
waktu pun sangat cepat berlalu, besok tiara akan segera wisuda. dia juga sudah berencana untuk membantu papah mertuanya mengelola perusahaan.
sedangkan andra sendiri dia sudah bekerja, tapi sesibuk apa pun andra selalu menyempatkan diri bertemu dengan nadira.
bahkan hubungan nadira dan andra pun semakin dekat, sekuat apa pun tiara menghalanginya toh pada akhirnya dia harus mengalah juga.
pernah waktu itu tiara sengaja tidak membiarkan andra bertemu dengan nadira, sekeras apa pun andra meminta bertemu dengan anaknya tidak dia ijinkan.
sampai dua bulan lamanya nadira dan andra tidak saling bertemu, tapi tiara harus kalah dengan keadaan.
karena rasa rindu nadira ke andra cukup besar nadira sampai sakit, badannya panas dan nadira selalu memanggil - manggil andra.
mau tidak mau tiara pun membiarkan andra menemui putrinya itu, tiara tahu andra sangat menyayangi putrinya itu tapi ada perasaan takut di hati tiara.
hari yang di tunggu - tunggu pun datang juga, acara juga sudah berlangsung sejak tadi pagi.
kini tiara beserta teman - temannya sedang berfoto ria untuk mereka jadikan kenang - kenangan.
setelah selesai berfoto bersama teman - temannya kini giliran tiara berfoto bersama putri kecilnya lalu kedua mertuanya.
tiara sangat senang dia bisa menyelesaikan pendidikannya tepat waktu.
" selamat ya ra.. " kata seorang laki - laki kepada tiara sambil memberikan bunga mawar.
tiara melihat ke arah suara dan ternyata itu andra, dia masih mengenakan pakaian kerjanya.
" terima kasih.. " jawab tiara sambil menerima bunga itu.
" om baiiik.. " teriak si kecil dari arah belakang andra
" hai tuan putri apa kabar.. ? " tanya andra yang langsung menggendong nadira dan menciumi pipi tembemnya.
__ADS_1
" ira baik om, oya om andra kemana saja ko udah lama gak kerumah, ira kan kangen.. " kata nadira polos
" maafin om sayang, om lagi sibuk di kantor jadi belum sempet main ke rumah ira deh.. " jawab andra sambil tersenyum.
tiara melihat ke arah mereka, dia memperhatikan putrinya begitu dekat dengan andra, mungkin kalau alfian ada dia yang ada di posisi itu.
tanpa di sadari air mata tiara pun keluar.
" kak kamu di mana apa aku harus menyerah.. dan menerima dia sebagai pendamping ku.. ? " batin tiara.
bukan tanpa alasan tiara berkata seperti itu pasalnya setelah andra mulai bekerja dia menyatakan perasaannya pada tiara dan memintanya untuk menikah dengan andra.
tiara sudah menolaknya bahkan bukan sekali dua kali dia menolak tapi entah hati andra terbuat dari apa dia masih saja selalu berada disisi tiara dan putrinya.
bahkan kedua mertuanya pun menyuruh tiara untuk menerima lamaran andra.
" bunda om baik mau ngajak kita makan di restoran yang bagus, aku mau ikut bunda... " rengek nadira
mereka menikmati makanan mereka sambil mengobrol dan bercanda, hari itu menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi mereka.
¤¤¤¤¤
seminggu sudah sejak acara wisuda itu berlalu kini tiara pun mulai bekerja di kantor mertuanya.
sedangkan nadira dia di temani oleh mamah mertua serta seorang pengasuh yang akan selalu menjaga nadira.
apa lagi kini nadira sudah mulai bersekolah dia tidak ingin merepotkan mamah mertuanya itu.
pagi ini setelah selesai sarapan tiara akan mengantar nadira ke sekolahnya, tapi saat tiara akan keluar rumah tiba - tiba terdengar suara telepon dari dalam tasnya.
tiara melihat siapa yang menghubunginya, tapi tiara sama sekali tidak mengenal nomer yang menghubunginya itu.
__ADS_1
tiara memutuskan untuk menerima panggilan itu.
" hallo maaf dengan siapa ini.. ? " tanya tiara
tapi tidak ada jawaban dari seberang sana
" hallo maaf ini siapa ya.. ? " tiara masih bersabar cukup lama tiara terdiam, dia ingin mendengar siapa yang sudah menghubunginya.
tidak lama terdengar suara putri kecilnya yang mulai tidak sabar.
" bunda ayo nanti ira terlambat.. " rengek si kecil sambil terus menarik tangan tiara
" iya sayang ayo.. " tiara pun segera menutup teleponnya dan bergegas mengantar nadira.
tidak butuh waktu lama kini tiara sudah berada di depan sekolah putrinya.
tiara turun dari mobil dan menggendong nadira di ikuti oleh pengasuh nadira dari belakang.
sesampainya di depan kelas tiara menurunkan nadira dari pangkuannya.
" sayang kamu belajar yang rajin ya, ingat jangan nakal dan kamu harus mendengarkan apa kata mbak sama oma nanti ya.. bunda mau berangkat kerja dulu.. " kata tiara sambil mengelus rambut hitam nadira
" iya bunda, bunda cepat pulang ya.. " setelah mengatakan itu nadira pun segera masuk kedalam kelasnya.
setelah nadira masuk ke dalam kelas kini giliran tiara yang harus berangkat tapi sebelum itu dia berbicara dulu kepada pengasuh anaknya itu.
" mbak tolong jagain nadira ya, kalau ada apa - apa segera hubungi saya. dan ingat jangan biarkan nadira hilang dari pengawasan kamu.. " pesan tiara
" baik bu saya akan menjaga neng nadira.. " jawab pengasuh itu
tiara pun segera berangkat kekantor, hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikannya.
__ADS_1