guruku, imam ku

guruku, imam ku
61


__ADS_3

tiara terbangun dari tidurnya dan yang pertama kali di lihat adalah alfian yang sedang fokus bekerja.


tiara pun segera duduk dan berjalan kearah alfian, alfian yang menyadari itu langsung melihat ke arah tiara dan mulai tersenyum.


" sudah bangun sayang.. ? " kata alfian


tiara berjalan semakin mendekat di peluknya tubuh alfian dari belakang.


" yang maaf ya karena aku pekerjaan kamu jadi numpuk kaya gini.. " kata tiara menyesal


alfian menarik tangan tiara dan mendudukan tiara di pangkuannya, tidak lupa dia juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang tiara.


" sayang ini tidak ada apa - apa nya.. kamu tahu apa yang terpenting di hidup kakak, kamu dan nadira jauh lebih penting.. jadi kamu jangan bersedih seperti ini, soal pekerjaan kakak bisa di bantu oleh pak irwan atau sandra nantinya.. " jelas alfian


tiara mengalungkan tangannya di leher alfian, dia pun memyandarkan kepalanya di pundak alfian.


" maaf aku tidak bisa bantu kakak.. " kata tiara


" sayang dengan kamu memberikan senyuman kamu saja itu sudah sangat membantu kakak.. " alfian mengecup kening tiara sekilas


" apa kamu merasa bosan.. ? mau pulang sekarang.. ? " tawar alfian


tiara menggelengkan kepalanya


" kakak lanjutkan saja bekerja aku akan menemani kakak hari ini disini.. " jawab tiara sambil tersenyum


tiara juga mengecup bibir alfian sekilas, setelah puas bermanja - manja dengan suaminya tiara pun berdiri.


tapi sebelum tiara melangkah alfian sudah menahan tangannya terlebih dahulu.


" sayang kamu mau kemana.. ? " tanya lfian heran


" aku hanya ingin jalan - jalan sebentar di area kantor, aku sangat merindukan tempat ini.. " jawab tiara


" apa mau kakak temani.. ? "


" tidak usah kak, kakak lanjutkan saja bekerja aku juga tidak akan lama.. "


akhirnya alfian pun membiarkan tiara untuk berjalan - jalan di kantor.


setelah mendapat ijin dari alfian tiara segera berjalan keluar ruangan, sedangkan alfian sendiri melanjutkan pekerjaannya dia ingin segera menyelesaikannya dan segera menemani tiara.


di sepanjang perjalanan banyak karyawan yang menyapa tiara dengan ramah, tiara pun tersenyum kepada mereka.


memang semenjak tiara bekerja disini dia terkenal dengan sifat ramah dan baiknya.


dia tidak pernah segan - segan bergabung dengan karyawan yang berada di bawahnya, tiara melewati ruangan yang dulu pernah di tempatinya.


di sana dia melihat ika yang sedang bekerja dengan serius, tiara pun memutuskan untuk menyapa ika.

__ADS_1


" siang ika.. " sapa tiara


ika melihat ke arah suara dan dia sangat terkejut bercampur rasa senang ketika melihat tiara berada di hadapannya.


" siang bu.. ibu apa kabar.. ? " tanya ika sambil tersenyum


" saya baik, kamu sendiri apa kabar ka.. ? "


saya juga baik bu, ika pun teringat sesuatu dia segera berdiri dan berjalan ke arah lain ruangan itu.


ika mengambil kursi dan meminta tiara untuk duduk di kursi itu.


setelah mengucapkan terima kasih tiara pun duduk disana.


mereka pun mengobrol, di saat bersamaan sandra keluar dari ruangan nya dan dia juga kaget melihat tiara berada disitu.


" bu tiara.. ? " tanya sandra


" iya ini saya.. kamu apa kabar sandra.. ? "


" saya baik bu, ibu sendiri apa kabar... ? "


" saya baik, maaf kalau saya ganggu ika bekerja.. " sesal tiara


" tidak apa - apa bu, ika juga pasti senang bisa berbincang lagi dengan bu tiara.. kalau ibu tidak keberatan ibu juga bisa mampir keruangan saya.. " kata sandra sambil tersenyum


" iya bu proyeknya berjalan dengan sangat baik bahkan semakin baik, ini semua tidak terlepas dari hasil kerja keras ibu dan tim yang lain.. " jelas sandra


" kamu terlalu berlebihan, saya tidak melakukan apa - apa kamu yang sekarang mengerjakan proyek ini jadi kamu yang harus dapat pujian itu.. "


" tapi kan bu saya hanya meneruskan apa yang sudah ibu kerjakan sebelumnya jadi saya masih harus belajar banyak dari ibu.. "


cukup lama mereka membahas tentang proyek ini, sampai alfian datang menyusul tiara.


sebelumnya alfian yang sedang bekerja merasa khawatir karena sudah cukup lama tiara meninggalkam ruangannya tapi belum kembali juga.


alfian pun segera menghentikan pekerjaannya dia mencoba menghubungi tiara tapi malah suara telepon tiara terdengar di ruangannya.


alfian pun semakin khawatir jadi dia pun memutuskan untuk mencari tiara.


semua tempat sudah dia cari dan saat dia melewati ruangan sandra alfian melihat tiara sedang duduk manis sambil mengobrol dengan sandra dan juga ika.


mereka terlihat sangat serius, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


alfian pun memutuskan mendekat ke arah mereka.


ika yang terlebih dahulu melihat alfian segera berdiri dan menyapa alfian di susul sandra.


alfian hanya tersenyum kepada mereka berdua, dia pun mulai mendekat ke arah tiara.

__ADS_1


" yang kok kesini... ? " tanya tiara heran


" kakak khawatir sama kamu makanya kakak cari kamu sampai kesini.. " kata alfian sambil mengelus rambut tiara


" aku nggak apa - apa dari tadi aku di sini bersama mereka.. "


setelah pamit kepada sandra dan ika tiara dan alfian pun mulai berjalan menuju ruangan alfian lagi.


" sayang aku laper.. " kata tiara


" oh iya kakak hampir lupa kamu kan belum makan apa - apa dari pagi, maaf ya sayang.. "


" nggak apa - apa kok, aku tahu kakak sedang sibuk "


" ya sudah kalau gitu kamu mau makan apa.. ? "


" kita ke kantin saja ya kak, kau ingin makan disana.. "


alfian pun menuruti keinginan tiara mereka berjalan sambil berpegangan tangan membuat siapa saja yang melihat merasa iri.


sesampainya di kantin tiara segera memesan makanan begitu pun dengan alfian.


tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menunggu dan kini pesanan mereka pun sudah ada di hadapan mereka.


alfian mulai memakan makanannya tapi tidak dengan tiara.


perutnya memang lapar tapi dia sangat malas untuk memegang sendoknya.


alfian yang melihat itu pun mengerti dengan kebiasaan baru istrinya itu.


alfian mengambil sendok dan mulai mengambil nasi serta lauknya kedalam sendok.


dia pun mulai menyuapi tiara, tiara tersenyum mendapat perlakuan manis dari suaminya itu, tiara merasa beruntung memiliki alfian di hidupnya.


alfian menyuapai tiara sampai makanan tiara habis tanpa sisa begitu pun dengan makanan milik nya.


selesai makan mereka memutuskan kembali ke ruangan alfian, bukan untuk kembali bekerja rapi untuk bersiap - siap pulang ke rumah.


alfian merasa kasian kepada tiara kalau harus berlama - lama berada di kantor.


setelah semua rapi alfian pun segera memanggil asistennya.


" permisi bapak panggil saya.. " tanya asisten alfian ketika sudah berada di ruangan alfian


" iya , saya mau pulang dulu.. nanti kalau ada berkas penting yang harus saya tanda tangani kamu bisa antarkan ke rumah saya dan kalau ada laporan apa pun itu kamu bisa kirim email biar saya bisa memeriksanya di rumah.. " perintah alfian


" baik pak "


setelah mengatakan itu alfian dan tiara pun mulai meninggalkan kantor.

__ADS_1


__ADS_2