
pagi ini alfian sudah mengantar tiara kerumah kedua orang tuanya, dan kedua orang tua alfian sangat senang menantunya itu akan tinggal disini sementara waktu.
setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya kini giliran tiara, alfian memeluk tubuh munggil istrinya itu.
" kamu disini baik - baik ya sayang, jaga kesehatan kamu dan juga calon bayi kita. " kata alfian sambil memeluk tiara
sungguh kalau boleh jujur tiara sangat berat melepas kepergian suaminya itu, ada perasaan aneh yang terus dirasakannya.
tapi tiara tidak tahu perasaan apa itu,
alfian berjongkok dan mengelus perut tiara yang sudah mulai membesar.
" sayang kamu jangan nakal ya, jangan menyusahkan bunda.. ayah akan segera pulang kamu baik - baik ya di dalam sana.. " kata alfian sambil mengelus perut tiara dan mengecupnya cukup lama.
alfian berdiri dan memandangi wajah tiara sangat lama.
" kak kalau aku minta kakak jangan pergi apa kakak akan tetap tinggal.. ? " tanya tiara tiba - tiba dan mulai menangis
alfian mengusap pipi tiara dan menghapus air mata yang keluar dari mata tiara, di kecupnya kedua mata itu.
" sayang.. maaf kakak gak bisa nurutin mau kamu yang satu ini, kakak harus pergi.. kakak harap kamu mengerti posisi kakak, kakak juga sama sangat berat ninggalin kamu tapi kakak punya tanggung jawab besar.. "
tiara tidak menjawab dia hanya bisa menangis dan pasrah, mau tidak mau dia harus menerima keputusan alfian.
" sayang kamu jangan seperti ini, kakak jadi gak tenang buat ninggalin kamunya.. "
alfian pun menarik tubuh tiara masuk kedalam pelukannya.
__ADS_1
" baiklah kak aku akan mengijinkan kamu pergi, maaf sudah bikin kakak jadi binggung dan khawatir.. " kata tiara sambil mempererat pelukannya
alfian tersenyum senang mendengar perkataan tiara, alfian menarik dagu tiara hingga kini wajah mereka sudah saling memandang.
alfian langsung mendekatkan wajahnya dan mulai mengecup bibir tiara, dia akan sangat merindukan bibir mungil istrinya ini.
" sayang kakak harus segera berangkat, kalau seperti ini terus yang ada kakak malah akan lebih lama tinggal disini.. " alfian pun melepaskan pelukan nya
" ya udah kakak hati - hati ya disana, jangan lupa jaga kesehatan dan ingat harus sering - sering kabarin aku. " pinta tiara panjang lebar
" siap bu negara.. " goda alfian
tiara merasa kesal dan mencubit perut alfian dengan sangat keras
" aw.. aw.. sakit sayang kok kakak malah di cubit sih.. " rengek alfian
" iya maaf deh kakak janji gak akan ledekin kamu lagi, sekarang senyum dong.. " pinta alfian
tiara pun tersenyum dan memeluk alfian untuk terakhir kalinya.
" ya udah kakak berangkat ya, daah sayang.. " kata alfian lalu pergi meninggalkan tiara sendiri di teras depan.
tiara terus melihat kearah alfian sampai mobil yang membawa alfian benar - benar menghilang dari pandangannya.
" aku berdoa kakak akan baik - baik saja sampai kakak bisa kembali berkumpul dengan keluarga kita, dan aku harap perasaan ku ini salah.. " kata tiara ketika sudah tidak melihat mobil alfian lagi
tiara masuk kedalam dan mulai berjalan kearah kamarnya, sesampainya di dalam kamar tiara mulai membereskan barang - barang yang tadi di bawanya dari rumah.
__ADS_1
¤¤¤¤¤¤¤
tidak terasa sudah seminggu lebih alfian pergi, setiap malam alfian akan menghubungi tiara dan menyakan apa saja yang tiara lakukan.
tetapi selama dua hari ini alfian tidak menghubunginya, tiara sangat mengkhawatirkan keadaan alfian. entah kenapa perasaan itu datang lagi, perasaan yang sama ketika kedua orang tuanya meninggalkan dia.
tiara terus saja melihat kearah teleponnya dan berharap alfian segera menghubunginya, tapi sampai tengah malam alfian belum juga menghubunginya.
" kamu kemana kak, jangan bikin aku khawatir.. " guman tiara
karena lelah menunggu tiara pun tertidur sambil memegang teleponnya.
pagi pun datang, tiara terbangun dan langsung melihat kearah teleponnya siapa tahu ketika dia tidur alfian mengirimi dia pesan atau bahkan menghubunginya.
tapi harapan tinggallah harapan, tiara dapat melihat tidak ada sama sekali pesan atau panggilan dari alfian.
" apa sesibuk itu sampai kamu tidak bisa menghubungiku ka.. ? " tanya tiara sambil memandangi teleponnya.
tiara pun segera bangun dan bergegas turun untuk sarapan bersama kedua mertuanya.
" mah kakak fian ada ngehubungi mamah gak.. ? " tanya tiara setelah dia duduk
" gak sayang, mungkin fian sedang sibuk jadi belum sempat kasih kabar ke kita.. " jawab mamah
" sebaiknya kamu sarapan dulu ya sayang, biar kamu punya tenaga.. "
tiara pun mulai memakan sarapannya dengan perasaan yang campur aduk.
__ADS_1