Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 52. Suami Siap Siaga


__ADS_3

"Adduuhhh.. " desisnya.


Beruntung Weslay dengan sigap mencekal pergelangan tangan Chalondra, sehingga Chalondra tak jadi jatuh. Chalondra memejamkan matanya ketika menyadari, jika Weslay adalah pria yang dengan sigap menolong istrinya. Sudah berapa kali Chalondra hampir terjatuh, namun ahirnya Weslay yang berhasil menolongnya.


"Apakah dia malaikat yang tuhan kirimkan untuk menolongku." batinnya


"Dengarkan aku Cha, aku akan jelaskan semuanya." ucapnya seraya menarik Chalondra dengan pelan.


Chalondra menangis tergugu di depan Weslay, dan lagi yang belum Chalondra ketahui. Weslay adalah pria yang memiliki kepekaan. Suami yang sangat peduli akan keselamatan dan keamanan keluarganya. Weslay segera merengkuh tubuh Chalondra, mengelus punggung nya dengan lembut, dan membiarkan Chalondra mengeluarkan tangisnya atas kekecewaan yang Weslay sembunyikan selama ini.


jika dulu sebelum maminya meninggal, dan Weslay sudah menjadi pria dewasa. Mungkin Weslay mampu menolong maminya sendiri.


Weslay masih diam, membiarkan dirinya menjadi sandaran kehancuran sang istri. Setelah sekitar 5 menit, tangis Chalondra mereda.


"Sudah tenang sekarang?"tanya Weslay. yang di angguki oleh Chalondra.


Weslay segera membawa Chalondra ketempat parkir kendaraannya. " Ayo, naiklah." ajaknya


"Tuan mau ajak saya kemana?" tanya Chalondra.


"Mulai sekarang tidak ada panggilan tuan diantara kita. Aku adalah suamimu dan sekarang tidak ada pengasuh untukku. Yang ada adalah istri yang sangat aku sayangi." ucapnya


"ayo naiklah." Weslay kembali memerintah Chalondra untuk naik.


Chalondra segera naik keatas jog kendaraan milik Weslay. "Pegangan Cha,"


"Hmmm..." sahutnya


"Pegangan, ntar kamu jatuh." ucap Weslay lagi


"Pegangan?" tanya nya. Kenapa mendadak telmi sihh ketika Weslay menyebut dirinya Aku. Biasanya sebutan Saya justru membuat Chalondra seperti bicara dengan bos aslinya. Namun kini panggilan sebutan itu sudah berganti menjadi Aku, Justru membuat Chalondra malah canggung.


"Iya pegangan." ucap Weslay, seraya mengambil kedua tangan Chalondra dan Weslay lingkaran pada perutnya.


"Jangan di lepas ya." setelah itu Weslay segera menyalakan mesin kendaraannya. Weslay tersenyum dalam hatinya bersyukur, bisa membawa Chalondra duduk di jog belakang. Biasanya kalau berkendara malam malam, Weslay selalu melihat pasangan muda mudi yang dengan romantisnya di atas jog kuda besi yang mereka tumpangi.


"Aku selalu memimpikan situasi seperti ini terjadi Cha, aku sangat menginginkan hal itu." ucapnya. Namun Chalondra tidak membalas, karena tidak tau apa yang suaminya itu utarakan.


Duduk di jog belakang, dengan angin yang berhembus begitu cepat, sehingga mengurangi indera pendengaran Chalondra bekerja sedikit lambat ketika sang suami mengajak bicara, Chalondra hanya menjawab. *Iyakah, atau tertawa walapun tidak ada yang lucu dari penuturan Weslay.


Weslay ikut tertawa ketika Chalondra tertawa, Weslay tau apa yang membuat istrinya itu tertawa. Itu karena Chalondra tidak dengar apa yang di ucapkan Weslay*.


Weslay menghentikan kuda besinya di sebuah perkebunan yang penuh dengan hamparan tanaman bunga mawar di depannya. "Bisa turun?" tanya Weslay


Chalondra masih belum bisa percaya dengan apa yang di alami sekarang, "Benarkah suaminya ini seromantis itu," batinnya.


Karena tidak mendapat sahutan dari istrinya, Weslay segera menjepit hidung Chalondra dengan gemas. Sehingga Chalondra tergemap, hingga nampak lucu di mata Weslay


"Kenapa sekarang kau jadi sering bengong.? Ayo turun biar ku jelaskan kenapa aku harus melakukan ini." ujar Weslay


"Tuan, perut saya sakit. Bisa bantu saya turun?" tanya nya yang terdengar seperti minta pertolongan.

__ADS_1


Weslay segera merentangkan kedua tangannya. Lalu menggendong Chalondra turun dari kuda besi nya.


Weslay membawa Chalondra pada gubug yang sering Weslay singgahi ketika merasa penatWeslay membersihkan terlebih dahulu tempat duduk untuk istri tercintanya.


Weslay mulai bercerita tentang masa kecil yang berusia 7 th. Semuanya Weslay ceritakan dan tidak ada yang terlewatkan.


Chalondra masih terdiam mendengarkan pengakuan dari suaminya. Setelah sekitar 2 jam bercerita tentang perjalanan masa kecil hingga dewasa, kini Weslay terdiam.


Hening... Hanya ada suara hembusan angin yang menerpa mereka berdua.


"Sekarang, apa yang akan tuan lakukan untuk mami Irena?" tanya Chalondra


"Aku akan membuka semuanya pada papi, aku butuh bantuanmu, agar papi percaya dengan semua bukti bukti yang aku punya." balas Weslay


"Kamu mau kan membantu ku untuk meyakinkan papi?" tanya Weslay. Chalondra terdiam, lalu memandang hamparan tanaman bunga mawar yang begitu indah.


"Saya akan bantu tuan, saya akan dukung tuan. Jikapun papi tidak percaya dengan pengakuan tuan, saya siap menemani tuan jika kemungkinan hal buruk harus kita lalui." sahutnya


"Terimakasih Cha, terimakasih.. Aku akan segera menelpon papi untuk terbang ke indonesia." ucapnya penuh semangat.


...♡♡♡♡...


Sedangkan di tempat yang berbeda.


Landolfo sudah dalam perjalanan ke indonesia. Dengan di temani oleh Irena. Landolfo terlihat begitu panik. Membayangkan hal buruk yang terjadi pada anak dan menantunya. Namun Landolfo lebih menghawatilan Chalondra.


"Papi tenang yaa, mami yakin tidak akan terjadi sesuatu pada mereka." ucap Irena mencoba menenangkan suami


"Papi hawatir, Weslay akan mengalami Bipola lagi mi," ucapnya


"Dokter bilang jika Weslay mengalami sesuatu, seperti merasa nyawanya terancam, atau merasa di asingkan maka bipola itu akan kembali menyerang." balas Landolfo


"Semoga Weslay tidak mengalaminya lagi pi. Semoga itu diagnosa yang tidak benar " sahut Irena


Mereka sudah sampai di bandara internasional soekarno hatta. Tian sudah menunggu kedatangan kedua kakaknya.


"Tian, bagaimana apakah Weslay sudah kembali bersama Chalondra." tanya Landolfo


"belum kak, bahkan ponselnya tak bisa di hubungi." balas Tian


" Tenang pi," lirih Irena seraya mengelus punggung sanh suami.


"Iya mi."


Mobil yang mereka tumpangi segera meninggalkan parkiran bandara, Mereka segera menuju mansion yang di huni oleh Weslay.


Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai dan terlihat pak Budi tengah duduk menunggu tuan besarnya datang.


"Bagaimana pak Budi? Apa pak Budi tadi tidak melihat mereka keluar kantor?" tanya Landolfo


"Saya tidak melihat tuan, tapi kalau di lihat dari pantauan cctv tuan muda seperti tengah terburu buru, setelah keluar dari ruangan nona Chalondra." jawabnya.

__ADS_1


"Terus," sambungnya.


"Tak berapa lama, nona mengejar tuan dan mereka ternyata memakai kendaraan umum." tambahnya


Mereka segera masuk. Namun langkah mereka berhenti ketika ada cahaya kendaraan roda dua memasuki halaman mansion. Semua orang yang berada di mansion segera menoleh dan melihat sepasang suami istri yang tengah mereka khawatirkan datang.


"Weslay, Benarkah itu putraku?" gumamnya


"Pi, dia Weslay.. Dia bisa mengendarai roda dua?" tanya Irena


"Papi juga tidak yakin mi, ini Weslay kenapa bisa seperti itu." sahutnya


"Papi.." seru Weslay. Weslay segera berhambur kepelukan papinya.


"Ley, beneran ini kamu, kamu sudah kembali dalam keadaan yang tidak papi duga," ucapnya


"Iya, ini Weslay anak papi." jawab nya


"Kau sudah sembuh? Dan ini... Kau benar benar. .." Landolfo tak sanggup melanjutkan kata katanya ketika melihat anak semata wayangnya sudah kembali seperti usia 5 th. Weslay yang selalu menghibur dan membuat bangga dengan segala tingkahnya.


Irena masih terdiam mengamati penampilan Weslay yang ternyata lebih sempurna dari bayangannya


"Ley, mami ikut bahagia." ucap nya yang menyela ucapan Landolfo. Namun Weslay tidak peduli, dan tetap terfokus pada papi. .


"Cha, terima kasih yaa, kau sangat berjasa untuk keluarga kami. Terima kasih menantu baikku." ucap Landolfo lalu memeluk Chalondra.


Weslay menyaksikan kedekatan papi dan istrinya.


"Pi, ada yang ingin Ley tunjukkan pada papi. Kuharap papi bisa menerima kenyataan ini." ucap Weslay


"Ada apa ini.. Kelihatan serius banget." ucapnya.


"Kita duduk di ruang keluarga pi," ajak Weslay.


Mereka segera masuk ke ruang keluarga. Weslay berjalan dengan menggandeng tangan Chalondra. Meminta untuk memberi dukungan atas segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Ada apa sih?" tanya Irena yang penasaran.


"Iya papi jadi penasaran juga " sahutnya


"Cha, mana amplopnya." tanya Weslay.


Chalondra segera mengeluarkan amplop yang akan di tunjukkan pada papinya. Chalondra segera mengangsurkan pada Weslay.


"Apa ini?" tanya Landolfo yang semakin di buat penasaran


"Di buka saja Pi, maafkan Weslay jika sudah lancang nyekidiki ini tanpa sepengatuan papi." ucapnya


"Apa sih Ley." Irena juga ikut penasaran. Irena mulai tidak tenang. Siapa tau amplop itu adalah bukti kejahatan yang sudah dia lakukan. Pasalnya sejak siang tadi, Nathan tidak bisa di hubungi lagi.


Landolfo mengeluarkan amplop yang berisi beberapa foto. Tenggorokan Landolfo tiba tiba saja mendadak kering. seperti tidak ada rongga rongga yang kosong untuk saluran oksigen.

__ADS_1


Landolfo memandang Weslay, lalu melihat Chalondra dengan kedua tangannya terlihat terkepal, rahang tegasnya terlihat semakin terlihat.


"Apa apaan ini Cha..?"


__ADS_2