Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 37. Melanggar kesepakatan


__ADS_3

"Aku sudah memberi mereka makanan yang beracun. dan itu aku hususkan untuk di santap kedua pengantin itu." jawab nya dengan senyum yang mengembang begitu sempurna.


"Kau yakin?" tanyanya untuk memastikan


"Percaya pada adikmu ini kak, gini gini aku sudah membantu ibu dan kak Iren cukup lama." ucapnya membanggakan diri.


Tiba tiba ponsel Tian berdering, Tian segera mengangkat panggilan itu dengan antusias. "ini pasti dari orang orang ku yang memberikan kabar duka." ucapnya


"Seyakin itu kamu?" geram Irena


"Ini pasti kabar baik kak " ujar Tian.


"Ya sudah buruan di angkat" titah Irena yang sudah tidak sabar


"Bagaimana, apa kau sudah mengerjakan tugasku dengan baik?" tanya Tian.


"Sud..dah Tuan," sahutnya.


"Ok, bagaimana dengan mereka, pak Lurah? Apa mereka sudah qoit?" tanya Tian


"Itu dia tuan, istri saya salah menaruh racun. Dan tadi.." ucapannya Galih langsung di potong dengan kemarahan oleh Tian


"Bodoh... Kau sungguh bodoh. Kemarin kau gagal menikahkan putramu dengan pengasuh jelek itu. Dan sekarang kau gagal membuat dia qoit, tidak ada dana yang akan masuk di rekening kamu, titik." ucap Tian dengan amarah. Lalu segera menutup ponselnya.


"Kau ini bagaimana sih Bastian, gitu aja nggak bisa." Irena kembali ngedumel.


"Sudah, tidak ada gunanya saling menyalahkan. Masih ada waktu untuk menyingkirkan mereka " ucap ibunya.


"Ibu, pengasuh itu sangat berbahaya bu. Aku yakin dia sudah tidak memberikan obatnya itu lagi." ucapnya


"Walau dia sudah menikah, belum tentu juga pengasuh itu hamil. Kan kamu tau sendiri dampak dari obat itu." ujar sang ibu yang sering dipanggil Rini


"benar juga," gumam Irena.


"Kau tidak menelpon suamimu, tanyakan kapan dia akan pulang. Jangan sampai dia tau kamu pura pura kecelakaan disini." ujar sang ibu


"iya bu, nanti saja. Katanya dia akan di indonesia lumayan lama gitu." balas Irena.


"Ya tetap kau harus waspada, Landolfo itu pria cerdas. Bisa saja dia langsung pulang ketika perusahaan disini tiba tiba bermasalah." ujar ibunya.


"Oohh iya, Nathan.. kemana sih anak itu. Maminya menghilang, dia juga ikutan menghilang saja." kata Irena


"Kemarin Nathan sempat tanya sih kak. Papinya ada di mansion tidak? Ya aku jawab tidak, orang kami sedang mempersiapkan akad nikah nya si Ley." balas Tian


"APA dia di indonesia? tanya Irena


"Ya aku tidak tau kak." jawanya


"Aku harus menelpon Nathan bu, dia itu suka semaunya sendiri jika melangkah." gerutu Irena


"Ya seperti kamu, kamu juga begitu kan?" ujar ibu Rini


"Ibu, jangan begitu.. Ibu juga ikut menikmati hasilnya kan?" kata Irena yang membalikkan perkataan ibunya.


Tuuttt


Tuuttt...

__ADS_1


Tuuttt.. Panggilan Iren tidak ada jawaban. " ini anak kèmana sih." omelnya.


Irena masih berusaha menelpon Nathan.


Ditempat yang berbeda.


"Kau sepertinya sangat menikmati permainan ku Em." bisik Nathan,


"Kau sungguh luar biasa, aku candu dengan senjatanya yang big long." sahut Emili dengan manja.


Nathan kembali menghujani Emili ciuman pada tubuh dan lehernya. Lalu berhenti pada bulatan kecil yang ada di dada kenyalnya.


Aahhhsss... Nathanhhh... racaunya.


Nathan hanya menanggapi dengan senyuman. Emily adalah wanita kedua yang di setubuhi oleh Nathan. Sebelum Emily, Nathan sudah memilki kekasih, dan mereka harus putus karena sang kekasih harus menikah dengan pria lain.


"Ashhh.." des*hnya. tangan Emily menjebak rambut Nathan yang ikal dengan kuat. dadanya ia sodorkan pada Nathan agar lebih dalam lagi Nathan menghisa*nya


Kriingg... Kring... Kring..


"Nathhss ada telpon." ucap Emily


"Tangung sayang, biarkan saja." balas nya. Nathan kembali menyerang Emily dengan buas, sudah berapa kali Nathan bermain dengan lubang milik Emili setelah semalam melepas kerinduan di hotel. Dan saat ini pun mereka masih menikmati kebersamaan dengan panas.


Permainan panas mereka berdua ahirnya usai, setelah menghabiskan waktu sekitar 15 menit.


"Love you sayang." ucap Nathan seraya mencium bibir Emily.


"Love you too." balasnya, lalu segera memeluk Nathan begitu erat.


"Kau sudah mengambil yang berharga dariku, jadi ku mohon jangan pernah tinggalkan aku." ujar Emily


"Tidak sayang, aku adalah pria yang setia." sahutnya, lalu kembali memainkan gundukan dada kenyal milik Emili dengan mulutnya. ini adalah mainan favorit Nathan saat bercinta


"Mau lagi,?" tanya Nathan


"Sudah Nath, perih intimku. Sudah berapa kali sejak tadi malam." tolak Emily.


"Belum genap 10." cebik Nathan


"Belum genap 10 aja udah perih ini." ucap Emily


"Iya, kalau begitu aku telpon mami dulu ya " kata Nathan seraya meraih ponselnya


Tuuttt... Tuuttt..


πŸ“±"Hallo Nath, kau di mana sih?" tanya Irena


πŸ“±"Ada apa sih mi? Nathan sedang di indonesia." jawabnya


πŸ“±"Kebetulan, kau nanti mampir kerumah papi. Bagaimana keadaan disana. Dan tanyakan kapan papi pulang." ujar Irena lagi


πŸ“±"Kenapa harus Nathan sih mi, kan mami bisa, telpon sendiri."


πŸ“±"Ayolah Nath, lagian kamu ngapain sih di indonesia." tanya Irena


πŸ“±"Ok mi, nanti Nathan mampir ke mansion." jawabnya

__ADS_1


"Oohh iya sayang. Kau jangan mengganggu dong babyhh sshhh.. " racau Nathan. Yang langsung di dengar oleh Irena


πŸ“±"Nathan. Kau sama siapa disitu?" geram Irena.


πŸ“±"nanti Nathan hubungi lagi mi, ini ada panggilan darurat." pamitnya, Nathan segera menutup ponselnya dan segera meraup bibir se*si milik Emili. Nathan menyalakan videonya untuk merekam adegan hot mereka berdua.


"Kenapa sih. Pakai direkam?" tanya Emily yang hendak meraih ponselnya.


"Aku selalu merindukanmu Em, jika sedang rindu aku akan berfantasi sendiri dengan video ini." ucap nya.


"Benarkah?" tanya Emily meyakinkan dengan wajah yang bersemu merah.


"benar sayang, aku sangat mencintaimu babyh.." ucap nya lagi.


...β™‘β™‘β™‘...


"Tuan, pakaian tidur sudah saya siapkan. Saya harus kembali ke kamar saya, karena harus membersihkan tubuh saya." ucap Chalondra setelah menyiapkan pakaian milik Weslay.


Weslay mengangguk, lalu segera melepas kancing kemejanya.


"Susah," gumamnya. Chalondra yang sudah berjalan dan hendak membuka pintu segera berbalik dan melihat Weslay yang sepertinya kesusahan melepas kancing kemejanya.


"Tu kan, Saya sudah bilang. Sebaiknya pakai kaos saja. Tuan sihh ngeyel, pakai kemaja segala." omel Chalondra


"Saya sedang kesusahan, Cha." cebiknya


"Iya, sebentar saya bantu melepas." ucap Chalondra lalu segera berjalan kearah suaminya yang sedang berdiri.


Chalondra segera berdiri berhadapan dengan Weslay. Dan tangannya sudah meraih kancing kemeja paling atas.


Weslay memandang wajah teduh Chalondra begitu dekat. Hingga nafas hangat Weslay menerpa wajah Chalondra. Chalondra mendongak ketila nafas itu kian mendekat. dan pandangan mereka saling terpaku dengan bola mata yang berkabut gairah.


Weslay mengecup bibir Chalondra. " Tuan jangan begitu." ujar Chalondra


"Kamu istri saya." ucapnya


"Iya, tapi sudah di sep..." cup.. Sebelum Chalondra menyelesaikan kata katanya, Weslay sudah kembali mengecup bibir Chalondra.


"Tu..tuan.. Jangan lak.." Weslay kembali meraup bibir Chalondra. Rasanya jika hanya mengecup kurang afdol, Weslay pun segera mencecap bibir Chalondra dan menghisap nya. Menggigit dengan lembut dan nenelusupkan lidahnya ke rongga mulut Chalondra. Entah bisikan dari mana, Chalondra membalas serangan bibir dari Weslay, saking sibuknya untuk membalas ciuman nya, Chalondra tidak sadar jika Weslay sudah melepas resleting belakang gaun yang di pakai Chalondra.


Gaun itu merosot kebawah, baru Chalondra terasa. "Tuan, apa yang ingin tuan lakukan." seru Chalondra yang terlihat air matanya sudah di pelupuk mata.


"Saya suami kamu." ucap Weslay.


"Tapi ini melanggar kesepakatan tuan." ucap Chalondra, seraya memakai kembali gaunnya.


Weslay segera meraih pergelangan tangan Chalondra, lalu segera menarik hingga berada di dada bidang milik Weslay.


"Di sana tidak ada kesepakatan untuk tidak menggauli istrinya." ucap Weslay dengan sangat lancar. Namum Chalondra tidak sadar, karena dirinya tengah di kuasai kekhawatiran.


"Tuan.. " lirihnya. Ketika merasakan Weslay sudah memegang gundukan dada milik Chalondra. Lalu mere*asnya dengan sedikit kuat.


Oohhssss.. "Tuanhhhh" desa*nya. Weslay segera memajukan wajahnya pada gundukan dada kenyal milik Chalondra. Lalu memasukkan bulatan kecil itu kedalam mulutnya.


Chalondra di buat lemas hingga tak bisa menolak perlakuan Weslay. mulutnya beberapa kali mengeluarkan desisan dan desah*n.


"Tuan.. cuhh..kuuphh..."

__ADS_1


__ADS_2