
"CHAAAA...." teriak seorang pria. dan langsung menariknya. Chalondra pun terjatuh dan langsung menimpa Pria yang sudah menolongnya.
"Alfredo," gumamnya dengan suara gemetar karena kaget.
"Kau itu ngelamun apa sihh, sampai ada kendaraan pun kau tak melihatnya." tanya Alfredo yang terlihat kesal. Beruntung tadi Alfredo melihat Chalondra dan langsung menghampiri, namun setelah berhasil dekat, ada insiden yang tidak tau itu sengaja atau tidak.
"Aku tidak ngelamun Al, tadi sepi kok. Tidak ada kendaraan yang melaju." jawab nya dengan jantung yang masih berdegub begitu cepat. Chalondra segera beranjak dari tubuh Alfredo.
"Maaf ya, aku berat yaa.." tanya Chalondra yang terlihat malu.
"Tidak, hanya mungkin aku yang sudah lama tidak angkat besi." jawab nya ngaco
Chalondra mencebik ucapan Alfredo.
"Ada apa sih tadi buru buru sekali. sampai nggak lihat ada kendaraan, hampir saja ada nyawa yang melayang." omel Alfredo lagi.
"Kan aku sudah bilang. tadi tidak ada kendaraan yang lewat." jawabnya lagi.
Alfredo terdiam membenarkan apa yang di bilang Chalondra. Pasalnya Alfredo juga melihat sendiri jika tadi itu memang benar sepi.
Dari kejauhan terlihat sepasang mata tengah mengawasi gerak gerik Chalondra dan juga Alfredo tanpa mereka berdua sadari.
"Kau mau kemana?" tanya nya.
"Itu tadi aku mau membeli rujak. Namun sekarang malah sudah hilang keinginan untuk membeli rujak." jawabnya.
"Ayo aku temenin." ajak Alfredo seraya menarik pergelangan tangan Chalondra
"Nggak usah di tarik tarik juga, aku bisa sendiri." tolaknya.
"Ok, kita jalan masing masing." putusnya.
"Lagi pula, kamu pergi sendiri. Biasanya tuanmu itu akan selalu ada bersamamu." ungkap Alfredo
"Tadi tuan Weslay sedang sibuk. Jadi aku tidak ingin mengganggunya." jawabnya.
"Cha, kamu bisa ya, Hidup berdampingan dengan pria cacat seperti Weslay." ungkap Alfredo
" kalau nggak bisa, aku sudah pergi jauh." ucapnya
"Beruntung sekali suamimu itu bisa mendapatkan kamu, kau wanita yang mencintai tanpa syarat. Bahkan kau mampu melengkapi kekurangan suamimu." ucapnya
"Aku yang beruntung memilki suami seperti dia. Dia tidak pernah menoleh noleh pada wanita yang tidak boleh ia lihat dan ia kagumi. aku sangat beruntung atas kesetiaan dia." ucapnya.
"Iya, mau noleh gimana Cha. Melihat orang asing aja langsung menunduk begitu." celetuk Alfredo
"Makanya aku sangat beruntung." jawabnya
"Cha, kau bahagia hidup dengannya?" tanya Alfredo
"Kenapa sihh tanya begitu. Tentu aku bahagia, dia tampan dia ... Dia.."
"Dia kaya?" potong Alfredo
Chalondra langsung tertawa mendengar tebakan dari Alfredo. " Bukan itu saja, tapi aku mencintainya dan tidak tau cinta ini karena apa, hanya saja aku selalu merindukan dia, selalu ingin di dekatnya." jawabnya seraya tersenyum ketika mengingat sikap manja dirinya ahir ahir ini. dan anehnya Weslay tidak merasa risih ketika Chalondra merajuk sesuatu. Weslay malah sangat menyukai hal itu.
Pernah beberapa malam terahir, Chalondra merasa kesulitan untuk tidur, dan ahirnya Chalondra menggangu Weslay yang sudah terlelap.
Chalondra meniup niup telinga Weslay. Sehingga sang empu pun mulai bergidik karena geli. Ketika Weslay terganggu Chalondra akan terkikik. Sehingga Weslay terbangun karena suara kekehan Chalondra.
"Kamu belum tidur?" tanya Weslay dengan suara has orang lelah.
"Saya tidak bisa tidur tuan, saya lapar." ucapnya.
"Kalau lapar, ya kedapur cari makan disana." usul Weslay.
"Tapi saya maunya. Tuan yang ambilkan untuk saya." sahut Chalondra
"Tapi saya ngantuk." jawabnya.
"Katanya sayang.." cebiknya
Weslay langsung menoleh pada wajah Chalondra yang terlihat kecewa.
Cupp... "Jangan ngambek, saya akan ambilkan makanan untuk kamu." ucapnya.
Chalondra langsung berbinar dengan menampakkan gigi putihnya. " Tapi ini pakai syarat." ujar Weslay
"Hmmm, syarat apa ?" tanyanya yang terlihat tidak suka.
__ADS_1
"Cium dulu." ucap Weslay
"Kan udah," sahutnya
"Tadi kan saya yang cium, sekarang giliran kamu."
"Cha, apaan sihh senyum senyum." gerutu Alfredo yang melihat tingkah Chalondra. dari tadi di ajak bicara malah senyum senyum sendiri
"Tidak ada," sahutnya.
"Kamu tertular suamimu nih." tebak Alfredo lagi.
"Eng.."
"Cha, kamu tidak apa apa kan?" tiba tiba Weslay sudah berdiri di belakang Chalondra.
"Tuan, darimana tuan tau saya ada disini?"
"Kamu tidak apa apa kan?" tanya nya lagi.
"Tidak apa apa, tadi ada Alfredo yang nolongjn saya." ucapnya
Weslay menoleh pada Alfredo, pelatihnya di arjuna fitnes.
"Terimakasih " ucap nya singkat.
"Sama sama." balasnya
"Ayo kita pulang." ajak Weslay.
Alfredo merasa jika Weslay tengah cemburu buta pada dirinya.
"Bentar tuan, ini belum habis." tolak Chalondra
"Di makan di dalam mobil." jawabnya
"Tapi tuan." protesnya
"Ayo," ajaknya lagi.
"Al, terima kasih ya, udah nolongin aku." ucapnya
"Sama sama Cha." balasnya.
Setelah masuk kedalam mobil, Pak Budi segera menyalakan mesin mobil, lalu berjalan dengan pelan menuju jalan utama.
"Kamu kenapa sih pergi tidak bilang saya." ucap Weslay yang terlihat sedang marah
"Saya sudah bilang tadi, tapi tuan bilang masih sibuk." ucapnya.
"Tadi kan kamu hanya bilang, saya sedang apa? Kok bisa saya yang salah." omel Weslay
"Ya kan seharusnya, seorang suami itu peka. Kenapa istrinya tanya begitu. Pasti sedang butuh sesuatu." ucap Chalondra
"Jadi saya yang kurang peka?" tanyanya
"Emangnya tuan tau apa itu peka ?" tanya Chalondra
"Peka itu orang yang sedang bekerja kan? Padahal kam kamu tahu sendiri saya sibuk. Itu artinya saya sedang bekerja." jawab Weslay.
"Peka itu.. Tidak punya perasaan." sahut Chalondra
"Perasan, perasan apa? Kan wanita yang sering di dapur apa saja yang bisa di peras" sahut Weslay
"Yaa Tuhan. Bukan perasan tuan. Tapi perasaan, perasaan itu dapat membantu kita memahami. menghubungkan dan komunikasi dengan orang lain." ujar Chalondra
Weslay melihat Chalondra yang masih sambil menikmati rujak yang sepertinya sangat segar. Beberapa kali Weslay menahan air liurnya agar tidak keluar.
"Enak ya?" tanya Weslay
"Hmmm enak banget, segerrr.. Tuan mau nyoba?"
Weslay segera menggelengkan kepalanya. Melihat saja sudah ngilu sendiri giginya, apalagi ikut makan.
"Kamu kenapa sihh makan kayak gitu? Nanti perutnya sakit." ucap Weslay menasehati.
"Lagi pingin tuan," jawab nya
"Pak Budi, berhenti pak." seru Chalondra ketika melihat penjual cilur tengah menjajakan dagangannya di pintu masuk sekolah dasar.
__ADS_1
"Kamu mau apa?" tanya nya.
"Sebentar tuan, saya mau membeli sesuatu dulu." ucapnya.
"Jangan, itu kotor." cegah Weslay
"Tuan cuma sedikit." sahutnya. Ahirnya Chalondra segera keluar dan membeli cilur pedas kesukaanya
"Tuan mau?" tanya Chalondra
Weslay menggeleng dengan mantap. " Ya udah dua pak. Pedas semua " ucap Chalondra
"Kol dua, untuk siapa?" tanya Weslay ďngan mengerutkan keningnya.
"Buat saya semua tuan, tuan kan tau sendiri saya sekarang hobi makan." ucap Chalondra
"Cha, jangan banyak banyak cabenya," cegah Weslay
"Kalau nggak banyak, nggak enak Tuan. Udah tuan tunggu di mobil saja." ucapnya.
Setelah memesan dua cilur, Chalondra segera menghampiri mobil yang di tumpangi dirinya. Namun sebelum benar benar masuk ke mobil, Chalondra melihat es cincau yang sangat menggoda tenggorokan keringnya.
"Sebentar tuan, saya mau beli es dulu." ucapnya, setelah menaruh dua cilur di sebelah Weslay.
Weslay langsung menghindar ketika kantong plastik cilur itu hampir mengenai dirinya.
Weslay hanya memandang segala kelakuan Chalondra ahir ahir ini yang sering banyak kemauan. Sedangkan pak Budi hanya geleng geleng kepala.
Setelah dapat Es cincau, Chalondra beralih pada jajanan pasar, Chalondra memilih beberapa makanan yang menurutnya sangat nikmat. Setelah dapat beberapa kantong plastik makanan, Chalondra segera masuk ke mobil. Lalu segera menampakkan giginya ketika melihat suaminya menatap nya begitu tajam.
Mendapat tatapan yang seolah ingin menguliti dirinya dari tuan suami, Chalondra mendadak menciut tidak sebinar tadi. " Tuan, jangan menatap saya seperti itu, saya takut." lirihnya yang masih di ambang pintu.
Jujur Weslay ingin tertawa, menertawakan wajah imut istrinya ketila mengalami kepanikan.
"Masuk." ucapan tegas dari Weslay.
"Tidak mau, saya tidak mau masuk jika masih ada wajah seperti singa." ucapnya. Lalu segera meraih cilur yang tergeletak di sisi Weslay.
"Ochaaa.. Mas..." ucapnya terpotong ketika mendengar pintu mobil sudah di tutup dari luar. Dan Weslay melihat, Chalondra duduk di pinggir jalan seraya menikmati hasil petualangan di depan sekolah dasar.
Weslay segera turun dan berjalan menghampiri Chalondra yang masih sibuk memilih makanan yang sudah di beli nya.
Weslay ikut duduk di sebelahnya. " Tuan mau?" tanya seraya menyodorkan es cincau yang tinggal setengah.
"Untuk kamu." sahutnya
"Ini masih ada 3 kok." jawabnya seraya mengangkat satu kantong plastik yang masih ada 3 es cincau di dalamnya
"Beli nya banyak sekali sih?" tanyanya
"Bauc dagha dagha." jawab nya yang terdengar kurang jelas karena mulutnya banyak makanan yang baru masuk.
"Beli itu secukupnya saja Cha, kalau sudah habis baru beli lagi." tegur Weslay
"Hiyah, wini juwgah uwdah habis." jawabnya lagi.
Disaat sedang menemani Chalondra makan dipinggir jalan, ponsel Weslay berdering.
*✍" Tuan, orang menyelekai istri anda, sudah berhasil kami amankan."
✍" Tahan dulu, jangan di lepas sebelum aku datang." jawab nya*
"Cha pulang yuk udah sore." ajak Weslay
...♡♡♡...
Chalondra dan juga Weslay sudah sampai rumah, Weslay langsung menggiring Chalondra memasuki kamarnya, karena Chalondra tiba tiba merasakan mual.
"Kamu di bilangin nggak mau mendengar sih." omel Weslay yang seperti emak emak.
"Udah tuan. Jangan ngomel terus. Ini perut saya seperti di aduk aduk tidak karuan." selanya.
"Ini non, teh hangatnya. Pasti nih non keracunan makanan pinggir jalan deh." ucap bik Sam. Chalondra semakin panas saja ketika mendengar bik Sam juga seperti suaminya.
"Saya panggilkam dokter ya non." tawar bik Sam
"Tidak usah bik, saya tidak apa apa." ucapnya
Sedangkan di tempat yang berbeda.
__ADS_1
Seorang wanita tengah merengek minta untuk di nikahi karena sedang mengandung anaknya.
"Kau harus bertanggung jawab Nath. Aku sedang hamil anakmu."