guruku, imam ku

guruku, imam ku
27


__ADS_3

sudah empat bulan alfian meninggalkan mereka, mereka masih merasa kehilangan terutama tiara.


dia masih belum percaya kalau suaminya itu sudah meninggalkannya.


seusai makan malam tiara segera pergi ke kamarnya, tiara duduk di balkon sambil memandangi langit.


cukup lama tiara seperti ini, sampai dia merasa cuaca sudah semakin dingin tiara baru masuk kedalam kamarnya.


di rebahkannya tubuh tiara di atas tempat tidur, tiara mengambil foto alfian dan memeluknya.


sesekali di kecupnya foto itu


" aku harap kakak bahagian disana.. "


setelah mengatakan itu tiara mulai memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi.


tiara bagun dari tidurnya dan dia melihat kesekitarnya


" dimana aku.. ? " tanya tiara pada dirinya sendiri


sejauh mata memandang hanya hamparan padang rumput dan banyak sekali bunga, tiara merasa asing dengan tempat ini.


ini kali pertamanya dia berada di tempat indah seperti ini.


tiara melihat kesekitar dan mulai berjalan perlahan - lahan dia terus mengelus perutnya yang besar.


tiba - tiba mata tiara melihat sosok laki - laki yang sangat di rindukannya, dia sedang duduk di sebuah bangku sambil memandangi tiara.


dia sangat tampan tiara pun berjalan perlahan kearah laki - laki itu, di pandanginya seluruh tubuh laki - laki itu.


sungguh tidak ada yang berubah dari dia, bahkan sekarang dia terlihat lebih tampan dengan baju serba putihnya.


tidak terasa air mata tiara jatuh tanpa di pinta.


tiara kini sudah berdiri di hadapan laki - laki itu, dia masih belum percaya bisa melihatnya lagi.


tiara segera memeluk tubuh laki - laki itu.


" kakak... apa benar ini kak fian.. ? " tanya tiara tidak percaya


" iya sayang ini kakak "


alfian mengecup kening tiara dan itu membuat tiara semakin menangis.

__ADS_1


" kakak kemana saja kenapa tidak pulang, apa kakak tahu kami semua sangat merindukan kakak.. "


tiara pun memeluk tubuh alfian untuk kesekian kalinya, dia tidak ingin melepaskan pelukannya.


tiara takut kalau dia melepaskannya dia akan kehilangan alfian lagi.


" kakak ada di dekat kamu sayang, kakak juga sangat merindukan kalian. tapi kakak belum bisa pulang sekarang dan nanti setelah tiba waktunya kakak akan segera pulang.. "


tiara melihat kearah alfian dia tidak percaya suaminya akan mengatakan itu.


" kapan kakak akan pulang, apa kakak tahu beberapa minggu lagi aku akan melahirkan, apa kakak tidak ingin melihat anak kita lahir.. ? " tanya tiara sambil menuntun tangan suaminya itu untuk memegang perutnya yang sudah membesar


alfian mengelus perut tiara dengan sangat hati - hati dan alfian pun mengecupnya sekilas.


" kamu bantu ayah jaga bunda ya sayang "


tiara masih tidak mengerti kenapa alfian tidak bisa pulang bersamanya.


" sayang kakak harus segera pergi, kamu harus jaga diri kamu baik - baik... kakak harap kamu bisa menunggu kakak sampai nanti kakak kembali.. "


" kakak sayang kalian.. " tambah alfian


tiara segera memeluk tubuh alfian tapi alfian malah melepaskannya dan berjalan menjauh dari tiara.


tiara mencoba untuk mengejar tapi dia malah terjatuh, bahkan alfian tidak memperdulikannya.


" kak fian.. "


" kak fian aku mohon kembai kak.. "


tapi alfian sudah jauh dari jangkauannya.


tiara menangis dan menundukan kepalanya, sesaat kemudian tiara mengangkat kepalanya dan dia sudah tidak melihat alfian lagi.


tiara bangun dan berlari seperti orang gila, dia tidak memperdulikan kandungannya.


tiara terus saja berteriak memanggil alfian berharap suaminya akan kembali.


tiara merasa sangat lelah dia duduk di atas rumput sambil menangis.


" kak fiaaaan.. " teriak tiara


tiara membuka matanya dan melihat ke sekeliling dia mengenali tempat ini.

__ADS_1


ini kamar alfian


" jadi cuma mimpi.. " guman tiara


tidak lama tiara mendengar suara pintu di buka dan terlihat kedua mertuanya mulai masuk kedalam kamar.


" sayang kamu kenapa nak.. ? " tanya mamah khawatir


" aku gak apa - apa mah cuma mimpi aja.. " jelas tiara sambil tersenyum ke arah mamah mertuanya


" sayang ini minum dulu.. " papah pun memberikan segelas air minum kepada tiara.


tiara mengambil gelas dari tangan papah dan meminumnya.


" terima kasih pah.. "


" kamu yakin gak kenapa - napa.. ? " tanya mamah memastikan


" iya aku yakin "


" apa kamu mau mamah temani kamu tidur sayang.. ? "


" gak usah mah, mamah sama papah tidur lagi aja.. aku gak apa - apa ko cuma barusan aku bermimpi, dan maaf sudah menggangu waktu istirahat kalian.. " kata tiara sambil memandangi wajah kedua mertuanya secara bergantian.


dia tidak mungkin mengatakan mimpinya itu, tiara tidak ingin kedua mertuanya bersedih lagi.


" kamu yakin nak tidak ingin di temani.. ? " kini gilaran papah yang berbicara


" iya pah aku yakin, sebaiknya kalian istirahat lagi saja tiara juga akan tidur lagi. "


" ya sudah kalau begitu mamah dan papah kembali lagi ke kamar, kamu istirahat ya sayang.. " mamah pun membaringkan tubuh tiara dan menyelimutinya.


" terima kasih mah.. "


akhirnya kedua orang tua itu pergi meninggalkan tiara sendiri.


tiara masih mengingat mimpinya barusan, mimpinya seperti nyata. bahkan dia masih bisa merasakan pelukan alfian tadi.


dia berharap mimpi itu akan menjadi kenyataan dan alfian kembali lagi kesisinya,


entah kenapa dia sangat yakin kalau alfian masih hidup.


tiara akan menunggu sampai alfian datang sesuai janji alfian tadi di mimpinya.

__ADS_1


kalau dia akan kembali lagi dan berkumpul bersama dirinya.


tiara pun mulai menutup mata dan pergi ke alam mimpi.


__ADS_2