
"Apakah ada yang sakit? Apa Nathan menjahati kamu?" tanya Weslay pada Chalondra.
"Tidak ada, cepatlah ganti pakaian tuan. Saya akan ke bawah. Saya akan siapkan sarapan anda." ujar Chalondra.
Chalondra segera berbalik dan bermaksud meninggalkan tuan mudanya, namun lagi lagi Weslay mencegahnya, Weslay segera menutup pintu kamar sebelum Chalondra berhasil mencekal knop pintunya.
"Tu...Tuaan.." lirihnya.
"Kenapa kamu pergi, bukankah kamu akan menemani saya tidur, semalam. Kenapa kamu pergi meninggalkan saya" tanya Weslay
"Tuan. Semalam tuan sudah tidur, jadi saya memang harus pergi." jawab nya
"Kenapa? Kenapa kamu tidak menemani saya sampai pagi." protesnya
"Itu tidak mungkin tuan, Tuan kan.."
"Dulu Arnetta selalu menemani saya sampai pagi, kenapa kamu tidak seperti Arnetta." desaknya.
"Karena dulu tuan masih kecil, dan bibik Arnetta..."
"Bukankah kamu juga mengatakan jika saya masih kecil kemarin. Kalau kamu menganggap saya masih kecil, kau tak boleh meninggalkan saya sendiri."
"Tuan, Tuan memang.." Tok... Tok... "Londra, apa yang kalian lakukan di dalam?" teriak Nathan dari luar.
"Tuan buka pintunya, kita tidak boleh berada di dalam kamar hanya berdua." kata Chalondra dengan wajah hawatir.
"Londra, Ley... Apa yang kalian lakukan.. Buka" teriak Nathan lagi.
Wesley segera menggeser tubuhnya, lalu membiarkan Chalondra keluar dari kamarnya. Di luar terlihat ada wajah yang melihat mereka berdua dengan curiga.
"Kami tidak melakukan apapun, Tuan hanya meminta ku untuk berhati hati pada anda " ucap Chalondra.
"Aku tidak percaya, Ley bisa berkata begitu. Apa kau tau, Ley itu tidak pernah nyambung kalau di ajak bicara. Tidak mungkin Ley akan mengatakan itu padamu." sangkal Nathan.
"Lagian, apa yang akan kami lakukan? Jika kalian saja tidak percaya pada tuan Weslay." ejek Chalondra
"Yang perlu kami waspadai adalah kamu Chalondra, kamu bisa saja merayu Weslay dan kau bisa mengelabuhi Weslay, hingga terjadi sesuatu pada kalian. Kau kan tau sendiri jika Weslay adalah pewaris utama keluarga Landolfo." ucap Nathan
__ADS_1
Chalondra mencibir, lalu segera melenggang pergi dari hadapan Nathan. Sedang kan Nathan, dirinya langsung mengepalkan kedua tangannya dan segera meninju ke udara .
Tak berapa lama, Weslay sudah keluar dengan pakaian rapi, dengan kacamata yang selalu bertengger di hidung mancungnya.
"Ley," gumamnya. Nathan baru menyadari jika Weslay sangat tampan. Bahkan dirinya saja kalah jika di dampingkan dengan Weslay.
"Bang Nathan, bang Nathan nunggu saya?" tanya Weslay dengan polos
Nathan pun menyungingkan senyum tulus pada Ley. "Sepertinya sudah lama kita tidak makan bersama di meja yang sama, yok." ajak Nathan lalu segera menautkan jemari Lay.
"Kau sekarang tambah tampan sekali Ley, pantas saja pengasuhmu betah di sampingmu." celetuk Nathan
"Apa maksud bang Nathan?" tanya Weslay seraya menghentikan langkahnya.
"Ayolah Ley, aku tau kau sudah memilki na*su pada wanita." goda Nathan
"Na*su?" ulangnya
"Iya, aku tau kau pasti tau apa itu na*su." cecar Nathan. Namun Weslay tetap tidak paham apa yang di bilang abangnya.
"Tuan, kita harus segera sarapan, karena ini sudah sangat siang." tegur Chalondra. Mereka perduapun segera melanjutkan langkahnya menuruni tangga.
Weslay dan Nathan segera duduk, setelah itu Chalondra juga duduk di kursi yang sama dengan mereka berdua.
"Kau, sejak kapan kau boleh duduk disini bersama majikanmu?" tanya Nathan yang terlihat tidak menyukai
"Sejak tuan Ando meminta saya untuk selalu menjaga tuan Weslay, dan sejak saat, ketika kalian pergi meninggalkan tuan Lay sendiri dan merasa kesepian." jawabnya
Nathan segera melirik Weslay, "Lay, sekarang sudah ada abang. Sebaiknya kita memposisikan diri kita. kita duduk hanya boleh bersama dengan orang orang yang sederajat dengan kita. Bukan dengan pengasuh rendahan seperti dia." tegur Nathan
"Tapi saya bisa makan dengan nyaman, ketika Londra ada disini. Jadi saya minta kita tidak perlu meributkan masalah kecil seperti ini." ujar Weslay
Bola mata Nathan membola, ketika mendengar jawaban tak terduga dari Weslay. "kenapa bocah gila ini sekarang jadi lebih pintar dariku. Tak bisa di biarkan, mami harus tau." batinnya.
Mereka kembali melanjutkan sarapannya, sedangkan Nathan, masih memandang heran pada Ley juga pengasuhnya. tak berapa lama bik Sam dan juga pak Budi datang dan langsung menyusul duduk di sebelah Chalondra.
"ini... Apa apaan ini.. Ley, jangan bilang ini masalah sepele.. Ini sudah tak masuk akal Ley," protes Nathan.
__ADS_1
Sedangkan bik Sam dan juga pak Budi kembali berdiri. Karena tidak ingin ada keributan di pagi hari. Nathan dan nyonya serta tuan besar adalah orang orang yang baik. Tuan Weslay juga sangat baik. Hanya saja tuan Wesley belum tau mana pelayan dan keluarga. Weslay lah yang meminta mereka untuk makan bersama di meja dan kursi yang sama. Setelah di tinggal papinya lagi, Weslay kembali kesepian di meja makan. Ahirnya dia meminta ketiga orang itu untuk menemani makan setiap hari. Dan untuk pelayan yang lain, mereka tetap makan di dapur.
Tak ingin menanggapi perkataan Nathan, Weslay segera menyelesaikan sarapannya. setelah itu segera berdiri dan meninggalkan ruang makan.
Nathan segera mengejar Weslay ke kamarnya. "Lay, jangan begini.. Kau tau kan derajat kita itu berbeda dengan mereka." ucap Nathan
"Saya harus berangkat sekolah." sahutnya.
"Ayo tuan, semuanya sudah disini." ucap Chalondra seraya menunjuk tas bawaannya yang lumayan banyak.
"Biar abang yang antar kalian." seru Nathan.
Nathan segera menghentikan langkahnya, ketika ponselnya berdering.
"Hallo Em," jawab Nathan
"Kita harus ketemu sekarang, ada sesuatu yang harus ku sampaikan Nat." ucapnya
"Ok, aku bersiap dulu." balas nya, lalu segera menutup ponselnya dan segera melihat sekelilingnya. Nathan sudah tidak mendapati Weslay dan juga Chalondra di dekatnya. Dan terdengar suara pintu mobil di tutup. Tak berapa lama, mesin mobil itu berbunyi dan itu menandakan jika mobil yang Di kendarai oleh pak Budi sudah keluar.
Nathan hanya mendengkus, awalnya dirinya ingin tau tempat Weslay menimba ilmu. Namun malah sudah tinggal.
...♡♡♡...
Weslay memasuki gedung Sekolah tingkat SD. Banyak pasang mata yang menatap aneh pada kedatangan Weslay, terutama para gadis gadis belia di sepanjang Weslay melangkah,
"Hallo Weslay," sapa Miss ajeng, Miss ajeng adalah penanggung jawab Weslay di tempat therapynya
Wesley memang jarang sekali menanggapi dengan berucap, Weslay lebih sering menanggapi dengan tindakan, seperti saat ini Weslay hanya menanggapi dengan menunduk.
"Hai, pandang Miss Ajeng dong Ley," ucapnya seraya mengangkat dagu Weslay. Weslay pun mengangkat, Weslay menoleh dan mencari keberadaan Chalondra, lalu kembali menunduk.
Tettt..Teett.. Tettt.. Tanda bel masuk sudah berbunyi, dan Weslay segera di bawa masuk ke ruang kelas. Awalnya memang menolak, karena melihat keramaian di dalam kelas. Yaa walaupun. Hanya ada 15 siswa dan siswi , namun karena belum terbiasa Weslay segera berbalik.
"Saya tidak mau, saya mau di tempat miss" tolaknya.
Chalondra hanya mampu mengelus dadanya, sebenarnya kasian juga, sudah sebesar itu dan sudah terlihat dewasa , tapi pikirannya masih seperti anak anak.
__ADS_1