guruku, imam ku

guruku, imam ku
45


__ADS_3

setelah kembali bisa berjalan normal lagi, hari ini alfian habiskan waktunya dengan mengajak tiara dan nadira pergi berjalan - jalan.


mereka bertiga pergi ke taman bermain,


" sayang kamu mau bermain apa.. ? " tanya alfian pada nadira


" ira mau naik itu yah.. " tunjuk nadira pada salah satu permainan yang ada disitu


alfian pun menuruti keinginan putrinya itu, mereka pun naik komedi putar.


alfian juga tidak lupa membelikan nadira boneka beruang yang sangat besar, dan nadira sangat senang mendapatkannya.


setelah puas bermain dan makan bersama mereka pun memutuskan untuk segera pulang karena hari juga sudah sore.


" bagaimana sayang apa kamu bahagia.. ? " tanya alfian kepada nadira


" iya ayah ira sangat bahagia, terima kasih ayah.. " kata nadira polos lalu memeluk alfian


" jadi yang di peluk cuma ayah saja nih, bunda di lupain.. " kata tiara berpura - pura sedih


nadira pun memeluk tiara, tiara sangat bahagia akhirnya keluarga kecilnya kini telah berkumpul.


sepanjang perjalanan pulang nadira tidak henti - hentinya bercerita, alfian dan tiara mendengarkan cerita nadira.


tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai ke rumah, sesampainya di rumah alfian menggendong nadira yang sudah mulai mengantuk.


" sayang kakak bawa nadira ke kamar dulu ya.. " kata alfian sambil berlalu ke kamar nadira


sedangkan tiara segera masuk ke kamarnya dia ingin segera bersih - bersih, tidak lama alfian masuk ke dalam kamar dan tidak melihat tiara di mana pun.


alfian mendengar ada suara air dari balik pintu kamar mandi, alfian pun menunggu tiara. alfian merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.

__ADS_1


tidak lama pintu kamar mandi pun terbuka dan terlihat tiara sudah terlihat lebih segar, tiara juga sudah berganti baju dengan baju yang lebih santai.


" kakak gak mandi dulu.. ? " tanya tiara ketika melihat alfian sedang tidur - tiduran


" iya mau.. " alfian pun berdiri dan diam di belakang tiara


alfian pun memeluk tiara dari belakang, sedangkan tiara hanya melihat di balik cermin.


" katanya mau mandi.. ? " kata tiara


" sebentar lagi, sayang kakak pengen sekali kembali ke rumah kita yang dulu... " kata alfian


tiara terdiam mendengar perkataan alfian barusan


" apa kamu gak mau kalau kita kembali lagi kesana.. ? " tanya alfian lagi


" kak aku sih gak jadi masalah kita mau tinggal di mana saja, tapi gimana dengan mamah sama papah.. ? maksud aku tuh, selama ini mereka sudah terbiasa ada aku dan nadira apa mereka akan mengijinkan kita kembali lagi kesana.. " tanya tiara ragu


" kakak coba aja dulu ngomong sama mamah papah ok.. " tambah tiara


" ok.. nanti malam kakak akan coba bicara sama mamah papah.. "


" ya udah sekarang mandi dulu gih sana, kakak bau keringat tahu.. " goda tiara sambil menutup hidung


" biarin bau juga yang terpenting kamu tetap sayang sama kakak.. " jawab alfian sambil mencibit pipi tiara dan berlalu pergi ke kamar mandi.


seusai makan malam alfian berbicara kepada kedua orang tuanya tentang keputusan dia untuk kembali kerumahnya yang dulu.


orang tua alfian pun tidak dapat melarang, sedangkan tiara sedang mengerjakan pekerjaannya yang sangat banyak.


tiara sampai tidak sadar kalau alfian sudah masuk kedalam kamar dan sedang memperhatikannya.

__ADS_1


alfian pun berjalan mendekati tiara, dia duduk di samping tiara.


" sibuk banget ya yang.. ? " tanya alfian setelah duduk di samping tiara


" eh kak.. kakak kapan masuk.. ? kok aku gak tahu.. ? "


" gimana kamu mau lihat kakak masuk orang yang di lihat cuma berkas yang di tangan kamu aja.. " sindir alfian


" maaf kak, bukannya gitu kerjaan kantor lagi banyak - banyaknya apa lagi akhir tahun seperti ini, kakak pasti tahu lah.. " kata tiara sambil meletakan berkas yang di pegangnya.


" iya kakak tahu, maaf ya.. karena kakak kamu juga jadi harus ikut ngurusin perusahaan papah.. "


" kakak gak perlu minta maaf seperti itu, aku senang kok bisa bantuin papah.. karena cuma ini yang bisa aku lakukan, keluarga kakak itu sudah baik banget sama aku dan keluargaku dulu.. ibu memang tidak pernah salah pilih.. kakak sama keluarga kakak memang sangat baik dan aku beruntung bisa menjadi bagian keluarga ini.. " jelas tiara sambil tersenyum


" terima kasih sayang.. kakak beruntung banget bisa dapetin kamu, maaf kalau selama ini kakak selalu bikin kamu menangis.. "


tiara pun memeluk alfian dengan sangat erat, cukup lama mereka di posisi seperti ini.


" sudah malam sebaiknya kita tidur besok kitakan harus berangkat pagi - pagi.. " kata alfian


tiara pun menuruti perkataan alfian, dia segera membereskan pekerjaannya yang berserakan di atas tempat tidur.


setelah selesai mereka pun membaringkan tubuh mereka, alfian memeluk tubuh tiara dengan sangat erat.


tiara pun membalas pelukan alfian tersebut.


" selamat malam sayang.. " kata alfian lalu mengecup kening tiara


" selamat malam sayang.. " jawab tiara sambil tersenyum


mereka pun mulai memejamkan mata sambil berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2