guruku, imam ku

guruku, imam ku
55


__ADS_3

pagi - pagi sekali tiara sudah terbangun dari tidurnya dia melihat nadira dan alfian masih terlelap.


tiara pun bangun dengan sangat pelan - pelan dia tidak ingin membangunkan mereka berdua.


tiara segera berjalan kearah kamar mandi, 30 menit tiara habiskan di dalam kamar mandi.


setelah selesai berganti baju tiara pun segera keluar, di lihatnya mereka berdua masih tertidur tiara memutuskan untuk membuat sarapan untuk mereka semua.


tiara berjalan kearah dapur disana sudah ada bi ina yang sedang mempersiapkan bahan - bahan untuk sarapan.


" pagi bi.. " sapa tiara


" pagi non " jawab bi ina


" bibi mau buat apa.. ? " tanya tiara sambil melihat bahan - bahan yang sudah di siapkan bi ina


" bibi mau buat nasi goreng non.. " jawab bi ina


" bi bagaimana kalau sarapannya bikin nasi uduk aja kak alfian dan nadira kan juga suka itu.. " kata tiara


" ya sudah non bibi ikut saja.. "


mereka pun mulai membuat nasi uduk beserta lauknya, tiara senang akhirnya dia bisa membuat makanan kesukaan alfian lagi.


setelah hidangan siap semua bi ina segera menyusunnya di meja makan sedangkan tiara menyelesaikan menggoreng ayamnya.


saat itu kedua mertua tiara sudah keluar dari kamar dan mereka mencium sesuatu dari arah dapur.


mereka pun berjalan ke arah ruang makan dan melihat bi ina sedang membereskan makanan di meja sedangkan tiara masih menggoreng sesuatu.


" hmmm kayanya sarapan kali ini enak banget nih mah.." kata papah sambil menarik kursi dan mulai duduk


" bener pah, jarang - jarang loh kita makan seperti ini.. " jawab mamah sambil tersenyum


tiara datang menghampiri mereka sambil membawa sepiring ayam goreng dan menyimpannya di atas meja makan.


" pagi pah, mah.. " sapa tiara


" pagi sayang.. ini semua kamu yang masak.. ? " tanya mamah

__ADS_1


" enggak kok mah di bantu sama bi ina juga, papah mau kopi.. ? " tawar tiara


" boleh sayang.. "


tiara pun segera kembali ke dapur dan tidak lama dia membawa secangkir kopi untuk papah mertuanya itu.


" ini pah kopinya.. " kata tiara sambil meletakan kopi di depan papah mertuanya


" terima kasih sayang.. oh iya papah tidak melihat fian dan nadira dimana mereka.. ? " tanya papah sambil melihat kiri kanan


" kami disini opa " jawab nadira yang langsung berlari kepelukan kakeknya itu


" pagi pah, mah.. " sapa alfian lalu duduk di kursi


" sayang ayo duduk kamu harus sarapan dulu, lihat bunda sudah bikin nasi uduk kesukaan kamu.. " perintah tiara


nadira pun duduk di samping neneknya, matanya berbinar melihat semua makanan yang ada di meja makan.


tiara mengambilkan nasi untuk kedua mertuanya terlebih dahulu setelah itu untuk nadira dan terakhir dia mengambil nasi untuk alfian.


" terima kasih sayang.. " kata alfian sambil menerima sepiring nasi beserta lauknya.


" ini sayang, habiskan susunya.. " kata tiara sambil meletakan segelas susu di samping nadira


" iya bunda.. " nadira pun makan dengan sangat lahap


begitu pun dengan alfian, setelah dirasa semua telah selesai tiara baru mengambil nasi beserta lauknya untuk dirinya sendiri.


tiara pun mulai memakan sarapannya.


" sayang aku mau lagi dong nasinya.. " pinta alfian


tiara dengan senang hati mengambilkan nasi beserta lauknya untuk alfian.


" bunda ira juga mau lagi.. " kini nadira yang meminta di ambilkan nasi


setelah piring nadira terisi penuh tiara baru melanjutkan makannya lagi.


" sayang masakan kamu sungguh enak.. lihat fian dan nadira saja sampai minta nambah gitu.. " puji papah

__ADS_1


" papah berlebihan, jadi selama ini kalau aku masak tidak enak ya, baru kali ini saja masakan ku enak.. " kata tiara pura - pura merajuk


" bukan seperti itu sayang, masakan kamu malah selalu enak.. mamah saja kalah.. " bisik papah


semua orang di ruangan itu pun tertawa tidak terkecuali mamah.


mamah berpura - pura marah kepada papah.


" oh jadi masakan mamah tidak enak begitu.. awas ya kalau papah minta mamah buatkan makanan atau cemilan mamah tidak akan mau.. " ancam mamah


" bukan gitu mah, mamah kok jadi marah.. maafkan papah ya mah.. " bujuk papah sambil memegang tangan mamah


alfian dan tiara hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua orang yang mereka sayang itu.


mereka juga berharap rumah tangga mereka dapat bertahan lama hingga maut memisahkan mereka.


" bunda aku mau bekal nasi ini kesekolahan.. " pinta nadira


" tentu sayang.. bunda akan segera siapkan.. " tiara pun bangun dan berjalan menuju dapur.


dia mulai menyiapkan bekal untuk putrinya itu tidak lupa tiara juga menambahkan buah - buahan untuk di bawa nadira.


setelah selesai menyiapkan semuanya tiara segera memberikannya kepada nadira.


" sayang ini bunda sudah siapkan bekalnya, ayo cepat habiskan susunya sesudah itu kamu segera berangkat nanti kesiangan.. " kata tiara


nadira pun segera meminum habis susunya, dan setelah itu mulai berpamitan kepada semua orang.


nadira berangkat sekolah di temani oleh pengasuhnya serta di antar oleh supir.


sedangkan tiara segera bersiap - siap ke kantor, alfian menunggu tiara sambil melihat email yang masuk ke laptopnya.


tidak lama tiara pun turun dan menghampiri alfian


" kak ayo kita berangkat nanti kita terlambat.. " ajak tiara


alfian pun segera mematikan laptopnya lalu mereka berpamitan kepada mamah dan papah.


kini mereka pun mulai meninggalkan rumah dan menuju ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2