Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 50. Barang Bukti


__ADS_3

"Bagaimana ini jika Oscar tau milikku sudah basah" batinnya. setelah memasuki area apartemen.


Gara gara teringat permainan panas dengan mantan bosnya, bagian bawah Irena basah.


Irena melangkahkan kakinya menuju kamar yang di huni Oscar, lalu segera menekan tombol angka untuk membuka kunci yang sudah Irena hafal.


Oscar segera menyambut dengan wajah berseri seri, Oscar hanya memakai boxer andalannya ketika kedatangan tamu wanitanya. "Kenapa pandanganmu terlihat berkabut gai*ah sayang, Apa kau sudah tidak sabar bercinta denganku?" tanya Oscar seraya tangannya mulai menggait pinggang Irena.


"Jangan lakukan lagi Oscar, aku adalah wanita yang sudah bersuami. biarkan aku hidup tentram dengan suamiku." tekan Irena seraya melepas tangan Oscar.


"Kau duluan yang mengundang ku waktu itu. Kau yang selalu menggodaku dengan tubuh sintalmu. Kau pikir aku tidak tau apa yang ada dalam kepalamu?" tanya Oscar yang membiarkan Irena melangkah menuju sofa.


"Aku salah, ku mohon lepaskan aku Oscar," ucapnya


"Tidak semudah itu Irena, aku sudah terlanjur candu dengan tubuhmu."


Hening...


"Sekarang layani aku." ucap Oscar, lalu segera menarik pergelangan tangan Irena untuk masuk kekamar mandi.


"Kenapa di sini?" tanyanya


"Aku lagi ingin bercinta dengan air hangat denganmu." ucapnya. Dan langsung menarik pinggang Irena untuk ia rapatkan pada perutnya. .


"Walaupun kau sudah di pakai oleh banyak pria, tapi kau tetap enak Irena." pujinya


"jangan menghinaku, aku hanya bersetubuh dengan suamiku dan kamu.." ucapnya.


"Oohh ya, bagaimana dengan pria yang sudah menghadirkan Nathan, apa kau sudah melupakan pria itu?" tanya Oscar. Seraya melepas piyama yang di pakai Irena.


"David, apa kau mengenalnya.?" tanya Irena


"Otak liarmu tentang se* itu, tidak pernah hilang ternyata. Bahkan kau masih mengharapkan dia untuk kembali menggaulimu?" ejek Oscar.


"Bukan begitu, aku hanya ingin David tau, jika dia memiliki anak dariku." ucap Irena


"Apa kau yakin itu anak David? walau begitu, David tidak akan pernah mau mengakuinya, dan Nathan... aku rasa Nathan tidak akan pernah dapat apa apa dari David." cemooh Oscar.


tangan Oscar sudah merayap kebawah. Dan betapa kagetnya, jika bagian bawah Irena sudah basah.


"Kau memintaku untuk menghentikan permainan ini, tapi kau sudah basah saja sayang." bisiknya


...♡♡♡♡...


"Apa kau masih sakit?" tanya Weslay.


"Tidak sakit, hanya mual saja tuan." jawabnya.


"Kita kedokter ya, saya hawatir kamu semakin parah." ucap Weslay


Chalondra menatap suaminya itu dengan seksama, lalu kedua tangannya ia ulurkan pada pinggang Weslay. " Saya akan sembuh, jika tuan selalu ada disini." gumamnya seraya memeluk erat tubuh sang suami.


"Cha, jangan seperti ini.. Saya tidak bisa nahan." lirihnya.


"Kita kan suami istri, tidak apa apa kita melakukan seperti yang kita lakukan setiap hari." sahut Chalondra


"Tapi kamu masih sakit." ucapnya.


"Tapi saya pingin gituan, tuan," rengeknya.


"Benarkah..?" tanya nya. Yang mendapat anggukan dari Chalondra.


"Aneh, kenapa ya. Sekarang Chalondra semakin agresif seperti ini. Apa dia sudah mulai mencintaiku?" batinnya.


"Tuan, iihh kok bengong. Nggak mau yaa." keluh Chalondra


"Emmm Mau.." balasnya.


(....)

__ADS_1


"Tuan," lirih Chalondra


"Hmm.."


"Ternyata menikah itu enak ya, Tuan." ucapnya. Weslay yang sedang berselancar di ponselnya langsung mengalihkan atensinya. Lalu segera menaruh ponselnya di atas nakas yang ada sebelah ranjangnya.


"Tapi yang membuat enak itu ketika sedang melakukan permersatuan." gumam Chalondra


"Jadi menurutmu menikah itu, hanya untuk melakukan permersatuan saja? Untuk yang lain,apa menurutmu tidak enak." tanya Weslay


Chalondra langsung menyembunyikan wajahnya pada bawah ketiak Weslay. "Ini juga enak." jawabnya


"Terus apa lagi?" tanya Weslay


"Tuan.. emmm sepertinya saya mulai suka." ucap Chalondra


"Saya tau, beberapa hari ini kamu sering godain saya, hanya minta yang itu." sahut Weslay


"Bukan itu... Saya suka Tuan." ucapnya, namun Weslay tidak mendengar karena ponselnya berdering.


Weslay segera memakai boxernya, dan segera keluar dari kamar.


"Hallo, bagaimana Wil?" tanya Weslay


"Tuan, orang itu masih belum mengaku. kami sudah membawa bukti bukti itu Tuan."


"Ok, biarkan saja dia merasakan oksigennya malam ini. Besok saya akan mengurusnya. Semua bukti itu kau simpan sampai aku membutuhkan." ucap Weslay


"Sudah tuan, saya sudah simpan di tempat yang aman semua bukti kejahatan ibu tiri anda "


"Bagus," ucapnya.


Dari belakang Weslay, ada yang mencoba menguping pembicaraan Weslay dengan William. Orang itu tersenyum menyeringai. " Kita akan lihat, siapa yang akan hancur lebih dulu Ley " gumamnya.


Weslay memasuki kamarnya, dan melihat Chalondra ternyata sudah terlelap. Weslay kembali keluar untuk mengambil air mineral di dapur.


Weslay mengerutkan alisnya, ketika mengingat ingat jika dirinya tadi tidak nonton televisi.


"Siapa yang nyalakan ini. Kenapa tidak di matiin." gumamnya.


Weslay segera naik keatas, dan segera kembali ke kamarnya. Weslay melihat pintu kamar sedikit terbuka. " Apa aku tadi tidak menutupinya?" batinnya.


"Perasaan pintunya sudah ku tutup deh." monolognya


Weslay kembali melanjutkan langkahnya, dan berhenti ketika melihat lampu kamar begitu bercahaya. Weslay melihat Chalondra yang belum memakai sehelai benang itu masih tertidur dengan lelap.


"Ocha tidak biasanya akan banyak tingkah ketika tidur. Ini kenapa selimutnya sudah tersingkap kemana mana." gumamnya.


Weslay segera mengunci pintu dan segera menyusul Chalondra tidur di sampingnya.


Weslay segera menyelimuti istrinya dan juga dirinya sendiri yang juga masih selimut yang sama.


Chalondra segera memeluk Weslay ketika ada pergerakan di atas tempat tidur.


...♡♡♡...


Chalondra sudah bangun, ketika merasa ada yang minta segera di keluarkan dari dalam perut.


Setelah buang air kecil, Chalondra segera membersihkan tubunya dari keringat percintaan dengan sang suami.


Setelah sekitar 15 menit, Chalondra segera keluar dan mendapati suaminya sudah berada di depan pintu kamar mandi.


Hooeekk...


Sepertinya Weslay masuk angin, karena semalam lupa mematikan ac nya.


"Tuan kenapa?" tanya Chalondra


"Tidak tau, perutku mual banget. Sepertinya karena ac yang tidak di matiin." jawab nya.

__ADS_1


Hooeekk...


Weslay masih kembali berusaha mengeluarkan isi perutnya, Sedangkan Chalondra mengelus punggung suaminya.


"Sudah baikan? Saya siapkan minuman hangat yaa.." ucap Chalondra


Saat Chalondra ingin keluar, Weslay segera menariknya


"Jangan pergi, saya tidak mau kau pergi." lirihnya


"Tidak tuan, saya akan kedapur buatkan teh hangat untuk tuan." jawabnya


"saya hanya butuh yang hangat hangat dari tubuhmu. Bagaimana kalau lagi ini kita awali dengan morning se*?" tanya Weslay


"Saya sudah mandi tuan." balas Chalondra


"Papi bilang, melayani suami itu wajib." gumamnya. Padahal sang papi tidak pernah bicara seperti itu. Itu hanya anak akalan Weslay agar Chalondra tidak menolak. Setiap kali Weslay membawa nama papi, Chalondra tak bisa membantah, Bagaimana pun Chalondra sangat menghargai mertuanya.


"Kapan papi bilang begitu." tanya Chalondra


"Setiap hari ketika sedang sama mami." ucapnya.


Weslay tersenyum ketika melihat reaksi Chalondra. " Itu juga pesan dari papi untuk istri dari anaknya." gumam Wèslay


Chalondra segera berhambur kepelukan Weslay. Dan kali ini mereka bermain di dalam bathuup di kamar mandi.


Setelah ritual pagi yang semakin membuat semangat hidup Weslay, kini mereka tengah menyantap sarapan dengan pakaian sudah rapi karena mau berangkat bekerja.


"Ini jahe hangatnya." ucap bik Sam, seraya menaruh jahe hangat untuk Weslay


"saya tidak memintanya bik." sahut Weslay


"Tadi Nona yang meminta. Katanya tuan tadi muntah muntah karena masuk angin. Makanya saya buatkan jahe hangat untuk tuan." jawab bik Sam


Weslay mengangguk saja, ini adalah bukti perhatian sang istri pada dirinya. " Ya sudah, nanti saya minum bik. " jawab nya



Sampai di kantor, Chalondra segera masuk. Dan di tangannya menenteng 2 kantong plastik berisi makanan jajanan pasar. Tadi sebelum ke kantor, Chalondra merengek untuk mampir di pedagang jajanan pasar yang ada di pinggir jalan.


Walau sempat terjadi drama, karena Weslay tidak ingin Chalondra mengalami hal seperti kemarin, ahirnya Weslay tidak tega melihat wajah memelas sang istri yang terlihat kurang gizi. Padahal makanan dirumah semuanya gizi seimbang. Namun tadi Chalondra hanya minum susu bon**to saja. Katanya pingin makan yang ada di pinggir jalan.


"Tuan beneran nggak mau jajanan ini?" tanya Chalondra


"Tidak, saya takut keracunan seperti kamu." jawabnya. Setelah Weslay mengantar sang istri sampai ruangan.


"Tuan, Tuan disini saja menemani saya, kan mbak Gisel lagi ada meeting dengan pengeluaran produk terbaru." ucap Chalondra


"Nanti kalau kamu merindukan saya, kamu datang saja di ruangan saya." jawabnya


"Ya udah. Saya mau makan dulu. Selamat bekerja ya tuan." ucap Chalondra untuk Weslay agar lebih semangat, Chalondra memberi kecupan pada bibir merah milik suami nya.


"Kalau tidak di kantor, aku sudah membalasnya." batin Weslay.


Weslay segera keluar. Ketika Weslay ingin masuk keruangan. Ponsel nya berdering.


"Hallo Wil," ucap Weslay


"Tuan, ada yang menyerang markas tuan." ucap William


"APA... Ok saya kesitu." jawab nya. Weslay segera berjalan keluar dengan setengah berlari.


"Tuan.... Tuan mau kemana?" seru Chalondra. Chalondra segera mengambil tas dan mengejar sang suami yang sudah masuk ke lift.


Chalondra pun ikut berlari dengan secepat yang ia bisa. Namun memang karena Chalondra tidak pernah ikit lomba lari. Dan kalaupun ikutin sering kalah. Ahirnya Chalondra tidak bisa mengejar suaminya. Chalondra melihat suaminya masuk ke mobil taxi yang sudah di depan kantor.


"Nggak mungkin pakai jasa pak Budi. Pasti akan lama." gumamnya. Chalondra segera naik ojek yang sering mangkal di pinggir jalan dekat kantor nya.


"Bang, ikuti mobil itu ya."

__ADS_1


__ADS_2