
"Saya?" tanyanya.
"Iya tuan. Itu atas nama Weslay." ucapnya
Weslay menggeleng, " Saya tidak tau uang." timpal Weslay. ' Oohh iya, terus siapa sihh? Apa tuan Ando.' gumamnya. Ketika menyadari jika suaminya itu tidak tau apa itu uang.
"apa papi tuan?" tanya nya. Weslay hanya menjengkitkan bahu karena tidak tau.
"Ya sudah, yuk kita harus pulang." ajak Chalondra
Weslay pun segera berjalan beriringan dengan Chalondra. Jemari tangan mereka saling bertautan. Hingga mereka berada di parkiran mobil yang sudah menunggunya.
Didalam mobil.
"Pak Budi, apa Budi menelpon tuan Ando tentang kejadian pagi ini." tanya Chalondra ketika berada didalam mobil
"Tidak, nyonya." jawabnya
"Ihhh, pak Budi.. panggil Londra aja kayak biasanya." protes Chalondra karena tidak menyukai panggilan nyonya untuk dirinya
"tapi kan sekarang. Non Chalondra sudah jadi istri majikan saya." ucap nya
"Itu hanya sementara pak Budi." sahutnya. sontak membuat Weslay berbaik ketika mendengar jawaban dari istrinya.
"Maksud kamu, istri sementara apa?" tanya Weslay yang terdengar gemetar. dadanya terlihat naik turun karena menahan emosi. perlu di ingat, jika Weslay adalah pria normal.
"Ya, kan perjanjiannya seperti itu, sampai tuan bisa kembali dengan normal. maka saya akan bercerai dari tuan." ujar Chalondra.
"Cha, jangan bicarakan itu. tidak baik membicarakan hal seperti itu saat ada orang lain disekitar kita.,?" tegur nek Iroh.
"Dan satu lagi tuan, kita tetap tidur terpisah, sampai pernikahan kita berusia 1 tahun." tambah Chalondra
"Apa ada perjanjian itu?" tanya Weslay. jujur Weslay sangat tidak menyukai adanya perjanjian pranikah macam ini. padahal Weslay sangat mencintai Chalondra, dan ingin hidup bersamanya sampai tua. tapi ternyata ada perjanjian antara Chalondra dan papinya.
*Flashback
"atau kita sepakati dengan perjanjian Chalondra. agar kau bisa hidup bebas setelahnya. saya paham apa yang kamu pikirkan. kamu pasti sangat menginginkan menikah dengan pria normal." ucap Landolfo.
Landolfo terpaksa harus mengusulkan surat perjanjian itu. demi Putranya yang ternyata sangat menyukai pengasuhnya. di tambah lagi , Landolfo sangat hawatir, jika apa yang dilakukan putranya meninggalkan benih. dan mereka hidup sengsara karena ketidaktahuan Landolfi.
"Baik Tuan, saya akan menikah dengan putra tuan, tapi dengan syarat yang tertulis di atas kertas." balas Chalondra
Simple sihh isi surat perjanjian itu, namun ternyata sangat membuat Weslay terpukul.
Setelah menikah, Chalondra meminta tidur terpisah. dan Chalondra tetap menempati kamar lama.
Pernikahan akan langgeng jika ada anak didalam rahim Chalondra.
jika dalam 3 bulan pernikahan Chalondra tidak ada tanda tanda kehamilan dari perbuatan Weslay. Chalondra berhak menuntut cerai atau mengajukan cerai.
__ADS_1
jika dalam 1 tahun pernikahan, Weslay sudah menunjukkan perubahan. maka Chalondra boleh memutuskan untuk bercerai.
Dan masih ada 4 lagi syarat yang harus disepakati oleh Landolfo.
Setidaknya Landolfo sudah berusaha membahagiakan putranya. Landolfo juga berharap. Walau pun mustahil Chalondra akan mencintai Weslay. namun harapan itu tetap ada. Chalondra adalah gadis yang baik, sedangkan Weslay adalah pria yang butuh perhatian khusus.
...♡♡*...
Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh, halondra segera membereskan pakaiannya, Karena sang nenek yang meminta. Katanya biar Weslay bisa menjalani rutinitasnya kalau di kota. Kalau di desa kasian dia tidak punya pekerjaan malah akan menjadi gunjingan tetangga.
"Tuan sudah siap?" tanya Chalondra
"Hehemm." jawab nya seraya mengangguk, walau masih diliputi kesedihan karena perjanjian pernikahan itu. namun Weslay tidak akan menampakkan kekesalan ataupun rasa kecewanya. biarlah semua berjalan sesuai alur kehidupan. yang perlu Weslay lakukan adalah. membuat Chalondra hamil agar bisa bertahan di sisinya. dan membuatnya jatuh cinta pada dirinya.
Dan tak berapa lama, Kenzo dan juga Evelin sudah sampai rumah. Kalau begitu kan nek Iroh tidak kesepian.
"Ini makanan yang tadi sudah di buang, karena tidak sehat." ucap Chalondra seraya menyiapkan makan siang untuk mereka bertiga.
"Tidak sehat, apa ada yang berusaha mencelakai kita?" tanya Kenzo
"Makanan itu sudah tidak layak di makan." jawab Chalondra
"Kakak mau kemana?" tanya Evelin
"Kakak harus ikut suami kakak. Masih banyak tugas yang harus kami kerjakan." balas Chalondra
"Kok nggak tinggal disini saja kak. siapa tau disini kakak ipar jadi lebih baik keadaanya" usul Evelin
"Ya udah. Sering sering kesini ya kak. Pasti kami akan sangat merindukan kakak." ucap Evelin
"Kakak usahain ya, karena mungkin tidak terlalu sering." jawabnya.
Kenzo dan Evelin mengantar kakaknya sampai halaman rumah.
"Jaga nenek ya, hanya beliau orang tua yang kita miliki saat ini." ucap Chalondra pada kedua adiknya.
Mereka segera memasuki mobil, yang di kemudi oleh pak Budi.
"Tuan mau nyoba mengemudi?" tanya pak Budi
"pak Budi, ada ada saja." sahut Chalondra
"Kan tuan pernah belajar mengemudi. siapa tau ingin mengemudi sendiri." ucap Pak Budi
"Tetap nggak boleh pak, Londra masih ingin menikmati oksigen gratis." sahutnya, yang langsung di tanggapi dengan tawa menggelegar pak Budi.
...♡♡...
Chalondra dan juga Weslay sudah sampai di kota, mereka segera masuk ke mansion milik keluarga Weslay.
"Biar saya saja yang bawakan tasnya." ucap pak Budi.
"Terimakasih pak." balas Chalondra
Weslay menggandeng tangan Chalondra dan menariknya kedalam rumah.
Happy wedding..
__ADS_1
Weslay dan juga Chalondra terperanjat, sangking kagetnya ketika membuka pintu, langsung disambut oleh bunga bunga dan balon.
ternyata Landolfo yang menyiapkan ini semua.
"Selamat atas pernikahannya Boy dan juga Chalondra. Semoga langgeng hingga maut memisahkan dan menjadi keluarga yang harmonis dan bisa saling membahagiakan.” ucap Landolfo
"Terimakasih tuan, sudah menyambut kami." ucap Chalondra. Weslay pun sama mengucapkan terimakasih pada papinya.
Weslay dan juga Chalondra digiring ke halaman belakang. Di sana juga ternyata sangat ramai. Ada beberapa teman bisnis Landolfo dan juga saudara dari Landolfo sendiri. Namun keluarga Irena sepertinya tidak menampakkan batang hidungnya. Menurut Landolfo Tian dan keluarga yang lain tengah mengunjungi Irena yang sedang ditimpa musibah.
Sebenarnya Landolfo ingin sekali menyusul ke beijing. Namun Tian berkata sebaiknya Landolfo mengurus resepsi pernikahan Weslay dan Chalondra.
"Ini, menantunya masih terlihat belia." celetuk seorang wanita yang memakai gaun warna hijau.
"Tapi saya sudah tua nyonya." balas Chalondra
"Saya melihatnya tidak seperti itu. kau terlihat masih berusia 18 th. Apa kau menikah karena Weslay adalah pewaris utama Keluarga kami." kata wanita itu.
"Varia, apa yang kau katakan. Chalondra tidak seperti itu." tegur Landolfo yang ternyata menguping pembicaraan Chalondra bersama adiknya yang berada di kalimantan.
"Bukan itu bang, aku takut saja, jika dia menguasai warisan keponakanku." sahutnya
"Nyonya tidak usah hawatir, saya tidak seperti yang nyonya pikirkan." sahut Chalondra dengañ menampakkan gigi putihnya. Chalondra memang seperti itu, tidak pernah menampakkan kekesalan pada orang yang bicara buruk tentangnya. Namun jika sudah menyentuh orang orang terkasih nya. Chalondra tidak akan tinggal diam.
Setelah acara perkenalan selesai. Mereka lanjut makan siang bersama. Makan siang yang dihadiri oleh keluarga Landolfo dan rekan rekan bisnis yang lain.
...♡♡♡♡...
Ditempat yang berbeda.
"Bagaimana bisa, pernikahan itu tidak gagal Tian. Kau tidak becus mengurus pekerjaan sepele itu saja." geram Irena.
"Kak, kakak jangan nyalahin aku dong. salah in kakak sendiri. Kenapa panggilan Landolfo tidak diangkat." geram Tian
"Ya, yaa karena aku sedang liburan bersama teman temanku." jawab nya gugup
"Seharusnya kakak meluangkan waktunya sebentar. Agar bisa ke indonesia dan menggagalkan pernikahan itu. Mungkin jika kakak yang bicara sama Landolfo pernikahan itu tidak akan terjadi. Kakak kan tau, Landolfo sangat tunduk pada kakak." sahut Tian
"Sudah. Jangan menyalahkan kakakmu. Sekarang ibu mau tanya, sudah dapat apa kamu, selama mengganti Landolfo di sana ?" tanya ibunya
Huuhh.. Tian menghela nafas kasar, lalu memandang ibu dan kakaknya.
"Tidak semudah itu bu, keuangan disana ternyata di jaga dengan sangat ketat." ucapnya dengan wajah sendu
"Bagaimana bisa? Kan disana orang orangnya sudah tau jika kau adalah pengganti Landolfo." geram Irena ketika mendengar kebodohan adiknya.
"Kak, disana ada yang memata matai gerak gerikku. aku tidak tau, itu suruhan Landolfo atau siapa, tapi aku yakin orang itu kepercayaan Landolfo." ujar Tian lagi.
Pyaarrr.... Irena melempar gelas yang ada di mejanya, ketika mendengar ungkapan dari adiknya. Irena pikir Landolfo tidak peduli lagi dengan perusahaan yang ada disana. Tapi nyatanya suaminya malah membayar orang utnuk memata matai adiknya yang sedang bekerja di sana.
Tian Terjengkit ketika melihat kemarahan kakaknya. Irena memang memilki sifat temperamental yang tinggi.
"Terus. Sekarang dimana anak cacat dan pengasuhnya itu?" tanya Irena.
"Landolfo mengadakan sambutan kecil kecilan untuk kedua pengantin tu." jawab nya.
"Bodoh sekali kamu Tian, kenapa kau malah nyusul kesini. Seharusnya kau ikut menyambut mereka berdua biar tidak terlihat sekali jika kita sedang menyusun sesuatu." ucapnya semakin geram.
"Tapi tenang saja kak, aku yakin dua pengantin itu tidak bisa datang, atau bahkan mereka sedang sekarat." hibur Tian. Agar kakaknya tidak semakin marah.
"Apa maksudmu?" tanya Irena.
.
__ADS_1