
"Cha," panggil seorang pria dari belakang Chalondra.
Chalondra segera berbalik, tubuhnya tiba tiba saja menegang, pandangan mereka bertemu lala saling berhadapan, Chalondra masih menatap pria yang ada di depanya.
Weslay langsung memeluk Chalondra dengan begitu erat. "Jangan pergi lagi," lirihnya yang tepat berada telinga Chalondra.
Chalondra masih terdiam, belum sepenuhnya percaya dengan kehadiran Weslaý suaminya yang ternyata sudah berhasil menemukannya. Chalondra melihat mobil berjejeran, Chalondra baru sadar, jika mobil yang beriringan ke arahnya dalah suami dan orang orangnya.
"lepaskan tuan, ceraikan saya saja. Saya tidak mau mengganggu rumah tangga kalian. Saya sudah biasa hidup sendiri." tolak Chalondra seraya mendorong tubuh Weslay
Namun Weslay malah semakin erat memeluk Chalondra, "sekian lama aku menantikan momen ini. mana mungkin aku akan melepaskanmu Cha." batin Weslay. Weslay melepas pelukannya, lalu membingkai wajah Chalondra, setelah itu mengecup bibir Chalondra yang masih gemetar.
"kamu salah paham padaku, dia bukan istriku. Istriku hanya kamu seorang." balas Weslay dengan posisi masih membingkai pipi sang istri.
"saya tidak percaya, saya melihat sendiri anda berada depan penghulu untuk menikah, saya lihat sendiri." ucap Chalondra lagi dengan bibir gemetar.
"Kau tidak akan percaya jika kau tetap tidak mau bersamaku, ingatlah Istriku, kau sedang membawa anakku." balas Weslay, Weslay segera menunduk melihat perut istrinya yang sudah terlihat agak besar. Weslay segera berjongkok dengan mensejajarkan wajahnya pada perut buncit sang istri.
"Hai anak papa, apa kau tidak rindu papa?" tanya nya.
Auuu... Pekik Chalondra., saat merasakan ada gerakan kecil dari dalam perutnya. Weslay langsung menatap Chalondra.
Chalondra kembali mendorong tubuh Weslay, yang mampu membuat Weslay terjatuh ke belakang karena serangan mendadak Chalondra.
Fatia segera mendekati Chalondra, lalu mengelus punggungnya dengan lembut. "kak, tenang kak." sahut Fatia
"Cha, dengerin dulu penjelasanku. Aku tidak pernah menikah lagi dengan wanita manapun, aku mencoba untuk setia dengan pernikahan kita. Aku minta maaf karena sudah meragukan kesetiaanmu, aku hanya ingin kita kembali seperti dulu. Kita besarkan anak anak kita." ucap Weslay lagi, sudah cukup Weslay kehilangan Chalondra. Tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.
"Kau mau kan kembali lagi bersama ku, kita besarkan anak kita bersama sama." tanya Weslay
"Kak, sebaiknya kita lanjut pembicaraan ini di rumah," usul Fatia.
Chalondra segera beralih pada Fatia, lalu mengangguk. Karena tidak ingin keributan antara dirinya dan suami menjadi pusat perhatian orang orang yang lewat, akhirnya Chalondra mengiyakan usulan Fatia, dan untuk menjaga martabat om Tama sebagai orang penting di desanya.
Chalondra berjalan mendahului Weslay, padahal Weslay ingin mengajak Chalondra dan Fatia masuk kemobilnya, namun karena Chalondra menolak dan lebih memilih berjalan dengan alasan untuk mempersiapkan proses kelahirannya nanti. Weslay pun menyetujuinya.
Sekitar 10 menit berjalan, akhirnya rumah om Tama sudah nampak, Chalondra segera masuk lebih dahulu, dan mendapati tante Eva tengah memilih milih bunga yang akan ia taruh di meja.
"Cha." seru tante Eva, seraya memandang pria yang ada di belakang Chalondra.
"Tante, ini suami Ocha." sahut Chalondra yang segera mengenalkan pada tantenya.
"Oohh, selamat datang. Saya tantenya Ocha." sahutnya. Weslay segera membalas uluran tangan tante Eva.
__ADS_1
"Ayo masuk." ajak tante Eva
...♡♡♡...
Evellin tengah memasukkan beberapa pakaian, kedalam tasnya, semalam sang kaka sudah memberi tau jika dirinya baik baik saja, Chalondra juga memberi tau jika om yang ada dari desa akan menjemputnya.
"Ev, Ken.. Kalian tau, kakak kalian tadi malam telpon akak. Itu artinya kakak kalian baik baik saja." ucap Dokter Ronald tiba tiba.
"Iya kak, ini kami juga sedang beres beres pakaian, katanya om kami akan menjemput kami." sahut Kenzo.
"Apa, kalian akan pergi dari sini? Ev, tolong jangan tinggalkan Cilla sendiri. Dia begitu terpukul kehilangan Chalondra, jangan buat dia terpukul lagi , kakak tidak tau apa yang akan kakak katakan, jika kalian juga meninggalkan Cilla." mohon Ronald pada Evelin dan juga Kenzo.
Mereka berdua lalu saling memandang, " Bagaimana ya kak, kami juga sangat ingin berkumpul dengan keluarga kami, maafkan kami kak." sahut Evellin yang tak kalah sedih.
Jujur Evelin sangat sakit meninggalkan Cilla, mengingat dokter Ronald sudah sangat baik pada keluarganya.
"Dokter, kami hanya beberapa hari saja kok, karena kami kan masih sekolah di sini." ucap Evellin
"Tapi saya tidak yakin Evel, kalau begitu, biarkan saya juga ikut mengantar." ucapnya. Dokter Ronald juga sudah sangat rindu pada Chalondra. Tadi malam saat Chalondra menelpon, Ronald seperti mendapat mood booster, dan tadi saat dirumah sakit, banyak yang menegur ketika melihat Ronald terlihat sumringah.
"Selamat siang," ucap Seorang pria dari pintu masuk kontrakan.
"selamat siang juga." sahut Ronald. Ronald langsung berdiri untuk menyambut tamu yang baru saja datang.
"Saya Tama, om nya Evellin dan Kenzo. Apa mereka berdua ada?" tanyanya.
Evelin dan Kenzo segera keluar, dan menyambut tamu yang baru saja masuk. Evellin memandang pria yang berdiri dengan pakaian santai namun rapi itu persis seperti foto ayahnya.
"Ini Om Tama, Kak Ocha beneran sudah bersama om?" tanya Kenzo
" Iya, kakak kalian akan tinggal beberapa hari di sana. " jawabnya
"saya masih belum percaya, karena selama Chalondra bersama saya, Dia tidak pernah cerita jika memilki om." sahut Ronald.
"Siapa anda? Apa anda suaminya? Jika kau adalah suami nya. Saya minta pada anda, untuk segera menceraikan dia. Saya tidak rela keponakan saya makan hati setiap hari karena ulah kamu, atau kalau anda tidak bisa, saya yang akan menguruskan perceraian kalian." sarkas Tama
Tama sudah melihat foto Weslay, namun ia lupa wajahnya karena orang kota itu ada kemiripan sedikit.
"Om, Dia dokter Ronald, dokter ini yang sudah menolong kami, dengan memberikan kampungan rumah walaupun kami dikontrakkan." jelas Kenzo.
Baru Tama sadar, jika yang ia lihat lelaki itu wajahnya sangat berbeda.
"Jika dia istri saya, saya akan menjaga dan menyayangi nya. Dan karena dia sudah berpesan pada saya untuk menjaga kedua adiknya, saya akan ikut mengantar mereka berdua sampai tujuan." ucap Ronald.
__ADS_1
"Kami ini pamannya, kami tidak mungkin akan mencelakai mereka." kesal om Tama.
Setelah keributan demi keributan, dan Ronald tetap akan mengantar Evellin dan Kenzo sampai tujuan, akhirnya om Tama menyetujui. Setelah itu, Ronald meminta ijin lada om Tama untuk membawa Evelin menjemput Cilla, karena saat ini sudah waktunya Cilla pulang sekolah.
...♡♡♡...
"Ev, apa kau akan ikuti rencana om kamu,?" tanya Ronald, setelah mereka melakukan perjalanan ke desa bersama Cilla juga bermobil dengan Ronald.
"Tidak tau kak, tapi saya tetap akan selesaiin dulu pendidikan disini. kan tunggal beberapa bulan." jawabnya.
"Yaa, menurut kakak juga begitu, mengingat tinggal beberapa bulan lagi kelulusan." sahut Ronald.
"Kak Evel jangan pergi jaugin Cilla, Cilla tidak punya teman lagi kalau kak Evel juga pergi." ucap Cilla dengan sedih.
"Kakak tidak akan ninggalin Cilla, jika kakak beneran pergi, Cilla juga bisa kok datang pada kakak di desa." sahut Evellin.
Cilla langsung memeluk Evellin, "Cilla nggak mau kakak pergi jauh, Cilla sayang sama kak Ocha, sama Evel dan kak Kenzo." raungnya yang sudah berada di pelukan Evellin
"Tidak sayang, Kakak tidak akan ninggalin Cilla kok. Kakak akan bersama Cilla" hibur Evelin
"Benar, kakak juga tidak akan ninggalin papa kan?" tanya nya. Evellin langsung menoleh pada wajah Ronald yang masih fokus menyetir, Ronald terlihat sedang menelan air liurnya sendiri.
*Siaall. dasar bocil, di bilangin jangan menyebut nama papaya jika sedang merengek untuk mempertahankan Evelin, karena jujur Ronald masih berharap Chalondra bisa di dapat, jika Weslay sudah tidak bisa menjaganya.* gumamnya.
Yaa setiap hari Ronald memang selalu menakuti Cilla, "jika membiarkan kak Evel pergi, maka selamanya Cilla akan kehilangan kak Ocha, dan kemungkinan akan gagal untuk menjadikan kak Ocha mama Cilla. Dan setiap di takuti seperti itu, Cilla akan menangis dan memukul mukul papanya. Meraung dengan berteriak jika papanya jahat."
"Tidak sayang, kan kak Evel dan Ocha sangat sayang sama Cilla." hiburnya
"Papa bohong, papa bilang kak Ocha dan kak Evel tidak sayang Cilla, makanya akan ninggalin Cilla." adu Cilla.
Mereka berhenti di sebuah villa untuk beristirahat, mobil om Tama juga memasuki halaman villa.
"Kenapa berhenti disini? Apa kau mau memperdaya keponakan saya?" tanya Tama dengan dada naik turun
"Om, om tenang dulu, mungkin perjalanan juga masih jauh, kita istirahat di penginapan dulu, saya tidak menyentuh keponakan om. Tenang saja." balas Ronald.
"Awas sampai kau macam macam pada keponakan saya, saya akan buat karirmu hilang." ancam Tama.
Ronald hanya menanggapi sikap arrogant om Tama dengan mengelus dadanya.
Cilla sekamar dengan Evelin, sedangkan Kenzo dan om Tama istirahat di kamar yang sama, Ronald lebih memilih di kamar sendiri.
...♡♡...
__ADS_1
"Bagaimana kabar mu Cha? Apa mereka tidak menyusahkan kamu.?" tanya Ronald, yang membuat Weslay semakin cemburu.