
sudah dua hari tiara berada di sini dia selalu ada di sisi alfian, dan keperluannya pun telah di antar oleh ika sebelum dia pulang waktu itu.
tiara mengurus alfian dengan sangat telaten, dia akan membantu alfian mandi atau pun menyuapinya makan.
dia tidak perduli dengan penolakan alfian terhadapnya, mungkin ini ujian untuk mendapatkan hati alfian lagi pikir tiara.
tiara juga akan mengajak alfian untuk jalan - jalan di sekitar taman rumah sakit.
pagi ini setelah tiara menyuapi alfian, tiara melihat seorang dokter masuk ke ruangan alfian.
" pagi mas.. apa kabar.. ? " tanya dokter wanita itu
" pagi juga dokter, ya seperti yang kamu lihat keadaan saya masih sama.. " jawab alfian sambil tersenyum ke arah dokter itu.
dokter itu pun mulai memeriksa alfian, sedangkan tiara yang melihat interaksi dokter itu dan alfian merasa sangat sakit.
dia sangat merindukan senyuman itu untuknya, tapi selama dua hari bersama alfian tiara tidak pernah mendapatkan senyuman itu.
sedangkan dokter yang baru pertama kali dia lihat ini sudah mendapatkan senyum manis alfian.
" kesehatan mas sudah jauh lebih baik, tinggal mas mulai belajar berjalan lagi.. "
kata dokter itu sambil tersenyum ke arah alfian
" terima kasih, oya saya dengar kemarin dokter habis pulang ya, pasti sangat senang bisa berkumpul dengan keluarga.. " kata alfian
" iya mas selama tiga hari kemaren saya harus pulang karena kakak saya menikah.. " dokter itu melihat ke arah tiara, dia heran dan tidak mengenal tiara karena selama ini alfian selalu sendiri tidak ada keluarga yang menemani.
" maaf mbak siapa ya.. ? " tanya dokter itu kepada tiara
" saya tiara istri kak alfian.. " kata tiara sambil tersenyum.
deg
pernyataan tiara membuat hati dokter wanita itu sakit, selama 4 tahun dia memendam rasa terhadap alfian dan kini di hadapannya telah berdiri istri sah alfian.
" apa dokter yang selama ini merawat suami saya.. ? " tanya tiara membuyarkan lamunan dokter itu
__ADS_1
" ah iya saya yang merawat mas alfian dari pertama kali dia datang kesini.. oh iya perkenalkan saya wina.. "
" kalau begitu saya permisi dulu, saya harus memeriksa pasien yang lain.. " pamit wina pada tiara dan alfian
wina segera pergi dari kamar alfian dan berlari menuju ruangannya, didalam ruangannya wina pun mulai menangis.
" kenapa tuhan di saat aku mencintai seseorang dengan tulus dia malah sudah menikah, kemana saja istrinya selama ini kenapa dia baru datang di saat perasaan ini sudah cukup dalam.. " kata wina lirih
¤¤¤¤¤
flashback wina on
empat tahun yang lalu klinik ini kedatangan seorang pasien kecelakaan dia di bawa oleh warga sekitar yang menemukannya di sungai.
wina segera menangani pasien tersebut, keadaannya waktu itu sangat memperihatinkan, luka dimana - mana termasuk di wajahnya.
dan keadaannya juga sangat kritis, wina mencoba mencari identitas si pasien tapi dia tidak menemukan apa pun disana.
hari berlalu dengan sangat cepat tapi si pasien tidak pernah mau bangun, dia koma karena benturan di kepalanya.
lama kelamaan tumbuh benih - benih cinta di dalam hatinya, wina rela menunggu dia sadar dan memutuskan hubungan dengan pacarnya waktu itu.
dia sudah benar - benar jatuh pada pesona pasiennya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan tahun pun berganti tahun tapi laki - laki yang di cintai wina masih betah menutup matanya.
tepat saat wina baru pulang dari rumah sakit besar yang ada di kota ini dia mendengar seorang perawat memanggilnya.
" dokter.. dokter wina.. " panggil si perawat sambil berlari
" ada apa sus.. ? " tanya wina heran
" itu dok pasien yang di kamar 103 sudah mulai sadar.. " kata si suster
sontak kabar itu membuat wina bahagia, dia langsung berlari kearah kamar itu dan benar saja laki - laki yang selama ini mencuri hatinya telah sadar.
wina segera memeriksa tubuh laki - laki itu.
__ADS_1
" syukurlah mas sudah sadar, bagai mana keadaan mas sekarang, apa mas merasakan sesuatu.. ? " tanya wina setelah memeriksa pasiennya itu
" kepala saya sakit dokter dan kaki saya juga tidak bisa di gerakan.. "
" sepertinya sewaktu kecelakaan kaki masnya terbentur di tambah mas koma cukup lama.. oh iya kalau boleh tahu apa mas ingat siapa nama mas.. ? "
" alfian dok.. "
" dokter sudah berapa lama saya berada disini.. ? "
" mas disini sudah 4 tahun "
" selama itu dokter, lalu apa saya sekarang baik - baik saja.. ? " tanya alfian kepada dokter itu.
" keadaan mas saat ini sudah stabil hanya saja mas mengalami kelumpuhan akibat benturan keras di kaki juga akibat mas koma yang sangat lama sehingga saraf - saraf di tubuh mas belum berfungsi dengan baik.. perlahan kita akan mulai melemaskan saraf - saraf itu.. " jelas wina
dan setelah itu wina dengan sangat telaten merawat alfian, hingga alfian sudah bisa mengerakan tangannya hanya saja alfian masih belum bisa berjalan.
butuh waktu untuk alfian bisa berjalan kembali.
wina juga tidak pernah melihat alfian di jenguk oleh keluarganya, wina pernah menanyakannya kepada alfian tapi alfian enggan untuk membahas keluarganya.
wina pikir alfian tidak punya keluarga atau mungkin keluarganya juga ikut kecelakaan bersama dirinya.
hari itu wina harus pulang ke jakarta untuk menghadiri acar pernikahan kakaknya, selama tiga hari dia tidak bertemu dengan pujaan hatinya.
setelah tiga hari pun berlalu wina segera pulang ke surabaya, dia ingin segera bertemu dengan alfian.
sesampainya di klinik wina segera masuk ke kamar alfian dan mulai memeriksanya.
dia sangat bahagia melihat senyuman alfian untuknya rasa lelah pun terasa hilang dari dirinya.
tapi wina melihat ada seorang wanita yang berada di kamar alfian dan itu adalah istri sah nya alfian.
hati wina terasa sakit bagai di iris oleh pisau yang kasat mata, dia tidak kuasa menahan air matanya sehingga dia segera meninggalkan kamar alfian dan berlari keruangannya.
flashback wina off
__ADS_1