
" tapi kenapa kakak malah masuk ke villa itu bersama dia.. ? " tanya tiara kemudian
" sayang tadikan kakak sudah bilang, wina mengajak kakak kesana untuk beristirahat sebentar dan kami tidak berdua di villa itu..
keluarganya juga ada disana, apa kamu tahu teman kakak yang mengadakan pesta waktu itu.. ? ternyata dia adalah kakak nya wina dan kakak juga baru tahu saat kakak mampir ke villa..
dia juga ikut bersama wina.. jadi kamu jangan salah paham lagi ya, kakak tidak mungkin mengkhianati kamu.. yang kakak sayang cuma kamu,
sekarang sebaiknya kita pulang, mamah dan papah juga sangat khawatir dan rindu sama kamu.. "
tiara terdiam dia memikirkan semua perkataan alfian.
" baik aku akan ikut kakak pulang tapi kakak harus janji satu hal sama aku "
" apa pun itu sayang "
" aku mau kakak jangan pernah bertemu lagi dengan wina apa pun alasannya apa kakak bisa.. ? "
" kalau kami tidak sengaja bertemu bagai mana.. ? " tanya alfian
" ya kakak harus pergi menjauh, sekali pun aku tidak ada di sana apa kakak bisa melakukannya.. ? "
" baiklah kakak akan melakukannya dan sekarang mari kita pulang.. "
" baiklah "
akhirnya tiara pun setuju untuk ikut pulang dengan alfian, dan alfian sangat senang mendengarnya.
setalah berpamitan dengan vina tiara pun mulai meninggalkan apartemen milik sahabatnya itu.
sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara keduanya hanya terdengar celotehan lucu yang keluar dari mulut nadira.
sesampainya di rumah tiara dapat melihat mamah mertuanya sudah menunggu mereka di teras.
tiara pun menghampiri mertuanya itu, mereka pun berpelukan saling melepaskan rindu.
" sayang kamu kemana saja selama ini.. ? kamu baik - baik saja kan.. ? " tanya mamah setelah melepas pelukannya
" aku baik - baik saja mah, maaf ya mah aku kemarin sempat bikin mamah khawatir.. "
" tidak apa - apa sayang, yang terpenting sekarang kamu sudah kembali lagi kerumah ini dengan keadaan yang sangat baik "
mamah pun mengajak mereka semua masuk, tiara dan mamah memilih duduk di ruang keluarga sedangkan alfian menidurkan nadira di kamarnya.
setelah selesai menidurkan nadira alfian pun ikut bergabung dengan mamah serta istrinya.
" sayang kalau kalian ada masalah jangan seperti ini lagi ya, bicarakan dulu baik - baik.. " kata mamah kepada mereka
__ADS_1
" iya mah tiara minta maaf karena sikap tiara membuat mamah sama papah jadi susah " sesal tiara
" dan kamu fian, kamu harus lebih sabar menghadapi tiara dia itu sedang hamil emosinya juga tidak stabil.. jadi kamu harus lebih mengerti dia lagi "
" iya mah fian ngerti "
" ya sudah sekarang ajak tiara ke kamar pasti dia sangat lelah "
setelah berpamitan kepada mamah mereka pun pergi ke kamar, sesampainya disana alfian menyuruh tiara untuk segera beristirahat.
" sayang kamu istirahat saja, kamu pasti lelah " alfian pun mengecup kening tiara dengan sangat lembut
tiara hanya mengangukan kepalanya dan setelah itu dia pun mulai memejamkan mata.
setelah di rasa tiara sudah tertidur pulas alfian lebih memilih pergi ke ruang kerjanya, semenjak tiara meninggalkan rumah dia tidak pernah fokus.
bahkan pekejaannya banyak yang terbengkalai, dia lebih banyak menghabiskan waktu mencari tiara di banding di kantor.
tapi sekarang karena tiara sudah kembali dia bisa fokus lagi.
cukup lama alfian berada disana, setelah dia selesai mengerjakan pekerjaannya dia pun kembali ke kamar.
tapi setelah sampai kamar dia tidak melihat tiara di sana, di kamar mandi pun tidak ada.
alfian segera turun ke bawah yang pertama dia tuju adalah dapur, dan benar saja tiara sedang berada di ruang makan.
sedangkan tiara terlihat sedang makan sesuatu, alfian pun semakin mendekat dan duduk di samping tiara.
" kamu lagi makan apa sayang.. ? " tanya alfian penasaran
" sosis sama baso bakar " jawab tiara tanpa melihat ke arah alfian
tidak lama mamah datang menghampiri mereka dengan membawa piring berisi makanan.
" nih sayang, kamu mau yan.. ? " kata mamah sambil meletakan piring berisi makanan di depan tiara
" apa itu mah.. ? " tanya alfian
" seblak.. kamu mau.. ? " tanya mamah
" apa nggak apa - apa tiara makan itu mah.. ? " tanya alfian
" memang kenapa ini jugakan makanan " jawab tiara
" iya sayang kakak tahu ini juga makanan tapi apa makanan ini baik buat dede bayi yang ada di janin kamu.. ? " tanya alfian lagi
" fian kamu nggak usah khawatir seperti itu, ini makanan mamah yang buat jadi pasti terjamin juga kebersihannya dan mamah juga sengaja lebih banyakin sayurannya tadi.. " jelas mamah
__ADS_1
alfian pun mulai diam dan tidak banyak bertanya lagi, dia lebih memilih melihat tiara memakan makanan yang ada di hadapannya.
" mah seblaknya masih ada.. ? " tanya tiara
" ada sayang, kenapa kamu mau lagi.. ? " tanya mamah sambil tersenyum
tiara pun menganggukan kepalanya, mamah berdiri dan berjalan ke arah dapur. tidak lama mamah sudah kembali dengan membawa semangkuk seblak lagi.
" ini sayang " kata mamah sambil memberikan seblak ke tangan tiara
" makasih ya mah "
" iya sayang sama - sama.. " jawab mamah sambil mengelus rambut tiara
setelah selesai makan tiara segera mencuci piring yang kotor setelah itu dia bergabung dengan mamah mertuanya yang sedang melihat acara televisi.
sambil nonton tv tidak lupa tiara membawa setoples keripik singkong, dia terus memakannya tanpa henti.
sedangkan alfian hanya melihat saja, dia merasa heran apa istrinya itu masih belum kenyang.
" sayang kamu masih lapar.. ? apa mau kakak belikan sesuatu ? " tawar alfian
" nggak kok " jawab singkat tiara
" tapi itu kakak lihat kamu masih makan keripik...? "
" fian kamu jangan heran seperti itu, kalau wanita hamil itu biasa makan banyak, mungkin awal - awal makannya cuma sedikit dan sering muntah - muntah tapi setelah kesini nafsu makan juga jadi bertambah " jelas mamah
" oh seperti itu.. ya fian kan nggak tahu mah, dulu kan waktu tiara hamil nadira alfian nggak nemenin dia.. " sesal alfian
" nah sekarang kan kamu sudah tahu jadi biarin saja tiara mau makan banyak juga.. " tambah mamah
" iya mah "
" kak aku mau makan es cream.. " kata tiara tiba - tiba
" ya sudah kakak belikan kamu mau rasa apa.. ? " tanya alfian
" strawbery sama coklat " pinta tiara
" ya sudah kamu tunggu sebentar kakak beli dulu "
alfian pun pergi meninggalkan tiara dan mamahnya, dia akan memberikan apa pun yang di inginkan tiara.
alfian berjanji dia akan menebus waktunya yang dulu pernah terbuang, di kehamilan anak pertamanya alfian hanya menemani tiara sebentar saja.
tapi sekarang dia akan sebisa mungkin menemani tiara, dia ingin menjadi suami dan ayah siaga.
__ADS_1