Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
eposode 74. percobaan pembunuhan


__ADS_3

"Tuan bilang, dia bukan istri tuan." Ucap Chalondra.


"Dia Emily, istri Nathan, dan dia tengah mengandung anak Nathan." jawab nya. Chalondra yang menjawab dengan "oh" saja.


"Hai," sapa Emily dan langsung menghampiri Chalondra dan juga Weslay


"Hai juga " balas Chalondra.


"Ayo nyonya istri, kita harus segera masuk." ajak Weslay. Emily hanya mengerutkan keningnya ketika mendengar panggilan Weslay ke istrinya. "Norak banget sihh, mentang mentang dia akan menjadi nyonya besar disini. Sehingga Weslay harus memperjelas kedudukan istrinya." batin Emily seraya bibirnya mencibir tidak suka.


Emily jengah melihat keromantisan Weslay dan juga Chalondra. Lalu segera berjalan mengikuti mereka berdua.


Weslay segera memasuki ruang tengah dengan merangkul sang istri.


"Selamat datang kembali menantu kesayangan papi." ucap Landolfo bersamaan dengan lampu yang menyala. Di tambah lagi banyak sanak saudara yang datang di tengah tengah kebahagian Weslay dan Chalondra


"Tuan, tuan bilang papi masih marah sama saya." ucapnya


"Papi memang masih marah, itu papi sedang berpura pura tidak ada masalah. Setelah ini kau harus berbicara pada papi." bisik Weslay. Chalondra kembali menatap wajah suaminya dengan wajah yang ia dongakkan.


Weslay berpura pura tidak melihat jika sedang di perhatikan oleh sang istri. "Selamat atas kehamilan kamu Cha, papi sangat bahagia." ucap Landolfo serta memberikan sebuah bingkisan pada Chalondra.


"pa..papi tidak marah sama saya?" tanyanya


"Marah? Untuk apa? Kau sudah mewujudkan mimpi papi, papi sangat bahagia." Sahutnya


"Tapi, tu-... Eehh suami saya bilang papi masih marah." imbuhnya


"Papi tidak marah, papi hanya kecewa sama sikap kamu, kenapa kami tidak menjelaskan pada kami jika kamu tidak melakukan itu. Tapi sekarang semua sudah jelas, bahwa kamu di jebak." Sahutnya


Chalondra langsung memberi cubitan kecil pada perut suaminya. Aauuu... Teriak Weslay dan langsung mendapat perhatian dari semua yang datang.


"Selamat ya Cha, kau sudah berhasil menduduki gelar nyonya di rumah ini." ucap tante Varia


"Maksud tante." sahut Chalondra


"Ya karena nyonya besar disini sudah tidak ada, jadi kaulah yang akan menggantikan." balasnya. Chalondra segera mencari sosok wanita yang sering di sebut mami oleh Weslay. Namun tidak ia temukan


"Mami kemana?" tanya Chalondra.


"Dia sudah keluar dari rumah ini. Dan sebentar lagi akan menyusul anaknya yang juga akan keluar." sahut Weslay.


Tak berapa lama ada petugas polisi datang yang mencari Nathan.


"Selamat sore tuan," ucap Seorang petugas negara


"Selamat sore juga, ini.. Ada apa yaa?" tanya Landolfo yang terlihat tidak tenang.


"Kami dari kantor polisi ingin bertemu dengan bapak Jonathan, apa beliau ada?" tanya nya.

__ADS_1


Nathan yang sedang duduk di ruang makan pun segera keluar, khawatir jika terjadi sesuatu dari maminya.


"Iya saya sendiri." balas nya.


"Bapak Jhonatan, kami datang kesini karena di tugaskan untuk membawa anda." Ucap seorang polisi yang sudah berjalan lebih dekat dengan Nathan


"Membawa saya? Saya tidak melakukan apapun yang melanggar hukum." balas nya


"Atas laporan percobaan pembunuhan yang anda lakukan beberapa hari yang lalu di rumah sakit." Ucap polisi itu lagi


"Itu tidak benar pak, saya tidak melakukan itu, lagian saya akan membunuh siapa?" sangkalnya


"Percobaan pembunuhan tuan Landolfo." balas polisi itu lagi.


"Tidak pak, itu tidak benar. Saya tidak melakulan apapun." sangkalnya


"Nanti anda bisa jelaskan di kantor polisi." sahut polisi. lalu segera membawa Nathan keluar


"Pi, papi tidak percaya kan, Nathan akan melakukan ini ke papi. Nathan sangat menyayangi papi." Ucap Nathan.


Landolfi masih sok dengan kejadian sore ini. tidak menyangka anak yang ia besarkan dan ia beri kasih sayang, layaknya anak kandung tega untuk membunuhnya.


"Gis, bawa aku kekamar." Ucap Landolfo. Gisel segera menuruti perintah tuannya. Gisel mendorong kursi roda tuan besarnya.


sama halnya dengan Varia, Varia tidak menyangka jika keponakan tirinya itu tega melakukan hal sekehi itu pada ayah tirinya. "jadi apa yang di katakan Weslay waktu itu benar." gumamnya.


Weslay sempat melarang tante Varia untuk mengenalkan adik temannya, namun Varia malah membandingkan Weslay dengan Nathan. Jujur saja Varia sangat menyesali hal itu.


...♡♡♡...


Weslay sudah berangkat ke kantor lebih dulu, karena harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, sedangkan sang papi, rasanya masih sangat malas keluar rumah.


Di hatinya masih ada rasa kecewa yang amat pada Nathan.


"Gis, kau bisa datang ke kediaman. Saya ada perlu." Ucap Landolfo lewat selulernya.


"baik tuan." jawabnya. Landolfo segera menutup ponselnya, seraya duduk du balkon kamarnya.


Landolfo memandang jalanan lewat pembatas taman. Landolfo melihat Irena berjalan terburu buru. Mungkin dia akan menemuinya.


Ckk... Decaknya.


"Kak, ada mbak Irena." ucap Varia yang sudah masuk kekamar kakaknya.


"Katakan, aku lagi malas menemuinya." balasnya


"Kak, aku tau kakak sangat kecewa pada mereka. Tapi temuilah dia. Mungkin dia akan mengatakan sesuatu." ucap Varia.


"Kau masih dengar kan, aku malas menemuinya." geramnya. Varia segera keluar dan berpapasan dengan Gisel yang juga sudah diambang pintu kamar Landolfo.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan. Apa ada sesuatu yang harus saya kerjakan?" tanya Gisel.


"Bagaimana rapat pagi ini?" tanyanya


"Semuanya berjalan dengan lancar tuan. Hanya saja pak Bastian tidak terima dengan jabatan barunya." Sahutnya.


"Itu tidak masalah, karena mungkin dia juga akan menyusul Nathan ke penjara." jawabnya


"Tuan-"


"Aku sudah tau, jika mereka yang sudah menyebabkan nenek Chalondra meninggal. Dan mereka juga yang sudah membakar rumah nya." Gisel tercengang ketika mendengar kenyataan itu.


"Weslay yang mengatakan semuanya tadi malam." imbuhnya.


Gisel mengangguk. " Tuan di depan ada tamu." Ucap Gisel


"Saya tidak akan menemuinya." balas Landolfo


"Beliau adalah keluarga Chalondra." Ucap Gisel lagi.


"Keluarga Chalondra, siapa?" tanyanya


"Om nya non Chalondra, tuan." jawab Gisel.


"Bawa aku kekuar Gis." perintahnya.


Om Tama memang datang kesini karena ingin menjalin hubungan baik dengan besan nya. Om Tama datang tidak sendiri. Dia membawa Kenzo dan juga Evellin. tadi malam om Tama memutuskan untuk bersilaturahmi dengan besan nya. Dan pagi pagi sekali, Om Tama beserta istri dan keponakannya langsung pesan tiket pesawat kejakarta. Sekalian mengantar Evellin dan juga Kenzo haris sekolah.


"Selamat datang tuan." sambut Landolfo di atas kursi rodanya.


"Terimakasih tuan Landolfo." jawabnya


Mereka pun segera duduk di ruang tamu.


Landolfo serta om Tama terlibat obrolan asyik, sedangkan Kenzo dan Evelin di bawa oleh Chalondra kebelakang rumah. Menikmati pemandangan indah yang ada di sana.


Tanya Eva dan tante Varia juga sedang ngobrol asyik mengenai urusan wanita.


...♡♡♡...


1 bulan sudah berlalu.


Nathan sudah resmi menjadi tahanan polis, karena Landolfo tidak ingin membatalkan laporannya. sedangkan untuk Irena, Landolfo tidak lagi mempertahankan rumah tangganya karena sangat kecewa.


"Tuan, lihatlah.. Mereka sedang bermain bola." Ucap Chalondra saat melihat perutnya agak menonjol di bagian atas.


"Main bola, apa mereka laki laki?" tanya nya.


"Tidak tau," jawabnya. Chalondra memang tidak ingin tau lebih dulu jenis kelamin mereka. karena Chalondra ingin kelahiran mereka adalah sebuah surprise untuk Keluarga nya nanti.

__ADS_1


Weslay segera menyentuh bagian kulit yang menonjol. dan tidak di sangkanya, jejak mereka langsung hilang. Weslay tertawa ketika melihat tingkah lucu dua bayi dalam perut istrinya.


__ADS_2