
"Saya tidak peduli. Saya suami nya, dan saya adalah ayah dari kedua anak saya yang akan lahir."
karena Weslay tak mau meninggalkan istrinya sendiri di ruang oprasi, akhirnya dokter mengijinkan. Namun dengan satu syarat, Weslay tidak boleh berisik yang akan mengganggu kerja para medis.
Dengan keadaan tegang dan was was, Weslay menyaksikan proses caesar yang tengah di lakukan oleh para dokter.
Hingga 15 menit Weslay langsung tersenyum ketika melihat bayinya di angkat, dan tak berapa lama. Bayi pertama yang berjenis kelamin laki laki itu menangis. Weslay semakin terharu mendengarnya, Setelah itu bayi kedua juga di angkat dan mengeluarkan tangis yang terdengar sangat indah di telinga Weslay.
Kedua bayi itu segera di bersihkan, sedangkan Weslay ikut menyaksikan proses pembersihan kedua anaknya.
Setelah itu, Weslay kembali kekamar yang istri yang masih di lakukan tindakan medis.
"Dokter, pasien mengalami kelemahan jantung." ucap seorang dokter laki laki.
Dokter Karmila segera kembali pada Chalondra. "Dokter, jangan sampai terjadi sesuatu pada istri saya, sembuhkan istei saya." ucap Weslay dengan sangat panik
"Tenang, kami akan melakulan semaksimal mungkin." ucapnya, Dokter itu segera minta Weslay untuk keluar. karena tidak bisa bekerja jika ada keluarga pasien menunggu di dalam ruang oprasi.
Dengan cepat dokter itu segera memerintahkan untuk menyiapkan alat pacu jantung dan juga defibrilator.
Weslay mulai panik, Tak bisa di bayangkan hidup dengan dua anak tanpa seorang istri. Ponsel Weslay berdering, dan nampaklah nama orang yang sedang berusaha menghubunginya.
"Hallo pi."
"......"
"Kedua anakku selama pi, hanya saja..." ucapnya terpotong.
"......."
"Istriku, menfalami koma pi." jawabnya
"......"
"Iya pi," jawabnya lagi. Setelah itu Ponselnya segera di tutup saat sang papi mengatakan ingin segera terbang ke indonesia.
Weay kembali murung. Tak berapa lama, keluarga Chalondra yang merupakan tante Eva dan om Tama baru saja sampai. Tadi Weslay langsung memberi kabar ketika sang istri masuk kerumah sakit untuk dilakukan tindakan oprasi caesar.
"Bagaimana keadaan Chalondra dan bayinya?" tanya om Tama begitu antusias, Tama belum mengetahui keadaan Chalondra.
"Anak kami berada di ruang bayi om, tapi istri saya,... Masih di ruang Ruang pemulihan" jawabnya.
__ADS_1
Ruang pemulihan yang secara medis selalu di sebut recovery room atau post anesthesia care unit adalah (PACU ) , Chalondra masih dalam pengawasan ketat di ruang pemulihan.
"Ta tuhan." desis om Tama.
Evellin juga Kenzo dan di temani oleh dokter Ronald juga menyempatkan untuk datang kerumah sakit. Setelah pulang sekolah, Ronald langsung membawa kedua adik Chalondra kerumah sakit. Dokter Ronald tau jika hari ini ada jadwal Chalondra oprasi. Itu karena tadi pagi Weslay yang memberi tau Evellin.
"Biar tante yang merawat anak kalian dulu Ley, tidak apa apa kan saya tinggal di rumah kalian." ucap Eva. Sebenarnya Weslay sudah membayar kedua pengasuh bayi untuk merawat anaknya dirumah, namun karena tantenya juga ingin ikut menjaga, Weslay malah senang. Jadi kedua anaknya tidak akan kekurangan kasih sayang, belumahi jika Evellin dan Kenzo juga sering berkunjung.
1 minggu sudah berlalu,
keadaan Chalondra masih belum bangun, kedua anaknya di asuh oleh tante Eva dan juga mami Gisel, di tambah lagi ada Evellin dan juga Kenzo.
Sepulang dari kantor, Weslay selalu menyempatkan pulang terlebih dahulu untuk melihat kedua anaknya yang masih berwarna merah. Setelah agak gelap. Weslay akan kerumah sakit untuk bergantian menjaga Chalondra
"Gabriela sudah minum susu yaa.." ucap Weslay seraya mencium pipi cantik putrinya. Lalu beralih pada Gibran yang lebih suka tidur dari pada membuka matanya untuk menyambut papanya.
"Gabriela kalau siang tidur, tapi kalau sore gini dia lebih suka membuka matanya." ucap mami Gisel
"Berbeda dengan Gibran, Gibran malah siang malah banyak membuka matanya," ucap mami Gisel lagi.
"Terimakasih ma, tante, sudah rela menjaga putra putriku." ucap Weslay.
"Tentu saja, kami akan menjaga mereka. Mereka kan juga cucu mami dan tante." balas Gisel.
Weslay terdiam, "saya inginnya Chalondra di bawa pulang saja tan, kemarin papi sudah memberi saran untuk mendatangkan dokter terbaik di negara ini, saya kasian pada kedua anak saya jika kembali di jauhkan dari ibunya. Setidaknya Chalondra masih bisa mendengar celotehan ataupun Tangisan kedua anaknya. Siapa tau dengan cara ini, Chalondra bisa segera bangun." jawab Weslay
"Jika itu yang terbaik, mami dan tante setuju." ucap Gisel.
"Kak, tadi ada telpon dari dokter Ronald, keadaan kak Ocha kembali drop. Dokter sudah merujuk keluar negeri. Tapi semua kembali pada kak Ley." Evellin yang tiba tiba datang memberi kabar yang membuat Weslay kembali sedih.
"Kami akan membawa pulang saja." ucapnya. Weslay segera berdiri lalu segera meraih kunci mobilnya.
Weslay segera menghubungi papinya untuk rencana yang sudah di buat. Setelah sang papi memastikan jika semuanya sudah beres, kini Weslay yang akan meminta ijin pada rumah sakit untuk menghentikan perawatan dan surat rujuk yang di buat keluar negeri.
Setelah sampai di rumah sakit, Weslay segera mengurus segala tete' bengeknya bersama Ronald. Beruntung Ronald selalu sigap menolong kesulitan Weslay yang sebentar lagi akan menjadi saudara ipar.
Tidak ada proses yang membuat mereka kesulitan, ternyata dokter psikiater dan syaraf juga menyarankan hal itu pada dokter yang menangani.
Setelah semua siap, Weslay segera kembali keruang sang istri yang masih tertidur lelap. Weslay mendekati sang istri. Lalu segera mengambil tangan yang terasa dingin itu.
"Nyonya istri, kita pulang ya. Kita besarkan anak kita bersama sama, bukankah nyonya istri juga sangat menyayangi mereka?"
__ADS_1
"bangun lah nyonya istri. jsngan buat tuan suamimu ini bersedih sepanjang hari." lirih Weslay, Tak terasa air mata Weslay menetes untuk kesekian kalinya. Setiap datang mengajak bicara isteinya, Weslay akan meneteskan air mata.
Weslay mengecup kening istrinya, lalu pipi terakhir pada bibir yang masih berwarna merah.
"Ley, semua nya sudah siap. Kita harus segera membawa nya." tegur Ronald.
Weslay mengangguk, lalu kembali mengecup bibirnya. Ada beberapa alat yang masih terpasang, Chalondra segera di bawa keluar untuk di bawa pulang. Menuju parkir mobil, Dokter masih mengawasi sampai rumah.
Di rumah, ternyata semua sudah di siapkan, Chalondra di bawa kekamar tamu, karena Weslay yang meminta untuk memindahkan kamar mereka ke kamar tamu, dan ada beberapa ruangan yang sudah dibongkar dan di jadikan satu dengan kamar mereka yang sekarang,
jadi ruangan seluas 7 x 7 itu sekarang menjadi kamar utama Weslay bersama sang istri.
Sudah dua hari ini, Weslay mengurus segala kebutuhan istrinya. Weslay mulai bekerja dari rumah, karena tidak ingin meninggalkan sang istri barang sebentar.
"Nyonya istri, nyonya mandi dulu yaa, biar tuan suami yang membantu." ucap Weslay seraya menaruh air hangat beserta handuk nya. Weslay mulai membasahi sedikit tubuhnya dengan handuk basah di tubuh sang istri. Lalu kembali mengulangnya lagi ketika di rasa handuk nya sudah mulai kering.
Weslay melihat pergerakan jemari Chalondra dengan samar. Weslay kembali membersihkan setiap lipatan lipatan yang jarang sekali terbuka. Setelah selesai, Weslay kembali memakaikan pakaian yang bersih. Setelah itu memberi lipstick pada bibirnya tipis tipis.
"Ini, Gabriela dan Gibran sudah wangi." ucap suster yang merawat Gabriela dan Gibran.
"Teeima kasih sus, biarkan mereka disini." ucap Weslay,
Suster itu segera keluar setelah menaruh kedua bayinya di atas tempat tidur king size milik majikannya.
"Kalian disini yaa, jagain mama. Papa mau mandi dulu sebentar." ucap Weslay
Ooweekkk... Ooweekkk... Weslay mengurungkan langkahnya ke kamar mandi, karena Gabriela menangis dan tidak mau ditinggal.
"Kan papa harus mandi sayang." ucap Weslay
"Gabriela disini jagain mama sama kak Gibran, ok." ucap Weslay pada putrinya yang di rasa lebih manja.
"Tuu...aannn..." gumam Chalondra, Sontak saja Weslay langsung menghampiri sang istri yang sedang berusaha membuka matanya.
"Nyonya istri.. Kau sudah sadar?" Weslay segera memegang tangan isteinya yang di rasa mulai menghangat.
"Tu..an." ucaonya lagi, lalu Chalondra membuka matanya dan melihat suaminya berada di dekatnya.
"Iya Nyonya istri, kau sudah bangun. Ya tuhannn terimakasih." gumam Weslay. Weslay langsung memeluk istrinya sangking bahagia. Namun ternyata Gabriela dan Gibran langsung menangis mendengar pekikan bahagia menyambut kebahagiaan.
"anak kita menangis." ucapnya. Weslay segera menggendong Gibran, lalu menaruhnya di pangkuan Chalondra, Weslay kembali menggendong Gabriela yang langsung diam daei tangisnya.
__ADS_1
Tamat