Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
eposode 34. Nguji kesabaran di pagi hari


__ADS_3

✍" Saya kurang tau, mereka membawa amplop."


✍ ."biarkan saja, " balas Weslay.


✍ " Terus saya harus bagaimana, Tuan." tanya William lagi


✍ " abaikan." balasnya.


Weslay tidak peduli apa yang ingin mereka lakukan untuk meyakinkannya. yang jelas itu adalah masa Lalu Chalondra. Wesley lah masa depan Chalondra. Karena Weslay juga yang sudah mengambil keperawanan milik Chalondra.


Weslay sedikit tenang. Ketika Chalondra memegang jemari tangan Weslay. "Tuan, jangan gugup." bisiknya. Weslay hanya mengangguk mantap.


Acara demi acara berlangsung dengan tenang, dan meriah. Rania segera menghampiri Chalondra yang duduk di atas altar bersama Weslay.


"Cha, maafin aku yaa, sudah salah faham padamu." ucapnya seraya mengucek matanya yang berembun.


"Aku sudah maafin kamu," balas nya


"Suami kamu ternyata sangat tampan Cha, aku kagum padanya." bisiknya.


Chalondra mendadak merasa gerah ketika mendengar pujian yang di lontarkan oleh Rania. Jujur Chalondra tidak suka jika ada yang memuji suaminya. Walaupun belum ada rasa cinta tapi tetep Chalondra tidak menyukai.


"Terimakasih." jawabnya acuh. Mendengar kata yang di ucapkan istrinya sedikit acuh, Weslay pun juga tidak menyukai wanita yang berada di depan istrinya.


Rania hendak memberi selamat pada Weslay, namun Weslay segera mengalihkan pandangannya dan segera menolak dengan kasar tangan Rania.


"Tuan, jangan seperti itu." tegur Chalondra


"Kamu juga begitu." sahutnya. Chalondra hanya nyengir kuda menanggapi sahutan dari Weslay


Jam 10 malam, acara sudah selesai. Weslay pun juga sepertinya sudah sangat lelah. Ahirnya Weslay menginap di rumah sederhana milik Chalondra. Sedangkan papinya harus kembali bersama rombongan.


Tuan istirahat saja dengan Kenzo." usul Chalondra


"Kok aku sih kak?" sahut Kenzo


"Terus dengan siapa?" tanya Chalondra dengañ mata yang melotot keadiknya.


"Kakak kan istrinya, seharusnya tidurnya bersama kakak." balas Kenzo.


Chalondra bergidik, ketika membayangkan Weslay yang sudah pernah menyentuh dirinya. Lalu tatapanya beralih pada Weslay yang sibuk dengan ponsel nya dan terlihat serius


"Tuan, Tuan.. Tidur mana?" tanya Chalondra


"Saya, emmm.." Weslay sedikit berfikir lalu memandang Kenzo. Sebenarnya Weslay masih sangat canggung jika tidur bersama Chalondra di rumah kecil ini. Weslay yakin dirinya tidak bisa menahan untuk tidak menggaulinya. Apa lagi sekarang sudah menjadi suami istri.


Lalu beralih memandang Chalondra. "Tuan, tidurnya bersama Kenzo." kata Chalondra.


"Saya, saya tidak suka tidur sama pria." ucapnya. Chalondra langsung terbelalak dengan ungkapan yang terlontar dari suaminya.


"Terus mau tidur dimana?" tanya Chalondra


"Cha, biarkan suamimu tidur di kamarmu. Kau bisa tidur di kamar Evelin." ucap nek Iroh.

__ADS_1


"Tidak. Evel tidurnya banyak tingkah nek. Ogah ah tidur sama dia." sungutnya


"Kalau nggak mau yaudah aku kunci saja. Dan selamat malam pengantin baru." goda Evel dan langsung nyelonong masuk kamar nya.


"Evell..." seru Chalondra. Dan segera menyusul.


Weslay bahagia dalam hatinya. Menemukan keluarga yang sangat hangat dan banyak bercanda. Berbeda dengan dirinya, setiap hari sendiri dan hanya bermain ponsel. Namun kadang Weslay selalu keluar malam tanpa sepengetahuan orang yang berjaga di rumah. Weslay akan duduk dengan para anak buahnya yang selama ini di sembunyikan. Nongkrong di sebuah kafe milik salah satu temannya.


Bagaimana Weslay bisa punya teman?. Mereka bertemu ketika Weslay sedang berkunjung di kafe yang sekarang sering di buat nongkrong. waktu itu Weslay menolong seorang wanita yang sedang di perebutan oleh dua orang pria, sejak saat itu Weslay jadi memiliki teman pria yang tadi sempat adu jotos.


Namun pergelangan tangan Chalondra di cekal oleh Weslay. "Tuaaannn... tuan tidur sendiri yaa." ujar Chalondra lembut


Sedangkan Kenzo dan Evelin sudah masuk lebih dulu. sang nenek, sang nenek segera meninggalkan dua insan pengantin baru yang sedang saling memandang.


"Kamu tidur dikamar saja, saya.. saya akan tidur di kursi itu." ucapnya seraya menunduk. bukan Karena takut atau pun malu. namun agar sandiwara yang dia perankan benar benar tidak terlihat.


Chalondra terdiam, bola matanya tak lepas dari objek yang berada di depannya.


"Tuan.. Tidur di kamar saja. biar saya yang tidur di kamar Evelin." ucap Chalondra


"Tidak apa apa," jawabnya


"Duhh jadi nggak tega yaa membiarkan tuan Weslay tidur di luar." batin Chalondra. Chalondra memandang pergerakan Weslay yang mulai menempati kursi kerasnya.


Chalondra segera masuk kekamar, dan tak berapa lama, Chalondra keluar dengan membawa bantal dan selimut.


"Kamu, kenapa disini?" tanya Weslay


Sedangkan dari kedua pintu kamar adiknya, terlihat Evelin dan Kenzo senyum senyum. berharap Weslay akan tidur sekamar dengan kakaknya.


Ingin mendengarkan obrolan pengantin baru itu. Pingin tau apa yang akan mereka berdua obrolkan. Mengingat kakak iparnya adalah pria yang berkebutuhan khusus. Sedangkan sang kakak adalah wanita yang sangat lemah lembut menurut kedua adiknya.


Kenzo menunggu apa yang ingin kakak iparnya itu sampaikan. Namun sepertinya Weslay mengurungkan untuk berbicara pada Chalondra.


"Saya ucapkan Terimakasih." ucap Weslay.


"Jadi orang yang berkebutuha khusus akan selalu mengungkapkan semua kalimatnya dengan bahasa baku seperti itu?" gumam Kenzo


"Iya sih.. Mereka di ajarkan bisa berkomukasi dengan orang lain dengan bahasa yang mudah." lirihnya.


Karena tidak dapat menyaksikan obrolan yang lebih kepada kata romantis, Kenzo memilih untuk kembali menarik selimut yang sudah minta untuk di pakai.


"Cha, emmm.." cegah Weslay saat Chalondra ingin kembali masuk ke kamarnya.


"Apa tuan lapar?" tanya Chalondra


Weslay menggeleng, lalu berbisik pada Chalondra yang membuat bulu kuduk Chalondra berdiri karena merasa geli ketika nafas hangat itu menerpa telinganya.


"Geli tuan." seru Chalondra. Weslay hanya menyunggingkan senyum. Dan tak berapa lama Kenzo dan juga Evelin membuka pintu. Ingin melihat apa yang di lakukan oleh sepasang suami istri itu.


Weslay memang sengaja membuat Chalondra menjerit. Karena dia tadi sempat melirik Kenzo yang sedang mengintip. Dan ingin melihat reaksi apa yang akan Kenzo keluarkan untuk kakak dan iparnya.


"Maaf." ucapnya dengan bibir yang terangkat keatas.

__ADS_1


Huhhh.. Chalondra hanya mendengkus. Lalu segera berbalik dan melihat kedua pintu kamar adiknya.


"Kaliannnn..." geram Chalondra. Lalu Evelin dan juga Kenzo segera berbalik ke kamarnya. Dan segera menutup pintu sebelum sang kakak ngamuk.


Weslay tersenyum geli melihat tingkah konyol yang di lakukan oleh istrinya. Weslay segera merebahkan dirinya di atas kursi yang terasa amat keras.


...♡♡♡...


Matahari sudah terbit dengan begitu sempurna. menghangatkan sepasang pengantin yang baru saja kembali dari jalan jalan.


Tadi pagi sekali, Weslay membangunkan Chalondra karena tidak bisa tidur. Semalam hanya membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. kemudian bangun dari tidurnya karena ternyata tidak bisa tidur. Ahirnya Weslay memutuskan menyusul Chalondra kedalam kamarnya. Beruntung kamar Chalondra tidak bisa di kunci. Jadi tidak membuat Weslay berteriak minta untuk di bukakan yang akan membuat semua penghuni rumah terbangun.


Weslay segera merebahkan tubuhnya di samping Chalondra di atas tempat tidur yang sempit. Chalondra memang tidak gampang terganggu jika sudah tidur. Tapi sekalinya terganggu, Chalondra tidak bisa memejamkan matanya kembali.


Weslay segera memeluk Chalondra dari samping Chalondra, lalu menyunggingkan senyum melihat wajah polos istrinya. Weslay memberanikan dirinya untuk mengecup pipi Chalondra. Setelah itu benar benar memejamkan matanya.


Hingga pagi tiba, Weslay masih dalam posisi seperti itu. Sehingga Chalondra terbangun karena merasa sulit untuk bernafas. Dan perutnya seolah di himpit oleh batu besar.


Chalondra beberapa kali mengerjap ngerjapkan matanya. Lalu segera menyadari jika di sampingnya ada nafas hangat yang menerpa leher Chalondra.


"Ya tuhan.. Kenapa sih pria ini demen sekali mencuri kesempatan." gumamnya


Chalondra segera mengangkat tangan Weslay, Namun Weslay malah semakin mengerat pelukannya.


"Bangun tuan, sudah siang." seru Chalondra


Weslay hanya menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam. " Tuan bangun.." ucapnya lagi. Weslay ingin tau sejauh mana Chalondra sabar menghadapinya di pagi hari.


"iihh bangun.." ucapnya lagi


Weslay segera membuka matanya, "Kamu sudah bangun?" tanya Weslay dengan suara serak has bangun tidur.


"Kenapa tuannya ini mendadak memiliki suara yang se*si." batinnya dan sesaat terpaku pada wajah polos suaminya


"Tuan, saya mau jalan jalan. Tuan mau ikut nggak?" tanyanya


"Jalan jalan." ulang Weslay. Chalondra segera mengangguk. Lebih baik pagi ini di habiskan untuk jalan jalan. Daripada ribut berdua di dalam kamar, yang akan membuat kedua adiknya semakin menggodanya.


"Iya," jawabnya


Weslay segera bangun dan segera mencuci muka. Begitu juga dengan Chalondra. Setelah mereka siap, Chalondra segera memakai sweater yang sudah agak pudar. Weslay hanya memandang sweater milik Chalondra.


"Apa kamu tidak punya yang lain?" tanya Weslay.


"Apa?" tanyanya agak jutek


"Itu.. Apa itu.. Iteer atau tower itu.." tanya Weslay. Chalondra mengerutkan keningnya. "Apaan sihh?" tanyanya lagi


"Ini." tunjukknya,


"Ini namanya Sweater bula6n iter atau tower." sahutnya. "iya itu " sahut nya


"Tidak ada." jawabnya

__ADS_1


__ADS_2