
"Kau ini ada ada saja." balas Chalondra.
"Kenapa sudah bangun, ini masih malam loh." tegur Chalondra
"Tidak tau, saya denger tadi ada suara ibu. Aku pikir ibu bangun lagi. Makanya Kenzo sangat senang." ucapnya.
Mendengar penuturan kenzo, mendadak Chalondra kembali terngiang suara Weslay yang menanyakan ▪︎apakah mami akan kembali▪︎
Tiba tiba saja ada muncul rasa kasian dan tidak tega. 'Kenapa tiba tiba kepikiran tuan Weslay' batin Chalondra. 'bagaimana nasib nya, jika nyonya Irena benar benar menghancurkan Weslay? Ya tuhan tolong jaga dan lindungi Weslay dari orang orang yang ingin menghancurkannya.' batin Chalondra
"Londra, di minum dulu tehnya." ujar sang nenek. Namun wanita cantik yang bernama Chalondra itu tidak mendengarnya. Pikirannya di penuhi oleh satu pria yang baru beberapa bulan ini sudah di asuh.
"Kak, kakak Chalondra di panggil nenek." tegur Kenzo.
"O.. I..iya Ken, kakak nggak denger." sahut Chalondra tergagap.
"Kala mikirin apa sihh?" tanya Kenzo
"Tidak ada, kakak juga rindu ibu." jawabnya.
"Kenzo, kau tidurlah, ini masih malam." titah nek Iroh
"Nggak mau nek, Kenzo masih kangen kakak." jawabnya.
"Kak, gi mana keadaan kota, apa mengasyikkan?" tanya Kenzo.
"Kakak Chalondra." pekik Evelin adik perempuannya . Chalondra segera menyunggingkan senyum pada Evelin.
"Kok kakak mau pulang tidak ngabarin kita sih.." ucapnya seraya memeluk sang kakak yang sangat di rindukan. Maklum sejak kecil tidak pernah berpisah. Jadi begitu di tinggal baru beberapa bulan sudah sangat rindu.
"Maafkan kakak, kakak nggak sempat. ponselnya kakak hilang." jawabnya
"Kok bisa." tanya Evelin. "Kakak juga nggak tau." balasnya
...♡♡♡...
Matahari sudah munculkan keindahannya, kehidupan di kampung sangat berbeda dengan kehidupan di kota. di kampung udara yang amat dingin, membuat siapapun malas menyentuh air. namun tidak dengan Chalondra.
Chalondra duduk di kursi halaman belakang. Seraya mencuci piring yang habis di pakai buat sarapan. Pikirannya berkelana pada sosok pria yang terkadang membuatnya kesal juga geli. Hatinya mulai gelisah, " Dia sedang apa? Apakah dia akan baik baik saja?" gumam Chalondra.
"Biarlah, mulai sekarang aku tak peduli lagi dengannya. Mau dia hancur, mau dia mati aku tidak perduli.." putusnya, setelah selesai dengan alat makan yang di cuci. Chalondra segera berdiri. Lalu segera masuk, dan mendapati kedua adiknya sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Kak, nek kami berangkat sekolah dulu." pamit Kenzo dan juga Evelin.
Chalondra segera beranjak dari kursi dan segera masuk ke kamar. rasanya begitu sangat lelah, ingin segera tidur dan bangun dalam keadaan segar.
__ADS_1
Saat Chalondra ingin memejamkan matanya, sang nenek menyentuh lengan atas Chalondra. hingga Chalondra gagal untuk memejamkan matanya
"Nenek yakin, pasti ada sesuatu." ujar nek Iroh, seraya menaruh bokongnya di samping Chalondra
"Nenek," gumamnya. Chalondra segera duduk.
"Ceritakan pada nenek." desak sang nenek.
Chalondra terdiam, lalu memandang nenek untuk beberapa saat. "sebenarnya Chalondra ingin sekali bercerita pada neneknya, namun tidak tega, jika sang nenek menjadi kefikiran dan selalu menyalahkan, sang nenek yang sudah membantu merawat adiknya. rasanya kok tidak tega jika menambah beban fikiran" batin Chalondra
"Tidak ada nek, Londra tidak apa apa. Londra hanya ingin tinggal disini saja bersama nenek ada Evelin juga Kenzo." ucap Chalondra
"Lalu bagaimana dengan majikanmu, apa dia sudah ada penggantinya." tanya sang nenek.
"Dia..Dia akan di bawa oleh papinya keluar negeri nek. Nenek tidak perlu memikirkan dia." sahut Chalondra.
"Nek, Londra sangat mengantuk. Londra mau tidur saja." ucapnya.
"Ya sudah, kau istirahatlah. Nenek akan pergi ke pasar." balasnya.
sang nenek pun segera keluar. Sedangkan Chalondra segera memejamkan matanya karena sudah sangat ngantuk
Tokk ...tokk.
Terdengar pintu depan ada yang mengetuk.
"Tolong maafkan putra saya, Dia tidak tau apa yang dia lakukan salah atau tidak. Tolong kembalilah pada putra saya, Dia butuh pelindung. Dia butuh seseorang yang bisa di percaya." ucap Wanita itu.
"Chalondra, bangun Londra.." nek Iroh menggoyang goyangkan tubuh Chalondra beberapa kali. Namun sepertinya Chalondra memang sangat kelelahan. Sehingga sulit di bangunkan
"Chalondra, bangun..." ucap sang nenek lagi.
"Iya nyonya.." ucap Chalondra dengan tergagap, lalu segera duduk dan mengucek matanya.
"Nenek," gumamnya
"Kau mimpi apa?" tanya nek Iroh
"Tidak nek," gumamnya, lalu segera beralih ke wanita yang selalu membersamainya . "Rania." pekik Chalondra.
Wanita yang di sebut namanya itu segera berhambur kepelukan Chalondra.
"Kamu apa kabar, Londra?" tanya Rania
"Aku baik, kau bisa tau aku di rumah." ucap Chalondra
__ADS_1
"Tadi Evel cerita, saat lewat depan rumahku. Setelah selesai dengan pekerjaanku. Aku langsung kesini. Untung nenek masih di rumah." balas Rania
"Gimana pekerjaanmu?" tanya Rania
"Pekerjaanku aman. hanya saja aku pingin di rumah saja, dekat dengan keluarga." balasnya.
♤Sedangkan di tempat yang berbeda.♤
Weslay masih duduk meringkuk di lantai. " Saya minta maaf." racaunya. Dari semalam hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Weslay.
Ponsel Chalondra kembali berdering, Weslay enggan untuk mengambilnya. Weslay masih tetap pada posisinya. Merancau dengan kalimat " Saya minta maaf."
"Londra, apa kau di dalam?" tanya bik Sam dari luar.
Tok.. Tok.. Tok... "Londra apa kau di dalam?" seru bik Sam lagi
"Bapak yakin, Chalondra ada di dalam, Itu bunyi ponselnya masih berdering." ucap pak Budi yang berusaha menghubungi nomer Chalondra.
"Tapi kenapa mereka tidak ada yang nyahut?" tanya bik Sam.
"Tuan Ley, Chalondra.. Buka pintunya, ini sudah siang." seru pak Budi.
Bik Sam segera pergi ke kamar Chalondra, siapa tau saja Chalondra ada di kamarnya.
"Tapi tidak mungkin buk, ponsel Chalondra ada di dalam." sahut pak Budi
"Londra... Londra.. Buka pintunya."
"pak Budi, bik Sam, ini kenapa?" tanya kang Gugun
"Ini kang, Tuan Weslay belum keluar. Aku hawatir Weslay ada di kamar bersama Chalondra." ucapnya.
Bik Sam berjalan setengah berlari menuju sang suami berada. menaiki tangga dengan sangat tergesa gesa.
"pak, kamar Londra kosong." ucapnya seraya dadanya naik turun.
"Pasti ada di dalam." ucap pak Budi
"Bagaimana ini kang? Apa perlu kita buka paksa saja?" tanya pak Budi
Tiba tiba keheningan mereka di kagetkan dengan suara ponsel pak Budi.
Pak Budi segera mengangkat panggilan dari bos besarnya. "Hallo tuan." ucap Pak Budi
"Pak Budi, apa Chalondra bersama pak Budi? Kenapa panggilan saya tidak di angkat?" tanya Landolfo dari balik layar
__ADS_1
"Itu dia tuan, sepertinya tuan Weslay dan Londra sedang..."
"Sedang apa pak Budi? Apa mereka tengah melakukan sesuatu?" tanya nya.