
malam pun tiba
setelah selesai makan malam tiara langsung pergi ke kamarnya, hari ini dia merasa sangat lelah sekali.
dia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
tidak lama alfian pun masuk ke dalam kamar dan hal pertama yang dia lihat adalah tiara yang kini sudah tertidur pulas.
alfian pun mendekat dan duduk di samping tiara, di elusnya rambut tiara.
" kamu pasti sangat lelah sekali, sampai - sampai langsung tidur gitu.. " kata alfian pelan
" sayang kamu harus tahu satu hal, aku adalah laki - laki yang sangat beruntung karena bisa mendapatkan kamu dalam hidup ku, maaf kalau selama ini aku selalu bikin kamu kesal dan marah tapi yang aku tahu.. aku sangat sayang dan cinta sama kamu tiara.. aku nggak mau kehilangan kamu lagi untuk kesekian kalinya.. " bisik alfian lalu mengecup kening tiara
setelah mengatakan itu alfian pun ikut berbaring di samping tiara, dia peluk tiara dengan sangat erat dan dia pun ikut memejamkan matanya.
¤¤¤¤¤¤¤¤
tiara terbangun dari tidurnya, dia melihat jam yang ternyata sekarang sudah sangat siang tiara pun melihat kesampingnya.
tapi alfian sudah tidak ada disana, tiara pun langsung merubah posisinya menjadi duduk.
saat dia melihat ke arah sofa dia melihat sesuatu di atas meja.
tiara pun segera bangun dan berjalan kearah meja itu, terlihat disana ada beberapa potong roti lapis dan juga susu coklat.
disana juga ada sebuah catatan, tiara pun mengambil catatan itu dan mulai membacanya.
pagi sayang 💜
kakak sengaja bikin sarapan ini buat kamu, maaf ya cuma roti lapis saja.. tapi kakak harap kamu suka, pagi ini kakak akan menjemput nadira setelah kami nanti pulang kakak harap kamu sudah selesai bersiap - siap. kakak ingin mengajak kalian berdua jalan - jalan.. hari ini kita akan menghabiskan waktu hanya bertiga saja.
***yang selaiu mencintai* *mu***
setelah membaca pesan alfian tiara pun tersenyum, dia pun mulai duduk di sofa dan melihat roti yang ada di hadapannya.
tiara mengambil satu dan mulai memakannya, setelah menghabiskan roti lapis dan susu tiara pun segera bergegas masuk ke kamar mandi.
dia tidak ingin nadira dan alfian menunggu terlalu lama, tidak butuh waktu lama bagi tiara untuk menyelesaikan ritual mandinya.
__ADS_1
kini dia telah siap, tiara pun segera berjalan menuruni anak tangan satu persatu, senyumannya tidak pernah luntur.
tidak lama kedua orang yang sangat di sayang tiara pun datang, tiara segera menghampiri nadira dan memeluknya.
" bunda kangen banget sama ira.. ira nggak nakal kan di rumah oma.. " kata tiara sambil mengelus rambut nadira
" ira juga kangen banget sama bunda, ira disana nggak nakal, kalau bunda tidak percaya bunda tanya saja sama oma.. " jawab nadira
" bunda percaya sayang " tiara pun mengecup kening nadira
" sayang kamu ganti baju dulu ya sama mbak, ayah sama bunda tunggu disini " perintah alfian
nadira pun menuruti permintaan alfian dia pun segera pergi ke kamarnya untuk segera bersiap - siap.
tiara mendekat kearah alfian dan langsung memeluknya.
" terima kasih ya sarapannya.. " kata tiara
alfian pun tersenyum mendengar perkataan tiara dia pun semakin mengeratkan pelukannya.
" sama - sama sayang.. kakak senang kalau kamu suka " jawab alfian
mereka pun saling memandang, tiara mengecup bibir alfian sekilas dan setelah itu dia langsung menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu.
alfian mendekatkan wajahnya dengan tiara dan dia pun mulai ******* bibir tiara dengan sangat lembut.
tiara pun segera menghentikan nya dia tidak ingin seisi rumah melihat mereka seperti ini.
" sayang sudah, nanti ada yang lihat.. " kata tiara sambil agak menjauh dari alfian
" loh kalau ada yang lihat memangnya kenapa kitakan nggak ngelakuin yang aneh - aneh disini.. " kata alfian
" iih kamu tuh nggak malu apa kalau entar ada yang lihat.. "
tidak lama nadira pun datang menghampiri mereka.
" ayah.. bunda.. ira sudah siap.. " kata nadira dia sangat bersemangat sekali.
sudah lama dia tidak pergi bersama kedua orang tuanya itu dan hari ini mereka akan berjalan - jalan bertiga.
alfian pun segera membawa mereka pergi, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di sebuah taman yang sudah ramai di datangi pengunjung.
nadira pun segera mengajak kedua orang tuanya untuk bermain.
__ADS_1
alfian dan nadira bermain kejar - kejaran sedangkan tiara hanya melihat saja sambil ngemil cantik tentunya.
mereka bertiga bermain dan tertawa bersama, dari jauh ada yang melihat kebersamaan mereka.
tanpa dia sadari matanya tidak mau berhenti menangis, dadanya merasa sakit seperti ada sebuah tombak yang menghantam nya.
dia pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu dia sudah tidak sanggup untuk melihatnya lagi.
dia segera masuk kedalam mobil dia akan segera pulang kerumah.
setelah sampai rumah dia pun segera berlari ke kamar, di sana dia bisa bebas mencurahkan isi hatinya.
dia mengingat kejadian tadi, hatinya pun bertambah sakit ketika dia mulai kembali mengigatnya
dia pun mulai pergi ke masa lalu dimana untuk pertama kali mereka bertemu.
flashback on
siang itu di sebuah klinik sedang ramai - ramainya, tiba - tiba terdengar suara beberapa orang memanggil dokter maupun suster yang sedang bertugas.
seorang dokter wanita dengan cepat berlari kearah suara dan dia dapat melihat beberapa warga membawa seseorang yang sedang tidak sadar kan diri.
dia pun segera meminta suster untuk membantunya membawa pasien ke ruang pemeriksaan.
setelah sampai ruangan dokter wanita itu pun segera memeriksa keadaan pasien.
setelah selesai dia pun segera keluar dan bertanya kepada orang - orang yang mengantarkannya kesini.
" maaf pak kalau boleh tahu pasien kenapa ya bisa seperti ini.. ? " tanya dokter wanita itu
" begini dokter ceritanya, tadi kami menemukan laki - laki itu di pinggir sungai sepertinya dia korban kecelakaan tapi kami tidak menemukan petunjuk apa pun, karena takut dia kenapa - napa maka kami putuskan untuk membawanya kemari.. " jelas salah satu warga
" keluarganya.. ?? " tanya dokter itu
" kami tidak tahu dok.. " jawab warga yang lainnya
" lalu dokter keadaan nya bagaimana.. ? " tanya warga
" ok jadi gini pasien sepertinya terkena benturan yang sangat keras di bagian kepalanya, tulang kakinya juga retak.. dan saya belum tahu keadaan dia yang sebenarnya sebelum dia sadar.. apakah benturan di kepala nya itu berakibat fatal atau tidak.. " jelas si dokter
saat dokter itu sedang menjelaskan tentang keadaan pasien ada seorang suster yang keluar dari dalam.
" dokter pasien kejang - kejang " kata si suster
__ADS_1
dokter itu pun segera berlari masuk kedalam ruangan, dia segera memeriksa pasien itu.