
"Rania, ada apa?" tanyanya. Rania hanya menatap nyalang pada Chalondra sahabatnya.
"Chalondra, kami denger tadi kamu menerima tamu pria? dimana tamu itu sekarang?" tanya pak RT
"Iya pak, tapi sudah pulang." balas nya
"Ada yang bilang kau memasukkan pria itu di dalam." ujar pak RT lagi
"Tidak pak. Tamu saya sudah pergi." kata Chalondra, "Dia adalah calon suami saya, tapi sudah pulang pak." tambah nya.
"Burhan, cucuku tidak membawa masuk pria, jangan mengada ngada kamu." pungkas nek Iroh. yang tidak terima cucunya terlalu di pojokkan
"Saya tidak mengada ada, nek. ada tadi yang menelpon Burhan." sahut Burhan yang berprofesi sebagai RT
"Siapa yang bilang, Burhan." tanya nek Iroh.
"Saya tidak tau, tadi ada telpon bahwa cucu nenek membawa masuk pria." timpal pak RT lagi.
"Ada apa sih, Cha." ucap seorang pria yang baru keluar dari kamar Chalondra.
Sontak membuat beberapa orang yang ada dirumah Chalondra saling memandang satu sama lain. Dan ada beberapa wanita yang saling berbisik.
"Dia, Dia siapa?" tanya pak RT mulai curiga.
"Saya tidak tau pak RT." jawab Chalondra
"Siapa kamu? Kenapa bisa masuk kekamarku?" tanya Chalondra
"Kau ini bagaimana sih? Bukannya kita habis ehem ehem, kau jangan seperti itu Cha." ujar pria itu. "Dan kau sendiri tadi yang menarikku untuk kedalam." imbuhnya
"Tidak, semua itu bohong. Saya tidak pernah membawa masuk pria ini." kilah Chalondra
"Chalondra, kau keterlaluan." geram Rania.
"Ran, aku tidak ada apa apa Ran, dengarkan aku Ran, aku di jebak." kejar Chalondra.
"Aku kecewa sama kamu, aku kecewa." ujar Rania lagi
__ADS_1
"kak. Kenapa bisa ada anaknya pak lurah disini." gumam Evelin
"Kakak juga tidak Ev." balasnya
"pak RT, tadi kami hanya bertiga, nggak tau kenapa anaknya pak lurah bisa ada disini." sahut Kenzo
"Kenzo, bukankah dulu aku sering kesini. Bahkan sering menginap disini." ujar Doni
"Tidak pak, saya tidak mengenalnya." timpal Chalondra
"Oya pak semua itu bohong." sahut Kenzo
"Iya pak RT, kami tidak mengenalnya. Kami hanya tau dia itu anak pak lurah gitu aja " sahut Evelin.
Ada suara pria yang tengah menelpon, dan pria itu menyebut nyebut "putra pak lurah Galih kepergok tengah bersenang senang di kamar warganya yang bernama Chalondra."
Dan tak berapa lama, suara menggema nan datar itu terdengar
"oohh, jadi karena disini kamu menolak menikah dengan pilihan papa. Dan apa yang kau lakukan Don, kau..." ucap Pak lurah tiba tiba. Pak lurah geram ketika melihat putranya tidak memakai pakaian dan hanya memakai celana pendek dan singlet.
"Pa, aku sudah katakan pada papa jika kami saling mencintai." ujar Doni
"Kita bawa mereka ke kantor desa. setelah itu kita harus memutuskan untuk kelanjutan hubungan mereka." ucap pak RT
"Saya setuju pak RT. Walau saya lurah disini, tapi keputusan ada di pak Burhan." sahut pak lurah yang sering di sebut Galih.
"Nek, Londra tidak membawa dia masuk kekamar nek. Londra tidak tau kenapa dia bisa ada di kamar Londra." ucap Chalondra.
"Iya nenek tau." jawabnya.
Chalondra dan juga Doni di bawa ke kantor desa.
"Jangan bawa saya pak, saya tidak mau menikah dengannya " tolak Chalondra
"Kau tidak boleh pergi Chalondra, kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan di kampung kita ini." ujar pak RT lagi. beberapa wanita segera menyeret Chalondra, sedangkan beberapa pria menyeret Doni.
Dari kejauhan terlihat seorang pria tersenyum puas menyaksikan adegan seperti itu. "Kau tidak bisa masuk di keluarga Wardhana gadis kampungan. Aku akan menggagalkan pernikahan kalian." gumam pria itu.
__ADS_1
"Cepat kita harus pergi, sebelum banyak yang sadar atas kehadiran kita." titah pria itu.
mobil yang di kendarai pria itu segera berbalik. dan segera melaju menuju jalur kota.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya lurah Galih.
"Kami akan menunggu pagi. Setelah itu kita persiapkan akad nikah yang akan kita gelar secara mendadak." ujar pak Burhan
"Burhan. Jangan lakukan itu. Cucuku sudah punya calon suami sendiri, kalian tidak boleh memaksa cucuku mengaku dari perbuatan yang cucuku tidak lakukan. Ini adalah saksi mata kakaknya." ucap nek Iroh dengan menunjuk kedua cucunya Kenzo dan Evelin.
"Nek, bisa saja kalian bersengkongkol untuk menyelamatkan Chalondra. Tapi sudah terbukti jika nak Doni keluar dari kamar Chalondra hanya memakai singlet dan celana pendeknya. Lalu apa yang mereka lakukan, kalau bukan begituan." ucap pak RT masih membenarkan praduganya.
Chalondra kembali menggeleng, percuma saja menjelaskan jika tidak ada yang percaya.
Rania berjalan mendekati Chalondra dengan airmata yang sudah membasahi pipinya
PLAAKKK... " Aku pikir kau adalah sahabatku, tapi ternyata aku salah, kau menusukku dari belakang. Kau merayu Doni, padahal kau tau, aku sangat mencintai Doni." ucap Rania.
Chalondra memegang pipi yang amat panas akibat tamparan yang di layangkan oleh Rania. " Aku tidak seperti itu Ran, kau salah paham padaku." ucapnya.
PLAAKKK... "Berani beraninya kau menampar calon istriku." balas Doni. " Kau pikir aku mencintaimu? Aku tidak mencintaimu Ran" tambah Doni
"Aku bukanlah calon istrimu, aku sudah memilki calon suami sendiri." ucap Chalondra dengan bola mata yang sudah menganak sungai.
"Tenang kak, kakak jangan emosi." hibur Kenzo.
"Kakak tidak mau menikah dengannya Ken. Dia pembohong." ujar Chalondra
"Iya kak. Kenzo juga tau. Kita semua tau siapa Doni." ujar Kenzo seraya memeluk kakaknya yang tengah rapuh.
"Kalian jangan bersandiwara, bahkan kalian sangat menyukai ku, ketika datang dan selalu membawaku masuk kekamar kakak kalian." geram Doni
"Cukup, sudah cukup kau jangan memfitnah cucuku. cucuku tidak serendah itu." ucap nek Iroh
...♡♡...
Pagi sudah tiba.
__ADS_1
kini saatnya warga disibukkan dengan berbagai keperluan untuk pernikahan dadakan Chalondra bersama anak pak lurah Galih, sejak tadi malam. Chalondra tak bisa membendung air matanya. Chalondra tidak bisa bayangkan jika beneran menikah dengan Doni. Pria pembohong yang tidak pantas bersanding dengannya.
"Segera di rias calon mempelai wanitanya, ini sudah memasuki jam 8" titah bu lurah