
ayu pun mengajak tiara dan keluarga kecilnya pergi ke kantin, dia masih ingin mengobrol banyak dengan sahabatnya itu.
" sayang kalian mau pesan apa.. ? " tanya ayu kepada kedua anak tiara
" aku mau bakso tante " jawab nadira
" bagas juga mau bakso " kata bagas tidak mau kalah
ayu pun segera memesan bakso untuk mereka semua, bakso langganan mereka dulu sewaktu masih sekolah disini.
tidak lama bakso pesanan mereka pun datang dan di antar langsung oleh mang ujang.
" ini neng pesanannya, mangga.. " kata mang ujang sambil merapikan bakso yang di bawanya di atas meja
" makasih mang.. " kata ayu
" mang ujang awet muda ya.. dari dulu masih saja sama tidak ada yang berubah.. " kata tiara
mang ujang pun melihat siapa yang berbicara barusan dan dia pun berusaha mengingat - ngingat.
" kok mamang seperti kenal .. tapi siapa ya.. ? " kata mang ujang sambil terus berusaha berfikir
" mang ujang nih gimana sih masa sama asistennya sendiri bisa lupa.. " kata ayu sambil geleng - geleng kepala
mang ujang pun mulai berfikir dan dia ingat siapa orang yang di maksud ayu itu.
" neng tiara.. ? ini teh beneran neng tiara.. aduh si eneng meni tambah cantik sekarang teh.. "kata mang ujang
tiara tersenyum mendengar perkataan mang ujang barusan.
" ah mang ujang bisa aja, mang ujang juga awet muda dari dulu nggak berubah gitu - gitu aja.. " kata tiara
" iih ari si eneng amang mah udah tua atuh, liat udah keriput.. " kata mang ujang sambil menunjukan kulitnya yang keriput
mereka pun tertawa melihat tingkah mang ujang.
" oh iya mang kenalin ini suami serta anak - anak tiara.. " kata tiara memperkenalkan keluarganya
alfian pun bersalaman kepada mang ujang.
" mamang senang lihat neng tiara sekarang sudah bahagia.. ya sudah kalau mamang disini terus nanti bakso nya ke buru dingin lagi.. mamang permisi mau kembali ke tempat mamang saja.. " kata mang ujang
" iya mang makasih ya.. " kata tiara
mereka pun mulai memakan bakso pesanan mereka
" gimana yang enak.. ? " tanya tiara sambil melihat alfian
__ADS_1
" hmmm ini enak banget.. " jawab alfian
" ini tuh dulu makanan pavorit aku kalau lagi istirahat.. " kata tiara
dan alfian hanya ber ' oh ' saja
" kamu tahu nggak dulu tuh tiara kalau jam istirahat pasti langsung kesini bantuin mang ujang " kata ayu
" itu kan dulu yu, aku suka kasian aja sama mang ujang udah sendiri warung nya selalu rame lagi.. " kata tiara
" oh iya yu, iren dimana sekarang.. ? " tanya tiara
" semenjak menikah iren ikut dengan suaminya ke sumatra dan sampai sekarang belum balik lagi.. ya sudah hampir 8 tahun lah aku nggak ketemu sama dia, terakhir itu saat dia menikah.. " jelas ayu
" jauh juga ya.. dan kamu sendiri.. ? " tanya tiara
jujur saja semenjak menikah tiara sudah kehilangan kontak dengan teman - temannya dulu, kalau pun dia ke bandung itu untuk urusan pekerjaan dan tidak pernah lama.
ayu terdiam cukup lama sampai dia mengatakan sesuatu yang membuat tiara bersedih.
ayu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" dua tahun lalu suami ku meninggal karena sebuah kecelakaan dia pergi membawa putri kami satu - satu nya, dan sampai sekarang aku masih belum bisa melupakannya.. " jelas ayu dengan wajah sedihnya
tiara pun berdiri dan memeluk sahabatnya itu
" kamu yang sabar ya, tuhan pasti punya rencana yang lebih baik lagi untuk membuat kamu bahagia.. aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan saat ini karena dulu juga aku pernah berada di tempat kamu.. kehilangan orang yang kita sayang.. " kata tiara sambil melihat ke arah alfian
kini dia bisa berkumpul lagi bersama dengan keluarganya, dan dia tidak akan menyia - nyia kan kesempatan kedua ini.
setelah di rasa ayu sudah tenang tiara pun kembali duduk lagi di tempat nya, dia pun mulai mencairkan suasana dengan membahas masa - masa sekolah mereka dulu.
tidak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat, ayu harus segera kembali ke kelas karena kini giliran dia yang mengajar.
tiara beserta keluarga kecilnya pun memilih pamit mereka akan melanjutkan perjalanan mereka.
" bunda aku mau makan es cream itu " pinta bagas sambil menunjuk seorang penjual es cream yang ada di pinggir jalan
" sayang kita belinya yang di mall saja ya sekalian kita main di sana.. bagai mana.. ? " kata alfian
bagas pun setuju, sesampainya di mall bagas langsung menagih janji ayahnya.
" ayah ayo kita beli es cream.. " rengek bagas
" sayang kalian saja yang beli bunda tunggu di sana ya.. " kata tiara sambil menunjuk stand makanan yang tidak jauh dari mereka.
" ya sudah, ayo anak - anak kita beli es cream.. " alfian pun pergi membawa kedua anaknya
__ADS_1
sedangkan tiara mulai duduk dan memesan minum serta cemilan untuk nya sendiri.
di saat dia sedang menunggu pesanannya datang, tiba - tiba dia mendengar seorang wanita memanggil namanya.
" tiara.. ? ini benar tiara kan.. ? " kata wanita itu memastikan
tiara melihat siapa pemilik suara itu dan ternyata itu rere sahabat pertamanya ketika dia baru pindah ke jakarta.
" rere.. ? " kata tiara tidak percaya
mereka pun saling berpelukan dan melepas rindu, sudah lama sekali mereka tidak bertemu terakhir mereka bertemu ketika rere melayad kerumah tiara sewaktu alfian di nyatakan meninggal.
sejak saat itu mereka sudah tidak pernah bertemu lagi.
" kamu apa kabar.. ? " tanya rere sambil duduk di depan tiara
" aku baik.. kamu sendiri apa kabar.. terus sedang apa disini.. ? " tanya tiara
" aku juga baik.. aku disini sedang menemani suami yang sedang ada rapat di kota ini, karena rapat nya sebentar jadi kami putuskan untuk sekalian berlibur.. " jelas rere
" kamu sendiri sedang apa disini.. ? " tambah rere
" sama aku juga sedang berlibur bersama mereka " tunjuk tiara kepada suami dan juga anak - anak nya yang kini sedang berjalan ke arah nya.
rere pun melihat ke arah pandangan tiara dan rere dapat melihat alfian sedang berjalan bersama dua orang anak.
dia sebenarnya masih tidak percaya kalau alfain kembali lagi, dulu setelah lulus sekolah dia langsung pergi keluar negeri.
dia sempat pulang ketika mendengar alfian meninggal dunia dan setelah itu dia tidak pernah kembali lagi.
jadi dia tidak tahu perkembangan berita yang beredar disini, dia baru tahu alfian sebenarnya masih hidup itu sekitar 5 tahun yang lalu saat dia kembali lagi ke sini.
alfian dan anak - anak nya pun kini sudah berada di depan mereka bahkan dia juga tersenyum kepada rere.
" hai re apa kabar.. ? " tanya alfian sambil duduk di samping tiara
" baik pak.. " jawab rere
" nggak usah panggil pak, lagian saya bukan guru kamu lagi.. " jawab alfian tersenyum
alfian pun menyerahkan satu buah es cream kepada tiara dan mereka makan bersama es craem itu.
" mamih.. " teriak seorang anak laki - laki dia langsung berlari ke arah rere
rere tersenyum dan langsung memeluk anak itu.
" hai sayang, dimana papih dan abang.. ? " tanya rere
__ADS_1
" itu.. " tunjuk si anak kepada seorang laki - laki yang sedang berjalan ke arah mereka
tiara pun ikut melihat ke arah laki - laki itu.