guruku, imam ku

guruku, imam ku
39


__ADS_3

pagi ini seperti biasa tiara akan mengurus keperluan alfian, walaupun alfian selalu saja menolak kehadirannya tapi tiara tidak pernah menyerah.


sampai - sampai tiara lupa untuk mengurus dirinya sendiri, akhir - akhir ini dia juga sering telat makan dan tidur juga tidak teratur.


kalau alfian sudah tertidur dia hanya akan diam memandangi wajah alfian dan memikirkan dirinya beserta keluarga kecilnya itu.


sikap alfian yang sekarang berubah membuat tiara harus berfikir, bagai mana caranya alfian bisa kembali lagi kepada dirinya.


hanya nadira yang selalu menjadi obatnya di kala dia sedang bersedih, setiap malam dia akan menghubungi nadira dan mendengarkan ceritanya di sekolah ataupun di rumah.


tidak ada yang tahu alasan tiara bertahan di surabaya bahkan kedua mertuanya pun belum dia beri tahu sama sekali.


tiara membawa alfian ke taman rumah sakit, dia ingin alfian menghirup udara segar dan agar alfian tidak merasa bosan berada di kamar terus menerus.


saat sampai dalam perjalanan ke taman tiara merasa kepalanya sangat pusing, tapi tiara berusaha untuk menahannya sebenarnya sudah dari pagi dia merasa badannya kurang sehat tapi tiara tetap memaksakan diri merawat alfian.


dia tidak ingin membuat alfian khawatir, tiara membawa alfian ke tempat yang agak teduh.


tiba - tiba kepala tiara semakin pusing, bayangnya pun mulai kabur dan.


bughh


tubuh tiara terjatuh di samping alfian, alfian yang melihat tiara terjatuh segera meminta tolong kepada siapa saja yang berada di sekitar taman itu.


tiara di bawa ke dalam klinik dan mulai di periksa oleh wina.

__ADS_1


" gimana dok.. ? " tanya alfian cemas


" dia tidak apa - apa hanya kecapean dan kurang tidur saja, sepertinya akhir - akhir ini dia juga sering telat makan.. karena demamnya cukup tinggi jadi dia harus di rawat untuk sementara waktu.." jelas wina


alfian melihat tubuh tiara yang sedang terbaring, ini semua pasti karena tiara selalu menjaga dan mengurusnya.


alfian merasa sangat bersalah karena dirinya tiara menjadi seperti ini sekarang.


alfian menggenggam tangan tiara dan benar saja badan tiara sangat panas, alfian mencium tangan tiara di pandangi wajah pucat tiara.


jujur dalam hati yang paling dalam sebenarnya dia sangat merindukan tiara dan keluarganya, tapi dia tidak ingin merepotkan keluarganya dan tiara dengan keadaannya yang sekarang ini.


" kak... kak fian, aku mohon jangan tinggalkan aku.. " alfan mendengar suara lemah tiara


hati alfian sangat sakit ketika tiara mengigau, suami macam apa yang menelatarkan anak dan istrinya.


" kak.. " kata tiara pelan sambil membuka matanya


alfian langsung menghapus kasar air matanya, di usapnya rambut tiara dengan penuh kasih sayang.


" kakak disini.. "


" kenapa aku ada disini.. ? " tanya tiara sambil melihat ke sekeliling ruangan


" kamu tadi pingsan, tiara maafkan kakak.. karena kakak kamu jadi seperti ini.. " kata alfian

__ADS_1


" kak aku gak kenapa - napa ko.. " tiara mengusap pipi alfian dengan penuh perasaan


" ra, kamu berhak bahagia.. kakak sekarang cacat, kakak tidak akan bisa melindungi kamu maupun putri kita.. " kata alfian


tiara memandangi mata alfia dalam - dalam, dia tidak percaya suaminya berkata seperti itu.


" kak gimana pun keadaan kakak aku akan terima, sekali pun kakak cacat seumur hidup aku terima, asal kita selalu bersama - sama itu sudah cukup membuatku bahagia.. " kata tiara sambil terisak


" jadi kakak jangan bicara seperti itu, aku mohon kakak kembali kepadaku dan keluarga kecil kita, aku mohon kak.. " tambah tiara


alfian tidak kuasa melihat tiara menangis, demi apa pun dia masih sangat mencintai istrinya itu.


alfian menundukan kepalanya, dia mulai meneteskan air mata. tiara melihat alfian seperti ini segera bangun dan duduk.


dia mendekati alfian dan memeluknya dengan sangat erat.


" aku mohon kakak kembali kepada ku, ijinkan aku merawat kakak, aku tidak perduli dengan keadaan kakak.. cukup kakak berada di samping ku, itu sudah membuatku bahagia.. " kata tiara


alfian membalas pelukan tiara dengan sama eratnya.


" maaf... " kata alfian


mereka saling berpelukan, saling melepaskan rindu yang sudah lama tertahankan, di balik pintu kamar tiara ada sepasang mata yang melihat mereka dari tadi.


dia sadar dia bukan siapa - siapa untuk alfian, cinta alfian sangat besar untuk istrinya. sedangkan dirinya hanya wanita yang menolong alfian.

__ADS_1


wina segera meninggalkan kamar tiara dan pergi ke ruangannya, dia menangis disana sungguh sakit hatinya ketika melihat orang yang di sayangnya bersama wanita lain.


__ADS_2