adalah gadis desa yang tidak pernah yang namanya masuk ke gedung besar seperti gedung milik keluarga tuan suami.
"Selamat siang," ucap Gisel yang masuk terlebih dahulu. Lalu di susul oleh Weslay yang masih menautkan jemarinya pada Jemari Chalondra. Weslay tau Chalondra sangat gugup. di rasa dari keringat dingin yang kekuar dari sela jemarinya. dan suhu tangannya yang mendadak dingin.
"Selamat siang." ucap Landolfo dan langsung menyambut menantu dan putranya.
"Silahkan duduk Cha, Ley." ucap Landolfo yang mempersilahkan keduanya untuk duduk disamping Landolfo.
"Perkenalkan semuanya, ini adalah Weslay Wardhana putra Landolfo Wardhana. Weslay Wardhana ini yang akan meneruskan perusahaan ini. Dan saya sebagai direktur utama disini, saya akan memberikan jabatan sebagai direktur pada putra saya Weslay Wardhana. saya harap semua yang hadir disini tidak ada yang keberatan." ucap Landolfo tegas dan datar.
Tubuh Tian mendadak mengeluarkan keringat dingin, sangking terkejut dan tidak terima jabatan itu di berikan pada Weslay yang tidak memilki pengalaman bekerja sama sekali. di tambah lagi, menurut Tian orang gila tidak bisa bekerja dengan sungguh sungguh
Beberapa peserta meeting yang hadir pun ikut berbisik.
"Tuan Landolfo, apa anda yakin dengan keputusan anda?" tanya Tian yang berani memotong ungkapan Landolfo saat masih berbicara
"Iya tuan, saya dengar rumor dari beberapa orang petinggi disini, putra anda memilki IQ yang sedikit menyimpang dari kita." ujar salah seorang pria yang rambutnya sudah memilki banyak uban.
"Saya memang belum yakin, makanya saya akan menugaskan kamu sebagai pembimbing Weslay. saya berharap kamu tidak keberatan." ujar Landolfo
"Tapi saya disini punya posisi sendiri." sahut Tian yang masih belum menerima keputusan Landolfo
"Mulai sekarang, posisimu akan di gantikan oleh Gisel, dan tugasmu sekarang adalah membuat Weslay dan Chalondra paham akan langkah langkah semua pekerjaan yang akan ia pelajari." ucap Landolfo
"Buat putraku, punya kompetensi di perusahaan ini." ucapnya
Landolfo yakin Tian akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Weslay cepat paham.
"Tapi kak, aku bukan guru private Weslay, aku adalah penanggung jawab kedua disini." protes Tian
"Sekarang kamu naik jabatan sebagai pengawas perusahaan langsung yang di pimpin oleh Weslay, lagi pula kau juga akan mendapat gaji yang semestinya. Saya lebih percaya kamu yang membimbing Weslay daripada orang lain. Dan kamu adalah om nya, mana mungkin kau akan menjerumuskan keponakannya sendiri menjadi bahan olok olokan oleh rekan bisnis yang lain."
Landolfo tidak memilki niat apapun untuk menggantikan posisi Tian. Namun ini adalah ide Gisel. Sejauh mana keluarga bu Irena itu tulus pada keluarga Landolfo. Awalnya Landolfo menolak dengan sangat usulan Gisel, namun saat menemukan pernyataan dari guru Weslay dengan dokter RSJ sangat berbeda. Tidak masalah jika harus menerjunkan Weslay dan Chalondra ke perusahaan secara mendadak.
__ADS_1
"Kau tenang saja Ley, om Tian ini sangat berpengalaman dalam menjalankan perusahaan papi." ucap Landolfo seraya menepuk bahunya Weslay dengan yakin.
Rapat siang ini sudah selesai, Weslay langsung di bawa ke Ruang yang di tempati oleh papinya, dan ruang sebelah sudah ada tulisan ruang sekertaris yang akan di tempati oleh Chalondra.
Weslay dan juga Landolfo masuk ke ruang direktur, dan di ikuti oleh Gisel juga Chalondra.
"Chalondra akan di tempatkan di ruang mana?" tanya Weslay
"Ruang Chalondra ada di sebelah kiri ruangan kamu." ucap Landolfo.
"Kenapa tidak disini saja bersama saya?" tanya nya.
"Tidak Ley, jika serangan dengan kamu. Papi hawatir kamu tidak fokus bekerja." sahut Landolfo
"Saya akan lebih fokus jika ada Chalondra di ruangan ini." ucap Weslay yang masih menginginkan Chalondra duduk diruangan yang sama dengannya.
"Kita akan melihat kemampuan kamu selama 3 bulan kedepan. Di sana Chalondra Di ruangan dengan Gisel." terang Landolfo.
"Kak, kakak yakin akan semua keputusan ini, ingat kak, sekali Ley gagal. Maka kakak akan jatuh miskin." ucap Tian mengingatkan.
"Saya yakin, dan kamu tidak perlu hawatir, jika sampai Weslay gagal. Kau tetap akan aku bayar." jawabnya.
Gisel yang mendengar ungkapan tuannya itu menanggapi dengan bangga. Gisel bersyukur jika suaranya masih di dengar dan di pakai oleh tuannya.
Ponsel Tian berdering, dan Tian harus segera mengangkat nya. namun tidak disini, mengingat ini adalah Irena yang menelpon.
"Kak, maka kemana saja sihh?" bisiknya yang sudah menjauhi ruangan Weslay yang masih Landolfo dan juga Gisel.
"Ada apa?" tanya nya, dengan suara yang terdengar parau
"Kakak, kakak kenapa? Kaka sakit?" tanya Tian
"Nggak, cepat ceritakan ada apa?" sahutnya
"Kak, gawat ini kak. Masak Weslay di tempatkan di jabatan kak Landolfo sebagai direktur, dan posisiku sudah di geser oleh Gisel." ucap Tian. Yang mampu membuat Irena kehabisan kata katanya.
__ADS_1
Irena terdiam untuk beberapa saat, dan Tian masih bisa mendengar suara pria yang ada di belakang Irena
"Kau kenapa sayang hmm?"