
Landolfo baru ingat dengan data yang tadi di temukan di kamarnya. Setelah melihat ponselnya berdering. Dan yang memanggil adalah kontak yang bernama Gisel.
Landolfo langsung mengangkatnya, karena sudah tidak sabar untuk memberi pekerjaan pafa Gisel.
"Hallo tuan, tuan memanggil saya?" tanya Gisel dari balik layar
"Ya, aku ada tugas untukmu. Bisa secepatnya kesini, kalau tidak, besok pagi juga tidak apa apa." ujarnya
"Saya masih di luar kota tuan, mungkin besok pagi baru saya bisa datang ke mansion." jawabnya
"Ok, tidak apa apa." sahutnya.
Landolfo segera keluar mencari map yang tadi sempat di bawa. Landolfo mencari di kamarnya. Landolfo ingat jika map itu tadi di taruh diatas meja kamarnya.
Landolfo mulai mengobrak abrik laci dan juga berkas berkas yang ada di atas meja. Namun tidak menemukan map itu.
"Bik Atun, iya tadi bik Atun yang membereskan kamar" gumamnya.
Landolfo segera menekan tombol untuk memanggil salah satu pelayan di rumah ini. yang berbeda tempat, lalu segera memanggil nama bik Atun.
Bik Atun berlari terburu buru menuju ruangan utama keluarga besar milik majikannya.
"Tuan, tuan memanggil saya?" tanyanya.
"Iya, bibik tadi membereskan kamar saya, bibik melihat map berwarna merah?" tanya Landolfo
"Map, tidak tuan, saya tidak melihatnya." sahutnya.
Landolfo kembali mencari keberadaan map itu. Landolfo mulai mengingat ingat kembali terahir membawa map nya.
Landolfo keluar dan hendak kekamar Weslay, siapa tau ada di kamar Weslay. Bukannya tadi dirinya langsung berlari kekamar Weslay.
"Papi, papi cari apa? kelihatan gelisah sekali " tanya Nathan yang berpapasan di depan tangga.
"Nath, kau lihat map berwarna merah tidak? Itu map yang bertuliskan RSJ Kertala." ucapnya
"Oohh itu yang tadi papi bawa ke ruang keluarga." ujar Nathan.
"Nahh iya, kau melihatnya?" tanya nya
"tadi Nathan rawat pi, di atas meja hias." ucapnya
"Oohh.. Syukurlah," sahutnya
"Terimakasih ya, sudah merawatnya " ujar Landolfo
"Memangnya ada apa sih Pi?" tanya Nathan.
"Ayo ikut papi. Biar papi ceritakan." ajak Landolfo. Nathan pun segera mengikuti papinya ke ruang keluarga.
"Ini Nath, kau kan tau sendiri. Adikmu tidak pernah di rawat di RSJ ini, tapi kau lihat saja laporannya. Pantas saja Weslay tidak di terima di sekolah reguler." ujar Landolfo
"Kok bisa sih Pi, waahh mami niihh yang nggak teliti, pi." ucap Nathan, seolah menyalahkan maminya yang teledor
"Mami mungkin juga tidak tau." jawab nya.
__ADS_1
"Kebiasaan mami tidak pernah membaca ulang." gumam Nathan.
"Sudah, nggak usah salahin mami. Mami juga tidak tau Nath." tegur Landolfo
...♡♡♡...
Berbeda dengan Weslay dan juga Chalondra. Chalondra tengah duduk di pinggir kolam renang bersama Weslay.
"Tuan, tau nggak apa nama bintang yang paling kecil itu?" tanya Chalondra seraya jari telunjuknya mengarah pada bintang yang paling kecil.
'Aneh nih anak, biasanya orang orang akan menanyakan nama bintang terbesar. Ini malah nanya paling kecil,' batinnya
"Tuan tidak tau ya.." tanya Chalondra dengan nada mengejek.
"Tau, kata miss Ajeng namanya, bintang kecil di langit yang biru, amat banyak menghias angkasa.. Aku ing...."
"Tuan, iihh kok malah nyanyi sihh.." cebik Chalondra kesal
"Kata miss Ajeng begitu. Bintang yang paling kecil menghias angkasa " jawabnya lagi
"Bukan itu.. Maksud saya nama bintangnya tuan." debat Chalondra.
"Saya tidak tau. Tapi kalau yang paling besar itu saya tau" ujar Weslay dengan percaya diri.
"Apa nama bintang yang paling besar?" tanya Chalondra lagi
"Weslay, kata miss Ajeng, bintang paling besar itu Weslay." sahutnya
peftttt... "Mana ada bintang bernama Weslay." bantah Chalondra.
"Itu bukan bintang yang ada di langit tuan. kalau bintang yang ada di langit itu namanya UY Scuti bintang yang paling besar. dan yang paling terang namanya sirius." ucap Chalondra
"Kamu tau dari mana?" tanya Weslay
"Dari google," jawabnya seraya menampakkan gigi putihnya.
"Terus yang paling kecil, namanya apa?" tanya Weslay
"Yang paling kecil namanya sagitarius Dwarf Irregular" ujarnya
"Dari google juga?" tanya nya
"bukan, kalau itu tebakan dari Kenzo." sahutnya
"Kami kalau sedang merindukan ibu, kami akan memandang bintang yang paling terang." ujar Chalondra
"memangnya disana ada ibu?" tanya Weslay
"bukan ada ibu. Tapi cahayanya itu yang membuat kami selalu ingat akan ibu, cahayanya yang memberi jalan yang benar dari ibu, Ibu buat kami adalah bintang terindah dan paling terang." ucap Chalondra seraya memandang bintang di langit.
"Kalau mami, mami saya tidak seperti bintang bintang di atas. Saya tidak tau, mami sebagai apa?" gumam Wesley sendu
Chalondra langsung menoleh dan memandang suaminya, ada rasa belas kasih kalau mendapati wajah sendu seperti ini.
"Tuan, jika ada mami, mungkin kita tak bisa bertemu dan menjadi suami istri. Itu artinya mami anda juga bintang yang paling terang seperti ibu saya."ujar Chalondra
__ADS_1
"Seperti itu? Bagaimana bisa, kan mami tidak ada." sahutnya
"Karena mami tidak ada, maka tuhan mengirim Londra untuk jadi pengasuh tuan, dan dari situ kita jadi lebih kenal dan dekat seperti ini." ucap Chalondra
Weslay menoleh dan memandang Chalondra yang tengah memandangnya. Chalondra menyunggingkan senyum untuk tuan mudanya. eehh untuk suaminya.
"Tuan, jangan memandang saya, ntar nggak kuat nahan beban na*su Tuan." tegur Chalondra dengan menampakkan cengirannya.
"Iya. saya memang tidak bisa nahan beban na*su jika berada di dekat kamu." sahut Weslay
"Hahaha.. apalagi beban berat badanku, tuan pasti juga nggak akan bisa kuat." balas nya.
Weslay kembali menoleh pada Chalondra yang masih menampakkan senyum mengejek pada dirunya. Weslay tak tahan melihat senyum yang di sajikan oleh Chalondra, Weslay segera berdiri, lalu menarik pergelangan tangan Chalondra masuk kedalam rumah.
"Tuan, pelan pelan. Saya bisa jalan sendiri tidak usah di tarik." teriak Chalondra
"Tuan," serunya lagi. Namun Weslay tetap menarik Chalondra untuk segera masuk kekamar.
Chalondra pun segera meraih sesuatu agar tidak bisa di tarik lagi oleh Weslay. Alhasil Weslay hampir terjatuh karena tidak ada keseimbangan dari penolakan yang di lakukan Chalondra.
"Saya bisa jalan sendiri." ucapnya, setelah Weslay berhenti dan membalikkan badannya.
"Tapi kamu lama.' sahut Weslay
"Sabar dong tuan, namanya juga masih nye...."
Aaakkk... Chalondra kembali berteriak ketika Weslay mengangkat tubuhnya.
"Tuan, turunin tuan." seru Chalondra. Seraya kakinya berusaha terlepas.
"Diam Cha. Ntar papi denger." bisiknya
"Bodo... Tuam Ando.." teriak Chalondra memanggil mertuanya
Weslay segera membungkam mulut Chalondra dengan bibirnya.
Huummmhhh... Huummmhhh... Chalondra berusaha melepas pagutan bibir yang di lakukan Weslay.
Varia yang mendengar keributan di ruang tengah segera membuka pintu. Varia pikir Weslay dan Chalondra sedang berantem.
"Apa aku bilang, Weslay bukanlah pria normal. Jadi rasakan saja amukan keponakan ku." batinnya seraya menyunggingkan senyumnya
Namun ketika membuka pintu, Varia sangat tidak percaya dengan apa yang di lihat. Varia melihat Weslay tengah membungkam mulut Chalondra dengan mulutnya sambil berjalan.
"kurang ajar, Sebenarnya Weslay itu benaran autis nggak sih? Kenapa dia bisa seromantis itu.?" gumamnya dengan wajah yang terlihat kesal.
Varia menyaksikan Weslay yang menaiki anak tangga satu persatu. Hingga sampai di depan pintu kamar nya. Weslay terlihat sedang menurunkan Chalondra.
"Tuan, tuan keterlaluan, bagaimana jika tuan Landolfo melihat Kita?" geram Chalondra.
"Salah kamu berteriak teriak, jadi kan papi terus keluar." sahut Weslay
"Tapi tuan itu keterlaluan. Saya bisa jalan sendiri nggak usah di tarik tarik atau pakai di gendong." gerutu Chalondra
"Tapi saya mau membuktikan jika saya mampu mengangkat beban berat kamu." sahutnya. "yaa memang saya akui, saya tidak bisa menahan hasrat ketika ada sisi kamu." ucaonya.
__ADS_1
Nathan yang kamarnya berada di samping Weslay pun keluar. Nathan melotot tidak percaya akan perubahan yang di alami oleh Weslay. "itu pengasuh memang sangat berbahaya buat mami, buktinya baru beberapa bulan jadi pengasuh nya sudah membuat Weslay berubah drastis." gumamnya