
semenjak mengetahui kehamilan tiara alfian sangat perhatian, dia mengurus semua kebutuhan tiara dan calon bayi nya. alfian juga mulai memperkejakan dua orang asisten rumah tangga untuk membantu tiara.
seperti pagi ini, setelah selesai sarapan alfian membuatkan susu hamil untuk tiara.
dan tiara sangat menyukai susu buatan suami nya itu.
entah kenapa susu buatan alfian rasanya sangat berbeda,
" nih sayang di minum dulu susu nya.. " kata alfian sambil menyodorkan segelas susu
" terima kasih kak.. " tiara pun mengambil gelas berisi susu itu dan mulai meminumnya.
kehamilan tiara berbeda dari yang lain nya, dia tidak pernah merasa mual atau bahkan tidak nafsu makan.
malah sekarang nafsu makan nya bertambah tiga kali lipat, berbeda dengan alfian dia kini tidak suka dengan bau - bau yang menyengat.
bahkan kini alfian tidak pernah memakai parfum, dia juga melarang tiara memakai parfum atau pun sejenisnya yang berbau.
dia bahkan dengan sengaja membuang parfum milik nya dan tiara.
tiara hanya pasrah melihat parfum kesayangan nya di buang oleh alfian, mau protes pun percuma.
setelah selesai sarapan dan meminum susu alfian akan mengantarkan tiara ke sekolah dan sekalian juga nanti dia akan ke kantor.
tidak butuh waktu lama bagi alfian dan tiara sampai di sekolah, kini mereka sudah sampai dan berada di area parkir sekolah.
" sayang kamu harus hati - hati ya, ingat jaga baik - baik kandungan kamu.. " kata alfian sambil mengelus perut tiara yang masih rata
" ya kak.. aku pasti jaga kandungan aku, sekarang aku mau masuk dulu ya, kakak hati - hati pergi kekantor nya.. " tiara pun menyalami tangan alfian
alfian mengecup kening tiara sekilas, setelah itu tiara pamit dan mulai meninggalkan alfian yang masih memperhatikan nya dari dalam mobil.
alfian mulai melajukan mobil nya, tepat di depan pos satpam sekolah dia memanggil satpam yang bertugas hari ini.
"pak tolong jaga tiara kalau ada apa - apa sama dia langsung hubungi saya.. " perintah alfian
" baik pak, bapak tenang saja neng tiara kami akan jaga.. " jawab salah satu satpam
alfian pun kembali melanjutkan perjalanan nya dan pergi ke kantor.
tiara yang sudah sampai sekolah langsung pergi menuju ke kelas nya disana sudah ada rere dan teman - teman nya yang lain.
tiara duduk di samping rere.
__ADS_1
" ra kamu sudah mengerjakan tugas fisika.. ? " tanya sinta
" sudah, kenapa kamu belum mengerjakan nya.. ? " tanya tiara tepat sasaran
sinta hanya tersenyum ketika tiara mengatakan itu, tanpa malu - malu dia meminjam buku tiara.
tiara dengan suka rela memberikan buku tugas milik nya untuk di salin sinta.
tidak lama sinta sudah kembali lagi dan mengembalikan buku milik tiara.
" sudah selesai.. ? " tanya tiara
" udah aku cuma lihat yang nomer 4 sama 6 aja, aku gak ngerti soal nya.. " kata sinta
tiara pun memasukan kembali buku nya dan tidak lama bel pun berbunyi.
tiara dan teman - teman nya yang lain segera memulai pelajaran mereka hari ini.
▪▪▪▪▪▪
sudah pukul 9 malam tapi alfian belum juga pulang tiara merasa sangat khawatir, pasal nya alfian tidak pernah pulang sampai malam seperti ini.
paling telat jam 6 alfian sudah berada di rumah, tiara mencoba menghubungi alfian tapi telepon alfian malah tidak aktif.
tidak lama dia mendengar pintu di ketuk, tiara pun berjalan kearah pintu dan membuka nya.
bi nani salah satu asisten rumah tiara sudah berdiri disana
" ada apa bi.. ? "
" neng makan dulu ini sudah malam, nanti kalau tuan pulang dan tahu neng belum makan bisa - bisa tuan marah.. "
" saya belum lapar bi, sebaik nya bibi istirahat saja, nanti kalau saya lapar saya turun kebawah.. "
bi nani pun undur diri, tidak lama bi nani pergi tiara duduk di kursi, sebenarnya dia sudah sangat lapar. tapi malam ini dia tidak ingin makan kalau alfian yang tidak menyuapinya.
tidak terasa tiara pun tertidur di kursi.
alfian yang baru saja sampai rumah langsung membuka pintu dan melihat bi nani sedang berjalan kearah belakang.
" tuan akhirnya pulang juga.. " kata bi nani setelah melihat alfian datang
" memangnya ada apa bi, oh iya tiara apa sudah makan.. ? "
__ADS_1
" itu dia tuan neng tiara dari tadi belum makan sudah saya bujuk masih saja gak mau, katanya dia ingin menunggu tuan pulang dulu.. " jelas bi nani
" sekarang tiara nya dimana.. ? "
" neng tiara di kamar tuan, dari sore gak keluar - keluar kamar.. "
setelah mendengar jawaban bi nani alfian pun segera bergegas menuju kamar dan melihat keadaan tiara.
sesampai nya di depan kamar alfian membuka pintu dan tidak melihat tiara di atas tempat tidur.
dia pun berjalan masuk saat mata nya melihat ke arah sofa yang berada di dekat jendela, alfian melihat tiara sudah tertidur disana.
alfian mendekat kearah tiara dan setelah dekat dia mensejajar kan badan nya dengan tiara.
alfian mengelus rambut tiara dengan lembut.
" maaf kan kakak sayang.. " bisik alfian
tiara terbangun karena merasa ada sebuah tangan yang memgelus rambut nya.
tiara tersenyum bahagia setelah tahu siapa pelaku nya, tanpa malu - malu tiara langsung memeluk tubuh alfian yang sudah sangat dia rindukan.
alfian mengelus punggung tiara.
" maafin kakak ya, gara - gara kamu nunggu kakak, kamu jadi belum makan dan tidur disini.. " kata alfian
tiara pun menggelengkan kepala nya
" kakak kemana saja aku khawatir, aku mencoba menghubungi kakak tapi telepon kakak tidak aktif.. "
" maaf tadi handphone kakak batrenya habis, jadi kakak gak tahu kamu hubungi kakak.. " jelas alfian
" kakak dengar kamu belum makan kenapa.. ? "
" aku ingin makan di suapin sama kakak.. " kata tiara sambil menunduk
alfian tersenyum mendengar jawaban tiara.
" ya sudah sebaiknya sekarang kita makan, kasian dede bayi nya sudah kelaparan.. "
" maafin ayah ya sayang karena kamu sudah menunggu ayah lama.. " kata alfian sambil mengelus perut tiara dan sesekali mencium nya... "
tiara hanya tersenyum melihat tingkah alfian dan tidak lama mereka pun mulai berjalan ke arah ruang makan disana sudah ada bi nani yang sudah menyiapkan makanan.
__ADS_1
tiara duduk di samping alfian dan mulai menikmati makanan yang di masak bi nani, dia senang malam ini bisa makan di suapi oleh alfian suami nya yang sangat dia cintai.