
mereka pun akhirnya sampai di ruang makan disana sudah ada nadira yang sedang menunggu.
alfian menurunkan tiara dengan sangat hati - hati, setelah turun tiara segera duduk di kursi yang sudah terlebih dahulu di tarik oleh alfian.
" bunda kenapa kok di gendong ayah.. ? " tanya nadira khawatir
" bunda tidak kenapa - napa sayang, dede bayi yang minta jadi ayah gendong bunda. " jelas alfian sambil mengelus rambut putrinya itu
tiara melihat makanan yang sudah tersedia di meja makan dia tiba - tiba tidak berselera sama sekali.
alfian yang melihat tiara belum mengambil makanannya pun merasa heran.
" sayang katanya tadi lapar kok belum mengambil nasi, mau kakak ambilkan.. ? " tawar alfian
tiara menggelengkan kepalanya
" tiba - tiba aku tidak berselera makan kak.. " jawab tiara
" sayang kamu mau makan apa biar kakak belikan buat kamu.. ? "
tiara tersenyum ketika mendengar alfian mengatakan itu.
" boleh aku minta di beliin nasi padang, sepertinya sangat enak.. " kata tiara sambil membayangkan sepiring nasi padang di hadapannya
" tentu saja kakak akan membelikannya, kamu tunggu dulu sebentar ya.. " alfian pun berdiri dan meninggalkan mereka di ruang makan
dia mulai meninggalkan rumah demi membeli makanan yang di inginkan oleh tiara saat ini, apa pun yang tiara inginkan akan dia berikan.
sedangkan tiara menunggu alfian sambil menyuapi nadira, dia tidak sabar ingin segera memakan nasi padang yang sedang di beli alfian.
setelah selesai menyuapi nadira tiara pun menemani nadira bermain, nadira sedang memainkan boneka yang baru saja di belikan oleh ayahnya itu.
tidak lama alfian pun datang dengan membawa pesanan tiara, tiara langsung bangun dan menyambut kedatangan alfian.
" dapet kak.. ? " tanya tiara
alfian memperlihatkan bungkusan yang sedang di pegangnya, tiara mengambil bungkusan itu dan sebelum berbalik badan tiara mengecup pipi alfian secara singkat.
" terima kasih.. " kata tiara sambil tersenyum
" sama - sama sayang.. "
__ADS_1
mereka pun berjalan ke arah ruang makan setelah sebelumnya meminta pengasuh nadira untuk menemani putri mereka bermain.
tiara sudah tidak sabar ingin memakan makanan yang ada di hadapannya, setelah di buka tiara pun mulai memakannya dengan lahap.
alfian yang melihat itu hanya bisa tersenyum, dia pun mulai memakan makanannya.
baru saja makanan tiara habis setengahnya tiara merasa perutnya sangat mual, tiara buru - buru berlari ke arah kamar mandi yang berada tidak jauh dari dapur.
alfian yang melihat itu merasa khawatir dia pun menyusul tiara, alfian melihat tiara memuntahkan semua isi di perutnya.
setelah meyiram sisa makanan yang keluar dari mulutnya tiara terduduk lemas di lantai kamar mandi yang dingin.
tubuhnya saat ini sangat lemas dan tidak bertenaga, alfian berjongkok dan mengelus rambut tiara yang berantakan dia merasa kasihan kepada istri tercintanya itu.
" kamu istirahat di kamar saja ya.. " kata alfian lalu mengangkat tubuh tiara
setelah sampai kamar alfian memberikan vitamin kepada tiara, tiara langsung meminum obat itu.
alfian memyelimuti tubuh tiara dan di kecupnya kening tiara dengan penuh sayang.
" kamu yakin tidak apa - apa.. ? " tanya alfian khawatir
" ya sudah sebaiknya kamu istirahat saja dulu, kakak mau menemani nadira di bawah.. " kata alfian
tiara pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
alfian pun kembali mengecup kening tiara dan setelah itu dia pun pergi meninggalkan tiara untuk menemani putri kecilnya bermain.
setelah puas bermain alfian meminta nadira untuk segera tidur karena hari sudah malam, nadira pun langsung lari kepelukan ayahnya dan meminta di gendong sampai kamar.
alfian pun menuruti keinginan nadira, sesampainya di kamar nadira alfian segera merebahkan tubuh nadira di atas tempat tidur.
alfian mengambil satu buku cerita dan mulai membacakannya, lama kelamaan nadira pun terlelap.
alfian segera merapikan selimut nadira dan mengecup kening nadira sekilas.
alfian pun mulai meninggalkan kamar nadira tidak lupa dia juga mematikan lampu kamar itu.
setelah alfian sampai di kamarnya hal yang pertama kali dia lihat adalah tiara, dia mengecek keadaan tiara setelah di rasa tiara juga sudah tidur alfian pun ikut membaringkan tubuhnya di samping tiara sambil memeluk tubuh tiara dengan sangat erat.
pagi pun datang tiara terbangun dari tidur panjangnya dan melihat alfian yang masih tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya.
__ADS_1
tiara merasakan mual dia pun dengan perlahan - lahan menggeser tangan alfian dia tidak ingin membangunkannya.
setelah berhasil mengeser tangan alfian tiara langsung buru - buru masuk ke kamar mandi dia langsung memuntahkan semuanya.
setelah selesai tiara duduk di lantai sambil bersandar ke dinding kamar mandi, dia pun mulai memikirkan pekerjaannya.
kalau dia seperti ini terus pekerjaannya di kantor pun tidak akan segera selesai, tiara segera bangun dan mulai bersih - bersih.
alfian terbangun dan tidak mendapati tiara di sampingnya, dia melihat seluruh penjuru kamar tapi tidak menemukannya.
tidak lama alfian mendengar suara air dari dalam kamar mandi hati alfian pun merasa lega.
cukup lama alfian menunggu tiara keluar dari dalam sana, tapi tiara belum keluar juga
bunyi air juga sudah berhenti dari tadi.
alfian mulai merasa cemas lagi, dia pun bangun dan mengetuk pintu kamar mandi berulang - ulang tapi tidak ada jawaban dari dalam.
alfian pun segera membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci, dia melihat tiara sudah tergeletak tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi.
alfian segera berjalan kearah tiara dan mengangkat tubuh tiara, setelah membaringkan tiara di atas tempat tidur alfian segera menghubungi dokter untuk memerikasa keadaan istrinya itu.
sambil menunggu dokter datang alfian berusaha membuat tiara sadar, tiara pun membuka matanya dan dia dapat melihat wajah khawatir alfian.
" sayang akhirnya kamu sadar juga, apa ada yang sakit.. ? " tanya alfian
tiara hanya menggelengkan kepalanya saja
tidak lama terdengar pintu di ketuk alfian pun membuka pintu dan mempersilahkan dokter yang tadi di teleponnya masuk.
dokter itu pun mulai memeriksa keadaan tiara, setelah selesai dia pun mulai menulis resep untuk tiara dan janinnya.
" bagaimana dokter keadaan istri saya.. ? " tanya alfian khawatir
" istri pak alfian tidak apa - apa hanya tekanan darahnya saja yang rendah, sebaiknya bu tiara perbanyak istirahat dan juga makan makanan untuk menambah darahnya, dan ini saya juga memberikan vitamin serta obat penambah darah.. diminum tepat waktu ya bu.. " jelas dokter itu
setelah selesai memeriksa tiara dokter itu pun pamit pulang, alfian mengantar dokter itu sampai depan pintu kamarnya.
alfian kembali ke tempat tiara dan duduk di sampingnya.
tiara pun bangun dan duduk di samping alfian, dia merebahkan kepalanya di pundak alfian.
__ADS_1