
" yang memilih kalung ini adalah nadira, dia langsung suka dengan modelnya ketika pertama kali melihatnya.. " jelas alfian
" nadira.. kapan kalian beli ini.. kok aku nggak tahu kalian pergi berdua.. " tanya tiara penasaran
" sayang itu rahasia ayah dan anak, bunda nggak boleh tahu.. " goda alfian lalu dia pun mengecup tangan tiara
" ya sudah terserah kalian " jawab tiara ketus lalu kembali melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda barusan.
sedangkan alfian semakin gemas saja melihat tingkah tiara kalau bukan di tempat umum tiara pasti sudah habis dia makan.
setelah acara makan malam mereka selesai alfian mengajak tiara untuk naik kelantai 2 restoran ini di sana dia sudah menyiap kan sesuatu untuk tiara.
tapi sebelum itu alfian pun menutup mata tiara.
" kamu ini apa -apaan sih yang kok mata aku di tutup segala.. " protes tiara
" nanti kamu juga akan tahu, sini kamu pegang tangan kakak dan ingat jangan mengintip.. " pinta alfian
alfian pun membawa tiara dengan sangat hati - hati, satu persatu anak tangga teĺah mereka lewati dan kini mereka telah sampai di anak tangga terakhir.
alfian pun menuntun tiara agar berjalan lurus sambil melepaskan pegangannya.
" sayang tangannya jangan di lepas dong aku takut.. " kata tiara sambil menahan alfian agar tidak melepaskan pegangannya
" kamu percaya deh sama kakak, kamu jalan lurus aja ingat cuma 6 langkah setelah itu kamu berhenti dan mulai buka mata.. kakak akan buka penutup matanya tapi kakak minta matanya jangan dulu di buka sampai nanti 6 langkah.. ok " kata alfian sambil membuka penutup mata tiara
tiara pun menuruti permintaan konyol suaminya itu.
dia pun mulai berjalan dengan hati - hati sambil mata nya terus saja tertutup.
setelah 6 langkah dia pun berhenti dan mulai membuka matanya perlahan - lahan.
hal pertama yang dia lihat adalah tempat ini di penuhi dengan hiasan lampu - lampu berwarna warni serta bunga mawar ke sukaan nya.
__ADS_1
terdengar suara alfian dari arah sampingnya, tiara pun melihat ke arah suara.
disana alfian sedang berdiri sambil memegang sebuah kotak dan juga bunga, tiara tersenyum melihat alfian membawa barang - barang ini untuknya.
alfian pun mendekati tiara dan memberikan kotak serta bunga itu ke tiara.
" hadiah untuk wanita yang sangat spesial di hidup kakak.. " kata alfian
" terima kasih.. " kata tiara sambil mengambil semua pemberian suaminya itu
tiara pun memeluk alfian dengan sangat erat, tiara tidak ingin kebahagiaannya malam ini hilang begitu saja.
" sayang terima kasih karena selama ini kamu sudah memberikan cinta yang sangat besar untuk kakak, tapi yang harus kamu tahu satu hal kakak juga sangat mencintai kamu melebihi apa pun... mungkin kakak jarang sekali mengatakan isi hati kakak atau melakukan hal - hal romantis seperti yang kamu mau..
... terkadang kakak juga sering buat kamu marah, kesal dan menangis.. kakak juga sadar, kakak bukanlah laki - laki yang sempurna.. walaupun seperti itu kakak tidak pernah berhenti mencintai kamu, kita sudah melewati banyak cobaan tapi kakak harap cinta kita tetap kokoh.. sayang, maukah kamu selalu melengkapi hidup kakak.. menerima semua kekurangan serta menemani hidup kakak sampai maut memisahkan kita.. bersama melihat anak - anak kita tumbuh dewasa...
... kakak mungkin tidak bisa menjanjikan kebahagian seutuhnya untuk kamu tapi kakak akan selalu berusaha membuat kamu selalu tersenyum.. i love you tiara " kata alfian di akhiri dengan mengecup tangan tiara
bukan air mata kesedihan melainkan kebahagiaan,
" sayang aku juga bukan wanita yang sempurna buat kamu, banyak kekurangan di diri aku, tapi aku merasa sangat beruntung bisa menghabiskan sisa hidup ku sama kamu orang yang paling aku sayangi di dunia ini.. kamu adalah pelita dalam hidupku, dan aku mau kamu tetap seperti itu.. i love you too "
alfian pun tersenyum mendengar jawaban tiara dia segera melepaskan pelukannya dan mengecup bibir tiara dengan sangat lembut.
hanya sebuah kecupan, dan setelah itu mereka menyatukan kening mereka sambil saling melempar senyum.
tidak lama terdengar suara kembang api dari arah belakang tiara, tiara dan alfian pun segera mendekat ke arah pembatas lantai dua ini.
alfian memeluk tiara dari arah belakang mereka menghabiskan sisa malam mereka dengan melihat kembang api.
" apa ini juga kerjaan kamu yang.. ? " tanya tiara
" hmmm.. apa kamu suka.. ? " jawab alfian
__ADS_1
" tentu, terima kasih sayang malam ini sangat spesial buat aku dan nggak akan aku lupakan sama sekali.. " kata tiara sambil terus melihat kembang api yang terus menyala di langit.
setelah kembang api selesai alfian pun mengajak tiara untuk pulang karena malam sudah sangat larut.
dia tidak ingin tiara kedinginan karena berlama - lama di luar sini, mereka pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sangat bahagia.
mereka juga tidak melepaskan genggaman tangan mereka bahkan saat alfian menyetir pun mereka masih saling bergandengan.
setelah sampai di rumah mereka berdua langsung masuk kedalam kamar, mereka tidak ingin membuat penghuni rumah yang lain ikut terbangun.
setelah sampai di kamar mereka, tiara segera duduk di depan kaca, dia pun menghapus semua make up yang menempel di wajahnya.
sedangkan alfian langsung masuk ke dalam kamar mandi, setelah alfian selesai kini giliran tiara yang masuk dia hanya akan bersih - bersih sedikit saja.
tidak lama tiara pun sudah keluar dan juga sudah berganti baju dengan baju yang lebih santai.
setelah kehamilannya semakin membesar tiara lebih senang memakai daster tanpa lengan dengan panjang di atas lutut di mata alfian itu terlihat sangat seksi.
seperti malam ini tiara memakai daster tanpa lengan bunga - bunga dan panjangnya hanya sebatas paha.
alfian pun berdiri mendekat kearah tiara dan langsung memeluknya dari belakang.
" sayang kenapa sih tiap malam kamu senang sekali goda suamimu ini.. " kata alfian sambil mulutnya tidak mau diam mencium punggung tiara yang terlihat.
" tapi aku nggak ada niat buat goda kamu yang, kamu nya aja yang gampang tergoda.. " kata tiara sambil tersenyum
" sayang malam ini kakak ingin lihat baby kita di dalam sana boleh ya.. ? " pinta alfian
" lakukanlah.. malam ini aku milik mu.. " jawab tiara sambil tersenyum
alfian langsung tersenyum ketika mendengar jawaban tiara seperti itu dia akan berolah raga malam ini.
semenjak tiara hamil alfian sudah jarang sekali mendapatkan jatah karena dia takut akan melukai bayi yang ada di dalam kandungan istrinya itu.
__ADS_1