
4 bulan kemudian
kini kehamilan tiara sudah memasuki usia 4 bulan dan dia juga sudah tidak pernah merasa mual atau pusing lagi.
tetapi sikap manjanya belum juga hilang, semenjak hamil tiara menjadi semakin manja terhadap alfian.
hari ini setelah tiara menjemput nadira di sekolah tiara memutuskan mengajak nadira untuk bermain di sebuah mall.
sesampainya di mall nadira meminta langsung ke tempat bermain, tiara pun mengabulkan keinginan putrinya itu.
tiara duduk tidak jauh sambil memperhatikan nadira yang sedang bermain, terkadang tiara juga ikut tertawa melihat tingkah lucu putrinya itu.
setelah puas bermain nadira pun menghampiri tiara.
" bunda ira lapar.. " kata nadira sambil duduk di samping tiara
" ya sudah ayo kita cari makan "
tiara pun memegang tangan nadira dan mereka mulai meninggalkan area bermain itu.
setelah cukup lama berputar - putar akhirnya nadira mau makan di tempat makanan saji, tiara meminta nadira untuk duduk terlebih dahulu sementara dirinya memesan makanan.
tiara pun berjalan ke arah nadira dengan membawa makanan di tangannya, tapi dia merasa heran kenapa nadira malah sedang duduk bersama seorang laki - laki.
tiara pun bergegas menghampiri nadira dan setelah dekat dia baru tahu kalau laki - laki itu ternyata andra.
" kak andra.. ? " tanya tiara heran
" tiara, kamu apa kabar.. ? " tanya andra
" baik.. kakak sendiri apa kabar.. ? " tanya tiara sambil memberikan makanan untuk nadira dan dia pun mulai duduk di samping nadira
" aku baik ra.. " jawab andra singkat, andra terus saja memandang tiara tanpa henti
" kakak kemana saja sudah cukup lama kakak tidak mampir kerumah.. ? " tanya tiara sambil memakan makanannya.
" iya beberapa bulan ini kakak tinggal di bali lagi ada proyek disana dan beberapa hari ini baru kembali.. " jelas andra
" oh seperti itu, terus kakak sama siapa kesini.. ? "
" tadi kakak habis meeting di di lantai atas, ya setelah selesai kakak putuskan untuk berjalan - jalan sebentar disini dan tidak sengaja melihat nadira sedang duduk sendirian.. "
" om baik tahu tidak ira kan sebentar lagi akan punya adik.. " kata nadira tiba - tiba
setelah mendengar itu andra langsung melihat ke arah tiara
__ADS_1
" selamat ya aku ikut senang.. "
" iya terima kasih kakak "
" jadi sudah berapa bulan usia kehamilan kamu.. ? "
" menginjak empat bulan kak.. " jawab tiara sambil tersenyum
setelah tiara selesai makan mereka pun memutuskan untuk langsung pulang karena tiara merasa sudah sangat lelah.
" kamu mau pulang sekarang.. ? " tanya andra
" iya aku sudah sangat lelah "
" apa boleh kakak antar kalian pulang.. ? "
tiara pun tampak berpikir dia tidak ingin alfian salah paham jika andra mengantarkan mereka.
" tidak usah kak, lagian aku juga bawa mobil " tolak tiara
setelah berpamitan dengan andra tiara dan nadira pun segera pergi meninggalkannya.
sesampainya tiara di rumah dia dapat melihat alfian juga sudah pulang, mereka langsung masuk.
nadira berlari menghampiri alfian yang sedang duduk di ruang keluarga.
" hai sayang kalian dari mana saja.. ayah kangen.. " kata alfian sambil mengendong putrinya
" ira sama bunda habis main yah dan di sana ira ketemu sama om baik.. "
" om baik.. ? "
" iya yah om baik.. "
alfian melihat ke arah tiara yang dari tadi hanya diam saja.
" sayang siapa om baik.. ? " tanya alfian penasaran
" itu andra kak.. " jawab tiara pelan
" tadi kami tidak sengaja bertemu di tempat makan, dan setelah itu dia pun segera pergi lagi.. " tambah tiara dia tidak ingin alfian salah paham nantinya
" sayang kamu ke kamar dulu ya, ganti baju terus langsung istirahat.. " kata alfian kepada nadira
nadira pun pergi ke kamar di temani oleh pengasuhnya.
__ADS_1
tiara mendekat kearah alfian dan dia pun mulai duduk di sampingnya.
" sayang.. " panggil tiara sambil menyandarkan kepalanya di pundak alfian
alfian mengelus rambut tiara
" kamu pasti lelah sebaiknya kamu juga beristirahat.. " kata alfian
" temenin aku ya.. " pinta tiara
alfian pun menganggukan kepalanya dan akhirnya mereka pergi menuju kamar.
sesampainya mereka di kamar tiara segera berganti baju, dan setelah itu dia mulai menghampiri alfian yang sedang berdiri di depan jendela.
" kamu kenapa yang.. ? " tanya tiara sambil memeluk alfian dari belakang
" nggak kenapa - napa hanya memikirkan masalah kantor.. ayo sebaiknya kita istirahat pasti kamu sudah sangat lelah "
alfian pun membawa tiara ke atas tempat tidur, tiara mulai membaringkan tubuhnya dan tidak lupa dia menyandarkan kepalanya di dada alfian.
alfian membelai rambut tiara dengan penuh rasa sayang, dia tidak ingin kehilangan wanitanya ini.
tiara pun mulai terlelap di pelukan alfian, setelah memastikan tiara tertidur pulas alfian pun membenarkan posisi tiara dengan sangat hati - hati.
setelah itu dia pun segera beranjak pergi meninggalkan tiara, dia akan pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
semenjak tiara hamil alfian memang sengaja sering pulang lebih awal dan jika pekerjaan sedang banyak - banyak nya dia akan membawanya pulang kerumah.
cukup lama alfian berada disana dan dia melihat pintu ruang kerjanya terbuka.
dia pun melihat siapa yang sudah datang menemuinya disini dan ternyata itu tiara.
" hai sayang kok sudah bangun.. ? " tanya alfian
tiara pun berjalan mendekat dan setelah dekat tiara langsung memeluk alfian.
" kakak kenapa ninggalin aku di kamar sendiri " kata tiara merajuk
alfian tersenyum sambil memandang tiara.
" sayang tadi kan kamu sudah tidur pulas makannya kakak tinggal sebentar buat menyelesaikan pekerjaan kakak ini.. " jelas alfian
" tapi tetap saja.. apa kakak tahu aku ingin tidur di peluk kakak.. "
" ya sudah ayo kita ke kamar lagi, kakak akan peluk kamu sepuas dan selama yang kamu mau.. "
__ADS_1
alfian pun segera merapikan pekerjaannya dan membawa tiara kembali ke kamar mereka.