Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 72. Metode Aneh


__ADS_3

Evellin terbangun saat meraba tempat tidurnya tidak menemukan Cilla, Evellin langsung terperanjat dan langsung bangun mencari makhluk kecil yang semalam tidur bersamanya.


Namun Evellin malah mendengar obrolan seorang pria dengan gadis kecil yang ia cari.


"Udah papa, Cilla udah selesai." ucap Cilla dari kamar mandi.


Evellin berjalan mengarah pada sumber suara tersebut. Cekleekk... Evellin melihat dokter Ronald tertidur dengan posisi duduk tengah menunggu Cilla yang sedang buang hajat.


"Papa.. Cilla udah pa." teriak nya lagi. Karena tidak tega untuk membangunkan, akhirnya Evellin masuk dan mengurus Cilla.


"Iihhh.." pekik Cilla Terkejut. "kan papa kak Evel, Cilla malu kalau sama kakak." ucapnya lirih


"Tidak apa apa, kan kakak juga wanita sama dengan Cilla." ucap Evel.


"Cilla malu," gumamnya. Dan masih tetap di posisinya.


"Kalau malu, Cilla bersihin sendiri, biar kakak ajarin." ucap Evel. padahal tadi Cilla hanya ingin minta perhatian dari papanya saja, karena beberapa hari ini papanya sibuk, setiap hari setelah menjemput sekolah, Cilla selalu di titipin ke Evel, dan baru di jemput jam 9 malam.


"Cilla bisa kak. kakak keluar." usirnya .


"Ok, kakak keluar." ucap Evel. Evellin pun keluar, dan masih melihat pemandangan penampakan Ronald yang masih tertidur.


"Kak, kak Ronald bangun." ucap Evellin membangunkan dokter Ronald. namun sang empunya nama tidak berkutik.


"Duuhh kasian sekali dokter Ronald, pasti sangat ngantuk." batin Evel.


Cekleekk... Tak berapa lama Cilla juga keluar dari toilet. lalu melihat Evellin dan papanya.


"iihh papa kebiasaan deh." celetuk Cilla. Cilla segera mengecup bibir papanya sebagai metode untuk membangunkan.


Benar saja, Dokter Ronald langsung membuka matanya dan melihat Cilla, lalu beralih pada Evellin.


"Eehhh papa ketiduran yaa." akunya dengan suara khas bangun tidur.


Evellin hanya menanggapi dengan senyuman, "Aneh yaa cara membangunkannya. pantas saja dari tadi tidak mau bangun." batinnya. mereka segera berjalan keluar dari toilet.


"Maaf ya Evel, tadi kaka terpaksa harus masuk, Cilla yang meminta karena tidak tega bangunin kamu." ucap Ronald.


"Tidak apa apa dokter," jawab nya


"papa temenin Cilla dulu." rajuk Cilla saat lihat papanya akan keluar


"Kan sudah ada kak Evel, d temani kak Evel aja ya." ucap Ronald


"Papa, maunya ditemani papa dan kak Evel." tolaknya sambil merajuk


"Nggak bisa gitu dong Cil, kan papa tidak boleh seruangan dengan kak Evel." sahut Ronald


"Siapa yang tidak bolehin. pokoknya maunya di temani papa sama kak Evel." raungnya. karena tidak ingin mengganggu kamar sebelah sebab ulah Cilla, akhirnya Ronald menuruti karena desakan dari Evellin juga.


Evellin tak bisa memejamkan matanya kembali, Pandangan Evellin juga tidak melepas dari atensi yang ada di depan nya. " sepertinya semua pria begitu yaa, setiap kali menemukan bantal. maka matanya langsung terpejam." gumamnya lirih. padahal Ronald belom sepenuhnya terpejam, dirinya mana bisa tidur seruangan dengan gadis yang bukan siapa siapa nya.


Namun karena tidak ingin membuat Evellin tersipu, Ronald pura pura nyenyak dan sedikit mendengkur yang di buat.

__ADS_1


...♡♡♡...


Berbeda dengan sepasang suami istri yang masih di luputi rasa ketidak nyamanannya.


Sejak bertemu tadi, Weslay sudah memberi kode pada Chalondra, jika dirinya sudah sangat rindu. namun sang istri tidak ada pekanya sama sekali. bahkan Weslay sudah beberapa kali menguap, namun Chalondra malah masih sibuk nonton televisi bersama tantenya.


"Cha, sepertinya suami kamu sudah sangat ngantuk." tegur tante Eva. Chalondra hanya mengangguk namun tetap fokus pada layar televisi.


Tadinya Weslay memang sudah mau pulang dengan membawa sang istri, namun tante Eva melarang karena harus menunggu suaminya. harus minta ijin, karena Bagaimana pun Chalondra berada di rumah om Tama, dan menjadi tanggung jawab nya.


Chalondra segera berdiri dan langsung di ikuti oleh Weslay, "Kau sangat menyebalkan." gumam Weslay, langsung mendapat tatapan horor dari Chalondra. Weslay menoleh kebelakang, tidak ada yang memperhatikan, Weslay segera mengangkat tubuh Chalondra dan membawa Chalondra ke kamarnya.


"Lepaskan tuan, saya bisa jalan." teriak Chalondra


"Aku tidak menggendongmu, Cha. tapi sedang menggendong anakku. diamlah biar mereka juga nyaman berada di gendongan papany." balasnya yang terdengar lirih.


Merekapun sudah sampai di kamarnya.


"Tuan mau apa?" ujarnya dengan menatap nyalang pada suami nya.


"Begini ya nyonya istri, sudah sangat lama saya tidak menyapa anak saya. jadi sekarang saya mau menyapanya." balas Weslay seraya menghapus jarak agar lebih dekat wajah Chalondra.


"Sa, saya belum siap." balas gugup


"Persiapanmu hanya tidur menunggu ku yang menyerang." sahutnya.


"Tapi- " ucapan Chalondra langsung dipotong oleh Weslay.


"Tidak ada tapi nyonya istri, karena kata papi seorang suami yang harus memimpin di keluarga." sahut. Weslay semakin mendekat, Lalu tangannya mengelus kepala sang istri yang terlihat begitu gugup.


...●...


"Papa bangun." ucap seorang gadis yang sudah membuka matanya, dan melihat kedua makhluk dewasa di sampingnya masih terlelap. Cilla membangunkan papanya dengan menggoyang goyangkan tubuhnya. namun yang bandung malah Evellin.


"Cilla, kau sudah bangun?" tanya nya


"Papa susah di bangunin kak." adunya.


"Kan kamu tau cara membangunkan papa kamu." ujar Evellin


"Cilla nggak mau, Cilla kebelet vivis." ucapnya lalu segera turun dari tempat tidurnya


"Dokter, bangun dokter." ucap Evellin berusaha membangunkan dokter Ronald. Namun memang nyatanya dokter Ronald begitu sangat sulit untuk di bangunkan.


Evellin berusaha lagi lagi dan lagi. namun ya memang dokter Ronald sudah di bangunin. Evelin memutuskan untuk turun dari tempat tidurnya, lalu segera meraih handuk dan segera pergi ke kamar mandi setelah Cilla keluar dari kamar mandi.


"Pap-" ucap Cilla berhenti ketika Evellin langsung memotong ucapannya.


"Papa Cilla bangunin ya, kak Evel mau mandi." bisiknya. Cilla mengangguk dan segera berjalan menghampiri papanya. namun Cilla malah berjalan menuju pintu karena terdengar suara Kenzo mengetuk dan menyebut nama kak Evel.


Ceklekk.. "Kak Evel masih mandi." ucap Cilla.


"Kalau begitu, Cilla ikut kakak yuk. kita sarapan dulu." ajak Kenzo

__ADS_1


"Tapi papa." ucap Cilla


"Tadi kak Kenzo udah ke kamar papa Cilla, sepertinya papa Cilla sudah bangun." ucap Kenzo


Cillapun segera berjalan seraya bergandengan tangan dengan Kenzo. Cilla lupa bahwa dirunya harus membangunkan papanya.


Cilla segera duduk di kursi makan bersama om Tama dan Kenzo. sedangkan ajudan om Tama duduk di kursi yang lain yang tudak jauh dari mereka.


"Kak Evel mana?" tanya om Tama


"masih mandi." jawab Kenzo


"Ayo kita tunggu sambil minum susu." ucap om Tams


sedangkan di kamar Evel


Evellin sudah selesai mandi, lalu segera keluar dengan handuk di tangannya. Evel memang selalu membawa baju ganti sekalian ketika kekamar mandi. Evelin melihat dokter Ronald masih tertidur dengan dengkuran yang begitu lirih.


"Cilla, Cilla kemana sihh, kenapa papanya tidak di bangunin." omel Evel. "Masak iya, aku harus bangunin dokter Ronald dengan metode Cilla sihh" omelnya lagi. Evellin kembali masuk kekamar mandi untuk mengambil air. Evel akan membangunkan dokter Ronald dengan air, siapa tau langsung terbangun. Namun ketika ingin meneteskan air ke wajahnya. rasanya tidak tega, takutnya nanti kalau terkejut.


"Duuhh to mana ini.." gumamnya. Evellin segera mendekatkan wajahnya ke wajah dokter Ronald. "agak ragu sihh karena takut jika dokter Ronald tiba tiba terbangun. mau ditaruh di mana mukaku nanti." batin Evel.


Evellin mulai memberanikan diri untuk membangunkan dengan metode air. Evellin memercikkan sedikit air ke wajahnya. namun hanya gerakan wajah yang berhasil di bangunkan, setelah itu kembali terlelap.


"Ya tuhan, kebo juga nih dokter." gumamnya. karena di bangunkan dengan air tak berhasil, Evellin segera mendekatkan wajahnya. daripada nanti kesiangan malah di omelin om Tama.


Evellin merasakan nafas hangat daei dojter Ronald yang menerpa wajahnya.


Dug.. duhgg dughh dughh.. suara detak jantung Evelin mampu menembus telinga dokter Ronald yang masih terlelap. Dokter Ronald membuka matanya ketika melihat ada kening berada tepat di depan mata.


Evelin terpaku pada bola mata dokter Ronald yang sudah terbuka dengan sempurna. begitu juga dengan dokter Ronald.


Pandangan mereka masih terfokus pada bola mata mereka yang masih fokus bola mata keduanya.


"Maaf dokter.." ucap Evelin lalu segera berdiri dan memalingkan wajahnya.


"Maaf, aku sudah sekali yaa di bangunin?" ucap dokter Ronald. Evelin segera berdiri dan tidak berani melihat dokter Ronald yang sudah bangun dan turun dari tempat tidurnya.


"Ev, sekali lagi maaf yas sudah merepotkan kamu." ucapnya abnormal mungkin. Dokter Rinakdpun juga sama seperti Evellin. jantung dokter Ronald berdenyut tidak karuan. malu ia, karena dirunya sudah membuat Evellin serba salah.


Evelin hanya diam tak bisa menoleh untuk sekedar memperlihat jika dirinya mengangguk. Evellin tidak mau, Dokter Ronald melihat dirunya dengan wajah merahnya.


"Dasar Cilla, bisa bisanya dia tidak membangunkan papanya sendiri. malah pergi dengan Kenzo." rutuknya


Di perjalanan, Evellin masih tak membuka suaranya, begitu juga dengan dokter Ronald. di dalam mobil hanya terdengar suara Cilla yang cerewet. tadinya Evellin mau naik mobil bersama om Tama, namun karena Cilla nggak mau berpisah, akhirnya Evellin kembali naik mobil milik dokter Ronald.


Sekitar 4 jam perjalanan. akhirnya mereka pun sudah sampai di kediaman om Tama. Dokter Ronald memandang mobil warna hitam yang berjejer di halaman rumah om Tama, Dokter Ronald pikir itu mobil milik om Tama, namun setelah melihat plat nomer yang dari luar kota, Dokter Ronald tau jika itu pasti mobil Weslay.


Ada rasa sesak di dada ketika membayangkan pertemuan romantis antara Chalondra dan Weslay. Dokter Ronald segera turun ketika melihat Chalondra sudah keluar lebih dulu.


Chalondra segera menyambut kedua adiknya. baru Chalondra menyambut kedatangan dokter Ronald. ada suara gemuruh di dada Weslay, ketika melihat sang istri menyambut dengan senyum dokter Ronald.


"Bagaimana kabar mu Cha? Apa mereka tidak menyusahkan kamu.?" tanya Ronald, yang membuat Weslay semakin cemburu dan semakin tak bisa mengendalikan gemuruh an di dadanya.

__ADS_1


"Baik Dokter-." sebelum Chalondra berkata dengan sempurna. Weslay lebih dulu memotongnya. "Tentu mereka tidak menyusahkan ibunya, karena papanya sydah datang dan menyapanya tadi malam." ucap Weslay.


__ADS_2