guruku, imam ku

guruku, imam ku
51


__ADS_3

setelah selesai mandi dan sarapan tiara dan alfian segera berjalan - jalan di sekitaran pantai dan tidak lupa mereka mencoba setiap makanan yang di jual di sekitaran situ.


" kak aku mau minum es kelapa kayanya enak.. " pinta tiara


" ya udah ayo kita kesana.. " alfian pun mengenggam tangan tiara dengan sangat erat


setelah sampai di tempat penjual es kelapa alfian pun segera memesan, tiara menikmati minuman mereka sambil melihat ke arah lautan yang luas.


tanpa sengaja di tempat itu mereka bertemu dengan andra yang kebetulan juga akan mampir ke warung yang dimana tiara dan alfian berada.


" loh tiara kamu disini juga.. ? " tanya andra setengah kaget


" iya kak, kakak juga lagi liburan disini.. ? " tanya tiara gugup dan sesekali melirik ke arah alfian.


" kakak lagi ada pekerjaan di sekitar sini, karena merasa haus jadi kakak mampir deh kemari dan kakak tidak menyangka malah bertemu kamu disini.. " jelas andra sambil tersenyum


" oh iya ra kamu sendiri lagi apa disini urusan kerjaan atau memang sengaja berlibur.. ? " tanya andra penasaran


" kami sedang berbulan madu.. " jawab alfian menyombongkan diri, dia juga dengan sengaja memeluk pinggang tiara dengan sangat erat.


andra tersenyum kecut mendengar jawaban alfian barusan, di pandanginya tiara dalam - dalam.


dia memang seharusnya sudah tidak lagi mengharapkan wanita yang ada di hadapannya itu.


andra juga tidak sengaja melihat tanda merah di leher tiara bahkan bukan cuma satu tapi tiga, dan andra dapat menyimpulkan sendiri kenapa leher tiara bisa seperti itu.


tanpa mau berlama - lama andra pun segera pamit dan pergi meninggalkan mereka.


setelah di rasa andra cukup jauh alfian segera melepaskan tangannya dari pinggang tiara, tiara segera melihat ke arah alfian dan dia tahu kini alfian sedang cemburu terhadap andra.


tiara memegang tangan alfian


" kakak cemburu sama kak andra, aku sama dia enggak ada hubungan apa - apa loh.. " kata tiara mencoba menjelaskan


" tapi kakak melihat tatapannya itu sangat berbeda sama kamu, kakak dapat melihat dia itu suka sama kamu.. " kata alfian tanpa mau melihat tiara


" hei... kak biarin aja dia mau suka sama siapa yang penting aku tidak punya perasaan apa pun sama dia, yang aku mau cuma kakak.. kakak aku mohon jangan merusak bulan madu kita hanya karena andra ada disini, anggap saja kita tidak pernah bertemu dengan dia.. " jelas tiara sambil mengelus pipi alfian


" maafin kakak ya, kakak tahu kakak terlalu cemburu dengan kedekatan kamu dan andra, kakak cuma takut kehilangan kamu.. "


" aku enggak akan pernah ninggalin kakak, karena yang aku sayang cuma kakak.. "

__ADS_1


mereka pun saling melempar senyuman, tiara pun mengecup pipi alfian.


" aku sayang sama kakak " bisik tiara


alfian merasa senang mendengar perkataan tiara, dia menarik tubuh tiara sehingga kini mereka saling berpelukan.


" kakak juga sangat sayang sama kamu dan kakak harap kita akan seperti ini selamanya.. " harap alfian


" amiiin... "


dari jauh sana andra dapat melihat tiara yang sedang berpelukan dengan alfian, ada rasa cemburu dan marah yang menghampirinya.


seharusnya dia yang berada di posisi itu, lima tahun lebih dia mengejar cinta tiara tapi sampai sekarang tidak pernah ada hasilnya.


dan sekarang alfian sudah kembali lagi ke sisi wanita yang di cintainya maka semakin susah juga dia mendapatkan cintanya.


andra mengepalkan kedua tangannya, dia tidak bisa menerima ini semua.


#####


tiara dan alfian sangat menikmati waktu liburan mereka, waktu pun berjalan dengan sangat cepat tidak terasa besok sore mereka akan segera kembali pulang dan beraktifitas seperti biasa.


tiara melihat jam di tangannya dan ini masih sangat pagi, tiara bangun dari tidurnya dan dia mengambil kemeja alfian yang tergelatak di lantai.


dia pun segera memakai kemeja itu, tiara berjalan ke arah balkon kamarnya.


dia membuka pintu dan berjalan ke arah pembatas balkon, tiara menikmati udara pagi sambil menikmati hembusan angin laut yang menerpa wajahnya.


dia sangat menyukai ini, matanya memandang jauh ke lautan sana. tiara merasa kaget karena ada sebuah tangan yang melingakar di pinggangnya.


dan dia tahu siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan suaminya yang super jahil ini.


tiara tersenyum kearah alfian, lalu dia kembali memandang lautan yang ada di depan matanya.


alfian menyingkap rambut tiara dia mencium setiap senti tengkuk tiara, tiara yang merasa geli mencoba untuk menghentikan aksi alfian tersebut.


bukannya berhenti alfian semakin menjadi - jadi.


" kakak sudah dong, aku geli tahu.. " kata tiara sambil tertawa menahan geli


" siapa suruh pagi - pagi goda kakak.. "

__ADS_1


tiara segera membalikan badannya sehingga kini mereka saling berhadapan, tiara mengalungkan tangannya di leher alfian.


" kakak sayang aku enggak menggoda kakak ya.. "


" enggak menggoda gimana kata kamu, ini buktinya apa.. ? " kata alfian sambil menunjuk baju yang di pakai tiara


tiara melihat penampilannya dan dia rasa tidak ada yang salah dengan itu.


" kenapa dengan baju ku.. ? perasaan tidak ada yang salah.. ? " tanya tiara penasaran


" memang tidak ada yang salah tapi kamu terlihat semakin manis dan kakak suka itu.. " bisik alfian


" itu mah kakaknya aja yang gampang tergoda.. " kata tiara sambil tertawa


alfian pun memeluk tubuh tiara


" kamu jangan pakai pakaian seperti ini di depan laki - laki lain ya, cukup di depan kakak saja kamu boleh pakai baju seperti ini. " pinta alfian


" kakak ini ada - ada saja mana mungkin aku berani pakai pakaian seperti ini keluar rumah " kata tiara sambil menggelengkan kepalanya dia sungguh tidak percaya dengan pemikiran alfian barusan


tapi tiara merasa senang itu artinya alfian sangat mencintai dirinya.


" sudah ah aku mau mandi dulu " kata tiara melepaskan pelukan mereka


" kita mandi bareng ya sayang.. " pinta alfian


" enggak mau aku mau mandi sendiri, terakhir kali kita mandi bareng ujung - ujungnya malah kakak isengin aku.. sampai berjam - jam di dalam kamar mandi.. " jelas tiara


" itu kan kerena kamunya godain kakak terus jadi kakak juga tidak tahan untuk makan kamu.. " alasan alfian


" nah itu pokoknya aku gak mau mandi bareng kakak "


" ayo dong sayang biar cepat kita mandi sama - sama.. kakak juga kan ingin cepat siap - siap sarapan perut kakak sudah lapar kalau nunggu kamu mandi pasti lama.. jadi biar cepat kita mandi bersama aja, ayolah sayang.. " pinta alfian


setelah tawar menawar yang cukup alot akhirnya tiara setuju untuk mandi bersama dengan alfian.


alfian pun sangat senang mereka langsung masuk kedalam kamar mandi, dan keputusan tiara membiarkan alfian mandi bersama dirinya harus dia sesali.


bukannya mempersingkat waktu malah menambah waktu mereka di dalam kamar mandi.


alfian malah meminta jatahnya di dalam sana, dan mau tidak mau tiara pun melaksanakan tugasnya sebagai istri yang baik.

__ADS_1


__ADS_2