
besok paginya selesai sarapan alfian pergi ke alamat yang di berikan vina kemarin, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak dan istrinya.
senyuman terus terukir di wajahnya, dia berharap kini tiara mau mendengarkan penjelasannya.
alfian pun menatap apartemen yang ada di hadapanya, dia pun segera memarkirkan mobil dan mulai melangkahkan kaki.
alfian mencari apartemen milik vina, sesuai petunjuk seharusnya berada di dekat sini.
tidak lama alfin pun tersenyum karena sudah menemukan apa yang di carinya dari tadi, dia langsung menekan bel berulang kali.
pintu pun terbuka dan terlihat vina sedang melihat kearahnya, vina pun mempersilahkan alfian masuk kedalam dan juga mempersilahkan nya duduk.
vina pun pergi meninggalkan alfian tidak lama dia sudah kembali lagi dengan segelas minuman dingin.
setelah meletakan minuman di meja vina pun duduk di hadapan tamunya itu.
" maaf kalau saya ganggu pagi - pagi seperti ini.. " kata alfian
" tidak masalah, kalian bicara saja baik - baik.. dia masih di kamarnya tadi sih masih tidur.. kamu tunggu saja.. " kata vina
saat alfian sedang menunggu nadira datang menghampirinya
" ayah.. " panggil nadira sambil berlari ke pelukan alfian
alfian pun menyambut putri kecilnya itu di peluk serta di ciumnya nadira dengan penuh sayang.
" sayang ayah kangen sekali sama kamu.. " kata alfian
" ira juga kangen ayah, ayah kenapa lama sekali nyusul ira nya.. ? kata bunda ayah sedang banyak pekerjaan jadi kami harus nunggu ayah selesai bekerja.. " kata nadira polos
" iya sayang ayah sedang banyak pekerjaan, oh iya bunda mana.. ? "
" bunda lagi mandi yah "
" vin apa boleh saya masuk ke kamar tiara.. ? " tanya alfian hati - hati
" tentu saja kamarnya yang sebelah kiri, kalian selesaikan saja masalahnya terlebih dahulu biar nadira aku yang jaga.. " kata vina sambil tersenyum
__ADS_1
" ira mau kan jalan - jalan sama tante.. ? " tanya vina
" tentu tante ira mau jalan - jalan, bolehkan yah.. ? "
" tentu sayang pergi ikut sama tante tapi ingat jangan nakal " pesan alfian
" baik ayah "
" terima kasih ya vin, dan tolong jaga nadira sebentar "
" iya sama - sama kalau begitu kami pergi dulu "
setelah vina dan nadira pergi alfian pun mulai berjalan ke arah kamar yang tadi di tunjukan oleh vina.
alfian membuka pintu kamar itu pelan - pelan dan dia tidak melihat tiara di mana pun, tapi tidak lama dia mendengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi.
sungguh kalau keadaan nya tidak seperti sekarang mungkin alfian akan masuk kedalam sana dan menggoda tiara.
alfian pun segera menutup pintu kamar nya kembali dan tidak lupa dia juga menguncinya, alfian hanya ingin berjaga - jaga kalau nantinya tiara lari seperti kemarin tanpa mau mendengarkan penjelasannya.
alfian dapat melihat tiara keluar dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi dada sampai pahanya saja.
di mata alfian tiara terlihat sangat cantik dengan perutnya yang mulai membesar dan dengan melihat penampilan tiara seperti itu dia takut tidak bisa menahan nya lagi.
alfian mendekat dan langsung memeluk tiara, tiara tidak membalas atau pun menghindar dari alfian dia hanya diam mematung.
" sayang kakak senang bisa melihat kamu lagi, kamu tahu selama ini kakak mencari kamu kemana - mana.. " kata alfian
" tolong lepaskan kak.. " pinta tiara
alfian pun melepaskan pelukannya
" untuk apa lagi kakak kesini apa belum cukup kakak nyakitin aku.. ? " tanya tiara dengan nada tinggi
air mata tiara pun ikut turun tanpa di pinta, alfian yang melihat tiara mulai menangis pun merasa bersalah.
" sayang kamu ini bicara apa.. siapa yang nyakitin kamu.. malam itu kamu salah paham.. "
__ADS_1
" salah paham kata kakak.. ? aku lihat kakak peluk wina di tempat yang sepi dan bahkan kalian saling memandang satu sama lain itu salah paham.. dan satu lagi aku juga lihat kakak pergi sama wina ke pantai dan kalian masuk ke villa berdua apa itu salah paham juga.. ? " tiara pun mulai berjalan menjauh dari alfian
dia duduk di pinggir tempat tidur sambil menundukan kepalanya, sedangkan alfian sendiri tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.
jadi waktu itu tiara ada disana dan dia lihat dirinya malah bersama wina, alfian pun berjongkok di depan tiara dan dia memegang tangan tiara.
" sayang dengerin kakak kejadian nya tidak seperti itu, waktu di pesta malam itu kakak ingin mencari kamu ke toilet tapi disana kakak tidak sengaja bertemu dengan wina. setelah saling menyapa wina hendak pergi tapi saat dia berjalan dia tidak sengaja menginjak gaunnya sendiri dan dia akan jatuh jadi kakak nolongin dia..
... dan disaat kakak sedang menolong wina kamu datang dan melihat kami seperti sedang berpelukan tapi nyatanya tidak..
... soal di pantai juga kakak kesana karena kakak ingin mencari kamu dan tidak sengaja kembali bertemu wina, dia disana sudah lebih dulu yang..
... kakak masuk ke villanya karena wina menawarkan kakak untuk beristirahat sejenak, kakak pun tidak menolak dan kami disana tidak melakukan apa pun..
sayang kakak mohon kamu percaya sama kakak, kakak sangat merindukan kamu dan juga nadira, kamu mau kan pulang bersama kakak.. ? "
tapi tidak ada jawaban dari tiara dia hanya terus menangis, tiara merasa bingung dia harus percaya dengan kata - kata alfian atau percaya dengan apa yang di lihatnya.
alfian pun kembali memeluk tiara di elusnya rambut panjang tiara yang masih basah, dia tidak ingin kehilagan tiara cukup 4 tahun kemarin mereka hidup terpisah tapi kali ini dia hanya ingin kembali berkumpul bersama keluarga kecilnya.
" sayang maafin kakak ya, kakak sudah membuat kami menangis seperti ini.. kakak berani bersumpah, kakak dan wina tidak ada hubungan apa pun... kakak cuma sayang sama kamu tidak akan ada wanita lain yang akan menggantikan kamu.. "
alfian pun mengecup kening tiara cukup lama, tiara bukannya menghentikan tangisannya dia malah menangis semakin kencang.
alfian kembali memeluk tubuh tiara dan berusaha membuat tiara tenang.
jujur tiara juga sangat merindukan alfian, setiap malam setelah nadira tidur dia akan terjaga dan mengingat alfian.
dan akhirnya hanya air mata yang bisa dia keluarkan, dia sangat merindukan suaminya. merindukan pelukan hangat alfian dikala dia akan pergi tidur.
dan sekarang di hadapannya ada seorang laki - laki yang sangat dia rindukan itu, tiara pun akhirnya membalas pelukan alfian.
alfian tersenyum bahagia, setelah cukup lama mereka saling berpelukan alfian pun melepaskannya.
di pandangi wajah tiara dalam - dalam dan alfian pun menghapus air mata tiara yang membasahi pipi nya.
" kamu jangan nangis lagi kasian bayi kita.. " kata alfian sambil tersenyum
__ADS_1