Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 29. Dia bukan wanita yang baik


__ADS_3

Weslay segera menoleh, ketika melihat bayangan seseorang ada di ruangan nya.


"Chalondra,." pekiknya.


"Ley, Chalondra tidak bersama papi. Tapi papi akan membawamu pada Chalondra. Kamu tenang saja." ucapnya. Seraya memeluk putra nya dengan haru.


"Chalondra, Chalondra tidak bersama papi? Chalondra membenci saya." ucapnya.


"Kamu tenang saja, Chalondra sudah memaafkan kamu. Papa berharap kau bisa perlakukan Chalondra baik." ucap Landolfo..


Weslay memandang papinya, hingga bola mata yang berwarna hitam itu sempat bertemu. Weslay segera mengalihkan pandangannya. Weslay masih menunjukkan jika dirinya memang memilki keterbelakangan. " Ya tuhan, semoga kau tidak menghukumku karena sudah membohongi papi" dalam hati Weslay bergumam.


"Kau maukan menikah dengan Chalondra." ucapnya


"Apa, papi akan menikahkan aku dengan Chalondra. Benarkah yang dikatakan papi?" batinnya. Weslay hanya memandang papinya takjub. Namun sang papi tidak bisa membaca tatapan putranya. yang di hati Landolfo yang ada hanya perasaan iba.


"jika saja kau tak menodainya. mungkin pernikahan ini tidak akan terjadi, mana ada wanita normal yang mau menikah dengan anak cacat sepertimu." lirihnya dengan pandangan lurus pada putranya yang masih menunduk


"Cacat? saya tidak cacat." sahutnya lirih. Landolfo kembali memeluk putranya.


"Papi akan mengajari kamu, bagaimana menjadi orang tua yang baik. Walaupun papi bukan termasuk orang tua seperti itu." ucapnya seraya mengelus punggung Weslay.


"Papi hanya terlalu cinta buta sama wanita itu, Weslay tau pi." batin Weslay dalam hati. "Suatu saat Ley, akan buktikan jika dia bulan wanita baik baik."


...♡♡♡...


"Apa benar, kamu akan menikah Cha?" tanya Rania. Saat ini mereka tengah duduk di bawah pohon mangga milik Chalondra.


"Aku tidak punya pilihan lain, Ran." jawabnya


"Masa depanmu masih panjang Cha, kau bisa menghabiskan masa mudamu dengan bahagia. Kau tak harus menikah dengan pria kaya yang cacat, Cha." Rania berkata seolah apa yang ia ucapkan adalah suatu perkataan bijak.


Chalondra tertohok dengan ungkapan Rania. bisa bisanya dia berpikir seperti itu tentang dirinya.


"Ran, aku tau kau sahabatku, kau adalah orang yang selalu ada untukku. Tapi bukan berarti kau yang akan mengatur jalan hidupku, aku menikah dengan dia bukan karena dia kaya. Sehingga aku mau memanfaatkan pria cacat itu agar aku bisa menikmati hidup dengan harta berlimpah, bukan itu Ran, bukan.., tapi karena aku memang harus menikah dengan dia." ucapnya dengan suara parau. Jujur Chalondra sangat kecewa. Chalondra hanya ingin support agar dirinya lebih mantap menjalani hidup barunya. Bukan malah dihina seperti ini.


"Maafkan aku, Cha. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung, aku hanya ingin kau tidak menyesal menikahinya." ucapnya. Chalondra hanya diam. Bukan karena marah, tapi karena tak ingin menjelaskan yang di rasa percuma.

__ADS_1


"Cha, menurutmu pria ini cakep nggak?" tanya Rania. Tiba tiba saja Rania mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto seorang laki laki bersama ibunya.


"Dia siapa?" Chalondra malah balik bertanya. karena seperti pernah melihat wanita itu dan pria itu.


"iihh jawab dong Cha, cakep nggak?" tanyanya lagi.


Kalau menurut Chalondra pria itu tidak begitu cakep. malah lebih cakep majikannya yang sebentar lagi akan menikahinya.


"kok malah diem sihh." tegur Rania


"Eehh maaf. Cakep kok." jawabnya kemudian.


"Dia itu anaknya pak lurah, pria yang baru lulus kuliahnya kemarin." jawabnya


"Oohh.. iya aku ingat pria yang memilki nama Doni kan?" tanya Chalondra


"Iya," sahutnya


Chalondra tau dia Doni, karena pria itu pernah mengantar dirinya dulu waktu terlambat sekolah. " Dia pria yang baik." celetuk Chalondra


"Kau mengenalnya?" tanya Rania curiga


"Mengantarkanmu pulang? Pulang darimana?' tanyanya lagi


"Sudahlah, nggak usah di bahas. Sudah sangat lama juga kok." sahutnya


"Ya nggak begitu, Cha. Dia kan baru beberapa hari dekat denganku. Mungkin saja kan dia mendekatiku karena ada maunya." keluh Rania


"Tenang saja, aku tidak akan menanggapinya. Kau kan tau, sebentar lagi aku menikah." sanggah Chalondra


"Iya juga sihh." gumamnya.


"Udah hampir gelap, kita pulang yuk." ajak Chalondra.


Merekapun segera beranjak. Dan Chalondra segera masuk kerumahnya. Didalam melihat Evelin tengah mengerjakan tugas,


"Ken, ini apa?" tanyanya

__ADS_1


Kenzo memang lebih cerdas dari Evelin. Mungkin bahkan lebih dewasa. anak itu sebenarnya sudah bisa di andalkan. Namun karena memang baru 15 th. Jadi tidak terlalu membebankan begitu banyak.


"Cha," seru nek Iroh


"Iya nek," jawabnya. Chalondra segera masuk kekamar nek Iroh.


"Coba kau pakai ini." ucap nek Iroh seraya mengangsurkan pakaian yang masih terlipat rapi di dalam plastik.


"Ini apa nek?" tanyanya


"Ini gaun pengantin ibumu, nenek memang sengaja menyimpannya." ucap sang nenek.


Chalondra segera membuka gaun pengantin yang berwarna putih tulang. modelnya memang sangat zaman old. Namun masih terlihat sangat bersih dan memang nenek menyimpannya sudah dalan keadaan dicuci.


"Pakailah, besok saat keluarga calon suamimu datang." ucap sang nenek


"Nek, ini masih bagus sekali." girangmya


"Sini duduk sama nenek." titah sang nenek seraya menepuk sisi ranjang


"Dengar Chalobdra, nenek sekarang lebih tenang melepasmu, kemarin sebenarnya nenek tidak rela. Karena katanya Arnetta anak yang di kasih sudah berusia dewasa. Namun daripada kerja di toko obat, berangkat lagi pulang sore nenek malah hawatir akan keselamatannya di perjalanan. Namun siapa yang menyangka jika di sana hidupmu malah lebih hancur dari bayangan nenek.' ucap sang nenek


Chalondra diam mendengarkan penuturan sang nenek,


"Tapi nenek yakin. Pria itu bisa membahagiakanmu, nenek melihat nya dari Arnetta yang mendidiknya. Tidak mungkin Arnetta akan merusak pemuda itu kan."


"kak, kakak beneran besok akan menikah?" tanya Evel tiba tiba. Chalondra mengangguk. " Tapi jangan di ejek ya, karena calon suami kakak agak punya sedikit otak yang lambat." cegah Chalondra pada kedua adiknya


"Kalau seperti itu. Kan kakak malah senang, Dia bisa kita manfaatin." celetuk Evel


"Kau ini,nggak boleh bicara seperti itu." tegur nenek


Tok Tok tok tok...


Terdengar ada orang yang mengetuk pintu depan. "Ken, lihat gih diapa yang bertamu malam malam gini." ujar Chalondra.


Kenzo pun segera keluar untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Kreettt... "Anda.. Siapa?" tanya Kenzo, saat membuka pintu dan yang nampak adalah pria tampan yang berkulit putih, dengan tinggi 180 cm Kira kira. Rambutnya di sisir begitu rapi.


__ADS_2