
"Eemm.." jawabnya.
...●...
"Selamat pagi semua" kata Chalondra setelah memasuki rumahnya. Dan melihat di meja sudah banyak menu untuk sarapan.
"Ini, kok.. Ada makanan sebanyak ini, nenek yang masak?" tanya Chalondra yang melihat kedua adiknya sudah bersiap untuk berangkat sekolah.
"Kau ini... Bukankah kau yang memesan makanan ini kesini?" tanya nek Iroh.
"Aku, tidak nek." jawabnya.
Ponsel Chalondra berdering, dan Chalondra segera ngecek siapa yang menelpon.
"Nggak ada namanya.," ucapnya
Karena tidak ingin penasaran terlalu lama. Chalondra segera mengangkatnya.
"Hallo. " ucap Chalondra
"Hallo,, selamat menikmati hidangan nya. Makanan itu khusus ku buat untuk keluargamu. Dan selamat ..." Chalondra segera menaruh ponselnya ketika melihat sang nenek sudah pucat karena makanan yang di konsumsi
Chalondra segera membuang makanan yang ada di meja. begitu juga Weslay yang juga panik atas apa yang menimpa neneknya.
"Nenek, nenek kenapa?" tanya Chalondra yang sudah menghampiri sang nenek. Begitu juga dengan Kenzo dan juga Evelin. Mereka segera mendekat. Sedangkan Weslay segera mengambil ponsel milik Chalondra.
"Ini baru permulaan, jika kau tidak ingin keluargamu mati satu persatu, tinggalkan suami cacat itu." ucap sang penelpon.
"Kamu siapa?" tanyanya. Namun. Orang itu diam. Da. Tidak lama ponsel nya sudah di tutup.
Weslay dengan cepat menghafalkan nomer yang sudah mengganggu keluarga istrinya. Setelah hafal, Weslay segera mencatat di ponselnya.
✍ "Selidiki nomer ini. Beritahukan jika sudah ketemu." pesan yang Weslay kirimkan pada anak buahnya
tak berapa lama. pesan masuk di ponsel Weslay.
Setelah di baca, Weslay kembali memasukkan kedalam sakunya.
"Dan, kita pulang sekarang?" tanya pak Budi tiba tiba.
"Nenek, nenek pingsan." ujar Weslay.
"Ya tuhan, kita bawa kerumah sakit den." sahut pak Budi
Mereka segera membawa nek Iroh kerumah sakit. Takut terjadi apa apa dengannya. Weslay pun ikut dengan mereka, walaupun banyak diam, namun Weslay juga sangat peduli. Ingin rasanya Weslay memberi perlindungan dan ungkapan ungkapan yang bisa membuat istrinya lebih tenang. Namun karena belum saatnya Weslay menujukkan jati dirinya yang sesungguhnya, Weslay terpaksa harus menjadi pria yang paling bodoh di dunia.
"kalian berangkat sekolah aja dulu, biar nenek kami yang jaga." ucap Chalondra
"Tapi nenek gimana kak?" tanya Evelin yang terlihat sangat panik.
"Nanti kakak kabarin" sahutnya
Evelin dan Kenzo turun dari mobil setelah berada di depan sekolahnya. Sedangkan mobil yang di kendarai Wesley dan juga Chalondra langsung melaju kerumah sakit. Pak Budi terlihat sangat terburu buru. Takut terjadi sesuatu pada nek Iroh.
beruntung di kota Chalondra belum begitu banyak kendaraan pribadi, jadi tidak begitu macet jalanan menuju rumah sakit.
__ADS_1
Sekitar 20 menit, ahirnya mereka sudah sampai di kawasan rumah sakit, dan Chalondra segera meminta pada perawat untuk menolong neneknya.
Nek Iroh sudah di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan. kecemasan Chalondra sangat terlihat dari raut wajahnya.
"Aden dan non Chalondra belum makan kan? Biat saya carikan dulu." ujar pak Budi. Weslay hanya mengangguk dengan pandangannya tidak lepas dari wanita yang ia nikahi kemarin.
"Bagaimana dokter? Apakah nenek saya baik baik saja." tanya Chalondra.
"Beruntung, nenek anda segera di bawa kerumah sakit. Jadi kami bisa mengeluarkan racun itu dengan segera." ucap dokter pria
"Racun? nenek saya keracunan dok?" tanya Chalondra begitu panik.
"iya, mungkin makanan yang di masak sudah tidak layak untuk di konsumsi." sahut dokter itu lagi.
mendengar jawaban dari dokter, Weslay semakin geram. "Sampai tau siapa yang melakukan. Aku tidak akan memaafkan." batin Weslay.
"Jangan sedih, ada saya disini." ucap Weslay seraya mengelus punggung istrinya
Chalondra menoleh, dan menatap Weslay dengan intens. "Boleh saya pakai uang dari tuan Landolfo untuk biaya nenek di rumah sakit?" tanya Chalondra ragu, hawatir Weslay tidak paham apa yang di katakannya.
"pakai saja, uang saya kan." sahut Weslay
"Terimakasih tuan," jawabnya
Weslay segera beranjak dari duduknya karena ingin ke toilet. Weslay segera mengambil ponselnya yang berada di dalam kantong sweaternya. Lalu segera mengetik sesuatu
✍"Kerumah sakit, dan segera urus administrasi nenek Iroh." isi pesan yang di tulis Weslay.
Weslay segera menghampiri Chalondra yang masih duduk di bangku yang tadi. di sana sudah ada pak Budi yang baru saja kembali dari beli makanan.
"Apa nenek saya sudah bangun dok?" tanya Chalondra
"Sudah. Silahkan temui beliau." ucap. Dokter itu lagi
Chalondra segera berlari menemui neneknya.
Ceklek.. Nek Iroh menoleh ketika mendengar pintunya di buka dari luar.
"Nek," Chalondra segera berhambur ke pelukan neneknya.
"Siapa ya, yang berusaha mencelakai nenek?" tanya Chalondra
"Mencelakai gimana? Dari tadi nenek hanya makan makanan yang kirim untuk kami." sahut nek Iroh.
"Nek, Cha tudak membeli makanan itu nek. Cha tadi pagi jalan jalan sama tuan." balas Chalondra.
"Apa kau benar tidak mengirim makanan itu. Itu artinya ada yang ingin mencelakai kalian. Atau bahkan bisa saja suamimu yang jadi incaran." ujar Nek Iroh. Yang mampu di dengar oleh Weslay
Weslay pun sebenarnya berfikir seperti itu. Mungkin maminya atau bahkan pria yang kemarin sempat ingin menikahi Chalondra.
"Tuan. Tuan sini." seru Chalondra.
Weslay segera mendekat. Lalu segera menghampiri nek Iroh. " Apa kau punya musuh?" tanya nek Iroh yang langsung pada intinya
"Nek, mana mungkin tuan punya musuh. Paling juga Doni anaknya pak lurah Galih. Siapa lagi kalau bukan dia." sahut Chalondra sebelum sang nenek bertanya macam macam pada Weslay. Chalondra hawatir, Suaminya akan kepikiran dan berdampak buruk pada kesembuhannya.
__ADS_1
"Musuh? Musuh itu apa?" tanya Weslay. Chalondra memutar bola matanya ketika mendengar pertanyaan Weslay.
Nek Iroh pun sama, nek Iroh hanya menepuk jidatnya. Lupa jika cucunya ini memiliki suami yang terlewat pintar.
"Bukan apa apa. Sebaiknya tuan makan dulu. Setelah itu kita harus segera pulang." sahut Chalondra
"Tapi saya ingin tau musuh." desaknya
"Musuh itu seperti tom & jerry." putus Chalondra agar tuannya tudak bertanya lebih banyak.
"Tom & jerry ?" ulangnya
"Iya, seperti kisah kucing dan tikus yang tidak pernah akur." jawabnya. Chalondra segera mengambil ponselnya dan segera mencari youtube. "Inj kisah tom & jerry tuan." ucaonya setelah memutarkan video kartun tom & jerry
Weslay segera mengambilnya dan mengamati film kartun. Weslay tertawa ketila melihat adegan Tom yang terjatuh karena ulah Jerry.
Setelah selesai pemutaran videonya, Weslay iseng cek ponsel Chalondra. Ingin tau berapa orang yang berteman dengannya di apk hijaunya.
Weslay mengerutkan keningnya. Ketika tidak ada nama pria di kontak nya. Di obrolan pun hanya ada tuan Ando, Rania dan juga Evelin.
Weslay memandang Chalondra yang tengah membantu neneknya untuk pergi kekamar mandi. Setelah itu Weslay segera menutup ponselnya dan menaeuhnya di samping.
"Tuan, emmm.. Kalau nenek masih belum baikan. Kita tinggal disini dulu ya. Nggak papa kan?" tanya Chalondra
"Saya.. Terserah kamu." jawabnya.
sang nenek sudah keluar dan melihat cucu dan suaminya itu tengah berdiri saling berhadapan. Sebenarnya tidak tega membiarkan cucu sulungnya menikah dengan pria cacat. Namun karena permintaan orang tua Weslay waktu itu. Membuat hati kecil wanita itu jadi memaksa cucu sulungnya untuk menerima pinangan pria seperti Weslay.
"Nek, nenek sudah selesai." Chalondra segera membantu neneknya untuk kembali ke tempat tidur.
...♡♡♡...
Siang hari. Sang nenek sudah boleh pulang. Chalondra segera kekasir untuk menyelesaikan administrasi rumah sakit.
"Suster. Mau minta total tagihan ibu Iroh." ucap Chalondra
"Sebentar ya kak." jawab Suster itu.
"untuk total tagihan ibu Iroh sebesar 1,5 jt. Tapi sudah di bayar oleh suami Chalondra." ucap Suster itu.
"Suami saya?" tanya Chalondra
"Iya, disini tertulis yang tanda tangan Weslay." ucapnya. Chalondra segera mengambil kwitansi bukti pembayarannya. Dan memang benar, ini atas nama Weslay suaminya. Chalondra segera berbalik dan melihat Weslay yang masih menunggu dirunya bersama nenek dan pak Budi.
"Terimakasih suster." ucap Chalondra
"Dari tadi kan, Tuan Weslay bersama ku. Kapan dia membayar ini semua." gumamnya
"Sudah?" tanya nek Iroh
"Sudah nek. Nenek dan pak Budi duluan ya. Cha mau bicara dengan Tuan Weslay." ucap Chalondra
"Ada apa?" tanya Weslay
"Tuan, Tuan yang telah membayar tagihan rumah sakit kan? Bagaimana tuan bisa bertransaksi dan berinteraksi dengan mereka?" tanya Chalondra seraya menatap bola mata hitam milik suaminya
__ADS_1