
setelah seminggu lamanya keluarga tiara berlibur di bandung kini mereka harus kembali ke aktifitas mereka seperti biasa.
alfian juga sudah kembali bekerja tapi kini dia sudah tidak sesibuk kemarin, hari ini tiara sengaja masak makanan kesukaan alfian.
setelah selesai memasak dia pun menitipkan kedua anaknya di rumah mamah mertuanya.
dia berencana mengantarkan makan siang ini ke kantor alfian, sebelumnya dia tidak memberi tahu alfian terlebih dahulu.
sesampai nya di kantor alfian tiara langsung berjalan ke arah sekertaris alfian yang sedang fokus dengan komputernya.
" pak alfian ada di dalam.. ? " tanya tiara
" ada bu langsung masuk saja.. " jawab sekertaris alfian
tiara pun segera masuk keruangan alfian tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, dia dapat melihat alfian sedang fokus memeriksa berkas - berkas yang ada di tangannya.
saking fokusnya alfian tidak menyadari kedatangan tiara, dia pun meletakan makanan yang di bawa nya barusan di atas meja.
sedangkan dirinya langsung menghampiri alfian dan memeluknya dari belakang.
" sibuk banget yang.. " kata tiara lalu mengecup pipi kanan suaminya itu
" hai sayang kapan kamu datang.. ? ko ayah nggak tahu.. ? " kata alfian sambil mengelus tangan tiara yang ada di lehernya
" gimana mau tahu aku datang, orang kamu terlalu fokus sama tumpukan kertas di depan kamu ini.. sebenarnya istri kamu itu kertas ini apa aku sih.. " kata tiara pura - pura merajuk
alfian pun tersenyum dan menarik tangan tiara, dia juga mendudukan tiara di atas pangkuannya.
di peluknya pinggang tiara dengan sangat erat, alfian pun membenamkan kepalanya di leher istri tercintanya itu.
" sayang masa kamu cemburu dengan tumpukan berkas ini kan nggak asyik.. " jelas alfian lalu dengan jahilnya dia pun menggigit leher tiara sehingga meninggalkan bekas
" aww sakit tahu yang.. " kata tiara sambil memukul dada suaminya itu
sedangkan alfian malah tertawa.
" kamu kesini kok nggak bilang dulu sih yang.. tahu gitu kan ayah kirim supir buat jemput kamu.. " kata alfian
" sengaja mau bikin kejutan buat kamu.. aku kesini bawa makan siang buat kita berdua, sudah lama kan kita nggak makan berdua kaya gini.. " kata tiara sambil membelai rambut alfian
alfian pun melihat jam di tangannya, memang benar ternyata sekarang sudah masuk jamnya makan siang.
" ya sudah bunda siapin aja dulu makanannya ya.. ayah mau matiin dulu laptop sama rapiin ini dulu.. " kata alfian menunjuk pada tumpukan berkas yang berada di depannya
tiara pun menurut dia berjalan ke arah sisi lain ruangan alfian dia mengambil piring serta minuman untuk mereka berdua, setelah makanan sudah siap di meja tiara pun memanggil alfian.
" yang cepetan sini makan, katanya tadi cuma mau matiin laptop tapi lama banget.. " protes tiara sambil memajukan bibirnya
alfian hanya tersenyum mendengar protesan dari istrinya itu.
__ADS_1
" iya sayang sebentar lagi nih juga udah selesai.. " kata alfian sambil merapikan berkas - berkas di hadapannya
lima menit kemudian alfian pun menyusul tiara, dia duduk di samping tiara sambil terus menatap istrinya itu.
" memangnya lihat aku kaya gitu bisa bikin kamu kenyang.. ? " kata tiara sambil memberikan sepiring nasi beserta lauknya
" iya buktinya walau pun ayah belum makan tapi kalau sudah makan kamu pasti kenyang.. " goda alfian sambil mengedipkan sebelah matanya
" apaan sih, udah cepat makan nanti keburu dingin lagi "
mereka pun mulai makan siang bersama tanpa henti alfian terus saja menggoda istrinya itu.
entah kenapa dia sangat suka kalau tiara cemberut kaya gitu.
" udah si yang jangan godain aku terus nanti aku potong jatah kamu baru tahu rasa.. " ancam tiara dan sukses membuat alfian terdiam
" jangan dong sayang segitu aja masih kurang apa lagi di potong, kamu kan tahu sendiri bagas sudah minta adik.. " kata alfian
tiara pun teringat dengan putra nya itu setiap hari dia selalu meminta di buatkan adik, dia pikir bikin adik itu gampang.
setiap ada kesempatan pasti selalu saja soal adik yang di tanyakannya.
tiara pun jadi tersenyum sendiri jika memikirkannya, alfian yang melihat tiara senyum sendiri seperti itu pun merasa heran.
" yang kamu kenapa ketawa sendiri gitu.. ? " tanya alfian heran
" oh ayah pikir lagi mikirin buat adik nya bagas.. " goda alfian lagi
" diih apaan sih masih siang udah ngomongin yang gitu.. " kata tiara
" berarti kalau nanti malam boleh dong yang " kata alfian dan di hadiahi sebuah cubitan oleh tiara
" aawww sakit yang " kata alfian berpura - pura sakit
" udah ah lebih baik aku pulang dari pada disini hawanya panas.. " tiara pun segera membereskan bekas makan mereka
sedangkan alfian sudah tertawa melihat tingkah tiara yang masih malu - malu dengannya.
" ayah antar kamu pulang ya.. " kata alfian sambil memegang tangan tiara
" aku pulang sendiri aja, ayah pasti lagi banyak kerjaankan.. ? " jawab tiara
" pokoknya tidak ada penolakan "
akhirnya mau tidak mau tiara pun mengalah dia di antar alfian pulang.
" mau langsung kerumah apa ke rumah mamah dulu.. ? " tanya alfian
" langsung kerumah aja, tadi mamah minta cucu nya jangan dulu di jemput kalau bisa malah di suruh nginep.. " jelas tiara
__ADS_1
" ya udah kalau gitu suruh mereka nginep aja biar nanti malam kita nggak ada yang ganggu " kata alfian sambil menaik turunkan halisnya
sepanjang perjalanan alfian terus saja menggoda tiara sampai mereka tidak sadar kalau sudah sampai di depan rumah.
tiara segera turun dari mobil di susul oleh alfian
" loh yang kok ikut turun bukannya tadi mau balik lagi ke kantor ya.. ? " tanya tiara
" iya nanti juga balik lagi sekarang pengen makan kamu dulu mumpung rumah lagi sepi.. " bisik alfian dan sukses membuat pipi tiara menjadi merah
memang benar sekarang rumah mereka sedang sepi bi narti sedang pulang kampung, sedangkan mbak yeyen tentu saja berada di rumah mamahnya bersama anak - anak.
alfian pun langsung menggendong tiara dan membawanya masuk ke dalam ruang tamu, tidak lupa dia juga mengunci pintu depan.
untuk berjaga - jaga takut ada yang datang, alfian langsung membaringkan tiara di atas sofa dan mulai ******* bibirnya.
lama kelamaan permainan pun semakin panas dan akhirnya siang ini alfian mendapatkan hidangan utamanya.
mereka melakukan nya sampai beberapa kali di ruang keluarga, dapur dan terakhir di kamar mereka.
alfian juga tidak tahu kenapa jika sudah menjamah tubuh istrinya itu tidak cukup hanya sekali saja.
istrinya selalu membuatnya ingin berbuat lebih terus.
¤¤¤¤¤¤
keluarga kecil alfian terlihat sangat bahagia alfian pun memilih berhenti bekerja dari kantor dan kembali bekerja sebagai dosen di salah satu universitas terbesar di jakarta.
setelah sebelumnya mengurus berkas - berkas yang harus dia serahkan kepada orang yang akan menggantikannya sekarang dia bisa lebih tenang.
karena perusahaan nya dia percayakan kepada pak irwan, pak irwan adalah orang yang sangat cocok untuk menggantikannya.
tapi alfian juga tidak lepas tangan begitu saja dia juga akan membantu pak irwan jika memang di butuhkan, dan dia akan mengeceknya perusahaannya sesekali saja.
alfian ingin menghabiskan banyak waktu bersama keluarga nya, dia ingin menebus waktu 4 tahun yang pernah hilang dari mereka.
sedangkan tiara menyerahkan semua keputusan di tangan alfian yang terpenting alfian selalu ada waktu untuk keluarga kecilnya.
**TAMAT
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤**
terima kasih sudah setia membaca novel ku, maaf kalau akhirnya kurang gimana gitu.. mampir juga di novel ku yang lain yang tidak kalah seru dengan ini.
terimakasih 😘😘
__ADS_1