guruku, imam ku

guruku, imam ku
40


__ADS_3

sudah tiga hari tiara di rawat di rumah sakit, dan hari ini dia merasa sudah sangat sehat. tiara sedang sarapan bersama alfian di kamarnya.


tiba - tiba telepon tiara berbunyi, tiara melihat siapa yang menghubunginya pagi - pagi seperti ini.


dilihatnya nama mamah yang tertera di layar, tiara segera menerima panggilan itu.


" hallo mah, tumben mamah telepon aku pagi - pagi, apa ada yang terjadi.. ? " tanya tiara penasaran


" .... "


" apa nadira masuk rumah sakit.. ? "


" .... "


" baik mah aku akan segera pulang.. mamah kirim saja alamat rumah sakitnya nanti aku langsung kesana.. "


" .... "


" mah tolong jaga nadira untukku.. "


" .... "


" makasih mah.. "


setelah mengakhiri panggilannya tiara melihat alfian yang kini juga sedang melihat ke arahnya.


" ada apa.. ? " tanya alfian penasaran


" nadira dia masuk rumah sakit.. semalam badannya panas tinggi jadi mamah dan papah membawa dia kerumah sakit..


kak... kakak mau ya pulang bersamaku, nadira pasti senang melihat ayahnya sudah pulang.. dia selalu merindukan kakak, apa kakak tahu dia selalu menggambar kakak kalau dia sedang merindukan ayahnya... terkadang dia akan mengombrol dengan foto kakak..


kakak mau ya pulang, aku mohon sama kakak demi nadira putri kita, demi aku.. " kata tiara sambil menggengam tangan alfian


alfian terdiam dia berfikir apa sekarang waktunya dia kembali berkumpul dengan keluarganya, tapi kalau dia tidak kembali sekarang dia takut akan menyesal apa lagi ketika mendengar putrinya sedang di rawat di rumah sakit.


" baiklah kakak akan ikut kamu pulang.. " jawab alfian setelah cukup lama berfikir


tiara tersenyum bahagia mendengar keputusan suaminya itu.


di peluknya tubuh alfian dengan sangat erat


tanpa sadar air mata tiara keluar, ini bukan air mata kesedihan tapi air mata bahagia.


" terima kasih kak.. "


setelah selesai sarapan tiara segera memesan tiket pesawat untuk kembali pulang ke jakarta. dia pun mulai membereskan barang - barangnya beserta barang - barang milik alfian.

__ADS_1


tiara juga menghubungi pak irwan untuk mengirimkan seorang supir untuk membantunya ke bandara.


sebelum pulang tiara menemui wina dan meminta wina memeriksa alfian.


" gimana dokter apa suami saya sudah baikan.. ? apa dia bisa pergi menggunakan pesawat.. ? " tanya tiara setelah wina selesai memeriksa alfian


" pesawat.. ? "


" iya dokter rencana nya hari ini saya akan ikut pulang bersama istri saya, saya harus segera kesana karena putri kami sedang di rawat di rumah sakit.. " jelas alfian


wina terdiam ketika mendengar kata ' putri kami ' keluar dari mulut alfian.


" jadi mereka juga sudah memiliki seorang putri.. " batin wina


" dokter bagaimana.. ? " tanya tiara lagi membuyarkan lamunan wina


" mas alfian sudah bisa pulang kesehatannya juga sudah stabil, dan untuk masalah kakinya mas alfi harus sering - sering terapi agar bisa jalan kembali.. " jelas wina kepada tiara dan alfian


" baik dokter, terima kasih kerena dokter selama ini sudah merawat saya.. " kata alfian tulus.


" tidak apa - apa mas itu sudah jadi tugas saya.. semoga mas cepat sembuh ya.. " kata wina tulus


setelah semuanya selesai tiara dan alfian segera pergi kebandara di antar oleh pak mamad salah satu asisten pak irwan.


pak mamad juga yang mengurus tiket keperluan tiara dan alfian.


¤¤¤¤¤¤


tiara melihat ika sedang menunggunya, mereka langsung menghampiri ika.


ika membantu tiara membawakan barang - barangnya dan memasukan kedalam bagasi mobil.


" ka tolong kamu antarkan saya ke rumah sakit pelita, dan setelah itu kamu mampir sebentar ke rumah saya dan simpan barang - barang saya disana, dan kalau kamu sudah selesai kamu bisa kembali ke kantor.. " perintah tiara ketika mereka sudah dalam perjalanan pulang


" baik bu.. "


mereka kini sudah sampai di lobby rumah sakit, tiara langsung mendorong kursi roda alfian dan membawanya menuju kamar putri mereka.


sesampainya di depan sebuah kamar, tiara segera membuka pintu itu dan melihat putri kecilnya sedang terbaring lemah.


kedua mertuanya yang berada di kamar itu melihat kearah tiara, lebih tepatnya ke arah alfian.


tiara mendekat ke arah mereka dan menyalami kedua mertuanya ini.


" sayang itu.. " kata mamah menunjuk kearah alfian


" iya mah itu kak alfian putra mamah.. " jawab tiara

__ADS_1


mamah mulai menangis dan berlari memeluk tubuh putranya yang selama ini sangat di rindukannya.


" sayang ini benar - benar kamu.. ? " tanya mamah tidak percaya


" iya mah ini fian, fian putra mamah.. " jawab alfian sambil menangis di pelukan mamahnya.


" alhmadulilah kamu masih hidup nak, benar kata istri kamu.. kalau kamu masih hidup.. " kata mamah lagi


mamah mendekat kearah tiara dan memeluknya tiara


" maaf mamah sempat tidak percaya sama kamu, mamah juga malah tidak pernah membela kamu ketika kamu mengatakan pada orang - orang kalau suami kamu masih hidup.. maafkan mamah.. " kata mamah menyesal


" gak apa - apa mah, yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul lagi.. " kata tiara sambil tersenyum


kini giliran papah yang memeluk alfian, di peluknya tubuh putra semata wayangnya itu.


" papah senang kamu kembali nak.. "


kamar nadira kini berubah jadi lautan air mata, mereka menangis bahagia karena bisa di pertemukan lagi dengan orang yang selama ini di rindukannya.


alfian mendekat ke arah nadira dengan di bantu oleh tiara.


di pandangi wajah putri kecilnya, alfian juga mengusap rambut nadira dengan penuh sayang.


" dia sangat cantik seperti bundanya.. " kata alfian sambil memandang tiara


" dia juga sangat usil dan keras kepala seperti ayahnya.. " jawab tiara


mereka pun saling melepar senyuman, nadira terbangun dari tidurnya yang di lihat pertama kali adalah tiara orang yang di rindukannya beberapa minggu ini.


" bundaaaa.. ira kangen sama bunda, ira gak mau bunda ninggalin ira lagi.. " kata nadira yang langsung bangun dan memeluk tubuh tiara.


" maafkan bunda ya, bunda janji gak akan pergi lama - lama lagi.. " di ciumi pipi pucat nadira


tiara sangat merindukan putri kecilnya ini


" nadira coba lihat bunda bawa siapa.. ? " tunjuk tiara kepada alfian.


nadira melihat kearah tangan tiara dan matanya melotot dengan sempurna, dia tidak percaya di hadapannya ada seseorang yang selama ini di rindukannya.


" ayah.. " kata nadira


" iya sayang bunda bawa ayah pulang.. " kata tiara sambil mengelus rambut panjang putrinya itu


alfian mendekat dan untuk pertama kalinya dia bisa memeluk tubuh putrinya itu.


" ayah... ira sangat rindu sama ayah, kata bunda ayah sedang kerja dan belum bisa pulang karena kerjaan ayah yang banyak, apa sekarang pekerjaan ayah sudah selesai.. ? " tanya polos nadira

__ADS_1


" sudah sayang, pekerjaan ayah sudah selesai makanya ayah pulang menemui nadira dan bunda.. " alfian menciumi wajah nadira tanpa henti


nadira tertawa geli mendapat perlakuan seperti itu dari ayahnya.


__ADS_2