
"Ley akan berusaha pi." balas nya. mungkin dengan begini, bayangan Chalondra bisa sedikit tersisihkan walau hanya sementara.
Weslay segera keluar dan menghampiri kendaraan roda duanya yang masih terparkir rapi di depan garasi nya.
"Wil, coba kau cari ponselku. sudah beberapa hari ini aku tidak melihatnya." ucap Weslay
"Baik bos." jawabnya. William segera mengklik nomer kontak milik bosnya. dan berusaha melakukan panggilan. namun ponselnya ternyata sudah tidak aktif.
"Tidak bisa bos, mungkin ponselnya sudah kehabisan batrei." balas William.
"Coba kau cek di bengkel, mungkin tertinggal di sana." ucap Weslay.
"Siap bos."
Weslay segera menyalakan kendaraannya, dan segera melajukan kuda besinya kejalan raya. hari ini Weslay akan mengunjungi makam Chalondra untuk melepas rindu. walau hanya bisa memandang makam rasa rindunya sedikit terobati.
Sebelum berangkat, Weslay sudah berpesan agar William segera menyusul ke kampung Chalondra.
...♡♡♡...
Hari demi hari sudah mereka lewati dengan perasaan yang kosong tanpa adanya pendamping hidup.
Chalondra sudah mulai merasakan mual mual sejak 5 hari yang lalu. Kini setiap kali Chalondra bekerja, yang ada hanya ingin rebahan, di tempat tidur.
"Gini amat yaa pingin punya uang sendiri." gumamnya. Chalondra mengelus perutnya yang mungkin sudah mulai sedikit terlihat.
Tiba tiba saja Chalondra pingin makan sesuatu yang panas dan pedas. "Coba jika ada tuan suamiku, pasti hidup aku tidak serumit ini." gumamnya.
"Hai." tegur Ronald yang sudah berada di belakang Chalondra. Chalondra terkesiap dan segera berdiri.
"Maaf dokter," ucap Chalondra dengan wajah yang ia tundukkan. Chalondra sangat malu pada Ronald, pasalnya setiap Ronald datang dan memergoki dirinya, pasti sedang bermalas malasan seperti ini.
"Kenapa? Jika baby nya tidak mau di ajak kerja. Kau bisa minta cuty." sahut Ronald.
"Mau kok dok, hanya saja saya sering merasa lelah saat beraktifitas." sahutnya
"Yaa aku paham, apalagi kau mengandung dua bayi sekaligus." jawabnya.
"Ayo." ajak Ronald dan segera menarik tanganChalondra
"Kemana dok?" tanyanya
"ikut saja." jawabnya
Chalondra pun segera mengikuti Ronald yang membawa keluar. Ronald segera membawa Chalondra masuk ke mobil.
"Kita kemana dok?" tanya Chalondra.
"rahasia." jawabnya.
Chalondra hanya memberenggut ketika tidak mendapat jawaban yang ia inginkan. Namun tiba tiba wajah Chalondra berbinar begitu terpukau pada pemandangan sunset di sore hari.
__ADS_1
"Banyak sekali yang mengabadikan pemandangan sore mereka dengan kamera canggih yang ada di ponselnya.
"Kau menyukainya?" tanya Ronald
"Dokter, ini indah sekali." sahutnya. Selama 2 minggu di sini, Chalondra baru melihat tempat indah ini sekarang.
"Dokter, tunggu sebentar ya. Saya mau cari sesuatu." Ucapnya
Ronald mengangguk dan segera berjalan pada cup mobilnya. Ronald terpaku pada sosok pria yang pernah ia lihat, mencoba mengingat ingat pria yang tengah duduk di atas mogenya.
"Itu kan, itukan suami Chalondra yang sudah menghianati Chalondra. untuk apa dia ada disini?" gumamnya. Ronald mengamati Weslay dari kejauhan. lalu beralih pada Chalondra yang tengah berjalan dengan menenteng kantong plastik di tangan kanannya.
Ronald segera masuk ke mobil, dan segera menyalakan mobilnya setelah Chalondra sudah dekat.
"Ayo Cha, kita harus pergi dari sini." ajak Ronald, seraya mendorong bahu Chalondra untuk memasuki mobilnya.
"Saya belum puas melihatnya dokter, kenapa buru buru." ujarnya
"Nanti aku jelaskan." jawabnya
Tanpa curiga sedikitpun, Chalondra segera mengikuti arahan Ronald. karena selama ini Ronald sudah begitu baik. tidak mungkin Ronald menyembunyikan sesuatu darinya.
Setelah masuk ke mobil, Chalondra baru menyadari jika tidak mau dari dirinya tadi ada Weslay yang masih duduk di atas kuda besinya.
"Cha, kau melihatnya?" tanya Ronald
Chalondra mengangguk, ingin rasanya Chalondra menghampiri nya memeluk dan melepas kerinduannya selama ini. Namun ia kembali ingat, jika Weslay sudah menikah dan memilki istri lain.
"Aku paham Cha, karena mungkin akan lebih sulit jika ada janin di dalam rahim. pelan pelan saja." sahutnya
"Apa kau sudah mengurus surat cerainya.?" tanya Ronald.
"Mereka yang akan menggugat cerai," sahutnya.
"Seperti nya mereka memang enggan melepasmu Cha,"
Chalondra pun merasa demikian, karena sudah beberapa minggu ini, tidak ada surat dari pengadilan.
"Atau mungkin mereka mengirim ke kampung halaman, dan mendapati rumah kosong miliki nenek mu." ujar Ronald
"Mungkin saja dokter." jawabnya
Chalondra tidak tau keadaan rumah neneknya. setelah sang nenek di makamkan. Chalondra beserta kedua adiknya langsung di bawa pergi oleh Ronald. jadi mereka tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.
"Dokter, aku ingin mengunjungi makam nenek ku, kapan dokter ada waktu?" tanyanya
"Minggu depan, aku ada cuty panjang. nanti sekalian kita liburan. Cilla sudah sangat merindukan kamu." balas Ronald.
Berbeda dengan satu pria ini.
Setelah di paksa menikah kekasihnya, Nathan semakin seenaknya memperlakukan Emily. sepertinya cinta Nathan terhadap Emily hanya sebatas na*su saja. buktinya setelah menikah, Nathan malah menjalin hubungan lagi dengan Sekar. Nathan semakin di buat tergila gila oleh Sekar. Nathan tinggal searah dengan Sekar di sebuah apartemen. pernikahan Emily dan Nathan hanya pernikahan di atas kertas saja.
__ADS_1
sedangkan Emily, kini kandungannya semakin terlihat membuncit, walau belum terlalu besar. Landolfo yang mengurus semua kebutuhan Emily. sedangkan Weslay lebih memilih tinggal di rumah yang ia beli beberapa bulan yang lalu. rencananya akan ia tempati bersama sang istri.
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan nelayan yang mau bekerja sama dengan kita?" tanya Sekar.
Nathan dan Sekar tengah membangun bisnis baru, bisnis yang di geluti oleh keluarga Wardhana, Nathan cukup lihai dalam berkomunikasi dengan orang lain. Dengan janji janji manis nya, Nathan berhasil mengambil nelayan yang dulu bekerja sama dengan Landolfo.
"Tentu saja sayang, aku sudah menyelesaikan semuanya." Ucapnya seraya memeluk Sekar yang kini mereka tengah berada di atas tempat tidur besar.
"Nath, tolong jangan seperti ini, kita belum menikah." tolak Sekar . Setiap kali Nathan menginginkan tubub Sekar, Sekar selalu menolak. Alasannya dia ingin menyerahkan tubuhnya ketika sudah di nikahi oleh Nathan.
Sedangkan Nathan, Nathan tidak berani memberikan janji untuk segera menikahi Sekar, mengingat dirinya sudah memiliki istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Bagaimana jika Landolfo tau kelakuan Nathan di luar. Sudah pasti Nathan akan langsung di buang.
"Aku akan menikahimu, jika mami dan papi sudah kembali dari luar negeri." bujuk Nathan.
"Sebelum ada lamaran, aku tidak ingin menyerahkan tubuhku untukmu." ucaonya dengan tegas. Nathan segera beranjak dari tempat tidurnya.
"Ya sudah, aku mau keluar saja." sahutnya dan segera mengambil jaket kulit yang selalu ia pakai saat berkendara roda dua.
jangan dikira Sekar tidak tau status Nathan. Sekat hanya menjerat Nathan untuk balas dendam. Selama ini Nathan tidak tau siapa Sekar, apa lagi Varia, Varia hanya tau jika Sekar adalah adik dari teman nya.
...♡♡♡...
Landolfo tengah mencari surat penting di dalam kamar nya. Tadi pagi Kenan sudah mengirim bukti jika transferan untuk pengepul ikan sudah beres. Dan Landolfo belum sempat melihatnya. Landolfo meminta Irena untuk menyimpannya.
Kini Irena sedang pergi bersama teman sosialita nya.
Saat sedang mengobral abrik laci milik Irena, Landolfo menemukan amplop coklat yang berada di antara aksesoris milik Irena. Kare a penasaran Landolfo segera membukanya.
betapa terkejutnya Landolfo ketika melihat foto foto milik Irena bersama pria yang sangat Landolfo kenal.
"Oscar, Irena " gumamnya. Landolfo memegang dadanya yang tiba tiba nyeri, rasanya Landolfo tidak percaya jika Istri yang sangat ia cintai tega berkhianat padanya.
"Irena, jadi ini kelakuan kamu selama jauh dariku." gumamnya. Landolfo berjalan tertatih menuju sofa yang ada di kamarnya.
Landolfo berusaha mengambil ponselnya, Landolfo bermaksud memanggil Weslay untuk segera datang. Namun tangannya sudah tidak mampu ia gerakkan lagi.
Pletakkk...
Emily yang baru saja turun dari kamarnya segera mencari sumber suara benda jatuh. Emily segera menengok kamar mertuanya. Dan mendapati mertuanya sudah tertidur di lantai
"Papi" serunya. Emily terperangah ketika melihat foto foto yang ada di dekat papi mertuanya. " Ya tuhan, ini mami Irena. Tega sekali menghianati papi yang baik ini." gumamnya
Emily segera keluar dan mencari kang Gugun serta pak Budi.
"Pak, tolong papi pak. Papi pinsan." ujar Emily.
Sangking paniknya, Emily segera menghubungi Weslay, pria yang sama baiknya seperti Landolfo. Tak butuh waktu lama, Panggilan yang Emily lakukan langsung mendapat jawaban.
"Ini, papi pinsan, kami sedang menuju rumah sakit." ucap Emily. Emily tak tau harus memanggil dengan sebutan apa pada Weslay.
"Ok, aku segera menyusul." sahutnya
__ADS_1