guruku, imam ku

guruku, imam ku
56


__ADS_3

sebulan sudah berlalu kini alfian dan tiara sudah pindah kerumah lama mereka, tiara yang kini berada di ruangannya sedang memeriksa beberapa berkas.


tiara merasa kepalanya sangat pusing dan memang akhir - akhir ini tiara sering merasakannya.


tiara berfikir kalau dia hanya kecapean saja, karena memang pekerjaannya juga sedang banyak - banyaknya.


tiba - tiba tiara merasa perutnya sangat mual, dia pun mulai berjalan menuju ke kamar mandi.


tapi baru beberapa langkah tiara berjalan dia pun ambruk, ika asisten tiara mencoba mengetuk pintu berulang kali.


tidak ada jawaban dari dalam ika pun memberanikan diri untuk masuk dan dia melihat tiara sudah tergeletak di lantai.


ika segera menghubungi alfian dan memberi tahukan keadaan tiara, tidak bituh waktu lama adrian pun datang ke ruangan tiara sambil berlari.


" tiara kenapa ika.. ? " tanya alfian sambil menganggkat tubuh tiara dan membaringkannya di sofa


" saya juga tidak tahu pak, sewaktu saya masuk kesini bu tiara sudah tidak sadarkan diri.. " jelas ika


alfian berusaha membuat tiara sadar, cukup lama tiara pingsan dan itu membiat alfian khawatir.


" ika tolong suruh supir siapkan mobil saya sekarang juga.. " perintah alfian


" baik pak.. " ika pun langsung berlari dan segera menghubungi supir kantor


tidak lama ika sudah kembali lagi ke ruangan tiara


" pak mobilnya sudah siap.. " kata ika memberi tahu


alfian segera mengangkat tubuh tiara dan membawanya kelantai bawah di ikuti oleh ika.


ika membuka pintu mobil untuk alfian, setelah mendudukan tiara alfian segera meminta supir membawa mereka ke rumah sakit terdekat.


para karyawan yang melihat kejadian itu pun saling berbisik, mereka bertanya - tanya sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara atasan mereka.


tiga puluh menit waktu yang di tempuh oleh alfian untuk bisa sampai di rumah sakit, tiara pun segera mendapat perawatan sesampainya mereka disana.


alfian menunggu dengan sangat khawatir di depan ruangan, dia terus saja mondar mandir.


tidak lama dokter yang memeriksa tiara keluar juga, alfian segera menghampirinya dan bertanya tentang keadaan alfian.

__ADS_1


" bagai mana dokter dengan keadaan istri saya.. ? " tanya alfian cemas


" istri bapak tidak apa - apa dia hanya kelelahan saja dan saya harap istri bapak dapat mengurangi aktifitasnya. dia tidak boleh terlalu kelelahan dan strees itu dapat membahayakan janinnya.. " jelas dokter yang memeriksa tiara


" apa dok, janin.. ? apa istri saya hamil dokter.. ? " tanya alfian memastikan


" iya istri bapak sedang hamil dan usia kehamilannya baru memasuki 4 minggu, apa bapak tidak mengetahuinya.. ? " kata dokter itu


" saya belum tahu dokter dan mungkin juga istri saya belum menyadarinya.. " jelas alfian


" oh seperti itu, selamat ya pak atas kehamilan istri bapak dan saya harap bapak lebih bisa menjaga bu tiara apa lagi di usia kehamilannya yang masih muda masih sangat rentan sekali, dan untuk sementara waktu saya harap bapak tidak melakukan hubungan dulu sebelum kandungannya memasuki usia 4 bulan.. " jelas dokter itu


alfian pun mendengarkan penjelasan dikter itu dengan sangat baik.


" terima kasih dok saya pasti akan mengikuti saran dari dokter.. dokter apa sekarang saya bisa bertemu dengan istri saya.. ? " tanya alfian


" tentu saja pak silahkan.. kalau begitu saya permisi dulu.. " dokter itu pun pergi meninggalkan alfian


alfian langsung masuk ke dalam kamar tiara, dia melihat tiara yang masih memejamkan matanya.


alfian mendekat dan mengecup kening tiara cukup lama.


perlahan mata tiara pun terbuka dan pertama kali yang di lihatnya adalah wajah alfian.


" sayang kamu sudah sadar, kamu tahu kakak sangat khawatir sama kamu.. " kata alfian sambil mengusap rambut tiara


" aku tidak apa - apa kok kak cuma pusing saja.. " kata tiara menenangkan alfian


" iya sayang kamu memang tidak apa - apa tapi kamu harus lebih memperhatikan lagi kesehatan kamu dan tadi dokter bilang kamu jangan terlalu lelah dan stres.. kamu harus menjaga janin ini dengan baik sayang.. " kata alfian sambil mengelus perut rata tiara


" apa kak.. ? apa aku tidak salah dengar.. ? " tanya tiara meyakinkan


" tidak sayang kamu sekaramg sedang hamik dan usia kehamilan kamu baru 4 minggu jadi kakak harap kamu menjaganya dengan baik.. " jelas alfian


tiara terbangun dan langsung memeluk alfian dengan sangat erat, dia sangat bahagia mendengar kabar ini dia akan menjaga calon bayinya dengan sangat baik.


" terima kasih ya sayang kamu sudah memberikan kakak kebahagian yang sangat besar.. " kata alfian sambil mengecup kening tiara


tiara tersenyum sambil mengelus pipi alfian dengan sangat lembut.

__ADS_1


" kak apa aku bisa pulang.. ? " tanya tiara


" tentu saja kamu sudah bisa pulang " jawab alfian


taira pun segera turun dari tempat tidur dan segera mengajak alfian untuk segera pulang, dia tidak sabar ingin memberi tahukan kabar bahagia ini kepada nadira dan kedua mertuanya.


setelah menyelesaikan administrasi alfian pun segera membawa tiara ke arah parkiran disana sudah ada supir yang menunggu mereka.


sepanjang perjalanan tidak henti - hentinya tiara tersenyum dia sangat bahagia akhirnya dia dapat kembali mengandung buah cintanya bersama alfian.


tiara merebahkan kepalanya di pundak alfian dan alfian mengusap rambut tiara dengan sangat lembut.


sesekali alfian mengecup puncak kepala tiara, di dalam hati alfian terus mengucap syukur dia berjanji di kehamilan tiara yang kali ini dia akan selelu menjaga dan mendampingi tiara.


dia akan menebus semua waktunya yang pernah terbuang dulu, akhirnya mereka kini sudah sampai di depan rumah.


alfian terlebih dahulu turun dari mobil dan dia pun mengulurkan tangannya, tiara tersenyum mendapat perlakuan manis dari suaminya itu.


alfian menggenggam erat tangan tiara sampai mereka masuk kedalam rumah, saat mereka masuk mereka sudah di sambut oleh nadira.


nadira berlari kearah alfian dan tiara, tiara berjongkok dan memeluk tubuh putrinya itu.


" bunda ira kangen sama bunda.. " kata nadira sambil memeluk dan mencium kedua pipi tiara


" jadi kangennya cuma sama bunda saja nih, sama ayah enggak.. ? " kata alfian berpura - pura merajuk


nadira melepaskan pelukannya dari tiara dan beralih memeluk alfian dengan sangat erat.


" siapa bilang ira enggak kangen ayah.. ? ira juga kangen ayah.. " alfian mencium pipi putrinya itu


" ayah sama bunda kemana saja sih, kenapa baru pulang.. " tanya nadira


" maafkan ayah sama bunda ya sayang tapi tadi ayah habis anter bunda ke rumah sakit dulu.. " jelas alfian


nadira melihat ke arah tiara dan dia pun berjakan mendekati tiara.


" bunda sakit.. " terlihat wajah nadira berubah menjadi cemas


" bunda enggak sakit sayang, tapi bunda kerumah sakit habis periksa dede bayi.. " jelas alfian sambil mengelus rambut panjang nadira

__ADS_1


" dede bayi.. ? nadira punya dede bayi ayah, sekarang dimana dedek bayinya.. " mata nadira terus saja mencari keberadaan adiknya itu


" sayang dede bayinya masih di dalam sini, nanti kalau sudah waktunya dede bayi pasti akan segera keluar dan bertemu dengan ira.. " jelas tiara sambil mengelus perutnya yang masih rata.


__ADS_2